Pentingnya Berpikir Positif terhadap Masalah

Berpikir positif, berperilaku santuy, dan tangkas dalam bertindak, Masalah selesai!

Picture by pixabay




Sekolah kalian tetap dilakukan secara daring atau sudah tatap muka dengan mematuhi protokol yang ada? Kalau saya mah jangan ditanya, kuliah daring bikin pusing! Sebenarnya tidak terlalu memusingkan, tapi karena kuliah semester ini menggunakan e-learning, yah bikin pening! Paket data harus banyak biar ngga mati mendadak, diskusi kurang efektif dan terkesan kaku, harus refresh tiap waktu dan sebagainya.


Seperti kuliah sore kemarin, udah dari sononya pusing, malah tambah pusing dengan e-learning yang tiba-tiba eror, mana Cuma sebagian yang eror, yang lain nggak, malah asyik berdiskusi!


Dan kalian tahu? Baru kali ini saya dapat ‘secuil’ masalah, tapi tidak berlarut-larut, biasanya aku paling baper, masalah dikit, di besar-besarin. Pusing dikit, ngeluhnya panjang! Tugas dikit, ngeluhnya banyak! Ya pokok lebay deh ahaha


Dan ini point pentingnya; berpikir positif, berperilaku santuy, dan tangkas dalam bertindak.


Gimana gimana? Bentar aku jabarkan..


Masalah…


Aku yang tiba-tiba pusing ditambah E-learning lemot, tapi hanya sebagian saja, membuat aku nggak bisa nyimak ‘diskusi’, nyuruh teman-teman buat bilang ke dosen, nggak ada yang ngerespon! Heum.


Baca juga, 



Solusi…


Berpikir positif


Karena sudah absen, aku agak tenang memang, tapi setiap dosen penilaian absen beda-beda, sekalipun absen tapi status e-learning online bisa jadi dianggap tidak hadir, dan kebetulan dosen ini misteri tidak memberi tau penilaian absensi.


Karena juga ada beberapa teman yang nggak bisa mengakses, jadi aku pikir aku masih punya teman.


Berusaha berpikir positif, "dosen itu baik, dosen itu pasti mengerti, dosen itu tidak akan tiap saat cek online offline nya mahasiswa"


Berperilaku Santuy


Yang tau sama aku, pasti akan hapal kalau aku lagi ada masalah atau tidak. Karena ya itu, aku yang lebay akan ketara banget jika lagi punya masalah (walaupun dikit), apalagi mesti aku akan melampiaskan sama beberapa teman dan orang-orang di sekitarku ahaha. Dan untuk masalah kali ini, aku coba berperilaku santai, tetap enjoy dengan masalah e-learning yang eror, tetap tertawa riang sambil ‘ngeluh’ masalah e-learning pada teman-teman, dan bersikap baik-baik saja di rumah (kan daring), yang sebenarnya agak gelisah ahaha.


Terus salah satu temanku bilang, “tumben sul masih ceria, padahal dari tadi nggak bisa ngakses, biasanya udah ‘marah-marah’ nggak jelas.” Nah loh? Ahaha kelihatan banget


Sambil baca sholawat dong wkwk


Bertindak Cepat atau Tangkas


Kalau kalian mikir, aku yang santuy tidak melakukan apa-apa itu salah besar. Aku nyari hp lain, siapa tau e-learning eror gara-gara hp (nggak bisa), niat sudah nggak mau ngerepotin teman-teman yang lain, jadi aku nge japri dosen itu sendiri, menjelaskan masalah yang aku alami, detail. Tidak dibales, sampai waktu kuliah habis. 

Kemudian, Alhamdulillah dosennya terketuk hatinya buat membalas, “coba lagi”, padahal kata temanku, kuliah udah kelar. Aku jelaskan kembali bagaimana usahaku keluar masuk link tetap tidak bisa. Terus jawaban si dosen, “iya nggak papa kalau begitu, toh kuliahnya udah selesai.” seketika lega!


Apa sih manfaatnya berpikir positif, berperilaku santuy dan bertindak cepat?


1. Hati tenang


Memang pasti ada gelisahnya, ya siapa sih yang nggak gelisah, lagi kuliah, e-learning eror? Tapi tergantung bagaimana respon orang itu. Kalau merespon jelek, “huh, eror, gimana kalau bapak ngabsen aku alpa?” keadaan hati? Makin gelisah tak karuan. Coba berpikir positif, “gapapa, toh bukan Cuma aku yang ngalami ini, aku juga udah absen dan bapak insyaa Allah paham” keadaan hati? Tenang cuy!


2. Keadaan seperti membaik


Coba kalau kita mikirnya jelek, yang ada kita makin gelisah, marah sana sini, ngeluh sana sini, tidak nerima nasihat, tidak nerima saran, yang ada tuh keadaan makin buruk!


Nah, di ceritaku, keadaannya membaik kan? ya karena pikiran positifku, perilaku santuy ku, tapi juga tindakan siagaku wkwk. 


3. Lekas menemukan jalan


Kalau pikiran positif, hati tenang, maka akan cepat menemukan solusi. Kalau pikiran jelek, hati gelisah, mana ada waktu untuk mikir solusinya bagaimana? Paling bisanya ngoceh nggak jelas, ngeluh sepanjang waktu! Padahal, sia-sia kan? makin ngoceh, makin ribet, makin ngeluh, makin nambah masalah.


coba chat di grup” duh, nggak banget di grup, nggak berani. Tapi akunya nangkap dengan pikiran tenang, hati tenang, lalu ting! Kalau nggak berani di grup, yaudah japri saja.


coba link ini,” nggak bisa. “coba yang ini,” nggak bisa juga. “kalau yang ini?” udah coba dari tadi nggak bisa. Kalau kita merespon hal begitu dengan negatif, yang ada mau marah-marah sama yang ngasih bantuan, “udah dibilang nggak bisa masih ngeyel”, padahal itu teman niat bantu loh. Iya tidak? Kalau responnya positif, “teman-teman pada baik, saling bantu. Aku coba sekali lagi deh. Ting! Memang tetap nggak bisa, tapi ya hati masih tenang dong!


4. Dampak ke lingkungan lebih baik


Sudah baca ceritaku yang temanku bilang, “tumben sul masih ceria, padahal dari tadi nggak bisa ngakses, biasanya udah ‘marah-marah’ nggak jelas.” Nah loh? 


Coba saja aku respon negatif, ngeluh sana sini, marah sana sini, yang ada mereka ogah yang mau bantu, yang ada kita hanya dianggap angin berlalu bahkan bisa jadi kita akan disumpah serapahin nggak bisa sampai akhir (walaupun emanh itu kenyataanya ahaha)


Tapi terbukti kan dengan ceritaku?


5. Janji Allah


sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hamba Ku kepada Ku, Aku bersamanya jika ia berdoa kepada Ku(HR. Muslim 4832, 4852; Tirmidzi 3527; Ahmad 7115” (sumber internet)


Karena aku mikirnya positif, “Bapak insyaa Allah paham, ngga bakal dikasih alpa kan udah absen” yang terjadi? “iya gapapa” loh kan beneran tidak kenapa-kenapa.


Kebayang kalau sejak awal mikirnya jelek, “gimana kalau aku alpa, gimana kalau bapak nggak mau nerima kenyataan ini dan blaa blaa” uh tidak terbayang jika Allah akan bilang ‘kun’ sesuai prasangka kita. Tapi jangan dibayangkan, nggak baik ahaha


Jadi, berpikir positif itu adalah penting dalam hal apapun, bertindak santuy dengan tetap bersikap tenang walau sebenarnya hati gelisah, maka pasti akan sedikit gugur rasa gelisahnya dan tak lupa juga, jangan hanya menneng, tetapi usaha dengan tindakan, bukan Cuma mikir positif tapi tidak usaha, ya sia-sia. Bukankah kita diperintahkan untuk berusaha terlebih dahulu baru ikhtiar?


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

5 komentar

  1. Betul-betul... Sabar dan bersikap tenang.... Lagi ada pandemi semuanya serba terbatas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaps benar sekali. Terimakasih kunjungannya Kaka:)

      Hapus
  2. Ada sesuatu yang tidak bisa kau lihat di dunia ini kecuali kau merubah sudut pandangmu.(Law)

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Law (karakter di One Piece) salah satu pengguna buah iblis

      Hapus


EmoticonEmoticon