Cara Mudah Review Buku

Cara Asyik dan Mudah Mereview Buku





Nah, sebelum membahas bagaimana sih cara asyik review buku alangkah baiknya kita paham apa itu review. 


Review adalah ringkasan dari beberapa sumber seperti buku, dan film. Review merupakan suatu penilaian terhadap sebuah karya. Mereview hanya sekedar memaparkan point penting, sehingga akan membuat orang-orang penasaran yang kemudian timbul rasa ketertarikan untuk ‘membaca’ atau ‘melihat’ sumber tersebut.


Saya mendapat ilmu ini dari dua orang; Buku mas adji (Cara asyik review buku), dan kelas online dengan pemateri kak jihan (pembaca bukan sekedar membaca) dan pengalaman pribadi. Saya memadukan antar keduanya dan yang saya implementasikan. Kuy simak baik-baik ya


1. Niatkan Berbagi Ilmu


Mereview artinya kita membagi secuil isi dari buku tersebut, maka niatkan lah sebagai berbagi ilmu. Dari mereview kita membantu orang ketika ingin mengetahui isi buku tersebut bagus atau tidak. Dengan mereview kita juga membantu buku tersebut ter sebar kemana-mana.


Pengalaman saya, ketika saya mengaploud ke media sosial hasil review saya, ada beberapa tanggapan, “Mbak, baca dimana?," “Wah bagus keknya, jadi list buku selanjutnya nih” dan sebagainya.


Pun, ketika saya membaca hasil review di sosmed, saya mikir, “Wah, bagus nih buku. beli ah”, “Eh ternyata ada humornya juga ya, bagus. Mau cari di ipusnas dulu deh”  dan sebagainya. 


2. Mencatat Point Penting


Untuk memudahkan mereview suatu buku, maka kita perlu catatan kecil atau point-point dari buku tersebut. sekalipun otak kita bisa menyerap semua isi buku, belum tentu kita terus ingat sampai buku tamat. Untuk menimalisir lupa, maka ketika kita membaca buku, catat point yang menurut kita penting. Ketika buku yang dibaca sudah tamat dan ingin mereview kita hanya akan membaca ulang catatan itu, kemudian menambah sedikit opini dari kita dan penilaian kita tentang buku itu. Gampang, bukan? 


Siapkan buku catatan kecil setiap kali membaca, atau lebih gampangnya, catat saja di hp. Entah itu menggunakan Microsoft word, noted di hp atau chat sosmed. Saya lebih sering mencatat di chat sosmed, menggunakan akun ganda wkwkw


3. Jangan Spoiler


Menurut Wikipedia, spoiler yaitu tulisan atau keterangan yang membeberkan cerita dari sebuah buku  atau film. Nah, ini point penting dari mereview.


Loh, kan tujuannya review mau berbagi ilmu, masa bagi separuh-separuh?


Kalau kita mereview lalu isinya semua di beberkan, ya tidak jadi penasaran dong, tidak jadi baca dong, tidak jadi beli dong. Nah, tujuan review untuk apa? salah satunya menarik orang untuk membaca buku itu. Artinya, membuat penasaran. Kalau sudah penasaran, ujung-ujung ya mau membaca, ujung-ujungnya ya mau beli.


Kalau kita juga terlalu spoiler, kasihan penulis nya dong. Kalau sudah tidak jadi baca, tidak jadi beli, tidak jadi dapat rezeki deh wkwk.


Kalau kita membeberkan semua isinya, pasti pembaca berkata, “Oh, jadi isinya gitu. Yauda deh makasih ya. Nggak jadi beli kan udah tau” nah loh?


Kalau kita hanya menulis point pentingnya, maka pembaca berkata, “Eh serius itu romance? Bagus ya endingnya? Alurnya juga bagus pasti ya, uuu aku mau beli ah,” nah loh?


Saya udah pengalaman semuanya mah.


4. Foto Cover


Nah, sebenarnya ini masalah sepele ya kan? tapi menurut kak jihan, jika tampilannya bagus maka akan menarik pembaca juga. 


Ketika kita menulis review, maka yang wajib disertakan adalah cover. Banyak sekali pencinta buku yang dengan hanya melihat covernya langsung jatuh cinta.


Semakin bagus tampilannya, maka rasa ketertarikan dari pembaca juga tinggi. Coba lihat di sosmed, cari dengan tagar bookstagrammer. Mantep-mantep semua tampilannya mah!


Baca:  Review 13 Mantra Menulis Fiksi

Review Buku Enteng Jodoh Enteng Rezeki


5. Kutip Quote


Saya juga banyak menemukan, mereka yang mereview menyertakan beberapa kata-kata bagus dari buku tersebut, atau bisa dikata itu jantung nya buku. Jika kata-kata tersebut indah dan bagus  maka pembaca juga akan semakin tertarik. Kemudian berargumen, “Wah, pandai sastranya, aku mau baca ah,” atau “Penulis pinter bikin kata-kata, aku mau baca ah.” Dan sebagainya. 


Jadi, review kita akan lebih menarik jika mengutip quote dari isi buku.


Baca: Review Buku Terobsesi Bungkus Lupa Akan isi

Review E-book dikatakan atau tidak di katakan itu tetap cinta


6. Menulis Kekurangan


Ketika kita menemukan kekurangan dalam buku tersebut jangan sungkan buat di tuliskan. Bukan kah mereview juga bertujuan menilai kualitas buku?

Tapi, kita harus juga mempunya sopan santun dalam memberi kritik atau saran. Jangan terkesan kita menjatuhkan penulis karena kekurangan buku itu. Hem, manusia memang tidak luput dari salah dan lupa ya.


Seperti Review Buku Bukan Wanita Biasa


7. Untuk Siapa Buku Ini?


Untuk membuat mereka yakin bahwa buku ini benar-benar untuk mereka, maka kita juga harus menuliskan di akhir atau di awal review.


Seperti, buku parenting, “Kalian yang sudah menikah, kalau belum baca buku ini belum lengkap!” nah, nanti si pembaca timbul penasaran dan keinginan membacanya juga.

Buku bisnis “Berbisnis udah jalan ber tahun-tahun, tapi penghasilannya tidak naik-naik? Baca buku ini maka lihat hasilnya." kan tertarik jadinya?


8. Terserah Pengulas


Menurut kak jihan, sebenarnya tidak ada kisi-kisi khusus bagaimana cara mereview, karena setiap orang itu beda. Bisa jadi, saya sangat suka buku itu, tetapi kalian tidak dan sebaliknya. Jadi nilai lah menurut diri sendiri, apa yang dirasa penting menurut diri sendiri tulis, apakah ada kekurangan atau tidak, iya tergantung pengulas.


Jadi, mereview itu terserah pengulasnya. Tapi garis bawahi juga, tetap jaga sopan santun dalam mereview dan pikirkan bagaimana harusnya pembaca tertarik dengan review kalian.


Oke? Silahkan action!


Mereview itu mengasyikkan, sungguh.  Jika kita sudah terbiasa, maka kalau tidak mereview satu buku saja seperti ada yang kurang.


Jika masih mereview satu dua buku, memang masih butuh latihan dan paksaan.


Tapi pengalaman saya, saya sudah terpikat dengan mereview ketika sudah mendapat materi dari kak jihan, membaca bukunya mas adji dan mencoba mereview, ketagihan, iya serius




Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

2 komentar

  1. Apakah kalau review harus ijin si penulis dulu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau saya tidak, setelah mereview dan mengaploud ke sosmed kita tag penulis nya. InsyaaAllah di apresiasi

      Hapus


EmoticonEmoticon