Cari Apa?

Sindiran Dedy Corbuzier mengenai privilege good looking di Indonesia; Lu bebas!

Sindiran Dedy Corbuzier mengenai privilege good looking di Indonesia; Lu bebas!



Sudah bukan hal yang langka bahwasanya orang-orang good looking mempunyai kedudukan istimewa di Indonesia, apalagi untuk para netijen yang setiap harinya update berita. Memang akan menjadi wajar jika mereka memberi komentar-komentar baik terhadap orang-orang yang parasnya cantik atau tampan ketika para artis atau tokoh-tokoh melakukan hal-hal bagus, mengapresiasi dan memberikan penghargaan terhadap kerja keras mereka yang attitude nya lebih bagus.


Akan tetapi, masih wajarkah orang-orang good looking yang melakukan kesalahan tetap di apresiasi dengan baik? Didukung dan disemangati mati-matian? Hal ini sudah menjadi hal biasa yang sudah sering terjadi, bahkan mungkin akan menjadi langka jika tidak ada dukungan baik bagi orang-orang good looking yang melakukan kesalahan-kesalahan


Seperti yang dikatakan oleh Dedy Corbuzier dalam tiktoknya yang menjadi trnding di YouTube, ia mengomentari komentar-komentar netijen kepada artis yang memakai narkoba tetapi parasnya ganteng. Bahkan om Dedy ini tidak segan-segan menyebut beberapa nam artis yang memakai narkoba namun dapat komentar baik dari netijen. “Komen-komen netizen semuanya good. Semangat, Come back stronger, Ini hanya cobaan. Hem, Good looking”.


Yah, artis papan atas aja sudah begitu paham dengan netijen indonesia yang mengistimewakan para orang-orang tampan dan cantik. Bagaimana mereka yang akan selalu mendukung padahal sudah tau bahwa orang ini salah, sepatutnya dihukum.


Lain halnya jika yang terkena kasus adalah orang-orang yang mukanya jelek, tidak good looking, netijen-netijen akan berkomentar yang jelek-jelek dan selalu merendahkan. Bahkan, tidak ada dukungannya sama sekali, semakin dijatuhkan dan semakin di nyinyirin. Orang-orang yang mukanya tidak enak dipandang tidak mempunyai kedudukan yang tinggi, tidak ada yang spesial. Ketika melakukan kesalahan, kedudukan nya akan semakin fatal dan menjadi bahan nyinyiran.


Dedy Corbuzier juga kembali menegaskan di videonya dengan kembali menyebut nama artis yang terjerat narkoba, “Coba kalau muka lu kureng, netijen ngomong apa? Mampus! Makan tu dark joks”. Bahkan, saking nggak ada kedudukan nya Dimata netijen orang-orang yang tampangnya pas-pasan akan dituduh dan di harap kesalahan nya. “Yang tidak memakai, dituduh! Kapan ketangkep nya”, Sargas Dedy.


Ya begitulah kehidupan di Indonesia, mau jelek seperti apapun perilakunya, kalau good looking, akan aman. Kalau jelek rupanya, bertingkah dikit udah riweh.


Jadi, kalau anda masih tinggal di Indonesia, dan muka lu kurang, mendingan lu diem aja, urus hidup lu baik-baik, udah. Santai-santai saja. Tapi kalau anda good looking, ah bebas. Hidup lu bebas. Privilege lu bagus, hidup lu bebas.” Sindir Dedy.


Dalam kasus ini, menimbulkan ketidak Adilan bagi orang yang tampangnya pas-pasan. Mereka tidak begitu tenang hidup disini. Apalagi kalau sudah sempat bertingkah, akan di ingat selalu. Wonk mukanya udah seperti itu, mau di apain lagi?


Apa yang bisa diambil pelajaran dari sindiran Dedy Corbuzier mengenai privilege good looking di Indonesia?




Pintar-pintar lah berkomentar


Gaes, wahai netijen yang Budiman yang selalu update tentang berita-berita dan tak luput berkomentar. Mungkin, di suatu waktu, komentar-komentar netijen memang dibutuhkan agar beberapa kejadian harus menjadi viral untuk dilihat oleh pihak-pihak tertentu, seperti kasus pelecehan yang harus menjadi trending dulu baru di atasi oleh pihak yang berkewajiban, hal itu bagus. Tapi, untuk komentar-komentar yang tidak terlalu dibutuhkan, kontrol lah, jangan dikit-dikit komentar, dikit-dikit nyinyir, dikit-dikit marah-marah.


Mau sepaham apapun kamu terhadap kasusnya, kalau komentar tersebut semakin bikin orang itu down, ini juga nggak boleh kan? Coba bayangin kalau itu menimpa kamu. Mau dia jelek, mau di ganteng, kontrol komentarmu.


Kalau untuk orang jelek, dinyinyirin mungkin niatnya biar jera ya? Okelah, tapi tolong, jangan keterlaluan dan juga jangan membandingkan dengan orang-orang yang tampan.


Kalau orang ganteng? Kenapa tidak ada nyinyir? Nanti mereka jadi nggak jera dan melakukan kesalahannya lagi dong? Nah loh! Jadi, pintar-pintar lah berkomentar ya, dan tolong bersikap adil


Muka jelek? Attitude harus bagus


Apa yang mau dibanggakan dengan muka yang pas-pasan kek gitu? Tidak ada, susah. Standard cantik dan ganteng di Indonesia ini ya yang putih kinclong, mulus, tinggi. Orang item meskipun ada sedikit kelebihan tidak terlalu dilirik


Dedy Corbuzier juga dalam kalimat terakhirnya menyatakan, “Ya minimal kalau anda tidak good looking, sopan”. Yah, kalau tidak ada kelebihan di muka, perilaku dilebihkan.


Berperilaku baik dan sopan, tidak ada syaratnya, ia tidak harus jelek dan tidak harus ganteng, tapi untuk orang yang jelek, mending lebih baik mengejar hal itu, baik dan sopanz attitude nya bagus. Tapi niatnya bukan agar di sukai para netijen ya.


Menjadi orang baik dan sopan juga memiliki keistimewaan sendiri bagi para netijen, mereka akan memuji, berkomentar baik dan yang lain sebagainya untuk orang yang attitude nya sudah bagus. So, daripada di nyinyirin karena perilaku nggak baik, mending pindah posisi menjadi orang baik, bukan? Apalagi yang mukanya pas-pasan. Ini juga berlaku kepada aku gaes, aku juga pas-pasan ini haha.


Standard cantik dan ganteng, harus diubah


Kalau sudah lihat yang mukanya putih kinclong, kekurangan lain kadang kalo tidak tampak, pasti suda di judge cantik. Coba kalau orang yang mukanya hitam atau sawo matang, mau hidungnya mancung, matanya bulet, susah buat dilirik, ya pasti dikata jelek, paling bagusnya sih, masih ada predikat manis gitu. Nah, hal ini sebenarnya harus segera dihentikan, orang-orang sudah cantik dan ganteng dengan yang sudah diciptakan oleh Tuhan.


Sudah banyak bukan, yang operasi plastik, hidungnya di operasi, mukanya semakin dibuat kinclong, sampai glow, beli skin care ratusan juta hanya agar dinilai cantik oleh netijen. Kalau memang sudah ada dana sih, tidak ada masalah kali ya? Tapi untuk orang-orang yang ‘memaksa’, punya nada hanya untuk ternilai cantik dan ganteng itu, ah jangan lah. Masih banyak kebutuhan yang belum kamu capai, daripada hanya keinginan semata itu yang harus diprioritaskan.


Menjadi good looking juga bukan soal muka putih, melainkan muka yang selalu dirawat, bersih dari bintik-bintik hitam dan yang lainnya. Pokoknya bukan soal putihnya.


Jadi gaes, rawat mukanya, tidak papa beli skincare untuk merawat tapi lihat juga kantongnya. Beli pembersih, beli masker dan yang lainnya agar muka tidak terlihat kusam, tidak terlihat banyak hal-hal yang mengurangi keindahan wajahmu. Bukan melulu soal putih, tapi soal wajah yang tidak luput dirawat.


Tidak putih, gapapa. Yang penting tidak kusam, terawat dengan baik, jadi kelihatannya tuh wajah tetap bersih dan indah untuk dipandang. Kita cantik dengan yang sudah dilukiskan oleh Tuhan, maka dari itu lukisn tersebut dijaga dan dirawat bukan diubah.


Good looking dan good attitude


Kalau kamu sudah good looking, attitude mu juga harus bagus dong. Demi tidak adanya komentar-komentar yang tidak mengenakan. Wajah cantik dan ganteng, perilakunya sudah bagus. Lalu mau nyinyir kekurangan yang bagaimana lagi netijen ini? Jadi, kalau kamu sudah good looking, attitude mu juga harus good. Biar seimbang.


Sindiran mengenai privilege good looking di Indonesia yang dilakukan oleh Dedy ini sudah menjadi trending di YouTube. Sudah kalian tonton? Lalu apa yang bisa di ambil pelajaran dari hal tersebut? Jangan Cuma nonton belaka ya, harus cari pelajaran di setiap apa yang kita lakukan. Semangat menjadi goog looking dan good attitude.


{{ x.judul }}