Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum

Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum





Pengertian kurikulum


Menurut Ladji kurikulum merupakan suatu bahan tertulis yang berisi tentang program pendidikan suatu sekolah atau madrasah yang harus di laksanakan dari tahun ke tahun.  Kurikulum di pandang sebagai program pendidikan yang direncakan dan di laksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu.


Menurut Muhaimin kurikulum di pandang memiliki orientasi untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki peranan pada masa yang akan datang. Sedangkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2013 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat 19 di tegaskan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum mengandung cara, metode atau strategi pembelajaran. Jadi, kurikulum adalah program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pendidikan. 


Fungsi kurikulum


1. Fungsi penyesuaian


mengarahkan siswa agar bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang bersifat dinamis dan berubah-ubah.


2. Fungsi integrasi


Pada dasarnya siswa merupakan anggota dan integral masyarakat. oleh karena itu, kurikulum berfungsi untuk mendidik siswa yang intergrasi (pribadi yang utuh) sehingga bisa berkontribusi dan berintegrasi dengan masyarakatnya.

 3.Fungsi iferensiasi


Memberikan pelayanan terhadap perbedaan sifat, sikap dan karakter siswa sehingga nanti terdorong untuk lebih berfikir kritis dan kreatif mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat


4. Fungsi persiapan


Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya (yang lebih tinggi) atau untuk terjun ke masyarakat jika tidak melanjutkan studi.


5. Fungsi pemilihan


Memberikan kesempatan untuk memilih program yang sesuai dengan minat dan kemampuan  siswa. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi yang ketiga; diferensiasi (pelayanan terhadap perbedaan sifat, sikap dan karakteristik siswa)


6. Fungsi diagnotis


Mengarahkan siswa agar dapat memahami potensinya (kelebihan) dan menerima kelemahan yang dimilikinya, sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya dan memperbaiki kelemahannya.


Peran kurikulum


 1. Peran konservatif


Kurikulum berperan mentransfer atau mentransmisikan nilai-nilai budaya masa lalu kepada generasi muda (siswa) yang masih relevan dengan zaman sekarang. Disesuaikan dengan kenyataan bahwa pendidikan pada hakekatnya merupakan proses sosial sehingga salah satu tugas pendidikan (sekolah) adalah menjembatani atau membina perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai sosial yang hidup di lingkungan masyarakat sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat atau terjun ke masyarakat mereka dapat menjunjung tinggi dan berperilaku sesuai dengan norma-norma tersebut.


Di zaman yang semakin pesat kemajuan teknologi ini memungkinkan mudahnya pengaruh budaya asing sehingga bisa menggerogoti atau menghapus budaya lokal yang ada di masyarakat itu maka kurikulum berperan menangkal berbagai macam budaya asing yang merusak nilai-nilai budaya lokal sehingga generasi muda tetap dapat melestarikan budaya lokal tersebut dengan baik tanpa terpengaruh budaya asing.


 2. Peran kreatif


Kurikulum berperan menciptakan dan menyusun suatu hal yang baru sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat pada zaman sekarang dan masa yang akan datang. Sebab pada kenyataannya masyarakat bersifat dinamis dan mengalami perubahan. Kurikulum mengandung hal baru ( pelajaran, pengalaman, cara berpikir dll) guna membantu siswa mengembangkan potensinya agar tidak tertinggal zaman dan tetap bisa berperan aktif dalam kehidupan sosialnya siswa dapat menjadi masyarakat yang kompeten dalam menghadapi zaman yang terus berkembang.


Jika kurikulum tidak berperan kreatif maka otomatis akan tertinggal sehingga pendidikan yang diberikan nantinya tidak akan bermakna karena tidak relevan dan cenderung tertinggal zaman.


3. Peran kritis  dan evaluatif


Sesuai dengan kebudayaan yang mengalami perubahan dan perkembangan maka peran kurikulum tidak hanya sekedar mewariskan budaya yang ada dan menerapkan budaya baru tetapi lebih dari itu yaitu kurikulum berperan menilai, memilih dan menyeleksi nilai atau budaya mana yang perlu dipertahankan dan nilai atau budaya baru mana yang harus dimiliki anak didik yang dianggap bermanfaat untuk kehidupan anak didik.


Kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam kontrol dan filter masyarakat nilai yang tidak sesuai dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan atau disempurnakan.


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon