Novel Petjah - Review

REVIEW NOVEL PETJAH




Penulis: Oda sekar ayu

Jumlah halaman: 314

Penerbit: PT ELEX KOMPUTINDO

Tahun terbit: 2017

Pengulas: Sulfaini



Biarkan dia menghilang untuk kemudian kembali ke udara. Biarkan titik-titik kemunculannya bertemu dengan langit kelabu. Saya dan kamu. (Hujan kecil; Nadhira)


Nadhira, anak cibi yang menjatuhkan hatinya pada Dimas; seseorang yang setahun itu mendiamkannya dan menatap galak matanya, tak ada tatap damai dari dimas kala bersama nadhi. Ternyata, semesta mengabulkan permintaan nadhira, dimas menjadi miliknya. Alur yang unik, permohonannya kala itu hanyalah gurauan dari seorang pentolan sekolah; biru. Ya, biru. Seseorang yang menjadi biang keladi kematian erlang; kakak nadhi. Seseorang yang berhasil membuat hidup nadhi petjah, berantakan hingga kemudian sangat cerah.


Biru dengan kenakalannya, biru si pembuat onar, hanyalah topeng dari biru si penyair hebat, biru yang cinta aksara dan biru dengan kisah masa lalu kelamnya, Nadhira mengetahuinya.


Nadhi mencintai dimas, yang tentunya sangat senang sekali takdir menyatukan mereka.


Sisi lain, Nadhi peduli pada Biru, kakak kelas yang bertopeng menjadi anak nakal, yang nyatanya ia begitu petjah, hancur.


Semesta mempermainkannya.


Kehidupan Nadhira tidak seperti dulu lagi; banyak sekali luka.


Pada kepasrahan sudah aku petjah,  jangan kamu petjah, berjanjilah (Tuan kelabu: Biru)


Endingnya? Tak tertebak


Alurnya? Wah! Benar-benar daebak!


Aku sudah jatuh cinta, kamu?  Rugi banget deh kalau nggak baca wkwk.


Kisahnya yang remaja banget, ‘pas’ sekali dengan kehidupan nyata, membuat kisah tersebut ngena sekali feelnya. Bagaimana kehidupan saat di sekolah, kisah asmaranya, dan kehidupan keluarganya.


Novel ini tidak hanya menceritakan soal asmara, tetapi juga soal keluarga dan cita-cita. Perfect!


Banyak sekali puisi berserakan, sajak yang berhamburan, dan kata bijak yang menentramkan. Sastra penulis tidak diragukan lagi, mantap!


Bahasanya ngalir, remaja banget lah. Penulis sangat pandai menyelaraskan pelajaran kimia, fisika, biologi dengan kisah fiksi ini. di sangkut pautkan antar cinta, kehidupan dan pelajaran. Ya, cerita yang unik sekali.


Ketawa sendiri dengan lawakannya, senyum-senyum sendiri karena kisah asmaranya, dan aku berpikir, ini cara Tuhan mentakdirkan aku membaca kala ada kejadian yang pas dengan kisah fiksi di novel ini. mengambil pelajaran berharga, sangat. Aku semakin tau arti kehidupan. Bagaimana cara mengendalikan diri, bagaimana cara bangkit, bagaimana cara membaca teka-teki yang diberi Tuhan untuk menemukan jati diri. Ah, cinta banget pokoknya sama novel ini.


Mungkin karena aku suka banget dengan novel bergenre romance, aku tidak menemukan kekurangan wkwkw. Hanya saja, kisah remaja nya; ketika sekolah dalam menyikapi gejolak asmara terlalu drama. Hihi, aku tidak suka adegan romance anak remaja zaman sekarang, masih sekolah sudah pegangan tangan, masih sekolah udah pacaran. Tapi yah, ini kehidupan,  sudah modern lagi, sudah banyak kisah asmara yang begitu; berserakan. Nah, untuk aku  sendiri masih merasa geli dengan hal demikian. 



Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon