Kategori

Label

Review Novel Rembulan Mengasah Takdir

Review Novel Rembulan Mengasah Takdir

View Article

REVIEW NOVEL REMBULAN MENGASAH TAKDIR





Penulis: Izat D. Hambali

Penerbit: Izat D. Hambali

Tahun terbit: 2016

Jumlah halaman: 93

Pengulas: Sulfaini


Kenapa masih banyak orang yang beranggapan bahwa preman tidak pernah pantas untuk masuk surga, dan hanya para kiai saja yang pantas menjadi penghuninya dalam mencapai kedamaian dunia sampai akhiratNya. (7-8 hal)


Firman dan Zahra menjalin persahabatan sejak kecil, namun keluarga Zahra tidak merestui persahabatan itu ketika mereka sudah pada beranjak dewasa dan karena firman adalah seorang preman. Padahal, mereka berdua saling mencintai. Bahkan, Fatimah adek Zahra turut mencintai firman.


Zahra pernah menolak lamaran tiba-tiba dari firman, sebab itulah firman meninggalkan tempat tinggalnya itu, ia berniat agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sedang, Zahra yang berusaha merelakan cintanya untuk adiknya, kini kembali patah sebab ustadz syarif yang ternyata mencintai Fatimah. Cinta segi apa ini? ah rumit! Bacalah sendiri endingnya wkwk


Sebenarnya agak tidak suka dengan endingnya, kenapa? Tidak sesuai keinginan wkwk. namun, penulis pun punya selera sendiri untuk mengakhiri sebuah kisah.


Novel ini sangat bernuansa agamis, bahkan menurutku, tujuan penulisan novel ini point pentingnya tentang jangan pernah memandang buruk orang lain, bukan ke romantis dan soal percintaan, namun juga tidak mengabaikannya.


Mungkin karena aku sudah membacanya dua kali, novel ini kurasa tidak hidup, tak ku dapati feelnya. Apalagi, tentang penulisannya. Ah, novel ini tahun terbitnya sudah empat tahun lalu, ya pantes lah. Udah lama sekali. Tapi Alhamdulillah masih utuh di rak buku. alurnya pun begitu lucu dan sekali lagi tidak sesuai keinginanku wkwk.


Menyinggung penulis, ternyata masih se-pulau dengan aku, sama-sama maduranya wkwk. lah, semoga tertular prestasinya ya kak wkwk.


Oh iya, novel ini juga boleh di baca siapa saja, tapi untuk anak-anak, usahakan  jangan dulu lah, masih kecil wkwk.



Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum

Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum

View Article

Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum





Pengertian kurikulum


Menurut Ladji kurikulum merupakan suatu bahan tertulis yang berisi tentang program pendidikan suatu sekolah atau madrasah yang harus di laksanakan dari tahun ke tahun.  Kurikulum di pandang sebagai program pendidikan yang direncakan dan di laksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu.


Menurut Muhaimin kurikulum di pandang memiliki orientasi untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki peranan pada masa yang akan datang. Sedangkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2013 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat 19 di tegaskan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum mengandung cara, metode atau strategi pembelajaran. Jadi, kurikulum adalah program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pendidikan. 


Fungsi kurikulum


1. Fungsi penyesuaian


mengarahkan siswa agar bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang bersifat dinamis dan berubah-ubah.


2. Fungsi integrasi


Pada dasarnya siswa merupakan anggota dan integral masyarakat. oleh karena itu, kurikulum berfungsi untuk mendidik siswa yang intergrasi (pribadi yang utuh) sehingga bisa berkontribusi dan berintegrasi dengan masyarakatnya.

 3.Fungsi iferensiasi


Memberikan pelayanan terhadap perbedaan sifat, sikap dan karakter siswa sehingga nanti terdorong untuk lebih berfikir kritis dan kreatif mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat


4. Fungsi persiapan


Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya (yang lebih tinggi) atau untuk terjun ke masyarakat jika tidak melanjutkan studi.


5. Fungsi pemilihan


Memberikan kesempatan untuk memilih program yang sesuai dengan minat dan kemampuan  siswa. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi yang ketiga; diferensiasi (pelayanan terhadap perbedaan sifat, sikap dan karakteristik siswa)


6. Fungsi diagnotis


Mengarahkan siswa agar dapat memahami potensinya (kelebihan) dan menerima kelemahan yang dimilikinya, sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya dan memperbaiki kelemahannya.


Peran kurikulum


 1. Peran konservatif


Kurikulum berperan mentransfer atau mentransmisikan nilai-nilai budaya masa lalu kepada generasi muda (siswa) yang masih relevan dengan zaman sekarang. Disesuaikan dengan kenyataan bahwa pendidikan pada hakekatnya merupakan proses sosial sehingga salah satu tugas pendidikan (sekolah) adalah menjembatani atau membina perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai sosial yang hidup di lingkungan masyarakat sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat atau terjun ke masyarakat mereka dapat menjunjung tinggi dan berperilaku sesuai dengan norma-norma tersebut.


Di zaman yang semakin pesat kemajuan teknologi ini memungkinkan mudahnya pengaruh budaya asing sehingga bisa menggerogoti atau menghapus budaya lokal yang ada di masyarakat itu maka kurikulum berperan menangkal berbagai macam budaya asing yang merusak nilai-nilai budaya lokal sehingga generasi muda tetap dapat melestarikan budaya lokal tersebut dengan baik tanpa terpengaruh budaya asing.


 2. Peran kreatif


Kurikulum berperan menciptakan dan menyusun suatu hal yang baru sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat pada zaman sekarang dan masa yang akan datang. Sebab pada kenyataannya masyarakat bersifat dinamis dan mengalami perubahan. Kurikulum mengandung hal baru ( pelajaran, pengalaman, cara berpikir dll) guna membantu siswa mengembangkan potensinya agar tidak tertinggal zaman dan tetap bisa berperan aktif dalam kehidupan sosialnya siswa dapat menjadi masyarakat yang kompeten dalam menghadapi zaman yang terus berkembang.


Jika kurikulum tidak berperan kreatif maka otomatis akan tertinggal sehingga pendidikan yang diberikan nantinya tidak akan bermakna karena tidak relevan dan cenderung tertinggal zaman.


3. Peran kritis  dan evaluatif


Sesuai dengan kebudayaan yang mengalami perubahan dan perkembangan maka peran kurikulum tidak hanya sekedar mewariskan budaya yang ada dan menerapkan budaya baru tetapi lebih dari itu yaitu kurikulum berperan menilai, memilih dan menyeleksi nilai atau budaya mana yang perlu dipertahankan dan nilai atau budaya baru mana yang harus dimiliki anak didik yang dianggap bermanfaat untuk kehidupan anak didik.


Kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam kontrol dan filter masyarakat nilai yang tidak sesuai dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan atau disempurnakan.


Menunggu Keajaiban

Menunggu Keajaiban

View Article



Puisi 


Menunggu Keajaiban





 Aku ingin kembali menjadi bayi

 Ditimang tiada henti 

Dikasihi tanpa tapi

Di sayang dengan setulus hati

Tak ada marah yang menghiasi

Hanya senyuman yang diukir setiap hari.

 

Aku ingin kembali menjadi bocah 

Bermain tak tau arah

 Tak perlu menghela napas dengan pasrah karena suatu hal yang tak bisah dijamah.


Aku ingin kembali menjadi siswa 

Dimana pelajaran terberat dan tersulit adalah matematika

Pulang sekolah langsung bermain sepeda

 Ada ibu dan ayah yang tersenyum bahagia.


Yah, hanya sebuah keinginan yang tak akan pernah menjadi kenyataan


Sebuah kemustahilan yang dengan bodohnya tetap ku panjatkan 


Aku hanya lelah pada takdir

Yang ketika aku berjalan, kaki terkilir

Yang ketika aku berdiam, hati serasa remuk karena bom nuklir

Lantas, apa yang harus aku lakukan?


Oh Tuhan, segera beri aku keajaiban

Sebelum kata menyerah aku lontarkan


Madura, 25 Oktober 2020

Sulfaini 💐

Review Buku 13 Rahasia Lulus Ujian

Review Buku 13 Rahasia Lulus Ujian

View Article

Review buku 13 rahasia lulus ujian





Penulis: Ahmad rifa’i rif’an
Tahun terbit: 2016
Jumlah halaman: 129 Halaman
Pengulas: sulfaini


“sesungguhnya Rabb kalian Maha hidup lagi Maha mulia, dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa.” (Sunnah daud)


Sengaja aku membaca buku ini ketika hampir UTS, penasaran apa sih, jurus ampuh mas rifa’i ketika ujian? Prestasi yang wow banget nggak sih? Dari SD sampek SMA, juara kelas terus, masuk perguruan tinggi tanpa biaya apapun, semua di tanggung, makan dan kosnya pun. Masyaa Allah sekali, bukan? Penasaran dong ya, apa rahasianya. Nah, buku ini menjawab semuanya.


Sebelum ke inti, ada bagian unik dari buku ini, yaitu ada kata penyadar bukan pengantar, ada pula pesan dari penerbit, seolah buku ini sangat wow sekali. Baca deh. Ada hal penting pula yang di sampaikan mas rifa’i di bagian awal bukunya, yaitu beliau menceritakan tentang seseorang yang mempunyai penyakit, yang bisa sembuh karena semangat dan keyakinannya. So, keyakinan dan semangat jugalah hal penting untuk di lakukan.


Baca juga



Kaget ketika baca buku ini, tak kira banyak sekali amalan-amalan yang harus di lakukan, do’a do’a yang perlu di hapalkan, ternyata tidak. Malah setiap  tips, sedikit sekali penjelasan tetapi sangat ngena. Bocoran dari beberapa rahasia dalam buku ini salah satunya yaitu doakan orang lain. Sebenarnya kita pasti tau, apa timbal balik dari mendoakan orang lain, bukan? Tapi pertanyaannya, seberapa sering kita melakukannya? Semakin sering kita mendokan insyaa Allah cepat pula doa itu kembali. Iya tidak? Jika kita mendoakan orang lain maka malaikat pun ikut mengamini dan mendoakan kita balik. Mantap kan? nah itu salah satu rahasianya, hal yang gampang di lakukan, tapi gampang pula di lupakan. 


Aku pastikan, membaca buku ini tidaklah membosankan, bukan di penuhi dengan tulisan arab semua, doa-doa yang harus dibaca, tetapi penulis lebih ke menulis point pentingnya saja tanpa penjelasan yang betele-tele, apalagi di sertai dengan contoh nyatanya, pasti tidak akan meragukan bagi pembaca. Uniknya juga, mas rifa’i menyertakan gambar berilustrasi di setiap tips-tipsnya. Intinya bikin pembaca tidak bosan deh.


Oh iya, sepertinya sekolah sudah hampir uts? Atau bahkan sudah proses? Ada baiknya jika kalian meluangkan waktunya untuk membaca tuntas buku ini, lumayan, semoga ketularan seperti penulis nanti hasilnya wkwk. ngga tebal-tebal banget kok halamannya, masih bisa lah di baca untuk orang yang punya banyak kesibukan. Serius, kalian perlu baca buku ini. ada energi layaknya setrum ketika membaca, seolah semangat kita kembali berkobar. Dah, baca sekarang dan rasakan dampaknya kemudian semoga berhasil teman.

Baca juga


Jangan takut menjadi Jomblo!

Jangan takut menjadi Jomblo!

View Article

Jangan takut menjadi jomblo, beginilah cara menikmati jomblo yang elegan.


Photo by pixabay











Hayo siapa yang tidak mau di sebut jomblo? Banyak sekali pastinya. Sepertinya lable jomblo paling di takuti oleh sebagian orang, apalagi bagi remaja. Jomblo katanya ketinggalan zaman, “hari gini masih jomblo, apa kata dunia?” begitu kata milenialnya. Makanya, banyak sekali orang pacaran yang pacaran yang hanya ingin menghanguskan kejombloan-nya, astaghfirullah. Padahal, menjadi jomblo adalah hal yang mengasyikkan, dimana ketika orang pacaran di sakiti pacarnya, si jomblo mah fine fine aja tetap bahagia, iya tidak? Nih cara menikmati jomblo yang elegan


Menjadi diri sendiri, tidak perlu berlagak menjadi orang lain untuk menyenangkan hati dia


Ketika kita berpacaran, pastinya kita ingin terlihat sempurna untuk pasangan kita. Mengubah diri kita agar sesuai dengan apa yang pasangan kita mau. Right? Banyak sekali aku menemukan hal demikian.


Nah, dengan kita menjadi jomblo, maka tak perlu menggunakan topeng. Kita harus bangga dengan diri kita sendiri, Tak perlu memikirkan bagaimana kita harus berlagak agar di sukai, yang padahal kita tidak suka hal demikian, menjadi beban pada kita akhirnya.


Jika memang ada sifat yang tidak baik melekat pada diri kita, maka harusnya kita berusaha untuk menghilangkannya dengan cara intropeksi diri, bukan karena paksaan dari orang lain. Makanya, ketika kita menjadi jomblo, kita pasti punya banyak waktu untuk intropeksi diri yang kemudian akan meningkatkan kualitas diri kita, selagi tanpa paksaan dari orang lain.


Tidak perlu khawatir dengan kekangan, kita bisa bebas melakukan apa saja


Yah, mempunyai pasangan, cenderung ada kekangan. Entah tidak boleh dekat-dekat dengan cowok lain, tidak boleh nongkrong lama-lama dengan teman, tidak boleh pergi tanpa dia dan sebagainya, seolah—olah kita hidup hanya untuk dia.


Enak tidak di kekang? Tidak kan? nah beruntunglah jika kita menjadi jomblo. Kita bisa bebas ngapain aja sesuka hati kita (selagi tidak melebihi batas), tidak ada yang marah ketika kita mengerjakan tugas kelompok bersama teman-teman, tidak ada yang marah ketika kita pulang lama saat sekolah.


Apalagi jika punya pasangan yang tempramen, sedikit-sedikit marah. jika tidak sesuai dengan maunya dia, marah. iya kalau hanya sekedar marah, kalau sampai mukul? Ih mending tidak usah punya pasangan dulu aja. 


Baca juga Move on yuk

Jomblo itu mematikan?


Perluas lingkungan sosial


Yah, tentu agar kita tidak merasa kesepian akibat tidak punya pasangan maka kita harus mencari banyak sekali teman, yang tentunya se frekuensi biar nyambung wkwk.


Kita adalah makhluk sosial, tentu mustahil jika kita tak butuh teman. Maka dari itu, perluas jaringan sosial. Masuk lah ke komunitas-komunitas untuk menambah teman. Agar saat kita melihat pasangan-pasangan yang berduaan, perasaan merasa kesepian itu tidak ada, karena di sampimg kita sudah banyak sekali teman, yang lebih bermanfaat dari punya pasangan. 


Jika dirundung duka, tak perlu memikirkan, “enak ya kalau punya pasangan,” tuh, teman-temannya pada merangkul, kurang apa lagi ya kan?


Saat mereka bersenang-senang dengan pasangan, kita berkarya


Ketika banyak sekali pasangan yang membuang waktunya untuk berduaan, jalan-jalan tidak jelas, kita sebagai jomblo yang banyak mempunyai waktu bisa berkarya. 


Banyak sekali aku menemukan, pasangan-pasangan yang tiap harinya selalu telponan, jalan-jalan, keluar ke sana sini, jarang menemukan yang belajar bareng dan sebagainya, paling kalau ada salah satunya meminta bantuan untuk mengerjakan tugasnya wkwk.


Nah, dengan kita menjomblo, kesempatan waktu yang kita punya jadikan sebagai kesempatan untuk berkarya, melakukan hal yang produktif. Jangan muluk-muluk, membaca buku saja itu  hal yang tetapi produktif menurutku, pasti dengar kan? bagaimana minat baca yang ada di indonesia? Satu banding seribu. Melakukan hobby yang bermanfaat, diasah agar menjadi talenta yang kemudian menjadi prestasi yang membanggakan. Siapa yang nggak bangga? Usia muda sudah banyak mengukir prestasi, bukan menumpuk mantan ups (self reminder)


Baca juga Cara mereview buku

Tips membaca buku yang asyik


Fokus dengan tujuan hidup


Jika kita mempunyai pasangan, maka kadang yang dipikirkan setiap harinya hanya tentang hubungannya dengan pasangan. Apalagi saat ada masalah, uh nangis-nangis mulu, ngga bisa tidur karena takut di putusin dan sebagainya. padahal, hidup bukan hanya soal pasangan, masih banyak hal yang harus ditempuh, di perjuangkan.


Jomblo yang setiap harinya sendirian, mana mau mikir pasangan melulu? Adanya miris karena pasangan halal belum juga datang meminang wkwk. nah, saat itulah, jomblo mengalihkan pemikirannya pada yang lain,contohnya memikirkan tujuan hidupnya, bagaimana dengan kelanjutan sekolahnya, mau belajar apa, mau menjadi apa dan sebagainya. tentunya itu lebih bermanfaat daripada mikirin do’i yang belum tentu jodoh kita.


Bersyukur, tidak akan merasa sakit hati


Jika kita berani jatuh cinta, maka harus siap untuk merasakan sakit. Namanya juga jatuh, ya pasti sakit wkwk. namanya juga lahir dari rahim berbeda, ya pasti punya banyak sekali perbedaan, saudara kembar saja pasti ada perbedaan ya kan? nah, perbedaan inilah yang kadang memicu pertengkaran. Si cowok sukanya makan bakso, si cewek sukanya nasi goreng, karena semuanya pada ngga mau ngalah, ujung-ujung ngga makan dong wkwk, lanjut tengkar, lanjut sakit hati lanjut nangis-nangis lagi.


Di sekitar ku saja, banyak sekali yang begitu, hanya karena masalah sepele bertengkar, si cowok ngga ngerti dengan maunya si cewek, jadinya si cewek merasa si cowok tidak peka. Ngambek lah si cewek, lah  si cowok bodoamat, jadinya? Ya sakit hati! Jomblo apa kabar? Baik-baik saja pastinya, paling hanya tertawa melihat kelakuan mereka berdua wkwk.


Oh iya, dari awal aku menjelaskan pasangan-pasangan yang aku bandingkan adalah pasangan yang bukan mahrom ya, kalau yang halal mah lebih bagus lagi daripada jomblo wkwk.


Jomblo itu bukan berarti tidak laku, melainkan memang sebuah pilihan. Daripada menjalin hubungan yang tidak jelas, mending sendirian sambil menunggu yang pantas. Daripada tiap hari mikirin do’i, mending intropeksi diri. 


Salam santuy dari sulfaini hihi.


Baca juga tips hilangkan badmood

Qoute patah hati

Review buku beginilah cara saya nulis buku bestseller

Review buku beginilah cara saya nulis buku bestseller

View Article

Review buku beginilah cara saya nulis buku bestseller





Penulis: ahamd rifa’i rif’an

Tahun terbit: 2016

Penerbit: PT ELEX KUMPOTINDU

Jumlah halaman: 92 halaman

Pengulas: sulfaini



Sebagai penulis, jangan puas ketika buku kita bisa terbit. Jangan puas setelah buku kita beredar di gramedia atau toko buku besar se indonesia. Karena menurut saya ini termasuk salah satu penyakit dari penulis, yakni girang bukan main saat naskah lolos di redaksi penerbit, lalu puas banget ketika buku sudah beredar di toko buku.  padahal apa yang terjadi setelah beredar itulah yang jauh lebih penting untuk dipikirkan, buku kita diminati pembaca atau tidak? Jangan sampai buku sudsh terlanjur beredar tapi gak ada peminat. (Ahmad rifa’i rif’an)


Jleb! Iya banget. Kemarin di pemikiran aku adalah yang penting terbit di penerbit yang besar, maka pastinya pemasarannya bagus. Ternyata salah. Masih ada yang lebih tinggi lagi  yaitu, bagaimana cara buku kita di lirik pengunjung toko yang buku di sana bertumpukan? Oke pelajaran penting nih.


Btw, buku ini adalah incaran aku dari bulan-bulan kemarin, sempat nemu di penjual, tapi masih habis. dengan sabar nunggu, dan Alhamdulillah kemarin kebagian!. Ketika pertama kali bertemu dengan buku ini, aku bergumam, “loh, tipis banget?” hampir nyesel saja, tak kirain tebal halaman 200an, lah ini nggak nyampek 100 astaghfirullah.


Saking penasaran, aku langsung membuka dan membacanya, dan masyaa Allah sekali, isinya wow banget! Mana singkat, padat, jelas dan tidak ada kalimat bertele-tele. Di setiap trik, hanya ada penjelasan satu atau dua lembar saja, benar-benar singkat, hanya menjelaskan pointnya saja.


Nah, pelajaran pentingnya juga, jika mau tau menulis, maka luangkan waktu untuk selalu menulis. Jika masih di awal-awal jangan berpikir untuk nerbitin buku. asah dulu sampai lancar, baru naik ke tangga berikutnya. Dalam arti, bertahap ya, jangan mikir sukses ini instan. Ini pelajaran kalau di hubungkan dengan judul bukunya, agak ngga nyambung kan? tapi memang mas rifa’i ini manteup sekali.


Baca juga Review Buku Man Shabara Zhafira karya Ahmad Rifa'i rif'an

Review buku Ketika Tuhan tak lagi di butuhkan karya Ahmad Rifa'i rif'an


Tips-tipsnya lengkap, seriusan, dari bahas cover, isi, dan sebagainya. nggak boleh spoiler dong wkwk. tips yang menarik bagiku yaitu softselling. Di penjelasannya hanya ada dua paragraf saja, dan benar saja hal itu adalah salah satu trik yang pasti di pakai oleh mas rifa’i. jujur saja, sebelum aku sampai pada trik ini, aku berpikiran bahwa aku ingin sekali membaca semua buku karya mas rifa’i, yang mana setiap bukunya, mas rifa’i mencatumkan di setiap tips, sehingga membuat pembaca khususnya aku menjadi penasaran. Dan betul saja, ini adalah salah satu trik yaitu softselling. 


“Tak terasa saya sebenarnya bikin teman-teman tertarik dengan buku buku saya. Kira-kira berapa judul buku yang pengen teman-teman baca setelah baca penjelasan dari buku ini?, tentu saja jawabanku semua. Seriusan. Aaah! Aku suka!


Siapa saja yang bisa membaca buku ini? semuanya! Apalagi buat kalian yang ingin banget menerbitkan buku, ingat saja, kalau hanya nerbitin buku jangan bangga, jika sudah banyak di lirik oleh orang lain, baru.



Basmi kejenuhan mu sekarang juga!

Basmi kejenuhan mu sekarang juga!

View Article

Basmi kejenuhan mu sekarang juga














Jenuh, Capek? Masih Pssb? Masih daring? Ada yang jenuh karena banyak sekali pekerjaan sebab covid 19, ada yang jenuh karena tidak punyanya pekerjaan sebab covid 19. Kamu di tim mana nih? Nah, kali ini aku akan bagi tips biar tidak jenuh entah ketika banyak pekerjaan ataupun tidak punya pekerjaan. Cekidot…


Tips jenuh ketika banyak pekerjaan


Ikhlas


Ikhlas adalah hal utama menurut ku, kalau kita tanamkan rasa ikhlas sudah sejak awal, maka pekerjaan se banyak apapun, tercatat biasa aja, bahkan sangat menikmatinya. 


Seperti contoh-contoh, emak-emak yang pekerjaan rumahnya memang terkenal bejibun, mulai dari nyuci baju, nyuci piring, nyapu, ngepel, masak, nyiapin kebutuhan suami, anak sekolah, dan untuk diri nya sendiri. andai saja emak-emak melakukan hal itu sudah tidak ikhlas sejal dari awal, maka pekerjaannya tidak akan sempurna, bahkan terbengkalai. Sudah selesai dua pekerjaan, capek, jenuh, berhenti. Udah, ngga ada lanjutan lagi. 



Beda jika emak-emak itu melakukannya dengan rasa ikhlas, ya sekalipun rasa capek dan jenuh itu pasti ada, tidak berarti ia tidak menikmatinya. Coba bayangkan, ketika si emak-emak ini melakukan semua pekerjaan rumah dengan ikhlas, maka pasti cepat selesai, karena sekalipun di tengah-tengah pekerjaan ia capek, ia tidak mengeluh dan tetap  bekerja dengan hari riang, hati tenang, rasa ikhlas sudah menyebar, hasil pekerjaannya sempurna, dan ketika selesai leganya pun beda. 


Pahami kewajiban


Nah, ini juga penting. Jika kita tidak merasa bahwa ada amanat yang harus dikerjakan, ada hal yang wajib dikerjakan, ada hal yang akan berdosa ketika ditinggalkan, maka mau tak mau kita harus mengerjakan sampai selesai. iya tidak?


Di atas udah mengambil contoh emak-emak, sekarang pakai anak-anak aja wkwk. nah, untuk anak-anak, entah di sekolah ataupun di rumah pasti juga punya amanat. Kalau di rumah, bantu orang tua. Kalau di sekolah, mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas.


Bayangkan saja, kalau anak-anak ketika di rumah paham akan kewajibannya membantu atau menaati perintah orang tua, maka anak tersebut  akan melakukannya, jika dibarengi dengan ikhlas maka hasil sempurna,  sekalipun melakukannya ia tidak akan merasa ikhlas dan berujung pada hasil yang kurang maksimal, (sudah, ini aku pengalaman banget;v) tetapi ia tetap menggugurkan kewajibannya sebagai seorang anak, masalah ikhlas kembali pada point satu ya. Nah, untuk anak-anak yang ngga paham akan kewajibannya sebagai anak, maka ia akan bodoamat pada semua hal, dan berujung anak tersebut tidak melakukan kewajiban yang pastinya akan berdosa. Oh iya, masalah dosa ngganya sih tergantung pada Tuhan ya, tapi kan sudah rumusnya, kalau kita tidak mengerjakan hal yang wajib yang diperintahkan olehNya, maka akan mendapat dosa.


Mencari partner yang baik


Siapa sih yang ngga jenuh kalau melakukan suatu hal sendirian? Kita ini manusia, makhluk sosial, mustahil banget kalau kita tidak butuh manusia lainnya. so, mempunyai teman itu penting, istilah kerennya mempunyai partner. Contoh kita ambil emak-emak dan anak-anak


Pertama, emak-emak, dengan pekerjaan yang bejibun, jika punya partner yang bisa membantunya maka akan terkurangi bebannya, iya tidak? Jika punya suami yang pengertian, maka si suami tidak akan membiarkan istrinya bekerja sendirian. Jika punya anak yang paham akan kewajiban, maka anak juga tidak akan membiarkan ibunya melahap habis semua pekerjaan, pasti  dia akan membantunya (ini masih usaha ku, astaghfirullah wkwk).


Kedua, anak-anak. Kalau kewajiban anak-anak mematuhi perintah dari orang tua, tidak berarti ia harus melakukan semuanya, ya capek juga. Coba, jika si anak dan si emak, membagi pekerjaan rumah, pastinya beban capeknya berkurang dong ya?. Nah, kalau kewajiban anak-anak dalam sekolah, mengerjakan tugas, atau mendengarkan pekerjaan guru, juga butuh teman. Kalau kita tidak paham pada suatu penjelasan guru, teman sebangku mempunyai peran penting, makanya cari teman yang baik jadi nantinya akan membantumu. Pekerjaan individu dengan pekerjaan kelompok juga kebanyakan lebih cepat selesai jika berkelompok, apalagi kelompok dengan orang-orang rajin, uh ketika dapat tugas, langsung dikerjakan. Itu pentingnya pointnya partner.


Cara mengatasi badmood


Tips jenuh karena tidak punya pekerjaan

Untuk tipsnya sama seperti yang diatas juga ya, harus ikhlas, pahami kewajiban dan juga punya partner. Nah, sekalipun kita mempunyai beberapa kewajiban yang harus dikerjakan, tetapi kok tetap jenuh aja ya? Sepertinya harus melakukan hal  lain lagi. Nih, tipsnya, cekidot


Melakukan hal sunnah


Setelah melakukan kewajiban di rasa masih belum puas, maka hal sunnah kita kerjakan juga. Entah emak-emak, ataupun anak-anak. Untuk emak-emak si, bangun lebih pagi untuk melaksanakan sholat tahajud, jadi nantinya lebih seger lagi. Setelah nyapu, ngepel, nyuci dan sebagainya pastinya emak-emak nya kan bersih-bersih juga, mandi nah setelah itu lakukan sholat dhuha, ngaji dan sebagainya, jadi insyaa Allah ngga bakal jenuh. Sama halnya untuk anak-anak.


Produktif



Jika untuk emak-emak, masih bisa kok melakukan hal produktif. Seperti saja kita menulis menceritakan bagaimana rasanya menjadi emak-emak yang pekerjaan bejibun tapi kita harus melakukannya dengan senang hati, yang pastinya akan memotivasi orang lain. Atau jualan saja, aga bisa membantu beban suami, jangan yang berat-berat, jualan online saja, atau kalau mau offline, jual cendol dawet aja wkwk, nggak susah kan? wkwk.


Jika untuk anak-anak, yang pekerjaannya lebih ringan, dari emak-emak, maka pasti bunya waktu yang lebih banyak. Maka pastikan, hal produktif tidak boleh di lewatkan. Apalagi sekarang sekolah daring, pasti banyak sekali waktu santai, dan itu bisa banget untuk di jadikan kesempatan melakukan hal produktif. Seperti Jualan online juga tidak papa, jual cendol dawet pun boleh wkwk. menulis pun tidak masalah, atau bahkan punya ide lain? Bebas. 

Tips Baca Buku


Silahkan berkreasi sesukanya, semaunya dan enaknya kita melakukan hal yang memang sesuai dengan bidang kita, jadi tidak terkesan ribet, dan melakukannya dengan rasa senang dan menikmati. Kalian yang paham dengan bidang kalian, jadi pastinya ide untuk melakukan hal produktif akan muncul sesuai dengan bidang kalian. Oke semangat!


#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPChallange6

Review Watpadd Ummi untuk nayya

Review Watpadd Ummi untuk nayya

View Article

REVIEW WATPADD UMMI UNTUK NAYYA




Bagaimana perasaannya kamu ketika undangan sudah di sebar tetapi tidak jadi? Bukan karena pihak wanita atau pria selingkuh/lari tetapi karena meninggal. Hal ini juga dirasakan oleh kila, seorang mahasiswi fakultas bahasa yang banyak dijauhi teman karena penampilan beda, dan ia memutuskan untuk nikah muda. Namun, pernikahannya batal karena calon suami meninggal saat perjalanan dari singapura. Sejak itulah, keluarga calon suami membencinya dan banyak sekali temannya yang mencemoohkannya.


Kila yang memakai cadar, sempat di sebut umi oleh anak kecil  bernama anayya, yang katanya mirip dengan uminya—namun sudah meninggal. Allah maha tahu mana yang baik untuk hambanya, kila yang baru kehilangan calon suaminya kini bisa kembali merasa kebahagiaan saat nayla merasa nyaman dengan kila dan abi dari nayla berniat untuk menjadikannya sebagai istri.


Aku suka dari watpadd ini karena ada beberapa kejadian lucu nayya, keromantisan kila dengan abizhar, kehangatan keluarga kila dan hubungan dekatnya dengan aditya, kembaran kila. Mengajarkan banyak kesabaran, kekuatan serta untuk bodoamat pada cemoohan orang-orang, bagaimana cara menanggapi masalah serta cara mengurus anak.


Hal yang tidak ku sukai, klimaks yang diciptakan tidak terlalu gregetan sehingga aku membacanya biasa saja. alur nya tidak terlalu ke mana-mana sehingga agak jengah. Ah, silahkan baca sendiri, toh selera kita beda-beda yakan? Wkwk.


Oh iya, novel ini religi kok, jadi tidak perlu khawatir ada hal yang vulgar, bahkan sekalipun adegan romantic suami istrinya biasa saja. jadi, cocok di baca untuk semua.