Review Watppad, "Zo untuk Zia"

REVIEW WATPADD “ZO UNTUK ZIA”
















Nama WP: Elisyalcha

Jumlah part:45

Pengulas: Sulfaini


Sinopsis


Kalau abang sukanya kak bela, zia bisa apa? tapi kalau zia yang jodohnya abang, pacarnya abang bisa apa?"


Sejak ia kecil, ia sudah mengenal Kenzo. Sosok pemuda berusia tiga tahun di atasnya, yang ia anggap sebagai seorang kakak meskipun pemuda itu berkali-kali membentak dan mengusrinya. Kenzia, dengan sifat keras kepalanya tetap menyanyangi Kenzo dengan sepenuh hati, hingga tiba saat usianya menginjak 16 tahun, untuk yang pertama kalinya ia merasakan perasaan tertarik akan lawan jenis, dan itu adalah Kenzo.


Gimana kalau ternyata gua udah mulai sayang sama lo?


Ia merupakan anak tunggal, tidak punya dan tidak mau mrmpunyai seorang adik. Tidak punya dan tidak mau mempunyai seorang adik. Tapi soosk Kenzia, yang selalu ia hindari bahkan sejak usianya 5 tahun, selalu saja mengganggunya bahkan hampir setiap hari, dan itu terjadi hingga kini usianya 19 tahun. Perasaan itu nyata, kala benci itu perlahan berubah menjadi cinta, mengenyahkan rasa gengsi dan egonya.


Review Watppad


Halo, kembali dengan saya yang membawa cerita bergenre humor. Entah, hanya ingin ketawa dan mengembalikan mood baca aku saja, makanya sejak kemarin pilihnya genre itu mulu, jangan pernah bosan yah hehe.


Kali ini aku membawa cerita tentang bagaimana perjuangan anak kecil untuk mendapat perhatian seorang anak dari sahabat bundanya, Kenzo namanya, namun ia sering manggil dengan panggilan, Abang Zo. Kenzo yang sering kesal karena sering di ganggung Zia, dan Zia dengan polosnya tetap tidak menyerah mendapat perhatian Kenzo.


Zia, yang masih punya sifat seperti anak kecil sekalipun sudah SMA, membuat banyak orang menyukainya, tak lebih pula teman-teman cowoknya, namun karena Zia terlalu polos, ia tidak peka dengan lingkungan sekitarnya.


Apalagi Kenzo yang sok bener selalu menjauh dari Zia, padahal hati kecilnya paling nggak mau kalau Zianya bareng cowok lain selain dia. Ah Kenzo, minta aku cekik yaa. Gemas diri ini.


Setelah kenzo benar-benar merasa bahwa ia suka dengan Zia, bukan berarti dia langsung main nyatakan cinta lalu Zia terima, tidak begitu fergoso. Ceritanya mantap membuat emosi aku naik turun taau, aku meraasa capek banget baca ini cerita, entah karena ngakak dengan kelakukan Zia, Kenzo, temen-temennya zia, apalagi  temen-temen kenzo yang agak konslet. Dan entah karena banyaknya konflik yang terjadi antar tokoh itu. Ah, intinya ceritanya mengacu adrenalin lah wkwk.


Cerita ini juga bukan Cuma humorisnya yang di dapat, tetapi bagaimana nyamannya mempunyai keluarga, Ayah Ibu yang begitu menyanyangi. Seriusan, ceritanya bikin hati hangat, apalagi pas adegan Zia dengan keluarganya. Mantap bener lah.


Romantisnya mah juga jangan di tanya atuh, pecinta genre roamance ini mana mau baca cerita yang nggak ada romance nya wkwk.


Lewat cerita ini, aku bisa menyimpulkan bahwa omongan banyak orang itu benar, “Benci dan cinta beda tipis”, dan “Se keras-kerasnya batu akan hancur juga bila di tetesi air terus menerus”. Lihat kenzo, yang dulunya nggak suka banget sama Zia, sekarang nggak mau kehilangan banget. Sampai-sampai ia di pukuli 19 kali oleh bli gedhe karena tetap keukeh mau ketemu Zia.


Oh iya, aku juga mikir begini, ketika cowok pernah benci lalu ia merasakan cinta, cintanya itu memang sungguh-sungguh dan tulus (salah nggak nih?wkwk).


Ceritanya bagus sumpah, sekalipun endingnya udah ketebak (menurutku). Ini tidak membuatku berhenti membacanya. fiks, kalian harus baca sebelum partnya di hapus. Proses penerbitan katanya mah wkkw.


Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon