Review Novel Pergi-TereLiye

Review Novel Pergi-TereLiye


Ini kali ketiga saya baca novel bang tere, dan ketiga-ketiganya bagus sekali, dengan isi yang tak pernah terlintas dalam benak saya, apalagi di novel pergi ini. Sebenarnya saya agak tidak suka sama novel yang tidak bergenre romance, tapi karena penasaran karena banyak sekali orang-orang disekitar saya yang sangat suka dengan novel bang tere ini, maka saya coba membacanya. Awal pertama tidak paham sama sekali, tapi lama kelamaan menikmati. Apalagi di dalam novelnya tidak hanya berisi tentang perang-perang, politik dan sebagainya tetapi terdapat selingan romance yang membuat saya semakin tertarik membacanya, penempatan alur cerita yang sangat sempurna sekali menurut saya, tidak akan membuat si pembaca bosan.


Yah, novel pergi ini saling berkesinambungan dengan novel pulang. Tapi bukan berarti novel ini tidak akan di pahami jika belum membaca novel pulang, lebih tepatnya akan sempurna jika sudah membaca kedua-duanya.


Agam, tokoh utama dalam novel ini, tapi lebih sering dikenal dengan bujang, merupakan tauke besar dalam keluarga tong. Ia berkecimpung di dunia politik itu akibat dari masa lalu bapaknya yang juga merupakan keluarga tong, yaitu tukang pukul. Sekelibet kisah masa lalu yang di alami bujang dengan kedudukan menjadi tauke besar membuat bujang bingung mau dibawa kemana keluarga tong ini, dan lebih utamanya diri bujang sendiri. semua di kupas tuntas dengan alur menarik dalam novel ini.


Tidak hanya mengikuti alur dan menganggukkan kepala, membaca novel ini membuat saya berfikir keras, apakah iya zaman dulu ada hal seperti ini? Wow sekali umur-umur bapak yang diatas 50 an masih bisa menghasilkan ide cemerlang, lihai bergerak, tidak sakit-sakit an, sangat beda dengan zaman sekarang ya wkwk.


Lembar per lembarnya pun sukses membuat saya selalu penasaran, membuat saya tidak mau berhenti untuk membacanya. Dalam pembahasan politik dan tentang shadow economy sudah berkali-kali saya mengerutkan dahi sebab tidak paham dengan apa yang dibahas pun terkadang ingin berhenti di tengah jalan jika sudah menemukan pembahasan topic itu, tapi karena penasaran yang lebih tinggi mengurungkan kembali niat menutup novel berjudul pergi ini.


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon