Sekali Mencuri 4 juta? Makhluk Ghaib bro!


Pencurian ghaib-Jin


Korupsi mah sudah biasa ya di Negara ini, numpuk! Sampai tidak bisa dihitung dan ditemukan ahahaa. Tapi, ini bukan mau bahas korupsi dan pencurian wajar lainnya. basi! Ahaha ini adalah pencurian tanpa jejak, tak perlu repot jalan kesana kemari biar bisa dapat uang, bahkan lebih pada “kok bisa gitu?” ya! Kaget dan tak percaya. Lalu apa? scroll kebawah sampai selesai oke, tapi mau ngingetin nih, bacanya jangan pas malem-malem dan sendirian ya.. entar ada yang nemenin ahaha. Saya cerita dulu yaa

Ceritanya…


Akhir-akhir ini di tempat tinggal saya sedang booming-boomingnya penggandaan uang, pernah dengar istilah ini? ya, layaknya kita menaruh selembar uang 50an dibawah bantal kemaren, lalu hari ini uang itu tergandakan, menjadi dua uang 50an. Berarti yang awalnya kita punya uang 50 sekarang kita punya uang 100. wah enak dong, ngga perlu kerja siang malam, cukup banyak-banyak nyimpen uang dibawah  bantal, nanti jadi kaya sendiri!


Tapi pernah mikir ngga? Kalau hal itu aneh bin mustahil? Ya sekalipun tidak ada yang mustahil jika Allah berkehendak, nggak gitu juga bambang! Harus tau tempat ya.

Eh, ini kan mau cerita. Oke lanjut.

“Itu ada orang yang bisa gandakan uang sama emas, loh” kalimat itu menjadi buah bibir dari ujung barat hingga timur, ujung selatan hingga utara. Di pasar bahas itu, dirumah bahas itu, disekolah bahas itu, lagi ngumpul yang dibahas cuma itu. Muak saya dengarnya! (eh, katanya jangan nyebut nama, nanti kedengaran orangnya wkwk)


Makin hari sepertinya semakin banyak yang datang sama orang itu, memberi sebagian hartanya, mengambil sebagian emasnya agar terlipat ganda dikemudian hari. Katanya, ada yang sukses, berhasil. Tapi, sebelum mendapat hal begitu, ada syarat yang wajib dilakukan. Yang saya dengar dari perbincangan orang-orang, benda yang diberikan orang itu; plastik  berisi bunga, disimpan ditempat yang aman dan jangan pernah dibuka sebelum waktunya-nanti bisa gagal. Setiap hari benda itu harus dibacakan mantra-katanya, baca sholawat dan beberapa surat Al-qur’an. Lepas itu jika sudah sampai waktunya, maka buka lalu wah! Jadi banyak uangnyaaa yeay—et dah mau kaya ngga mau usaha!


Opini Orang


Cerita orang tentang hal itu, “Aku kan kesana dapat panggilan dari beliau, biasanya kalau begitu aku akan diberi uang—ternyata, disuruh kasih ke amal. Pas beliau lagi ngambil uang ditempat khususnya, aku masuk mengintip, dan wuih! Uangnya banyak sekali, berserakan diatas kasurnya, nggak ada uang cepek, receh, goceng yang ada uang warna merah dan beberapa biru. Beliau mengambil nya dengan dua tangan, lalu dikasih ke aku, tapi buat amal sama anak yatim katanya (weh sedekah gaes) lalu aku kasih deh.”


Ada lagi, “Aku lagi disana cuma namu, lalu beliau nyuruh saya melihat kamar khusus itu. Yang aku lihat, ada banyak uang dua ribuan. Beberapa hari kemudian, aku kesana lagi namu dan masuk kembali ke kamarnya, dan uwah! Uangnya berubah menjadi seratusan dan lima puluhan!”


Percaya? Saya sih nggak ahaha. Kalau saja saya buktikan sendiri, boleh la jadi pertimbangan ahaha.


Nafas sejenak, toleh kanan kiri, lalu baca do’a. Lanjut!


Berapa hari kemudian, ceritanya beda lagi. Yang kemarinnya uang digandakan, sekarang uangnya hilang! 


Bukan abal-abal uang yang hilang, ada yang sejuta, empat juta, tiga juta setengah, dan ada emas. Aba, kakek saya kebagian hilang uang sejuta, ustadz ibu saya empat juta dan yang lainnya. ngeri! Kata ustadz itu mah bukan orang, tapi jin!


Lalu apa kata orang? 


“oh, pasti kerjaan orang yang katanya bisa gandakan uang”, “bukan siapa lagi, pasti orang itu (pengganda uang)” dan sebagainya.

Nah loh! Jadinyaa suuzon! 


Apa pesan moralnya?

Bapak-bapak, ibu-ibu, teman-teman sekalian, jika kita mau kaya, jika kita mau punya banyak uang ya kerja atuh, usaha, berdo’a. bukan malah menyuruh jin mengambil uang tetangganya, mengambil uang temannya! Coba sesekali suruh jin itu tobat, sholat dan bilang kalau mencuri itu tidak boleh! Malah ditemani dan berkolaborasi. Gila! Si jin ngambil uang, si orang ngasih tumbal. Et dah!


Mengambil hak orang lain tidak diperbolehkan, saya kira semua agama mempunyai hukum begitu. Iya kalau mereka masih ada uang, kalau Cuma itu yang mereka punya lalu kamu mengambilnya, bagaimana nasib mereka? Oh ayola mikir sedikit, hatinya dibuka, otaknya dipakai. Kalau tidak bisa memberi (sedekah) diusahakan jangan meminta! Lah ini apalagi, mengambil paksa, nggak berkah. Lagi pula, harta nggak dibawa mati, malah amal yang dibawa. Uang yang kamu curi nggak dibawa mati, malah perbuatan mencuri mu yang tetap mengikuti mu! Nah, nanti berat di penghisaban, dimintai pertanggung jawaban, terundur lagi yang mau masuk syurga. Astaghfirullah, semoga yang baca ini tidak ya.


Cerita diatas juga menimbulkan ke suuzon-an. Padahal suuzon itu tidak boleh kan ya? Jadi berhenti lah. Semuanya salah! Yang menggandakan uang salah, yang cerita sana sini juga salah (ghibah). Iya kalau tebakannya benar, kalau salah? Kan makin panjang urusan. Kalau nggak mau di gibah-in yang jelek-jelek, jangan berlaku jelek. Kasihan kan kalau salah sasaran, yang berlaku jelek si A, eh orang-orang pada nge gibah-in se B. Cuma karena si B punya banyak uang, padahal ia bekerja keras banting tulang, bukan meminta bantuan si jin. Malah di gibah-in yang ngga baik-baik. Hatinya dipakek mas mbak, jangan hanya dijadikan pajangan;) 


Perbuatan seperti itu pun jangan pernah dipercaya, sekalipun terbukti. Saya pernah dengar opini dari rekan saya tentang hal yang demikian, “sebenarnya hal itu memang ada, tergandakan memang, tapi nanti ilang sendiri”. ada juga yang bilang begini, “yang kamu kasih ke aku itu uang apa sih? Kok hilang terus, uang hasil ngepet ya?” nah loh kan! 


Ikhtiar, do’a, lalu yakini kalau kalian semua bisa punya banyak uang, harta,  emas tanpa menggunakan cara salah yang jelas tidak berkah, oke?


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon