Cari Apa?

Review Buku: Nikah muda, siapa takut?

Review Buku: Nikah muda, siapa takut?

Review buku: nikah muda, siapa takut?













Penulis: ahmad rifa’i rif’an

Jumlah halaman: 236

Tahun terbit:2013

Pengulas: sulfaini



“Betapa indahnya ketika kita sedang lelah dalam proses mengejar cita ada orang di samping kita yang menguatkan, saat ada masalah hadir, ada kekasih yang hadir menguatkan, jika dalam gundah, ada pundak yang bisa kita jadikan sebagai tempat sandaran” (Ahmad rifa’i rif’an)


Hiyah, baca kata di atas bagaimana perasaan kalian? Auto pengen nikah nggak sih? Wkwk. nikah muda, siapa takut? Begitu judul buku yang sudah aku baca tuntas. Isinya? Ya ajakan untuk nikah muda, judul nya udah begitu, yah ketebak dong pasti. Tapi ya tapi, penyampaian mas rifa’i itu beda, seperti ada manis-manisnya gitu wkwk. jadi, bukan maksud menggurui atau malah terkesan menekan,  tapi ajakan yang disertai dengan bercanda, di beri cerita bagaimana nikmatnya nikah muda (lebih-lebih cerita romantis antara masi rifa’i dan bak mita), disertai ilmu nikah muda beserta dalil-dalil nikah. Siapa yang perasaannya tidak menggebu coba? Apalagi kalau bacanya memghayati banget. Paling selesai baca bukunya auto ngacir cari jodoh, *eh wkwk


Tidak menikah karena menunggu mapan itu adalah hal bagus karena dia tidak mau ketika berkeluarga nanti masih pontang-panting mencari uang yang akan di makan sekarang, malu jika masih tinggal di rumah orang tua dan sebagainya. namun, menikah sebelum mapan itu juga hal yang bagus, karena di situlah kesetiaan itu ada, bagaimana serunya berjalan beriringan saling berpegang tangan menuju kesuksesan.  Menikah sebelum mapan juga bisa dijadikan sebagai penguat dan pengingat bagaimana pengorbanan bersama yang tak patut sekali jika di akhir kan secara tak logis, cerai misal. 


“Memang manusia bisa berubah, tetapi ikhtiar kita adalah memilih yang baik sejak awal pernikahan. Banyak orang yang mengalami penderitaan dan kegagalan dalam rumah tangganya, karena mereka menikahi seseorang karena cinta, bukan akhlak” (halaman 46)


Nah, ini juga bagian penting dan perlu di perhatikan sebelum menikah, memilih calon. Yang di perhatikan ketika memilih calon adalah parasnya, hartanya, keturunannya dan agamanya. Kalau semua sudah baik, maka yang terpenting adalah agama. Iya tidak? Jika si doi paham agama, maka pastinya respon doi baik. Jika kita marah, iya paham, tidak akan balik marah. jika kita melakukan kesalahan, bukan langsung di hadiahi pukulan, tapi pelukan. Ah, intinya ya pasti paham bagaimana cara memperlakukan pasangan kita.


Udah stop jangan spoiler wkwk.


Istimewanya buku ini bagiku, sangat berilustrasi, apalagi teksnya berwarna biru dan pink, perpaduan warna favorit aku (sayangnya, Cuma baca buku digital, nanti tak cari buku fisiknya deh wkwk). ada beberapa gambar animasi sebagai pelengkap juga dan tak lupa kutipan dari setiap bab yang di desain dengan sangat indah, intinya nggak bikin jenuh baca itu deh.


Eh ada lagi istimewanya, di belakang ada penutup yang berisi pantun loh, nih pantun favoritnya aku, “ke mekah sama si mamat, banyak asap di tempat parkir. Udah tau nikah banyak nikmat, kalau dah siap ngapain masih mikir” hau, seketika ingin ku teriak di mana jodoh akuu wkwk


Kekurangan buku ini menurutku, masih ada beberapa typo. Entah huruf yang kebalik atau dari kata perkatanya. Tidak banyak, hanya beberapa.


Yang belum nikah, wajib banget baca buku ini. meski pun tahun terbit sudah lama, ilmunya tidak basi, masih sangat menarik. Semua pembahasan ada, tentang walimah, izin orang tua, tradisi-tradisi dalam pernikahan, undangan, bagaimana mencari jodoh, ah intinya lengkap sekali. Apalagi penyampainnya tidak formal, tetapi sangat santai dengan di konsep seperti menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang pastinya kalian bergumam, “nah iya, ini masalahnya, gimana sih?” dah, langsung sok baca, kalau belum nemu buku fisik, digitalnya dulu hehe.




{{ x.judul }}