Puisi antara hujan dan kenangan



Hujan dan kenangan

 



 

Hujan pun tak kunjung reda

Dingin menyelinap masuk pada rongga-rongga

Membawa hawa kenangan tentangnya

Mengganggu pikiran ku yang kini tak ada pembatasnya


Katanya

Aku tak akan pernah meninggalkan mu 

Aku tetap selalu mencintaimu

Aku disini menunggu kehadiranmu

Nging...

Terus terngiang di telingaku

Janji manis yang habis dimakan ulat bulu

Terkikis

Kemudian habis


Aku yang datang dengan sejuta kasih sayang

Terseok-seok melewati hutan belukar di tanah Abang

Kau kejutkan aku dengan perbuatan tak senonoh mu dengan dia yang katanya kau sayang

Lalu, aku kau anggap apa, sayang?


Layaknya dihujam dengan pisau tajam

Layaknya dilempar batu besar

Ditampar ribuan kali tamparan

Kau anggap aku apa, sayang?

Sia-sia kah perjuangan ku selama ini?

Tak terhitung kah pengorbanan ku sejauh ini?


Pikiran ku melayang tak karuan

Antara bunyi hujan

Dan bunyi janji bualan

Antara dingin menyelinap

Dan rasa yang masih mengharap

Antara air dari langit berjatuhan

Dan air mata yang keluar bersahut-sahutan


Cengeng memang

Sok kekanakan memang

Ah!





Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon