Jangan takut menjadi Jomblo!

Jangan takut menjadi jomblo, beginilah cara menikmati jomblo yang elegan.


Photo by pixabay











Hayo siapa yang tidak mau di sebut jomblo? Banyak sekali pastinya. Sepertinya lable jomblo paling di takuti oleh sebagian orang, apalagi bagi remaja. Jomblo katanya ketinggalan zaman, “hari gini masih jomblo, apa kata dunia?” begitu kata milenialnya. Makanya, banyak sekali orang pacaran yang pacaran yang hanya ingin menghanguskan kejombloan-nya, astaghfirullah. Padahal, menjadi jomblo adalah hal yang mengasyikkan, dimana ketika orang pacaran di sakiti pacarnya, si jomblo mah fine fine aja tetap bahagia, iya tidak? Nih cara menikmati jomblo yang elegan


Menjadi diri sendiri, tidak perlu berlagak menjadi orang lain untuk menyenangkan hati dia


Ketika kita berpacaran, pastinya kita ingin terlihat sempurna untuk pasangan kita. Mengubah diri kita agar sesuai dengan apa yang pasangan kita mau. Right? Banyak sekali aku menemukan hal demikian.


Nah, dengan kita menjadi jomblo, maka tak perlu menggunakan topeng. Kita harus bangga dengan diri kita sendiri, Tak perlu memikirkan bagaimana kita harus berlagak agar di sukai, yang padahal kita tidak suka hal demikian, menjadi beban pada kita akhirnya.


Jika memang ada sifat yang tidak baik melekat pada diri kita, maka harusnya kita berusaha untuk menghilangkannya dengan cara intropeksi diri, bukan karena paksaan dari orang lain. Makanya, ketika kita menjadi jomblo, kita pasti punya banyak waktu untuk intropeksi diri yang kemudian akan meningkatkan kualitas diri kita, selagi tanpa paksaan dari orang lain.


Tidak perlu khawatir dengan kekangan, kita bisa bebas melakukan apa saja


Yah, mempunyai pasangan, cenderung ada kekangan. Entah tidak boleh dekat-dekat dengan cowok lain, tidak boleh nongkrong lama-lama dengan teman, tidak boleh pergi tanpa dia dan sebagainya, seolah—olah kita hidup hanya untuk dia.


Enak tidak di kekang? Tidak kan? nah beruntunglah jika kita menjadi jomblo. Kita bisa bebas ngapain aja sesuka hati kita (selagi tidak melebihi batas), tidak ada yang marah ketika kita mengerjakan tugas kelompok bersama teman-teman, tidak ada yang marah ketika kita pulang lama saat sekolah.


Apalagi jika punya pasangan yang tempramen, sedikit-sedikit marah. jika tidak sesuai dengan maunya dia, marah. iya kalau hanya sekedar marah, kalau sampai mukul? Ih mending tidak usah punya pasangan dulu aja. 


Baca juga Move on yuk

Jomblo itu mematikan?


Perluas lingkungan sosial


Yah, tentu agar kita tidak merasa kesepian akibat tidak punya pasangan maka kita harus mencari banyak sekali teman, yang tentunya se frekuensi biar nyambung wkwk.


Kita adalah makhluk sosial, tentu mustahil jika kita tak butuh teman. Maka dari itu, perluas jaringan sosial. Masuk lah ke komunitas-komunitas untuk menambah teman. Agar saat kita melihat pasangan-pasangan yang berduaan, perasaan merasa kesepian itu tidak ada, karena di sampimg kita sudah banyak sekali teman, yang lebih bermanfaat dari punya pasangan. 


Jika dirundung duka, tak perlu memikirkan, “enak ya kalau punya pasangan,” tuh, teman-temannya pada merangkul, kurang apa lagi ya kan?


Saat mereka bersenang-senang dengan pasangan, kita berkarya


Ketika banyak sekali pasangan yang membuang waktunya untuk berduaan, jalan-jalan tidak jelas, kita sebagai jomblo yang banyak mempunyai waktu bisa berkarya. 


Banyak sekali aku menemukan, pasangan-pasangan yang tiap harinya selalu telponan, jalan-jalan, keluar ke sana sini, jarang menemukan yang belajar bareng dan sebagainya, paling kalau ada salah satunya meminta bantuan untuk mengerjakan tugasnya wkwk.


Nah, dengan kita menjomblo, kesempatan waktu yang kita punya jadikan sebagai kesempatan untuk berkarya, melakukan hal yang produktif. Jangan muluk-muluk, membaca buku saja itu  hal yang tetapi produktif menurutku, pasti dengar kan? bagaimana minat baca yang ada di indonesia? Satu banding seribu. Melakukan hobby yang bermanfaat, diasah agar menjadi talenta yang kemudian menjadi prestasi yang membanggakan. Siapa yang nggak bangga? Usia muda sudah banyak mengukir prestasi, bukan menumpuk mantan ups (self reminder)


Baca juga Cara mereview buku

Tips membaca buku yang asyik


Fokus dengan tujuan hidup


Jika kita mempunyai pasangan, maka kadang yang dipikirkan setiap harinya hanya tentang hubungannya dengan pasangan. Apalagi saat ada masalah, uh nangis-nangis mulu, ngga bisa tidur karena takut di putusin dan sebagainya. padahal, hidup bukan hanya soal pasangan, masih banyak hal yang harus ditempuh, di perjuangkan.


Jomblo yang setiap harinya sendirian, mana mau mikir pasangan melulu? Adanya miris karena pasangan halal belum juga datang meminang wkwk. nah, saat itulah, jomblo mengalihkan pemikirannya pada yang lain,contohnya memikirkan tujuan hidupnya, bagaimana dengan kelanjutan sekolahnya, mau belajar apa, mau menjadi apa dan sebagainya. tentunya itu lebih bermanfaat daripada mikirin do’i yang belum tentu jodoh kita.


Bersyukur, tidak akan merasa sakit hati


Jika kita berani jatuh cinta, maka harus siap untuk merasakan sakit. Namanya juga jatuh, ya pasti sakit wkwk. namanya juga lahir dari rahim berbeda, ya pasti punya banyak sekali perbedaan, saudara kembar saja pasti ada perbedaan ya kan? nah, perbedaan inilah yang kadang memicu pertengkaran. Si cowok sukanya makan bakso, si cewek sukanya nasi goreng, karena semuanya pada ngga mau ngalah, ujung-ujung ngga makan dong wkwk, lanjut tengkar, lanjut sakit hati lanjut nangis-nangis lagi.


Di sekitar ku saja, banyak sekali yang begitu, hanya karena masalah sepele bertengkar, si cowok ngga ngerti dengan maunya si cewek, jadinya si cewek merasa si cowok tidak peka. Ngambek lah si cewek, lah  si cowok bodoamat, jadinya? Ya sakit hati! Jomblo apa kabar? Baik-baik saja pastinya, paling hanya tertawa melihat kelakuan mereka berdua wkwk.


Oh iya, dari awal aku menjelaskan pasangan-pasangan yang aku bandingkan adalah pasangan yang bukan mahrom ya, kalau yang halal mah lebih bagus lagi daripada jomblo wkwk.


Jomblo itu bukan berarti tidak laku, melainkan memang sebuah pilihan. Daripada menjalin hubungan yang tidak jelas, mending sendirian sambil menunggu yang pantas. Daripada tiap hari mikirin do’i, mending intropeksi diri. 


Salam santuy dari sulfaini hihi.


Baca juga tips hilangkan badmood

Qoute patah hati

Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon