3F (Food, Fashion, and Fun)




Virus: Food, fashion dan fun


Aku sudah lama nggak OSBB (Opini Sesuai Bab Buku), maklum banyak tugas dan sok sibuk. Sekarang update lagi dong, siapa yang nunggu?—ngarep ahaha. Dikutip dari buku mas rifai dengan judul ketika tuhan tak lagi dibutuhkan, di bab, fun, food and fashion. Oke cekidot.


Pasti sudah tau kan artinya? Mau ku artikan lagi? Oke bahas satu-satu ya


Buku yang berjudul MEGATRENDS 2000, ditulis oleh john naisbit dan patricia aburdene (futurology kelas dunia), mengungkapkan bahwa pada abad 21 dunia ketiga akan menjadi santapan Negara-negara maju. Dalam bukunya, mereka memaparkan  bahwa senjata yang digunakan oleh Negara maju untuk melumat penghuni dunia ketiga bukanlah rudal berkepala nuklir atau rudal yang dilengkapi senjata biologis tetapi menggunakan senjata yang sangat lunak, namun berakibat dahsyat. Wow! Apa sih itu? John dan patricia merumuskan dalam formula 3F alias food, fashion dan fun. Tiga virus inilah yang bakal merusak dunia dengan sangat halus. (dikutip dari buku Ketika Tuhan Tak Lagi di Butuhkan, karya: Ahmad rifa’i rifan)


Kalian sadar tidak? Kalau sekarang virus itu sudah tersebar ke mana-mana? Sudah banyak orang yang terjangkit? Atau kita sendiri juga sudah? Astaghfirullah, semoga saja kita dijauhkan dari hal itu.

Ayo bahas satu-satu.


1. Food




Food, bahasa indonesianya adalah makanan. 

Coba lihat sekitar, daripada warung-warung yang ada di jalanan; makanan dengan harga yang paling mahal hanya sepuluh ribu, minumannya harga paling mahal tiga ribu atau lima ribu, lebih rame mana dengan kafe atau restoran? Makanan yang paling murah sepuluh ribu, dan minumannya paling murah lima ribu. Hayo? Padahal udah tau mana yang nguras kantong banget? Tapi tetap saja yang dipilih pasti restoran atau kafe, warung mah lewat. Iya kagak? Nah inilah virus.


Kenpa pilih restoran? “gengsi lah kak, ada tempat yang mewah dan wow kok pilih tempat kecil begitu” kalian begitu juga kah?


Gengsi yang diandelin sama orang banyak sekarang mah, bisa jadi termasuk si penulis dan si pembaca nih. Kenapa nggak pilih minuman yang harga tiga ribu daripada yang lima ribu? Gengsi, padahal mah di dompetnya udah tinggal goceng, yang penting selamat dulu dari rasa gengsi , iya tidak? Entah itu makanan, atau hal lain. 

Apalagi kalau dia selebgram atau orang terpandang, yang mana aktifitasnya selalu diupload ke sosial media. Ngaploud makanan harga sepuluh ribu? Malu lah, gengsi lah, masa selebgram makanannya murah si?


Saat menikmati makanan, standar yang dicari bukan lagi standar gizi, tapi yang terpenting adalah prestise yang diperoleh. Akhirnya, sekalipun sama-sama nasi goreng, mereka akan lebih pede, menikmati nasi goreng restoran yang harganya lima belas ribu, daripada nasi goreng keliling yang harganya delapan ribu. Mereka akan lebih pede, menikmati sushi daripada ikan laut yang di goreng. Right?


2. Fashion




Lebih rame mana mall sama pasar lokal? Lebih rame mana toko-toko swalayan sama pasar di desa-desa terpencil? Jawabannya mall, jawabannya toko swalayan. Kenapa? Gengsi.

“Nggak banget deh, aku masuk pasar, murahan kek nya. lebih mending masuk mall, wow! Bisa foto-foto di beberapa tempat yang bagus juga, lah kalau pasar?” iya tidak?


Ini lagi, kalau beli-beli di pasar. Mau baju, kerudung, daster, gamis dan sebagainya, di tawar serendah-rendahnya! Sampai si penjual bingung, mau di jual apa tidak? Dijual rugi, tidak dijual tidak punya pendapatan sama sekali! Coba di mall, barang se mahal apapun tidak akan ditawar, ditanya, kenapa?


  "Gengsi lah, malu lah, masa nawar di mall, masa nawar di swalayan, masa nawar di toko yang mewah, nggak banget." 


Lah kalau nawar di pasar kenapa nggak gengsi?


"Ya karena penjualnya orang biasa aja. Kalau di swalayan? Wow lah, penjualnya cantik-cantik, dandan rapi, baju rapi."


Astaghfirullah semoga kita cepat berhenti begini, kalau aku ya, suruh nawar mah nggak  mau wkwk, malu. Tapi  pernah kok nawar, jarang wkwk, akhir-akhir ini nggak pernah sama sekali wkwk.


Sekarang mah paling viral fashion barat, celana ketat, baju oblong, bikini wkwk (maaf loh ya) fashion lainnya mah lewat, iya nggak? Nggak kok kak, gamis-gamis juga banyak. Iya, tapi lebih banyak lagi yang fashion barat. Jawabannya? Iya tetap gengsi.


"Idih, masa aku yang notabenenya masih muda, mau pakai kerudung? Harus ikut trend dong."


"Ngga jaman pakai baju begitu, kek ibu-ibu, aku masih muda patutnya pakai celana ketat."


Apa sih enaknya? Aku kok nggak enak banget pakai yang ketat-ketat itu. Udah di badan nggak enak, yang pas mau ganti juga nggak enak, apalagi si cewek kalau mau ke kamar mandi ribet. Heum maaf, maaf.


3. Fun




Kalau ini aku masih belum maksimal banget, jadi maaf ya, ini sebagai renungan bersama, bukan khusus untuk yang baca, yang terkhususkan bagi si penulis.


Hiburan anak muda sekarang mah, pergi ke diskotik, pergi ke bioskop nonton film, nonton konser korea. Iya tidak? Yang dinyanyikan mah lagu-lagu barat, yang jadi viral, kata-kata kasar. Apa tuh yang lagi viral? Anj--, di belok lagi jadi a—ir, a—juy, kilah mereka, “wonk  itu bukan arti kotor” iya paham, tapi kek gimana gitu kedengarannya, nggak enak ke telinga. Eh maaf ini Cuma opini aku, yang nggak setuju nggak usah demo.


Aku belum nonton drakor sih, tapi katanya pasti ada tayangan yang tidak cocok untuk anak kecil? Betul? Kalau iya, coba dari sekarang kalau memang tetep suka, pilah pilih mana yang baik ya. Nonton india juga, aku suka banget, tapi kalau ada tayangan yang tidak baik, aku tutup mata, sungguh.


Lalu, bagaimana cara mengatasinya?


1. Puasa (dikutip dari buku Ketika Tuhan Tak Lagi di Butuhkan)

Kenapa puasa? Puasa berfungsi untuk mengendalikan hawa nafsu. Sangat membantu jika ada teman yang mau mengajak makan di restoran, mau nolak tidak enak, tapi kalau alasannya adalah puasa, pasti mereka mengerti? Daripada bilang nggak, disana mahal.


Sangat membantu jika ada teman yang mengajak belanja, kita tolak dengan puasa. Loh? Nanti kalau kita sudah lelah keliling mall, pasti kalian beli makanan, aku gimana? Lagipula mall jauh, lagipula yang mau dibeli kurang berfaedah dan tidak terlalu penting. Right? Kalau nggak setuju dimohon jangan demo gaes, japri aku wkwk


Sangat membantu jika ada teman mengajak kita pergi ke suatu tempat, atau menonton film yang banyak adegan itu nya, kita jawab dengan puasa. Hm? Kalau aku nonton itu, ada adegan begitunya, puasaku batal, kalau aku kesana terus lihat banyak orang yang berduaan bukan muhrim melakukan hal begituan, nanti puasaku batal. Aku ngaji saja deh, lumayan lagi puasa, iya nggak? 


2. Menabung


Nah, ini hal yang paling sulit untuk anak muda yang gaul, apalagi buat nabung, uang buat makan dan jalan-jalan saja masih kurang! Kata siapa? Kalau kalian pintar-pintar memanage nggak bakal kurang, insyaa Allah.


Dengan menabung, maka niat yang mau beli makanan enak, diurungkan. Dengan menabung, niat yang mau beli fashion model sekarang, tidak jadi. Dengan menabung, niat yang mau pergi ke bioskop, ditiadakan, iya tidak?


3. Pahami antara Kebutuhan, Keinginan dan Keuangan.


Aku tekankan, jangan pelit jadi orang. Kalau memang kamu ingin sekali beli makanan ‘pizza’ dan alhamdulillahnya, uangnya ada, ya beli, jangan ditunda dengan alasan sayang, dengan alasan mau nabung. Boleh alasan begitu, tapi boleh juga sesekali kamu beli yang kamu ingin. Apalagi nunggu orang yang mau membelikan, jangan. Nggak papa beli, tapi sesekali. 


Loh katanya bedakan kebutuhan dan keinginan?

iya paham sayang, aku kan bilang sesekali, pun juga jangan sembarangan, harus tau makanan itu baik atau tidak, halal atau tidak, bergizi atau tidak, bermanfaat atau tidak.


Sebenarnya cara ini aku belum menemukan sih, Cuma menurutku saja, karena jujur, predikat pelit ke diri sendiri tuh nggak enak banget, apalagi nggak punya alasan. Aku selalu dibilang begini karena kalau aku beli-beli harus benar pilah pilih, kalau memang aku nggak ingin, aku nggak suka, dan terpentingnya aku sayang, aku nggak bakal beli. Kalau aku butuh, ya pasti langsung dikantongi. Kalau aku juga lagi ingin-ingin banget, ya pasti aku beli. Tubuh kita juga butuh hiburan wkwk biar tidak stress


Paham nggak ? kalau punya uang, terus kamu butuh barang itu, ya beli. Kalau kamu punya uang, terus kamu memang butuh hiburan, ya dateng ke tempat—yang baik loh ya. Kalau kamu punya uang, terus kamu lapar, ya beli. Kalau sakit, rasa makanan seenak apapun pahit, kalau sakit hiburan se wow apapun, biasa aja. Sesekali, jangan se banyak banyaknya.


Maaf ya kalau di antara pembaca tidak setuju, boleh kritik dan saran.


Ig: sulfainilf



Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon