Kunci-kunci Rezeki Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah



10 Kunci rizki menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang  di tulis oleh Dr. Fadhlilahidzahir dalam e-booknya

Mencari rezeki adalah hal yang tak pernah luput di lakukan oleh manusia. Ada banyak cara untuk mendapatkannya, dari cara yang halal hingga yang haram. Menurut Dr fadhl dalam e-booknya, beliau melakukan pengamatan bahwa beberapa orang Islam menganggap jika mencari rezeki berpedoman pada aturan islam maka akan terganggu, atau bisa jadi akan memperoleh sedikit rezeki. Bahkan, agar semakin mudah dan mapan, hendaknya membutakan mata dan menulikan telinga terhadap hukum-hukum Islam tentang halal haramnya mencari uang (rezeki). Padahal sebenarnya, Allah lah pemberi rezeki itu. Allah pun telah banyak memberikan petunjuk bagaimana cara mudah untuk menjemput rezeki. 

Seandainya mereka (sebagian orang Islam yang menjauh dari hukum-hukum Islam tentang halal haramnya mendapatkan rezeki) memahami betul apa yang telah Allah tunjukkan, insyaa Allah mereka akan mudah menjemputnya dengan kebarokahan dan cap halal. Jadi, mereka tidak harus pontang panting melakukan cara yang haram untuk mendapatkan nya. Untuk meluruskan pemikiran mereka, maka DrFadhl menulis e-book ini.

Rezeki adalah sesuatu yang dikaruniakan Allah untuk hamba-hambanya yang bisa di manfaatkan. Jadi cakupan rezeki tidak hanya sampai pada mata uang atau logam, tetapi lebih dari itu, bisa jadi kesehatan, keharmonisan, punya banyak teman dan sebagainya.

Rezeki adalah hal mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat oleh makhluk lain. Jika Allah berkehendak memberikan rezeki pada si Fulan, maka tidak ada seorang makhluk pun yang bisa mencegahnya. Dan jika Allah tidak berkehendak memberikan rezeki pada si Fulan, maka tidak ada seorang makhluk yang bisa menggantikannya. Rezeki seperti maut, yaitu hal ghoib yang tidak bisa di ubah oleh semua makhluk.

Nah, jika rezeki sudah menjadi ketetapan, kenapa kita masih harus menjemput nya? Main logika saja ya, jika kita di beri jatah makanan, tapi makanannya ada di dapur. Kalau kita tidak bergerak ke dapur untuk mengambilnya, apakah makanan itu bisa jalan sendiri menemui kita? Pasti anda tau jawabannya.

Kita juga harus usaha dan berikhtiar agar apa yang kita mau menjadi takdir kita, Dalam garis besar berusaha dengan cara halal ( insyaa Allah ternilai ibadah). Nah, untuk hasil pasrahkan pada Allah. Kita harus selalu berhusnodzon padaNya, bahwa apa yang ditakdirkan pada kita, itulah yang terbaik menurut Nya.

Jadi, apa saja kunci rezeki menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah? Cekidot ke bawah yuk
  1. Istighfar dan taubat
“Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun, niscaya dia akan mengirimkan hujan yang lebat dan membanyakkan harta dan anak-anak mu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula  di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (Q.S. Nuh: 10-12).

Jika kita memperbanyak istighfar dan taubat maka Dia akan banyak melimpahkan rezeki kepada kita, Seperti ada timbal balik nya ya.
 
2. Taqwa

“Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengada-kan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak di sangka-sangka.” (Q.S. Ath Thoriq: 2-3)

Maknanya barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan mengadakan jalan keluar dan memberikan rezeki.
Takwa adalah menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya di berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang di larang, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang di halalkan (Al Mufrodat fie Ghoribil Qur’an)

3. Tawakkal kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala

“Dan barang siapa bertawakkal kepads Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S At-Thoriq: 3).

Makna tawakkal menurut para ulama yaitu, penyandaran hati hanya kepada “WAKIIL” (yang di wakili) semata. (Ihya’ Ulumuddin, 4/259).
Kita perlu bertawakal atau menyandarkan diri kepada Allah, niscaya kita akan diberikan rezeki sebagaimana burung-burung yang pergi dengan keadaan lapar pada pagi hari dan pulang dengan keadaan kenyang pada sore hari. Tapi, perlu di garis bawahi bahwa menyandarkan sesuatu kepada Allah setelah kita melakukan usaha. Jadi, bukan berarti langsung bertawakkal tapi harus diiringi dengan usaha.

4. Beribadah kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala sepenuhnya

Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman “Wahai anak adam. Beribadahlah sepenuhnya kepadaKu! Nisacaya Aku akan penuhi di dalam dada dengan kekayaan dan aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya aku penuhi tanganmu dengan kesibukkan dan tidak akan Aku penuhi kebutuhanmu (HR. Ibnu Majah)

Makananya, barang siapa yang beribadah sepenuhnya pada Allah, maka Dia akan  memenuhi kebutuhannya. Makna sepenuhnya bukanlah setiap saat kita selalu berada di masjid, tidak pernah tidur hanya karena ibadah, atau selalu puasa tiap hari. Tapi, kita harus beribadah pada Allah dengan hati yang khusyuk dan merendahkan diri kepadaNya.

5. Melanjutkan Haji dengan Umroh atau sebaliknya

“Lanjutkanlah haji dengan umroh atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana apa dapat menghilangkan kotoran besi (HR. An Nasa’i)

Jadi, jika kita sudah terbilang mampu untuk melakukan haji atau umroh, maka segerakanlah, uang yang di keluarkan untuk beribadah kepada Allah insyaa Allah kan diganti dengan yang lebih banyak oleh Nya.

6. Silaturahmi

“Siapa yang senang untuk di lapangkpan rizkinya dan di akhirkan ajalnya (di perpanjang usianya), maka hendaklah ia menyaumbung (tali) silaturhmi” (HR. Bukhori)

Semua umat adalah bersaudara jadi jangan pernah memutus tali persaudaraan sesamanya. Silaturahim, di katakan oleh Al Mulia Ali Al Qori adalah kinayah (ungkapan/ sindiran) tentang berbuat baik kepada para kerabat dekat baik menurut garis keturunan maupun perkawinan, berlemah lembut dan mengasihi serta menjaga keadaan mereka (Murqotul Mafatih 8/645)

7. Berinfaq di jalan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba’: 39)

Di atas sudah dijelaskan bahwa barang siapa yang menginfakkan atau menggunakan hartanya di jalan Allah, maka Dia akan menggantinya.

8. Memberi Nafkah kepada Orang yang sepenuhnya Menuntut Ilmu Syariat Islam

“Dahulu ada dua orang bersaudara pada masa Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wa sallam. Salah satu dari mereka mendatangi Nabi Shollahu ‘alaihi wasallam (untuk menuntut ilmu) dan (saudaranya) yang lain pergi bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu pada Nabi Muhammad Shollahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau Shollahu’alaihi wasallam bersabda “Mudah-mudahan engkau di beri rizki karena sebab dia” (HR. Tirmdizi)

Al Mulia Ali Al Qori menjelaskan sabda Rosulullah sebenarnya berkata “aku berharap atau aku takutkan bahwa engkau sebenarnya di beri rezeki karena berkahnya. Dan bukan berarti dia (si penuntut ilmu) di beri rizki  karena pekerjaanmu. Oleh sebab itu jangan engkau mengungkit-ngungkit pekerjaanmu kepadanya” (Murqotul Mafatih 9/171)

9. Berbuat baik pada orang yang lemah

Mush’ab bin sa’d Rodiallahu ‘anhu  berkata: bahwasannya  Sa’d Rodhiallahu ‘anhu merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain, maka Rosulullah Shollahu ‘alaihi wassallam bersabda:
“Bukanlah kalian  di tolong dan di beri rizki lantaran orang-orang yang lemah di antara kalian?” (HR. Bukhori)

Maka janganlah saling merendahkan, dan muliakanlah orang-orang yang lemah di antara kita.

10. Hijrah di jalan Allahu Subhanllahu wa Ta’ala

“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumiini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak (QS. An-nisa: 100)

Imam Ar Roghib Al Ashfahani berkata bahwa hijrah adalah keluar dari negeri kafir kepada negeri yang iman, sebagaimana para shahabat yang berhijrah dari Makkah ke Madinah.  Sedangkan Imam Al Qurtubi berkata “sebab, keluasan negeri dan banyaknya bangunan menunjukkan keluasan rizki. Juga menunjukkan kelapangan dada yang menanggung kesedihan dan pikiran serta hal-hal yang lain yang menunjukkan kemudahan (Tafsir Al Qurtubhi. 5/348)

Jadi sudah jelas bahwa siapa yang berhijrah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya maka insyaa Allah akan banyak limpahan rezeki


Semoga bermanfaat teman-teman.

Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon