Puisi kenang

https://sullfaini.blogspot.com/
Ilustrasi




Puisi kenang



Obrolan lama ku buka kembali
Barang pemberiannya ku geledah lagi
Ini bukan soal ingin kembali
Hanya mengenang dia yang singgah di hati

Tangis ku tak tercipta
Benci ku telah terkubur lama
Hanya haru yang kurasa
Selucu ini takdir mempermainkan kita.
Bukan menyalahkan
Menyesali pun tak terpikirkan
Sebatas heran, mengapa mimpi ku tak ter indahkan?

Menuai kembali cerita lama hanya menjadi hayalan
Bercumbu kembali dengannya tak pernah terlintas dalam pikiran
Hanya rindu yang tak bisa ku padamkan
Namun, aku tetap dalam usaha melupakan
Mengenangnya dan perlahan melepaskan

By: Sulfaini

Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Oldest Page

12 komentar

  1. Balasan
    1. Mantaaap Kak. Mungkin penulisan 'ku' perlu diperhatikan, Kak.

      Hapus
    2. Ah, jazakumullah Khair sudah mampir, dan masukannya🤗

      Hapus
  2. Balasan
    1. Jazakumullah Khair sudah mampir🤗

      Hapus
  3. Balasan
    1. Masyaa Allah jazakumullah Khair 🤩

      Hapus
  4. Seharusnya aku sudah harus mengenal luka, sebelum aku merasakan  jatuh cinta, agar airmata ku ini dapat lebih dewasa, untuk menghadapi sebuah kegagalan.

    Andai rinduku ini  hanyalah sekadar sebaris ucapan, dan kita telah menjadi aku dan kamu, biarlah kisah ini kupenggal dalam jarak spasi yang bernama Perpisahan.

    Hening dan sepiku selalu datang untuk menghujam kesedihanku, berhias tetes air mata riwayat cinta di basahi dengan haru. 

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masyaa Allah, saya kalah nih wkwk

      Hapus
    2. Di tunggu post puisinya lg kak Aini. Blog baru harus semangat.

      Hapus


EmoticonEmoticon