Dua Cinta di Satu Gedung

 Fiksi Mini- Dua Cinta di Satu Gedung


Aini melihat takjub pernikahan Risa, dengan dekorasi simple bertemakan bunga melati, dan dua angsa membentuk love di tengah-tengah panggung. Dan… wah Risa sangat beda dari aslinya, mengenakan kebaya warna putih dengan beberapa hiasan bunga melati, make up yang tidak kelihatan tebal mampu mengubah Risa yang aslinya hitam manis. "Ini bisa masuk list saat pernikahan aku nanti nih," batin Aini.


Risal, mantan Risa dulu kini sedang berada di sampingnya, tak beda jauh dari Risa, Risal yang memang tampan sejak dulu semakin tampan dengan tambahan make up itu, dan sangat maco ketika  menggunakan celana putih, dan jas putih berdasi biru. Ah benar-benar pasangan serasi.


Aini memalingkan tatapannya pada undangan yang datang, ternyata ini acara besar, sekitar 300 orang yang hadir. Ia meneliti satu per satu orang yang ada di sana, siapa tau teman-temannya sudah datang. Dan benar, mereka sedang berkumpul di satu meja. saat Aini melangkahkan kakinya untuk kesana, ia terhenti, matanya menelisik satu pria yang sangat di kenalinya, Firman. Cepat-cepat Aini pergi, jangan sampai ia bertemu Firman hari ini, ia tidak siap.


Aini memutuskan naik sendirian ke panggung untuk sekedar mengucapkan selamat pada dua mempelai.


“Masyaa Allah, ternyata beneran datang,” Ujar Risa sambil ber cipika cipiki.

Hehehe Aku penasaran sama kalian berdua kenapa bisa sampai ke pelaminan, makanya bela-bela in datang,” mereka bertiga tertawa.


Eh, sudah berhijab ya Ai?” tanya risal


Eh, iya deng, kenapa aku ngga nyadar wkwk,”  sahut Risa, yang hanya dibalas senyum oleh Aini.


Di tempat lain, dimana teman-teman SMA nya lagi ngumpul, ada Firman, Riyan, Yayan, Faisol, Meilinda, Widia, Angel, dan yang lainnya. Mereka sedang nostalgia mengenang masa SMA nya. Meilinda yang matanya tak sengaja melihat ke arah panggung membungkam mulutnya, kemudian menepuk pundak Widia yang ada di sebelahnya.


Itu Aini bukan?” tanya Meilinda pada Widia.

Firman yang mendengar nama Aini di sebut langsung secepat kilat melihat ke arah yang ditunjuk meilinda, dan benar saja Aini nya sedang berbincang hangat sama pengantinnya. Ia takjub melihat penampilan Aini yang sekarang, Gamis maroon dengan perpaduan hitam yang sedikit lebar di padukan dengan jilbab hitam gaya simple tapi menutup dada. Riasan make up yang tidak begitu tebal tetap membuat si empu terlihat cantik bagi siapa yang memandangnya.


Melihat Aini dengan pelan beranjak pergi dari sana, Firman berlari menghampirinya, ada banyak tanya yang hinggap di kepalanya.


Kurang lima langkah untuk sampai, Firman memanggil, “Ai… tunggu.


Kaki Aini terhenti, pikirannya berkecamuk, entah melanjutkan langkahnya atau membalikkan badannya.


Firman melanjutkan kata-katanya tanpa mendekat lagi “Ai… aku ngga tau kamu masih menganggap aku sahabatmu atau tidak, aku juga ngga tau kenapa kamu pergi begitu saja tanpa pamit, 3 tahun aku mencari keberadaan mu tapi tidak kunjung ketemu, kamu sangat pandai menyembunyikan semua itu. Hari ini, kamu berada tepat di depan ku, dan aku ngga mau kehilangan mu untuk kedua kalinya, please! Lihat aku.” 


Dengan air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya, Aini menundukkan kepala kemudian membalikkan badannya. Ia tak berani menatap Firman.


Mendapat respon baik dari lawan bicaranya, Firman menyunggingkan bibirnya. Ia melangkah pelan menghampiri sahabatnya, rindu yang memuncak, marah, senang, sakit hati semua bercampur aduk. Ketika tepat berada di depannya, Firman tak kuasa menahan air matanya, ia rengkuh Aini dengan tangan kekarnya, memeluk erat seakan tidak mau kehilangannya, sambil berbisik pelan di telinganya, “I L0VE YOU


Tubuh Aini menegang, air mata yang sedari tadi menggenang kini lolos keluar, dengan separuh kesadaran, Aini mendorong tubuh Firman, lalu pergi tanpa meninggalkan sepatah kata pun. Antara haru dan senang, mendengar kenyataan bahwa sahabatnya ini juga mencintainya, artinya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. 


#OneDayOnePost
#ODOP
#OdopChallenge5



Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon