Review Buku di Katakan atau Tidak di Katakan Itu Tetap Cinta Karya Tereliye


REVIEW BUKU DIKATAKAN ATAU TIDAK ITU TETAP CINTA

Penulis: Tere Liye


Jumlah halaman: 101 halaman


Media baca: ipusnas
Pengulas: sulfaini



Siapa yang sering bucin?

Siapa yang sekarang lagi mencintai seseorang dalam diam?


Siapa yang sekarang lagi berusaha menghalalkan (menikah) seseorang yang spesial?


Kamu? Kalian? Wah banyak yang nunjukin batang hidungnya ya ahaha. Persoalan cinta memang tak pernah lepas dari hidup, tanpa cinta, kehidupan ambyar, hidup tanpa cinta bagaikan taman tak berbunga, hai begitulah kata para remaja—bukan begitu?


Tapi pada paham nggak hakikat cinta itu bagaimana? Paham nggak apa yang akan kamu lakukan ketika terjangkit virus merah muda?


Sayang sekali kalau tidak paham! Ahaha. Tapi, nggak papa-papa, kamu beruntung sekali membaca review dari aku—ngarep ahaha. Buku ciptaan tere liye ini akan menjawab ketidak pahaman kamu, akan memberantas langkah tak benar kamu, akan memberi segudang solusi untuk kamu yang dilemma. Loh kok? Katanya itu sajak? Lah iya memang, coba baca deh, pasti kamu tarik kembali pertanyaan itu. Aku sudah, kamu?


Ilustrasi gambarnya full memenuhi kertas, sayang saja aku bacanya dari hp. Ilustrasi ber-gambarnya pun bukan sembarang, tetapi di cocok kan dengan sajak yang dihidangkan. Kalian lihat sendiri sana. Dan aku pikir, sajak dari penulis hebat nan terkenal akan bertumpuk majas yang berbelit menurutku ahaha, maklum aku nggak tau bermajas, banyak sekali majas yang nggak aku paham, tapi nggak kok, nggak semua majas begitu, bukankah majas menambah keindahan karya? Aku setuju—skip. Ternyata, aku tidak menemukan majas disana, bahasanya santuy sekali, mudah dipahami bahkan mau dibaca anak-anak kecil pasti paham, dibaca nenek-nenek ompong juga paham ahaha. Nggak serius, sajaknya renyah! Aku jatuh cinta. Tau kan aku suka banget sama humor? Nah, di sana juga tercantum banyak sajak yang humornya receh, perfect bang!


Buku yang mempunyai halaman hanya 101 lembar berisi sajak singkat nan gambar yang indah, membuat aku menikmati sekali. Diselingi mencatat beberapa hal penting, buku ini tuntas aku baca hanya sekitar 15 menit sekali duduk. Sambil tersenyum tenang, hati berkata, “begitukah arti cinta sesungguhnya? Dikatakan atau tidak dikatakan itu tetap cinta.


Mencintai tak harus memiliki, layaknya kita mencintai bunga mawar. Jika kita benar-benar mencintainya maka kita tidak akan memetiknya, melainkan dirawatnya. Kenapa? Agar tetap cantik! Jika dipetik maka kecantikan tersebut akan pudar. Taman tidak akan indah tanpa mawar. Right?


Perasaan adalah perasaan, cinta adalah cinta. Meski tidak bilang, tetap saja cinta. Bahkan, sekalipun ditolak, dihina, dibanting, dia sungguh tetap cinta, paling disebut dengan cinta yang tak sampai dan terpendam (halaman terakhir buku)



Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon