Belajar dari produktifitas emak-emak



The power of emak-emak


Siapa sih yang ngga tahu kehebatan emak-emak jaman sekarang? Anak muda? Kalah sama emak-emak!


Sampek di stasiun TV, ada tayangan khusus emak-emak, apa dah lupa namanya wkwk.


Usut punya usut, emak-emak berani ngelabrak polisi saat ditilang (film tilik), berani terobos lampu merah (berita-berita), dan paling viral, belok kanan, liting kiri ahaha


Tapi konten kali ini bukan meneladani yang nggak baik, tapi yang baik-baik, yakali hal buruk dicontoh? Sebaiknya kan dinasehati, tapi hati-hati saja kalau nasehati ema-emak, disembur kalau salah praktek ahaha.


Kewajiban ibu rumah tangga – bejibun


Ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang ringan, berat. Tapi emak nggak pernah ngeluh. Bangun pagi-pagi, langsung nyapu, ngepel, nyapu halaman, masak, nyuci baju, nyuci piring dan masih banyak yang lainnnya. Apalagi kalau punya anak kecil atau yang masih sekolah SD. Bangunin dia, nyuapin dia, pasangin bajunya, kemudian nganterin. Apalagi punya suami yang kerja kantoran, harus berangkat pagi, nyiapin bajunya, nyetrika, siapin bekal. Ah udah aku saja yang nulis ngga kuat, apalagi si emak itu. Tapi, ah sungguh ciptaan Tuhan satu ini amatlah istimewa, ia tak pernah mengeluh, bahkan terlanjur senang. Kebayang kan banyak anak muda yang ingin nikah? Padahal udah tau pekerjaan ibu rumah tangga itu bagaimana, masih aja mau nikah, otomatis akan mengalami hal serupa. Mantap pull lah buat emak-emak dan kalian yang tetap ingin menikah.


Bekerja


Heum apalagi yang punya pekerjaan, entah itu kerja jadi pegawai, guru dan sebagainya. harus benar-benar bisa memanage waktu. Entah di kewajiban melayani suami, anak, plus pekerjaan rumah yang benar-benar bejibun.


Kalau seandainya ngga bisa manage waktu dan kewajiban sebagai ibu rumah tangga terbengkalai, pikir ulang, pikir kembali buat bekerja  ya:) karena, menjadi ibu rumah tangga itu sudah pekerjaan yang paling mulia di sisi Tuhan.


Sekarang jaman canggih, teknologi makin wow, bisa lah memanfaatkan teknologi untuk bekerja (kalau mau bekerja), seperti jual online atau bekerja di rumah yang Cuma andelin data dan laptop.


Melakukan hal produktif


Nah, hal ini yang paling bikin aku kagum sama emak-emak jaman sekarang. Udah berat dengan pekerjaan rumah malah masih bisa melakukan hal produktif (aku sebagai anak muda malu).


Di masa pandemi ini dengan peraturan lebih baik dirumah saja, aku masuk ke grup-grup kepenulisan, yang dimana salah satunya isinya dominan emak-emak. Mereka yang ngatur grup, ngasih materi, ngasih saran, main game dan menghasilkan karya atau buku. benar-benar wow!


Ada lagi, aku baru tau istilah bookstagrammer ketika ada materi di sebuah grup kepenulisan. Setelah aku cari-cari di instagram, banyak sekali emak-emak yang berkontribusi disana! Wah nggak si? Baca buku, mereview, ikut challenge, bahkan aku baru menemukan hal unik di dunia bookstagrammer (berdandan sesuai cover buku) wow! Seriusan. Next time, bakal jelasin bagaimana itu bookstagrammer deh, keknya masih pada bingung, wkwk.


Satu lagi, menulis. Yah, aku menemukan grup tentang bagaimana harusnya kita istiqomah menulis setiap hari, dan you know? Masih di dominasi emak-emak! Yang udah punya anak tidak satu dua, tapi masih saja bisa  istiqomah menulis tiap hari minimal 300 kata, bahkan tak jarang aku lihat tulisan-tulisannya sangat indah, bermanfaat, panjang, dan aku insecure melihatnya, masa aku anak muda, tapi tulisannya lebih bagus emak-emak sih? Benar- benar harus dicontoh!


Bayangkan saja, kapan waktunya buat nulis? Nyari ide? Bekerja? Nyapu? Nyuci? Masak? Melayani suami? Merawat anak lebih dari dua? Tak lupa merawat diri? Oh! Alhamdulillah emak-emak bisa membuktikan dengan kesibukan yang bejibun, ia masih bisa melakukan hal produktif.


Pekerjaan yang bejibun tidak menghalangi ia melakukan hal produktif yang bukan hanya bermanfaat pada dirinya sendiri tetapi bagi keluarga dan khalayak ramai. The best!


Tangguh dan berani


Sudah beberapa aku sebut di atas, bagaimana beraninya emak-emak melabrak polisi, berani belok kanan, liting kiri dan sebagainya. tapi please, contoh hal yang baik-baik saja ya.


Emak-emak memang sangat tangguh dan berani, polisi saja ia berani labrak apalagi Cuma anak muda kayak kita? Aku pernah melihat tayangan bagaimana emak-emak menyiram air comberan pada anak yang main drak-drakan. Mantep dah tuh?


Aku pernah melihat tayangan emak-emak yang nggak ada takutnya sama sekali, mencelupkan tangannya pada minyak yang panas di kompor yang menyala. Hau! Aku juga sering dibilang gini sama emak, “cewek-cewek nggak boleh takut sama panas”. Uwah! Itu minyak yang meletup pas kita goreng ikan saja, kita lebay pakai helm dan pengaman, lah si emak? Malah nantang! Mencelupkan tangannya sendiri. benar-benar tangguh! Eh btw jangan ditiru, kasian tanganmu:v


Sering tidak kalian lihat emak-emak nangis? Ngeluh? Nggak, tapi bukan tidak ada sih, jarang saja, ya kan? emak itu tangguh, tidak akan menangis di khalayak ramai, tidak akan menangis di depan kita, paling ya kalau nangis, di tempat sepi.


Ia tidak mau terlihat lemah, ia tidak mau terlihat lelah, ia tidak mau terlihat tidak baik-baik saja. benar-benar tangguh! Benar-benar wow! Benar-benar manusia istimewa! 


Ingat ya, ambil sisi positifnya, contoh hal baiknya. Hal yang tidak baik jangan dicontoh, nasehati dengan cara yang hati-hati wkwk.


Salam api (kobar semangat) dari anak muda untuk emak-emak tangguh diluar sana. Kalian hebat!


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon