Review Buku Tombo Ati karya Ahmad Rifa'i rif'an



Review Buku Tombo Ati


Penulis: Ahmad Rifa’i rif’an

Jumlah halaman: 173 halaman


Syair tombo ati selama ini hanya dinilai sebagai tembang atau lagu yang begitu sering dilantunkan, tetapi tidak banyak yang sadar dan mau mengamalkannya isinya. Padahal inilah ajaran kebijaksanaan hidup, yang jika direnungi dan diamalkan, insyaa Allah tidak ada masalah dan cobaan hidup yang membuat jiwa kita gundah, hati kita sedih, atau stress (prolog buku tombo ati)


Di awal bukunya mas rifa’i mencantumkan lirik tombo ati versi bahasa jawa dan versi bahasa indonesia, sehingga saat membaca buku ini saya mengawalinya dengan menyanyikan dulu bersama teman-teman. Mentok sampai kita puas ahaha, mantul dah.


Sebelum membahas lima perkara itu, mas rifa’i menjelaskan dengan detail tentang hati, macam-macam hati, dan cara mengobatinya dengan lima hal tersebut.


Kebahagiaan tidak diukur dengan seberapa banyak materi yang kita dapat, seberapa banyak materi yang kita punya. Banyak orang-orang yang sukses, mempunyai materi banyak tetapi akhir hidupnya tragis, ada yang bunuh diri, ada yang meminum obat sampai overdosis, dan sebagainya. mas rifa’i menyebutkan beberapa tokoh yang demikian, seperti, ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib yang kurang indah, ada yang memilih meninggal dunia dan  howard hupson, CEO perusahaan gas terbesar di amerika utara, mengalami gangguan jiwa dan meninggal dirumah sakit jiwa. Jika memang kebahagiaan diukur dengan banyaknya materi, bukankah akan mustahil mereka memilih meninggal dunia dan menjadi gila, tapi kenyataannya sekalipun mereka sukses dengan materi yang dipunya, mereka tidak bahagia. Terbukti? Tentu. 


Jadi bagaimana tolak ukur  hati yang bahagia? Tombo ati (obat hati) nah loh, udah ada jawabannya kan? Hafal liriknya? Itulah yang bisa membuat hati bahagia. Buku ini menjawab dengan tuntas dengan bahasa santai. Tapi saya tidak menemukan kalimat yang humoris dalam buku ini, jadi menurut saya mas rifa’i tau tempat (yaiyalah, masa iya penulis hebat tidak tau tempat), beliau tau bahwa ini tidak main-main dan bukan hal yang bisa di bawa bercanda. Mantap makin nge fans saya tuh ahaha


Didalam bukunya tidaklah hanya berisi opini belaka, tapi lengkap dengan riset-riset atau penelitian yang sudah dibuktikan oleh berbagai Negara sehingga akan membuat kita semakin percaya dengan obat hati tersebut. Bukan hanya dari al-qur’an tetapi dari riset-riset yang semakin memperkuat kenyataannya.


Ada bab yang menurut saya harus dicantumkan dalam ulasan saya, tapi tidak akan spoiler kok ahaha, jadi obat hati yang kedua kan tentang sholat. Kalian sholat itu karena kewajiban atau kebutuhan? Jika seandainya ada malaikat jibril membawa info kalau kewajiban sholat dihapus apa yang kalian rasakan? Bersorak-sorak senang karena kita tidak akan bangun untuk sholat subuh karena nyenyak-nyenyaknya tidur? Atau kalian akan bersedih karena sudah tidak akan ada waktu  berdua bermunajat, curhat dengan Allah? Sumpah! Ini menjadi tamparan khusus saya, kalian juga kah? Jazakallah khoir mas rifa’i.


Untuk yang sering stress, ngeluh akan beban hidup, ngeluh akan cobaan yang tak pernah berhenti menghampiri, hati yang selalu gelisah, hati yang tak pernah tenang, hati yang tak pernah bahagia, lisan yang tak pernah bersyukur, lisan yang tak pernah mau beristighfar  dan sebagainya, buku ini akan menjadi obat, buku akan menjawab semuanya. Masukkan dalam list bukumu yang akan dibaca selanjutnya.


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon