Kelebihan dan Kekurangan Buku


Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Buku






Apa itu Buku?


Menurut Wikipedia, buku adalah kumpulan atau himpunan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya, dan berisi tulisan, gambar, atau tempelan. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman.

 

Buku merupakan jendela dunia, dimana kita bisa mengetahui seluk beluk dunia dari buku. hanya dengan duduk tenang di temani secangkir kopi dan cemilan kita bisa menjelajah ke sebuah Negara dengan buku, mendapat banyak sekali pengetahuan hanya dengan selembar kertas yang berisi tulisan, bisa membuat seseorang berprestasi dan tak pernah dilupakan.


Betapa banyak mereka yang dikenal banyak orang dengan menghasilkan sebuah buku, betapa banyak mereka yang sudah meninggal tapi namanya tetap abadi hanya karena menulis sebuah buku. tapi bukan ini point yang akan aku bahas, melainkan kelebihan buku tersebut.


Lalu apa sih keuntungan mempunyai buku?


Melihat dari survey, mempunyai buku itu banyak sekali keuntungannya, mau tahu? Simak yaa


1. Bisa mencium baunya (harum katanya)


“kenapa suka sama buku daripada ebook? bisa mencium baunya kak, aroma khasnya buku”


Paling banyak jawaban yang aku dapatkan kala melempar pertanyaan di snap WA. Aku tidak hanya mengambil dari naluri kenapa aku suka buku, tapi aku juga mensurvey beberapa teman-teman onlinenya aku. Jadi, ini bukan hanya pendapatku, okey.


Yah, buku mempunyai bau yang khas, tidak dimiliki oleh barang apapun. Yang menurut aku, sebenarnya tidak ada wanginya sih, tapi ya gimana gitu ngga bisa mendeskripsikan intinya enak kalau dicium, eh wkwk.


Hal istimewa ketika membeli buku baru, membuka bungkusnya, lalu menciumnya berulang kali, iya tidak?


2. Sebagai hiasan, pemandangan yang indah dan bisa punya perpus sendiri


Hal menarik lainnya, jika kita selalu beli buku, maka akan banyak buku dirumah kita dan tentunya kita pasti membuat sebuah rak khusus untuk buku ‘kesayangan’ kita. Coba lihat di ig bookstagrammer, wuih tiap orang punya perpus sendiri, rak dengan beberapa hiasan yang didesain dengan sangat indah, hingga menurutku bagus banget sebagai penghias kamar wkwk.


Yang nggak pernah hitung-hitungan kalau mau beli buku, aku acungin empat jempol he. Aku aja masih perhitungan, kalau kalian nggak, berarti kalian hebat, cinta banget sama buku.


3. Gampang bolak balik halaman dan menadai-nya


Dibanding dengan ebook, buku yang berupa kertas yang bisa kita pegang akan mudah sekali membolak-balik halaman, atau menandai sampai mana kita membacanya. bayangkan kalau ebook? harus dihapal wkwk.


4. Fokus


“Ah, kalau baca ebook apalagi di hp, pasti keganggu sama notif kak, nggak notif sosmed, notif SMS” weh punya doi nih wkwkw


Tapi memang benar, daripada kita membaca buku melalui hp, kita akan lebih fokus baca buku menggunakan buku, tapi perlu garis bawahi, hp nya dijauhkan. Ya kalau hpnya ada di sampingnya, data internetnya di hidupkan, alamat nggak fokus juga, aku pengalaman banget ahaha. 


5. Tidak panas kemata


Menatap hp tidak boleh lama-lama dikarenakan sinar dari hp tersebut bisa membahayakan mata, sedangkan untuk buku tidak, tapi tetap berikan jeda mata agar tidak lelah menatap tulisan yang bejibun wkwk.


Namanya juga ciptaan manusia, ya pasti ada kekurangan-nya kan. setelah tahu akan kelebihannya maka juga harus tau kekurangannya, bukan untuk merendahkan buku, tapi agar kita paham dan bisa menerima kekurangannya, tidak akan berkurang cintanya untuk buku hanya karena buku punya celah, layaknya kita mencintai do’I wkwk.


1. Ribet dibawa kemana-mana


Untuk yang suka sekali membaca dan istiqomah, maka pastinya kemana-mana menenteng buku, dan untuk kita yang melihatnya, akan terkesan ribet, yang sebenarnya si pencinta buku itu juga ribet, tapi karena sudah terbiasa dan sayang, maka tetap dilakukan.


Apalagi buku yang tebalnya 300 halaman lebih dengan bentuk buku yang agak besar dan tebal, sering kali dengan alasan begini mereka lebih membaca menggunakan ebook yang terkesan ringan, siapa sih yang sekarang kalau pergi kemana-mana nggak bawa hp?


2. Nguras kantong


Buku original, apalagi yang baru terbit kisaran harganya pasti 50 keatas, bahkan sampai ratusan. Pencinta buku mau tidak mau harus menabung berhari-hari untuk bisa membelinya, yang jika dipikir, “enakan beli bakso daripada buku” eh iya nggak usah demo kalau yang nggak setuju. Bakso mah habis tanpa sisa, kalau buku sudah habis dibaca tetap ada yakan?


3. Harus ke gramedia dan toko buku


Untuk mendapatkan dan membeli sebuah buku, maka kita harus mendatangi toko buku atau gramedia, yang membutuhkan tenaga dan uang untuk ongkos. 


Eh, tapi sekarang zaman canggih ya, cukup duduk dikamar buka marketplace pilih buku yang mau dibeli, transfer udah deh tunggu pak kurir. 


Tapi menurutku lebih enak beli ke toko langsung, bisa melihat tumpukan buku berjajar dengan indah, si penjaga toko yang ramah, bisa memilih buku, dan tau mana yang sedang trend atau tidak.



Baca juga kenapa banyak yang suka ebook?



Opini ku.


Setelah beberapa minggu aku nulis tentang ebook, biar adil aku juga menulis tentang buku. dan menurutku, entah buku atau ebook sama-sama kita butuhkan. Kita bisa melihat situasi dan kondisi, jika tidak memungkinkan kita menenteng buku ke mana-mana, maka pilihan akhirnya adalah ebook. daripada tidak membaca? Yakan. 


Juga, pintar-pintarlah memilih buku atau membeli buku. sekarang banyak penipuan kan? pun buku bajakan sudah banyak tersebar luas. Jadi, sebisa mungkin jangan beli buku bajakan, karena itu merugikan banyak pihak.


Kalau kalian ingin membaca buku tapi tidak mampu untuk membeli, maka baca ebook yang legal, banyak perpus yang menyediakan, atau kalau tidak silahkan pinjam ke teman-temanmu, jangan pernah membeli buku bajakan, tidak berkah (dawuh bang tere liye dan mas ahmad rifa’I rif’an; aku pernah membacanya di status beliau-beliau)


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

4 komentar

  1. Digital lebih efektif kak, coba mampir di post-ku, mendengar sebuah tulisan XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga udah nulis tentang buku digital kok��
      Btw opiniku, kita membutuhkan semuanya, baik digital atau bukan

      Hapus
  2. Saya tetap masih suka buku fisik ketimbang digital.

    BalasHapus


EmoticonEmoticon