Basmi kejenuhan mu sekarang juga!

Basmi kejenuhan mu sekarang juga














Jenuh, Capek? Masih Pssb? Masih daring? Ada yang jenuh karena banyak sekali pekerjaan sebab covid 19, ada yang jenuh karena tidak punyanya pekerjaan sebab covid 19. Kamu di tim mana nih? Nah, kali ini aku akan bagi tips biar tidak jenuh entah ketika banyak pekerjaan ataupun tidak punya pekerjaan. Cekidot…


Tips jenuh ketika banyak pekerjaan


Ikhlas


Ikhlas adalah hal utama menurut ku, kalau kita tanamkan rasa ikhlas sudah sejak awal, maka pekerjaan se banyak apapun, tercatat biasa aja, bahkan sangat menikmatinya. 


Seperti contoh-contoh, emak-emak yang pekerjaan rumahnya memang terkenal bejibun, mulai dari nyuci baju, nyuci piring, nyapu, ngepel, masak, nyiapin kebutuhan suami, anak sekolah, dan untuk diri nya sendiri. andai saja emak-emak melakukan hal itu sudah tidak ikhlas sejal dari awal, maka pekerjaannya tidak akan sempurna, bahkan terbengkalai. Sudah selesai dua pekerjaan, capek, jenuh, berhenti. Udah, ngga ada lanjutan lagi. 



Beda jika emak-emak itu melakukannya dengan rasa ikhlas, ya sekalipun rasa capek dan jenuh itu pasti ada, tidak berarti ia tidak menikmatinya. Coba bayangkan, ketika si emak-emak ini melakukan semua pekerjaan rumah dengan ikhlas, maka pasti cepat selesai, karena sekalipun di tengah-tengah pekerjaan ia capek, ia tidak mengeluh dan tetap  bekerja dengan hari riang, hati tenang, rasa ikhlas sudah menyebar, hasil pekerjaannya sempurna, dan ketika selesai leganya pun beda. 


Pahami kewajiban


Nah, ini juga penting. Jika kita tidak merasa bahwa ada amanat yang harus dikerjakan, ada hal yang wajib dikerjakan, ada hal yang akan berdosa ketika ditinggalkan, maka mau tak mau kita harus mengerjakan sampai selesai. iya tidak?


Di atas udah mengambil contoh emak-emak, sekarang pakai anak-anak aja wkwk. nah, untuk anak-anak, entah di sekolah ataupun di rumah pasti juga punya amanat. Kalau di rumah, bantu orang tua. Kalau di sekolah, mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas.


Bayangkan saja, kalau anak-anak ketika di rumah paham akan kewajibannya membantu atau menaati perintah orang tua, maka anak tersebut  akan melakukannya, jika dibarengi dengan ikhlas maka hasil sempurna,  sekalipun melakukannya ia tidak akan merasa ikhlas dan berujung pada hasil yang kurang maksimal, (sudah, ini aku pengalaman banget;v) tetapi ia tetap menggugurkan kewajibannya sebagai seorang anak, masalah ikhlas kembali pada point satu ya. Nah, untuk anak-anak yang ngga paham akan kewajibannya sebagai anak, maka ia akan bodoamat pada semua hal, dan berujung anak tersebut tidak melakukan kewajiban yang pastinya akan berdosa. Oh iya, masalah dosa ngganya sih tergantung pada Tuhan ya, tapi kan sudah rumusnya, kalau kita tidak mengerjakan hal yang wajib yang diperintahkan olehNya, maka akan mendapat dosa.


Mencari partner yang baik


Siapa sih yang ngga jenuh kalau melakukan suatu hal sendirian? Kita ini manusia, makhluk sosial, mustahil banget kalau kita tidak butuh manusia lainnya. so, mempunyai teman itu penting, istilah kerennya mempunyai partner. Contoh kita ambil emak-emak dan anak-anak


Pertama, emak-emak, dengan pekerjaan yang bejibun, jika punya partner yang bisa membantunya maka akan terkurangi bebannya, iya tidak? Jika punya suami yang pengertian, maka si suami tidak akan membiarkan istrinya bekerja sendirian. Jika punya anak yang paham akan kewajiban, maka anak juga tidak akan membiarkan ibunya melahap habis semua pekerjaan, pasti  dia akan membantunya (ini masih usaha ku, astaghfirullah wkwk).


Kedua, anak-anak. Kalau kewajiban anak-anak mematuhi perintah dari orang tua, tidak berarti ia harus melakukan semuanya, ya capek juga. Coba, jika si anak dan si emak, membagi pekerjaan rumah, pastinya beban capeknya berkurang dong ya?. Nah, kalau kewajiban anak-anak dalam sekolah, mengerjakan tugas, atau mendengarkan pekerjaan guru, juga butuh teman. Kalau kita tidak paham pada suatu penjelasan guru, teman sebangku mempunyai peran penting, makanya cari teman yang baik jadi nantinya akan membantumu. Pekerjaan individu dengan pekerjaan kelompok juga kebanyakan lebih cepat selesai jika berkelompok, apalagi kelompok dengan orang-orang rajin, uh ketika dapat tugas, langsung dikerjakan. Itu pentingnya pointnya partner.


Cara mengatasi badmood


Tips jenuh karena tidak punya pekerjaan

Untuk tipsnya sama seperti yang diatas juga ya, harus ikhlas, pahami kewajiban dan juga punya partner. Nah, sekalipun kita mempunyai beberapa kewajiban yang harus dikerjakan, tetapi kok tetap jenuh aja ya? Sepertinya harus melakukan hal  lain lagi. Nih, tipsnya, cekidot


Melakukan hal sunnah


Setelah melakukan kewajiban di rasa masih belum puas, maka hal sunnah kita kerjakan juga. Entah emak-emak, ataupun anak-anak. Untuk emak-emak si, bangun lebih pagi untuk melaksanakan sholat tahajud, jadi nantinya lebih seger lagi. Setelah nyapu, ngepel, nyuci dan sebagainya pastinya emak-emak nya kan bersih-bersih juga, mandi nah setelah itu lakukan sholat dhuha, ngaji dan sebagainya, jadi insyaa Allah ngga bakal jenuh. Sama halnya untuk anak-anak.


Produktif



Jika untuk emak-emak, masih bisa kok melakukan hal produktif. Seperti saja kita menulis menceritakan bagaimana rasanya menjadi emak-emak yang pekerjaan bejibun tapi kita harus melakukannya dengan senang hati, yang pastinya akan memotivasi orang lain. Atau jualan saja, aga bisa membantu beban suami, jangan yang berat-berat, jualan online saja, atau kalau mau offline, jual cendol dawet aja wkwk, nggak susah kan? wkwk.


Jika untuk anak-anak, yang pekerjaannya lebih ringan, dari emak-emak, maka pasti bunya waktu yang lebih banyak. Maka pastikan, hal produktif tidak boleh di lewatkan. Apalagi sekarang sekolah daring, pasti banyak sekali waktu santai, dan itu bisa banget untuk di jadikan kesempatan melakukan hal produktif. Seperti Jualan online juga tidak papa, jual cendol dawet pun boleh wkwk. menulis pun tidak masalah, atau bahkan punya ide lain? Bebas. 

Tips Baca Buku


Silahkan berkreasi sesukanya, semaunya dan enaknya kita melakukan hal yang memang sesuai dengan bidang kita, jadi tidak terkesan ribet, dan melakukannya dengan rasa senang dan menikmati. Kalian yang paham dengan bidang kalian, jadi pastinya ide untuk melakukan hal produktif akan muncul sesuai dengan bidang kalian. Oke semangat!


#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPChallange6

Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon