Review Buku Dari Ahmad Rifa'i rif'an berjudul The Perfect Muslimah


 


 

Ketika banyak yang bertanya, “apa nggak sayang kuliah setinggi itu tapi pada akhirnya hanya jadi ibu rumah tangga?” seorang muslimah sejati tak akan enggan untuk menjawab “I’m full time mom, and wife at home, and I love it” –Ahmad Rifa’i Rif’an (Halaman 126)


Kutipan diatas saya klaim menjadi hati dari sebuah buku dari karya beliau yang pertama kali saya baca yaitu, “The Perfect Muslimah”. Menurut saya, salah satu cara menjadi perfect muslimah yaitu menjadi ibu rumah tangga yang baik. Setelah kutipan tersebut ditulis, selanjutnya ada kisah inspiratif dari tokoh yang tidak asing bagi kita, Ainun; istri dari habibie. Dimana kisah cinta mereka dijadikan panutan oleh orang banyak, bahkan dibuat sindiran bagi orang-orang yang tidak puas mencintai satu orang, tapi dalam buku ini bukan kisah cinta yang di bahas tetapi alasan Ainun tidak bekerja padahal ia adalah seorang dokter. Kalian sudah tau? Kalau tidak baca buku ini! Hitung-hitung menambah wawasan tentang kisah Habibi Ainun.


Di awal-awal halaman, penulis mencantumkan testimoni dari beberapa pembaca yang sudah membaca buku ini, dan kata yang sangat membuat saya ingin menikmatinya yaitu; humoris. Saya sangat suka sekali sama seseorang yang menyantaikan kata yang tertuang dalam tulisan dan membumbui dengan kalimat candaan. Tapi menurut saya, tidak semua sub tema dibumbui kalimat candaan, penulis menaburkannya tepat di pembahasan tentang pernikahan, ya, tema yang mengasyikkan itu semakin sempurna dengan beberapa candaan. Yang paling saya suka, ketika ada dialog antara beberapa orang dengan penulis.


Saya kira ini adalah buku yang hanya berisi kalimat-kalimat motivasi dengan beberapa cara bagaimana cara menjadi perfect muslimah, ternyata setelah menyelami lebih dalam, banyak kisah inspiratif yang tidak hanya berasal dari muslimah-muslimah tetapi juga muslim-muslim dengan kisah yang nyata, dan di bubuhi oleh pendapat penulis. Sebenarnya saya tidak terlalu suka karena kisah yang ditulis sangat pendek sekali, tapi kemudian saya ingat niat penulis yang dicantumkan dalam buku ini; menyederhanakan pembahasan agar tidak menghasilkan buku yang terlalu tebal sehingga mereka tidak lagi memikirkan soal harga yang mahal untuk membeli buku ini. Kira-kira seperti itu hehe.


Ada kisah favorit ala saya, yaitu pemuda yang mentargetkan beberapa pencapaian di usia 24. Seperti, ia ingin menikah di usia 24, menghasilkan 24  buku di usia 24, dan yang lainnya, kalian harus baca sendiri deh


Setelah sampai pada halaman belakang atau lebih tepatnya tentang biografi penulis, saya heran. Loh, kok masih ada sisa halaman yang lumayan dibelakang ini? Bukannya biasanya setelah biografi sudah habis? Ternyata sisa halaman itu penulis gunakan untuk mencantumkan karya-karya lain dari penulis lengkap dengan covernya, sinopsisnya dan jug testimoninya, sehingga menggerakkan  hati saya untuk memasukkannya dalam list buku yang akan dibaca selajutnya. Ah, boleh jadi saya jatuh cinta sama karya-karya beliau pada buku pertama wkwk


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon