Profil, Hal menarik, Kontribusi dalam Pengembangan Pendidikan Islam Maftuh Basyuni



Menteri Agama periode (21 Oktober 2004-20 Oktober 2009)




MAFTUH BASYUNI


Profil Dan Kontribusinya Dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam


Oleh :

SULFAINI



Profil Maftuh Basyuni


Muhammad Maftuh Basyuni  lahir di Rambang, Jawa tengah, pada tanggal 4 november 1939. Beliau merupakan anak dari Bapak bernama KH, Basyuni Maskyur dan Hj. Siti Mardiyah. Setelah lulus dari SMP 1 Rembang, ia melanjutkan pendidikan pondok modern Gontor, Ponorogo, kemudian ke ponpes Al-Munawir, Krapyak, Yogyakarta. Usai dari pesantren, beliau melanjutkan kuliahnya di Madinah, Saudi Arabia.


Sebelum berangkat ke Arab Saudi, ia pernah bekerja sebagai guru di Departemen Agama sejak 1960. Setelah dua tahun mengajar beliau mendapat beasiswa di Universitas Madinah, Arab Saudi. Setelah lulus, ia menjadi staf kedutaan besar republik indonesia (KBRI)  Arab Saudi. Beliau juga bekerja di KBRI Jordania dan KBRI Maroko. 


Maftuh Basyuni dipercaya menjadi wakil komandan garuda VIII pada 1969. Kemudian beliau juga ditunjuk menjadi penerjemah bahasa arab dan bahasa inggris oleh wakil presiden irak; Saddam Husein. Abdurrahman Wahid mengangkatnya menjadi menjadi menteri sekretaris  Negara karena karier Maftuh cukup cemerlang pada saat itu. Saat Megawati menggantikan Gusdur, Maftuh diberi tugas sebagai duta besar di Arab Saudi. Barulah, pada tahun 2004, maftuh diangkat sebagai Menteri Agama oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono.


Setelah tidak menjabat sebagai menteri, bukan berarti kontribusi Maftuh berhenti, beliau aktif mengurus umat di masjid agung At-Tin, Jakarta timur dan mengurus pondok pesantrennya di desa Cigelis, Pandeglang, Banten. Kemudian beliau juga menjabat sebagai ketua dewan Pembinaan IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia).


Tahun 2011, Maftuh kembali dipercaya oleh presiden SBY untuk menjadi ketua Satuan Tugas (satgas) perlindungan WNI di luar negeri. Dan beliau juga pernah bertugas menjadi anggota pasukan PBB (Garuda VI) yang dikirim ke Sinpai, Mesir.


Maftuh basyuni adalah orang yang jujur, baik, tegas, disiplin, berintegritas, terbuka dan amanah.


Kesehatannya mulai terganggu sejak ramadhan 1437 dan sempat menjalani perawatan di RS Dharmais Jakarta, Prince Court Medical Centre Kuala Lumpur Malaysia dan di RSPAD Gatot Subroto. Dalam persiapannya melanjutkan pengobatan ke jepang, hari selasa petang tanggal 20 september 2016 M/ 18 zuhijjah1437 H dalam usia 76 tahun, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. 


Hal menarik dari Maftuh Basyuni


Setelah membaca beberapa artikel, saya menemukan banyak sekali hal menarik dari maftuh basyuni, diantaranya:

1. Sangat terbuka pada awak media; namun jika hal privasi tidak.

2. Rutin mengajak penulis berdiskusi diruang kerja membahas isu-isu menarik.

3. Meminta padangan wartawan.

4. Mengambil semua pendapat tanpa pandang bulu.

5. Tidak menyimpan uang di brankas; urusan jajan dan jalan sudah ada yang mengatur.

6. Sosok sensitif; isu-isu kecil jika dianggap penting langsung mendapat perhatiannya.

7. Tidak akan berhenti bekerja sebelum tuntas.

8. Saat sekarat pun, beliau masih memikirkan Indonesia.

9. Meminjamkan gedung departemen agama dijalan kebon sirih no 57 Jakarta pusat untuk kator baznaz.


Kontribusi maftuh basyuni dalam pengembangan pendidikan islam:


1. Tahun 2004 sampai 2009 ketika ia menjabat sebagai Departemen Agama, mencatat banyak perubahan yang dipimpin beliau.


2. Mengembangkan Perguruan Tinggi Islam di tanah air (melahirkan enam universitas; UIN Syarif Hidayatullah (Jakarta), UIN Sunan Kalijaga (Yogyakarta), UIN Sunan Gunung Jati (Bandung), UIN Malang, UIN Alauddin (Makassar), dan UIN Sultan Syarif Kasim (Riau)


3. STAIN ditingkatkan statusnya menjadi IAIN, terutama di provinsi yang baru dibentuk.


4. Membangun gedung kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di atas tanah mulik kemenag


5. Memberikan perhatian secara proporsional terhadap pembangunan pendidikan islam


6. Membangun kembali gedung Departemen Agama di jalan MH Thamrin No 6 Jakarta (berlantai 39 dan 3 lantai basement)


7. Membangun lembaga percetakan Al-qru’an (Unit Percetakan Al-qur’an) di area Komplek Yayasan Pembangunan (YPI) di Ciawi Bogor 


8. Mengintruksikan untuk mendata, menyelamatkan dan menarik kembali aset-aset Departemen Agama sesuai aturan.


9. Mengurusi umat di masjid agung At-Tin Jakarta timur dan memperhatikan sangat santri di desa Cigelis.


Ini sebagai tugas kuliah hehe🙏 tapi boleh sebagai referensi untuk mengenang kembali tokoh Muftah Basyuni sebagai Menteri Agama.

Saya juga mengambil informasi ini dari beberapa artikel yang sudah saya rangkum.

Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon