Review Ganjil genap karya Almira by penasulfa

 

Ganjil genap? Apa sih ambigu. But, ini yang bikin novel ini unik! Tentunya bikin penasaran pembaca, apa lagi aku. Jakarta ada peraturan ganjil genap gitu ya? Kok aku nggak tau wkwk. So, ganjil genap itu seperti peraturan membawa mobil agar tidak macet di jalanan. Kendaraan boleh melintasi jalan sesuai dengan tanggal dan nomor polisinya. Jika tanggal ganjil maka nomor polisinya juga harus ganjil, begitu sebaliknya. 




Sinopsis Novel by penasulfa


Gala, seorang yang sudah hampir berumur 30 tahun yang berpacaran selama 13 tahun dengan Bara teman SMA nya dulu. Peraturan ganjil genap tidak menyulitkan mereka berdua, ganjil, Gala dijemput, genap, Gala menjemput. Hingga tiba kenyataan pahit Gala telan, Bara memutuskan Gala di parkiran hanya karena alasan Gala terlalu baik dan Bara merasa tidak cocok dengan Gala. Hey, aku bacanya gregetan! 13 tahun baru sadar! Alasannya klise lagi, alasan yang nggak pernah logis di mata cewek!


Hidup Gala mulai absurd setelah ditinggal Bara, apalagi ia akan berumur 30 tahun, apa kata orang, jika seorang perempuan dengan umur segitu belum menikah? Apalagi banyak orang yang tau kalau gala sudah pacaran lama dengan bara.


Beragam cara gala lakukan demi mendapat pengganti bara dengan bantuan dari ketiga sahabatnya, Sydney, detira dan Nandi. Btw, nandi itu beda keyakinan dengan mereka berdua, kalau saja tidak, mungkin gala akan menculik nandi untuk kemudian menjadi pasangannya.


Beragam cara telah dilakukan pun beragam orang yang gala kenal. Liburan ke tempat detira, ketemu pangeran, cowok tampan tapi sudah punya istri. Ikut main dengan nadin, tapi teman nadin nggak ada tanda-tanda tertarik dengan gala. Sydney juga? Iya dong! Penasaran? Baca lah! Ikut biro jodoh, unduh aplikasi tinder, ke dukun! Uwu perjuangan sekali.


Kamu tau, endingnya bagaimana? Uwaah sekali! Setelah berbagai cara dilakukan, ternyata endingnya… aduh!


Berlebihan dalam mengejar Jodoh semakin bikin jodoh kabur!


Benar sekali, segala macam gala lakukan untuk mendapat jodoh hanya membuat ia lelah dan hasilnya pun mengecewakan.


Bisa berbahagia nyatanya belum tentu bisa didapatkan dengan digenapi orang lain. Bahagia harusnya datang dari diri sendiri.


Nyatanya, ada banyak hal di dunia ini yang tidak akan terjadi seperti apa yang tidak akan terjadi seperti apa yang kita inginkan. Tidak sepenuhnya hasil memperlihatkan usaha. Perempuan baik mungkin harus menunggu untuk berakhir dengan pria baik. Pria baik mungkin harus menjalani proses karena sebelumnya memiliki masa lalu yang jauh dari kata baik. Tidak memiliki pasangan tidak menjadikan dunia berakhir tidak memiliki pasangan tidak menjadikan dunia berakhir. Dunia berjalan sebagaimana mestinya (hal 336)


Betul sekali, mungkin yang kamu inginkan tidak baik menurut Allah, makanya tidak Allah beri, tapi bukan berarti kita akan kembali dengan tangan kosong saja, Allah pasti akan menggantikannya  dengan yang lebih.


Mau dikejar seperti apapun kalau belum saatnya berjodoh ya nggak bakal bersatu juga kali. Lihat, selama 13 tahun dengan bodohnya gala berhubungan dengan bara yang pada akhirnya nggak berakhir di pelaminan! Bahkan berakhir di parkiran. Duh, kasihan.


Bahagia karena self love memang benar-benar melegakan. Tak apa lah kita sendiri dulu, menikmati me time dengan maksimal pun produktif. Ah, itu waktu yang nggak akan bisa terulang kalau sudah mempunyai pasangan!


Novel ganjil genap ini banyak sekali memberikan pelajaran bagaimana harusnya perempuan mengejar jodoh, eits pesannya tersirat ya, ambil hikmah dari apa yang gala lakukan oke.


Tinggalkan saja yang tidak mau berkomitmen


Membacanya saja aku bergidik ngeri, entah apa yang ada dipikiran bara sampai ia memutuskan gala padahal sudah bersama-sama selama 13 tahun. And you know gaes! Bara menyesal putusin gala dong endingnya! Uwwuu. Gala pandai sekali mengambil keputusan, meski puing-puing cinta itu masih ada, ia tak mau balikan lagi, gala tak mau mendapat harapan palsu lagi.


Ada lagi seseorang yang katanya sangat suka sekali pada gala bahkan sampai ia menyusul ke Negara tetangga hanya untuk menyusul nya pun semalaman berdiri di lobi. Uwu banget nggak sih? Tapi hallah! Orang itu nggak mau berkomitmen, maunya jalani saja, jalani saja. nggak ada pikiran mau menikah bahkan takut untuk menikah. Hey, emang perempuan suka diberi kepastian yang masih abu-abu? Dih, endingnya nanti seperti gala dan bara ahaha.


Kelebihan dan kekurangan buku ganjil dan genap


Kelebihannya kisah gala ini sangat lucu, tergelak aku membacanya. sangat seru pula. Pelajaran sekali untuk para perempuan yang sedang mencari jodoh. Nggak nyangka juga di dalamnya masih ada bau-bau agamanya, keluar ayat pula! Mantaap sekali.


Kekurangannya buku ini kurang cocok dibaca oleh anak-anak, bahasanya agak kasar sedikit.


Ganjil dan genap peraturan yang mudah sekali dilakukan oleh yang punya pasangan dan membuat menderita bagi jomblo yang cintanya bertepuk sebelah tangan! Ahaha.


Identitas buku

Judul: ganjil dan genap

Nama penulis: Almira bastari

Penerbit: gramedia pustaka utama

Tahun terbit: cetakan ketiga; maret 2020

Jumlah halaman: 342 halaman

Pengulas: Sulfaini

Related Posts

Hai.. Panggil saja saya sulfa, atau Aini gpp, kalo di gabung jadi sulfaini, itu nama asli saya. Lahir di tanggal yang unik; 06 06 2000.

Add Comments


EmoticonEmoticon