Review - Buku Jangan Pernah Berhenti Mencoba

REVIEW BUKU JANGAN PERNAH BERHENTI MENCOBA

Foto buku koleksi sendiri












PENULIS: NASRUL YUNG

PENERBIT: PT ELEX KUMPOTINDU

TAHUN TERBIT: 2017

JUMLAH HALAMAN: 156

PENGULAS: SULFAINI


Kita tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi, tapi kita bisa mengubah pikiran kita memandang kejadian itu” (halaman 73)


Florence littauer di dalam bukunya mengibaratkan setiap individu lainnya bebatuan. Ketika kita di lahir kan kita mempunyai cirri khas masing-masing, kita memiliki bahan mentah sendiri. kita adalah jenis batu, jenis batu kita tidak berubah tetapi bentuk kita bisa berubah. Kita bisa saja membentuk diri kita menjadi seperti pahatan orang lain tapi kita tidak bisa mengubah jenis batu kita, kita tetaplah kita. Kita tidak bisa dipaksa menjadi orang lain. Tugas kita hanya mengoptimalkan kemampuan yang kita punya menjadi seperti yang diinginkan.


Semua kekuatan bermula dari cinta. Rasa cinta lah yang menggerakkan seseorang untuk berbuat dan merubah. Membuat hal baru, membuat perubahan. Membuat yang sepele menjadi suatu yang berkesan. Untuk itu mulailah mencintai apa yang akan kita kerjakan. Nikmatilah setiap halangan yang menghadang. Rasakan lah cinta yang di hembuskan, kita pun akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Jadi, dalam buku ini kan berjudul “Jangan Pernah Berhenti Mencoba”, kalau kita mencintai pekerjaan kita maka kita tidak akan berhenti melakukannya. Maka dari itu jika ingin melakukan sesuatu hal tanamkanlah dulu rasa cinta agar kita tidak merasa terbebani dan tidak pernah berhenti melakukannya.


Sukses itu karena faktor pilihan, kita mau atau tidak. Kita akan semakin sukses jika kita tahu kuncinya. Kesuksesan hakiki adalah ketika kesuksesan yang kita peroleh juga dirasakan oleh orang lain atau kita dikatakan sukses jika kita telah mensukseskan orang lain.


Kalimat penghantarnya bagus. Beberapa bab diawali dengan cerita atau perumpaan yang berkaitan dengan pembahasan dan kata-kata mutiara yang semakin melengkapi pembahasan bab.. Ada simple moves untuk kita langsung action, ada contoh dari penulis, dan ada kolom buat di tulis.


Aku tertegun pada penulis yang mempunyai keinginan menulis seratus buku sebelum usia 40 tahun.


Di bagian akhir halaman atau di penutupnya, “buku ini memang tidak memiliki keistimewaan, tidak berbobot, hanya tong kosong, bullshit, bohongan belaka, buku penipu, tidak ada ilmu yang bisa kita dapatkan, hanya buang-buang waktu, hanya buang-buang uang, jika isi buku kecil ini tidak dipraktekkan”. Benar-benar  suatu tamparan bukan?


Hanya saja, di dalam bukunya ada beberapa kata yang typo, sehingga membuat aku kurang nyaman membacanya.


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon