Jomblo itu Mematikan?



Jomblo mematikan? Benarkah?


Dikutip dari buku mas ippho, dengan  judul “Enteng jodoh enteng rezeki”, disana banyak sekali membahas tentang hubungan erat antara jodoh dan rezeki. Sampai di bab, “benarkah jomblo mematikan?” kaget dong saya ahaha tapI by the way ngga kaget-kaget banget sih, wonk saya sudah pernah baca buku ini, jadi sedikit tidaknya saya ingat-ingat lah. Biar tulisan ini berwarna dan hidup ahaha.


Kok bisa sih? Di dalam bukunya, mas ippho menyertakan beberapa riset, saya colek dikit ya mas. Menurut Katie clift dari queensland university, Australia, “Pasien kanker yang tidak memiliki pasangan, baik pria dan wanita, akan meninggal lebih cepat dibandingkan dengan pasien lainnya yang sudah menikah atau memiliki pasangan. Hal ini berlaku untuk seluruh penyakit kanker”. Tidak setuju? Coba sono ke Australia dan temui mereka ahaha.


Jomblo itu hidup sendirian, sedangkan menikah berdua. Lebih nyaman mana hayo? Sedangkan manusia itu memang makhluk sosial kan ya? Jadi lebih nyaman yang mana? Jika orang waras pasti jawab lebih nyaman berdua! Dih, yang nulis jomblo, tapi bilang nyaman berdua. Ya kan ini Cuma pertanyaan, yang pastinya harus dijawab dengan nyaman dan benar ahaha.


Coba bandingkan, anda punya rumah sendiri nih, didalam rumah itu, anda sendirian, asli. Makan, makan sendiri, minum, minum sendiri, nyuci baju sendiri, tidur pun sendiri (nyanyi dong;v) kalau awal-awal sih ya biasa aja, coba lama-lama, capek, lelah, lesu!. Terus bayangkan anda punya rumah, isinya anda dan istri atau suami lah. Nyapu istri, ngepel suami. Masak istri, nyuci suami. Gimana? Lebih enak yang berdua kan? Iya lah!


Jomblo itu sendiri, nggak ada yang peduli, nggak ada yang perhatian, nggak ada yang mengingatkan makan, kelaparan akhirnya mati, eh naudzubillah wkwk. Coba kalau udah menikah! Telat makan sedikit diingetin, sakit disuapin, jalan-jalan ditemani, halo jomblo apa kabar? Ahaha


Terus si jomblo ngga terima, “emang harus pasangan? Saya punya banyak teman, keluarga yang bisa menggantikan pasangan” iya, iya mblo paham. Tapi kalian pernah merasa nggak? Apalagi yang lagi pacaran nih, eh yang udah nikah nih. Lebih nyaman mana sih? Kalian jalan-jalan sama teman-teman kalian, atau pasangan kalian? Lebih nyaman mana sih, kalian nelfon sama teman, atau pasangan? Kalau saya sih, jujur pasangan ya ahaha. Belum punya pasangan udah sok bilang nyaman sama pasangan, nggak bisa di percaya! Oke, kalian boleh nggak percaya sama saya, tapi saya juga pernah ada di posisi itu. Eh wkwk tapi nggak udah tobat kok. Oke saya kasih contoh yang bisa bikin kalian percaya.


Contoh orang pacaran nih. Betapa banyak mereka yang lebih memilih pacar daripada teman? Cekcok dengan teman hanya karena pacar, bahkan bisa bertengkar, saling musuhan! Padahal? Kalau dilihat dari jangka lama nggaknya, kita lebih lama bersama teman daripada pacar. Right?


Contoh lagi, pasangan suami istri, ini saya melihat dari keseharian orang tua saya ahaha semoga mereka ngga baca. Jadi, mereka tuh lebih nyaman jalan berdua sama suami atau istri, daripada sama saudaranya. Bahkan, kadang mereka ingin punya qualitytime hanya berdua, bukan dengan anaknya! Ahaha. 


Percaya? Begitulah. Tapi ya tapi, jangan dimakan mentah-mentah hal ini. nanti banyak yang demo ke saya wkwkwk. “Katanya jomblo mematikan, ya udah saya pacaran aja” eh, jangan karena saya kasih contoh orang pacaran lalu kalian mencontoh nya. itu cuma sebagai gambaran, bukan untuk dicontoh, oke? Berjanjilah sama saya wkwkw. Jangan sangkut pautkan antara yang hak dan yang bathil ya. Pacaran itu tidak boleh, yang boleh itu pacaran setelah halal. Jadi, kalau belum siap pacaran setelah halal, jomblo aja dulu! Sambil memantaskan diri, semoga jodohnya sesuai kriteria.


Jadi, jangan karena jomblo mematikan, kalian pilih pacaran. Jangan! Tetap menjomblo dengan banyak melakukan hal produktif, hal yang bermanfaat dan sebagainya, jadi tolong ya jangan dimakan mentah-mentah dimasak dulu, tiriskan, buang air kotornya ahaha, begitu maksudnya.


Sini saling curhat sama saya, ahaha DM saja ig saya wkwk. Salam santuy


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon