Review Buku Man Shabara Zhafira


Penulis: Ahmad Rifa'i rif'an

Jumlah Halaman: 283 Halaman

Pengulas: Sulfaini

Sudah beberapa buku karya dari mas rifa’i tuntas saya baca dan tidak pernah merasa bosan, jenuh atau berhenti di  awal halaman. Selalu jatuh cinta sama penyampaiannya yang santai dan diselingi dengan humorisnya. Pelajarannya dapat, ilmunya dapat dan leluconnya dapat. Perfect dah.


Man shabara zhafira: siapa yang bersabar ia akan beruntung. Buku ini termasuk buku motivasi. Di dalam bukunya banyak menceritakan tentang perjalanan-perjalanan hidup orang-orang yang kini sudah sukses, bagaimana ia bersabar dulunya menjalani hidup yang gini-gini aja sehingga bisa terkenal, menjadi perbincangan khalayak ramai, menjadi panutan, menjadikan kisahnya sebagai pelajaran, ia menjadi semakin sukses, menjadi semakin produktif, tak pernah puas dengan apa yang dicapainya dan selalu berusaha agar dirinya bisa lebih berkembang; tidak stagnan. Contoh seperti merry riana, danang, Pablo, sahabat-sahabat zaman rosulullah, dan tak luput mas rifa’i sendiri. jadi tidak terkhsuskan dengan cerita penulis sendiri sehingga pemikiran kita terbuka luas, wawasannya semakin banyak, pelajaran dan kisahnya yang tidak itu-itu saja (satu orang), sehingga akan memunculkan semangat yang luar biasa, berfikir bahwa, semua orang bisa sukses dengan kerja kerasnya, dengan kesabarannya, dan dengan husnodzonnya kita pada Allah, percaya diri yang penuh.


Ada kisah yang menarik menurut saya yaitu di kisahnya Pablo, Pablo pada umur 90an, beliau masih menekuni hobinya yaitu melukis, di usia yang menurut kita sudah saatnya istirahat, tidak banyak melakukan hal, maka Pablo tidak demikian, beliau masih menghasilkan lukisan yang bagus di umur yang sudah menua itu. Jika ada seseorang yang bertanya kepada beliau kenapa masih melakukan hal itu, ia jawab dengan jelas, “saya tidak punya waktu barang sedetik pun untuk disia-siakan kan” wow ngga si? Coba kita, di umur sekarang saja, dengan kesibukan kuliah, sekolah, dan bekerja jika disuruh melakukan hal ini, itu, pasti dijawab, “saya tidak punya waktu”. Tertampar ngga sih?


Di bab terakhirnya, mas rifa’i menjelaskan tentang kematian, pas banget nggak? Diusia berapapun kita saat ini kalau sudah sampai pada waktu malaikat izroil mencabut nyawa ya pasti di cabut. Belum sukses, tapi sudah sampai pada ajalnya, ya ngga bakal dikasih tambahan umur. Jadi seperti ada pesan bahwa jangan sia-sia kan waktu yang ada, jangan sampai roh kita dicabut sebelum kita melakukan hal produktif, sebelum kita bermanfaat sama orang lain. Istilahnya, jangan sampai saat kamu mati, tidak ada orang yang bersedih karena akan kehilanganmu, bahkan, ada yang senang karena kamu tidak lagi di dunia ini, sudah tidak lagi seonggok sampah yang tinggal bersama mereka, setahun dua tahun sudah dilupakan, astaghfirullah naudzubillah semoga kita dijauhi dengan hal yang demikian.


Recommended banget buat kalian yang juga insecure seperti saya ahaha, yang ngga punya semangat hidup. Yang nggak mau bangkit, coba baca, resapi lalu amalkan, bismillah mari sama-sama merangkul untuk kesuksesan. Jangan pernah mau jika sukses sendiri, lebih baik bersama-sama ahaha. Mantul lah bukunya, nge fans saya tuh sama beliau.


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon