Review Novel Tere Liye


Review Novel Tere Liye 

Penulis: tere liye 

Jumlah halaman: 433

Pengulas: sulfaini


Negeri para bedebah? Yah, sudah tertebak akan seperti apa isinya! Korupsi, tentang uang, penjara, dan ah, pastinya tidak ada genre romantis. Jujur saja, saya tidak terlalu suka, bukan sama novelnya tapi sama genrenya. Tapi kalau sudah mereview kek gini, berarti sudah tuntas bacanya dong? Oh iya tentu.


Diawal membacanya, saya sudah tidak mengerti, sama halnya dengan novel berjudul pergi yang kemaren saya membacanya. pembukanya sudah banyak sekali teka-teki yang pastinya membuat saya penasaran. Sejatinya, diawal membacanya, saya sudah menutup novel ini, menghapusnya dari ipusnas. Tapi karena saya pernah baca review buku ini (makanya review itu penting:D) saya tertarik karena ada humornya dan karena ini karya tere liye, terkenal dengan banyak sekali karya yang sudah terbit maka saya lanjut membaca, saya sangat percaya novel ini sangatlah baik dan bagus sekali.


Thomas, dengan nama asli tommi adalah tokoh utama dari cerita ini. mempunyai kisah masa lalu yang kelam, dan gelap sehingga bisa dikatakan ia balas dendam atas kehidupan masa lalu pahitnya dengan menjadi penasihat keuangan yang professional. Hingga suatu hari kabar buruk menjemput Thomas yang mau tidak mau harus kembali berurusan dengan masa lalu. Penasihat keuangan ini berubah profesi menjadi buronan polisi; membawa kabur buronan. Thomas yang berulang kali tertangkap berulang kali pula bisa kabur membuat cerita ini sangat seru. Thomas juga seorang petarung sejati, mempunyai banyak sekali teman yang sangat bermanfaat dan membantu di masa-masa perjuangan Thomas. Ah, sungguh ini seru sekali! Ada banyak perang, pembahasan lucu, kisah seram, pengkhianatan hem… jangan terlalu spoiler. Pastinya, rugi banget kalau nggak baca.


Jangan terlalu khawatir, bukan hanya cerita fiksi belaka, tapi banyak sekali ilmu yang saya dapat; sebenarnya kurang paham. Perputaran uang, prosesnya semuanya nampak sempurna, mantap sekali pengetahuannya, tidak hanya dalam indonesia, tetapi diluar indonesia, seperti amerika da inggris.


Saya jatuh cinta dengan dengan alur cerita ini, narasinya, dialognya, kosa katanya, penempatannya, semuanya terasa perfect sekali! Narasi dan dialognya padu padan sekali, pas dan membuat fellnya ngena, hal sepele tetap dijelaskan, serasa benar-benar nyata. Seperti, ditengah wawancara berlangsung yang biasanya hanya fokus dengan hal itu, tapi di novel ini masih diselingi dengan hal yang begitu hidup, wawancara yang terlaksana didalam pesawat, ekspresi Julia yang merah padam, pramugari menyapa, bahkan anak kecil yang khawatir karena sang pilot meninggalkan kokpit. Benar-benar nyata.


Tertawa dengan perbuatan beberapa tokoh, kemudian mengerutkan dahi ketika sederet penjelasan berbau uang. Mengidikkan bahu ketika perang dimulai, bulu kuduk merinding membaca kisah opa Thomas. Dan damn! Saya  sangat menikmatinya padahal genrenya tidak saya suka. Hebat! Penulis mampu menyihir saya, membuat saya penasaran akan setian kelanjutan ceritanya. Dah ayolah! Segera membacanya. 


Oh iya, perjuangan untuk membaca novel ini juga unik. Saya harus mengantri beberapa minggu di ipusnas agar bisa membacanya. Oh berarti novel ini banyak sekali yang memburu. Kalian? Harus dong! Semangat mengantri! Eh yang sudah bisa meluk bukunya, selamat!


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

1 komentar


EmoticonEmoticon