Review - Perempuan yang menggetarkan Surga

REVIEW PEREMPUAN MENGGETARKAN SURGA




Penulis: Haris priyatna & Lisda Rahayu

Jumlah halaman: 257

Pengulas: Sulfaini


Penulis adalah dua makhluk yang ditakdirkan berpasangan dan telah mempunyai dua anak perempuan, dengan tujuan anak ini tetap mengenang kisah perempuan hebat di masa rasulullah juga agar anak-anak tersebut bisa mencontoh dan mengimplementasikannya. Benar-benar orang tua hebat, saya kagum. Kompak sekali mereka menulis buku ini.


belum rasulullah di utus, kaum perempuan mengalami penindasan dan akan di sebut aib jika ada orang yang melahirkan anak perempuan, sehingga perempuan pada zaman dahulu itu akan dikubur hidup-hidup. Setelah rasulullah diutus, maka kaum perempuan berubah derajat dari yang dulunya rendah sekali menjadi tinggi, yakni istimewa.


Membaca buku ini, membuat kita kembali membuka sejarah di masa kenabian, yang berhubungan dengan perempuan. Dari awal hingga akhir, buku ini menceritakan kisah haru perempuan yang mungkin tidak asing bagi kita mengenalnya, tetapi untuk kisahnya sering dilupakan. Termasuk bagi aku, ada potongan-potongan kisah yang belum aku tahu, dan Alhamdulillah dengan membaca ini menjadi tahu.


Di pendahuluan nya, penulis juga menyertakan beberapa perempuan yang dilaknat oleh Allah (istri Abu lahab, dan istri Nabi luth), namun hanyalah sekilas sebagai perbandingan dengan perempuan yang menggetarkan surga (Aisyah, Fatimah, maryam dan sebagainya)


Bab pertama kita akan disuguhkan dengan karakteristik perempuan menuju surga dan neraka, sehingga kita bisa membandingkannya dan memilah, kita mau masuk karakteristik yang mana? Tentu yang perempuan menuju surga, bukan?


Bab selanjutnya, menceritakan kisah hidup empat perempuan yang namanya abadi dalam Al-qur’an, yaitu Khadijah, Fatimah, Aisyah Asiyah, Maryam dan bab terakhir yaitu para shaabiyah (Ummu sulaim, Asma’ dan sumayyah). Dengan keterbatasan jumlah halaman, penulis mampu mengisahkan nya secara detail tanpa ber tele-tele dan dapat di pahami.


Setelah selesai bab per babnya, penulis juga meringkas sifat apa yang dimiliki perempuan-perempuan tersebut, hingga kita bisa mengingat kembali.


Seperti sifat khadijah yang rela berkorban demi agama suaminya ini. padahal dulu beliau adalah perempuan kaya namun hal tersebut ia korbankan demi membantu dan mendukung suaminya dalam menghadapi masa-masa sulit pasca kenabian. Seperti sifat Fatimah yang sangat taat sekali kepada suaminya dan sangat murah hati, ia tak pernah membiarkan pengemis yang melewati rumahnya dengan tangan kosong. Dan beberapa kisah perempuan lain yang tak bisa ku ceritakan dalam review ini, tidak ada ruginya membaca, malah kalian akan terkagum-kagum dengan mereka dan pastinya ingin sekali menjadi mereka.


Sebagai seorang muslimah, tentunya buku ini sangat penting sekali untuk dibaca dan diimplementasikannya. Dengan kisah haru tersebut membuat kita akan semakin yakin bahwa agama islam adalah agama yang benar dan perjuangan perempuan-perempuan tersebut memang layak dihadiahi surga.


Bukan karena buku ini berjudul perempuan yang menggetarkan surga, laki-laki tidak wajib membacanya. semuanya layak membaca, bahkan memang harus membacanya. 


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon