Cari Apa?

Review Novel Metropop "Romansick" Oleh Emilya Kusnaidi

Review Novel Metropop "Romansick" Oleh Emilya Kusnaidi

Review Novel Metropop Romansick


Identitas buku

Judul buku: Romansick 

Penulis: Emilya kusnaidi

Penerbit: PT Gramedia pustaka utama 

Tahun terbit: 2017

Jumlah halaman: 304

Pengulas: Sulfaini

Sinopsis Novel

Her life was almost perfect. Pekerjaan sebagai editor di majalah fashion ternama, rekan kerja yang baik hati meskipun doyan gosip, serta dua sahabat laki-laki yang selalu ada ketika dibutuhkan. So, what a girl could ask for more? Well, please underline the 'almost' part. 

Audrey, "Drey" Kahono jatuh cinta setengah mati pada Eren, sahabatnya-tapi nggak pernah punya keberanian mengungkapkan hal itu. Sebuah pengakuan mendadak dari Eren membuatnya terseret dalam insiden penuh kesialan yang berujung pada serentetan drama baru; pertemuan tanpa sengaja dengan Austin yang moody setengah mati, kejadian di pelataran parkir dan belum lagi soal liburan ke Bintan yang mendadak tapi berakhir mengejutkan!

Austin yang persisten mendekati Dre, membuat Dre kesal tapi lama-lama suka. Nah, masalahnya ketika Dre mulai dekat dengan laki-laki itu, Eren malah kelihatan uring-uringan. Belum lagi drama antara Dre dan Eren berakhir, Austin malah menambah drama baru dalam hidupnya. 

Masih penasaran? Aku ceritakan lebih detail ya.

Audrey adalah perempuan beruntung mempunyai dua sahabat laki-laki yang selalu ada meskipun ketiga nya sudah sama-sama mempunyai pekerjaan yang padat, mereka akan tetap selalu meluangkan waktunya untuk bertemu, biasanya ketika weekend. Tidak beruntung nya Audrey adalah dia harus menahan perasaannya pada Eren hingga sepuluh tahun lamanya, sebab Eren orangnya tumpul, tidak pernah peka terhadap tingkah dan perasaan Audrey. Tara saja, peka sekali terhadap Audrey yang tingkahnya akan berubah ketika berhadapan dengan Eren. Yah, dua sahabat Audrey adalah Eren dan Tara, yang salah satunya adalah orang yang Audrey sukai.

Sepuluh tahun dihabiskan Audrey dengan hanya menunggu takdir baik bahwa Eren akan peka terhadap perasaannya, namun yang di dapat Audrey adalah kekecewaan, ternyata Eren menyukai dan ingin melamar wanita lain. Audrey patah hati, padahal ia sudah punya inisiatif untuk menyatakan duluan perasaannya, namun keduluan dengan kenyataan pahit yang ia terima.

Belum selesai dengan perkara Eren, Audrey malah mendapat kejadian buruk, ketika ia menghadiri acara Tara, asma Audrey kambuh dan dengan setengah kesadarannya, ia menarik seseorang yang ia sangka Tara untuk keluar dari kerumunan orang dan membantu pengobatan asma nya, namun naas, ternyata Audrey menarik orang asing yang menyebalkan tapi juga memalukan bagi Audrey. 

Seperti sudah terencana, Audrey bertemu kembali dengan orang menyebalkan itu bahkan ia semakin menyebalkan saat bertemu kedua kalinya, memerintah paksa Audrey untuk menjemputnya ketika sesi pemotretan. Padahal, Audrey sudah lupa pada orang itu. 

Semakin hari, semakin sering Audrey dipertemukan dengan orang menyebalkan ini, semakin itu pula, ia bertambah menyebalkan. Selalu membuat Audrey marah, meledak-ledak dan terbiasa akan hal itu. 

Austin, orang menyebalkan ini melakukan first kiss pada Audrey ketika ia mengantar ke apartemennya yang dihadiahi tamparan oleh Audrey. Namun setelah itu, perlakuan manis dengan mengirim buket bunga besar, coklat dan keromantisan lainnya sering Austin lakukan, mengacak-acak rambut Audrey dan terpenting bisa membuat Audrey tidak terlalu patah dan bersedih hati karena Eren. Pertengkaran Austin dan Audrey sudah jarang terjadi, adanya Austin sering memberikan kenyamanan yang membuat perut Audrey diterbangi banyak kupu-kupu.

Hingga suatu waktu, Austin mengajaknya liburan ke Singapura; ke pantai, yang biasanya Audrey tidak menyukainya, namun sebab Austin, Audrey malah menikmatinya. Tapi ternyata, Austin membawa dua temannya, Eric dan Sissy, mereka berdua berpacaran hampir lima tahun. Pertama bertemu, Sissy sudah memancarkan aura ketidaksukaan terhadap Audrey, pertanyaannya yang terlalu menghakimi ketika bertanya tentang hubungan Audrey dan Austin.

Masih di pantai yang sama, ketika Audrey menceritakan semuanya pada Tara bagaimana perasaannya terhadap Austin, tara menyimpulkan bahwa Audrey telah menyukai Austin, dan Audrey menyetujuinya. Dengan perasaan berbunga-bunga nya, Audrey mencari Austin, namun tanpa sengaja ia mendengar percakapan dua orang di tengah semak-semak yang ternyata Austin dan Sissy.

Dengan ekspresi tak terbaca, Audrey mendengar penuturan bahwa Austin dan Sissy telah berselingkuh selama tiga tahun dan keduanya menyembunyikannya pada Eric. Kenyataan lebih pahit yang Audrey dengar bahwa menurut Sissy, Austin membawa Audrey dalam liburan kali ini hanyalah sebagai pancingan agar Sissy kembali pada Austin dan meninggalkan Eric. 

Sakit, retak, hati Audrey hancur. Baru kemarin Audrey merasakan patah hati sebab Eren yang kemudian disembuhkan oleh Austin dan hari ini, Austin yang mematahkan hatinya. Sungguh kejadian ini sangat lucu. Audrey merasa dipermainkan. 

Kembali patah hati, kali ini Audrey terlihat semakin hancur, lebih dari ketika ia patah hati pada Eren. Empat hari tidak masuk kerja, tidak menjawab semua panggilan dan pesannya tara dan Eren, Audrey hanya menangis hampir menghabiskan sekotak tisu dan terus meminum kafein.

Hingga kemudian.. hihi tidak boleh spoiler. Baca sendiri ya. Kalau nggak bisa beli, bisa baca di ipusnas kok. Seperti aku.

Nih, aku kasih cuplikan romantisnya Austin;

Novel romansick

Bagaimana? Tertarik membacanya? Kalo belum, aku akan menspill kesan membaca novel nya. Cekidot

Bagaimana kesan membaca novel romansick?

Eum, awalnya sih sempat kesal karena aku yang tidak terlalu tahu tentang dunia pemotretan, istilah-istilah asing permodelan dan yang lainnya sehingga aku tidak terlalu menikmati setiap jalan ceritanya, namun dengan begitu aku menjadi sedikit tahu tentangnya. Namun ketika sampai di part percintaan, aku sangat suka dengan alurnya. Bahkan tanpa bersalahnya, aku menebak ending bahwa Audrey akan berending dengan Tara, sebab Audrey yang terlalu dekat dengan tara daripada Eren yang notabene nya disukai Audrey. Namun, tebakan ku sangat salah, tentu sampai akhir tidak ada part bahwa tara menyukai Audrey, begitu pula Audrey yang sudah menganggap Tara benar-benar sahabatnya, tanpa ada pelibatan rasa antara keduanya.

Apalagi, di usia yang sudah agak sensitif dengan percintaan dan dengan kesibukan kerjanya, Audrey masih saja mempunyai kisah cinta yang dramatis yang padahal biasanya di usia 27 tahunan, banyak orang yang sudah menikah dan mempunyai anak, sedangkan Audrey di usia segitu masih dengan drama mencintai dalam diam, mencintai tapi tak terbalas, objek cintanya yang tumpul, objek cintanya yang mencintai orang lain, stres sebab kisahnya tidak pernah mulus, baik ketika mencintai Eren atau Austin. Kisah seperti ini jarang aku dapatkan, makanya menjadi bagus dan unik.

Dan lagi bagaimana kisah persahabatan antara Tara dan Eren, yang membuat ku iri. Begitu tulus, meski harus ada yang menyalahkan rasa yang hadir di hati Audrey pada Eren dan tara yang mengetahui nya namun tetap diam. Lucu asli, sudah umur berapa masih bersikap seperti itu? Haha. Audrey sampai harus menahannya selama sepuluh tahun? Aih, Eren ini pria apa?

Tak luput dengan riuhnya ketika Audrey sedang bekerja, ditemani dua sahabatnya yang selalu bergosip ria namun selalu kompak. Memberitahuku bahwa bekerja di kantor apalagi cabang pemotretan bukanlah suatu hal yang mudah. Bagaimana kelsa dengan meyakinkannya membawa Austin; seorang laki-laki yang tidak sengaja Audrey seret ketika dia sedang berada di party dan asmanya kambuh, menjadi objek pemotretan dan membuat kisah Audrey semakin ber-drama, kacau namun seru, apalagi endingnya menakjubkan.

Tapi paling mengesankan membaca novel ini adalah banyak banget taburan bahasa Inggrisnya bahkan hampir semua percakapan tak luput dengan bahasa Inggris. Aku yang notabene nya lemah banget dengan bahasa Inggris merasa kesal, hampir mau berhenti baca ditengah-tengah keseruan drama percintaan Audrey, harus selalu bolak balik Google terjemahan agar tetap bisa menikmati jalan ceritanya. Tapi, kok lama kelamaan menjadi bersyukur ya, agak mendingan bisa menerjemah tanpa harus menyalin keseluruhan teksnya, mungkin hanya kata-kata asing yang belum pernah baca. Akhirnya, mendingan. Huhu senang banget ketika bisa menerjemah itu, serasa aku ga terlalu bodoh-bodoh amat dengan bahasa Inggris hihi.  

Kelebihan dan kekurangan novel

Alurnya lumayan bagus, tidak terlalu banyak yang mengangkat kisah gadis berumur dua puluh tujuh an. Banyak taburan bahasa Inggrisnya menjadikan pembacanya sambil lalu belajar bahasa Inggris atau bahkan yang sudah agak tahu pada bahasa Inggris semakin bisa fasih. 

Pembacanya akan mendapat banyak pengetahuan tentang dunia perkantoran dan pemotretan. Kisah persahabatan antara Audrey, Tara dan Eren yang tetap terjalin hingga ketiganya menjadi sukses bersama di bidang yang berbeda membuat pembaca mengambil pelajaran dan bahkan bisa meniru cara mereka yang selalu meluangkan waktu di sela-sela pekerjaannya. Pun, kisah percintaan Audrey yang dapat dijadikan pembelajaran terkhusus bagi orang yang sering memendam perasaannya, bagi orang yang kurang peka terhadap lingkungan nya dan tentu dengan berending jodoh dengan siapa. Ending bagus tanpa ada hal yang mengganjal atau kurang kejelasan.

Kekurangannya akan menjadi bacaan berat agak sulit bagi pembaca yang memang awalnya tidak menguasai bahasa Inggris sebab percakapan didominasi bahasa Inggris dimana pembaca harus ceritanya. Untuk aku yang suka sekali kejutan ketika membaca, konflik nya terlalu ringan sehingga kurang begitu asik. 

 Novel Romansick begitu Recommended apalagi bagi orang-orang yang umurnya sudah hampir berkepala tiga tapi belum punya jodoh. Tertarik membacanya? Cus langsung ke ipusnas atau membelinya.


{{ x.judul }}

Naila Z

nice book kayaknya ya mbak. Lumayan untuk mengisi waktu kosong sambil sesekali ikut berdebar-debar, wkwkwk