Cari Apa?

Review buku, “Vacillate”

Review buku, “Vacillate”

Novel viciallate



Identitas buku:

Judul buku: Vacillate

Penulis: Sellina aprelia

Penerbit: CV jejak

Tahun terbit: 2018

Pengulas: Sulfaini

Sinopsis buku

Terombang-ambing dan bimbang. Menentukan hati pilihan mudah, apalagi ketika tidak ada pengalaman dalam mengurus perasaan dan cinta. Seperti halnya yang dialami oleh Arsyila. Perempuan yang ceria, periang dan sedikit tomboy ini bingung dalam menentukan siapa yang sebenarnya perasaannya. Ia masih memendam perasaannya sendiri dan tak berani mengungkapkan siapa sebenarnya lelaki yang ia cintai.

Jalan hidupnya yang tak pernah mengenal cinta dari lawan jenisnya mengharuskan ia untuk meraba sendiri sebenarnya apa yang terjadi pada Anda. Apa yang terjadi pada perasaannya yang kian tak menentu. Sampai akhirnya, ada salah satu dari ketiga orang lelaki yang dapat membuat Arsyila yakin akan perasaan yang tersimpan.

Namun pilihannya untuk jatuh cinta pada lelaki itu membuat kisah cinta Arsyila menjadi berbeda dari kisah-kisah drama cinta lainnya. Laki-laki itu malah membuat Arsyila merasakan jatuh cintanya yang pertama menjadi kekecewaan, pengorbanan dan juga keikhlasan.

Masih penasaran? Aku ceritakan ulang dengan lebih detail ya.

Arsyila adalah cewek beruntung yang mempunyai sahabat cowok bernama deris. Ia dengan deris sudah seperti sepasang kekasih yang kemana-kemana pergi bersama. Deris selalu ada buat arsyila dan dia tau betul bagaimana menghadapi arsyila yang sedikit proaktif.

Dalam sejarah hidupnya, arsyila belum pernah merasakan jatuh cinta, mungkin kalau hanya kagum atau suka pada cowok yang kebetulan lewat pernah haha. Namun tidak untuk cinta. Menurut arsyila suka dan cinta itu tidak sama.

“Tapi suka aja nggak cukup der. Suka nggak bakal ngejamin si A buat terus-terus an suka sama gue. Kalo misalkan dia suka sesuatu dari gue dan sesuatu itu hilang? Apa dia juga akan pergi? Lain hal sama cinta. Kalo dia beneran cinta gue, itu bagus banget. Apapun keadaan gue toh si A tetep cinta sama gue” hal 134

Proses demi proses pun dimulai, arsyila menganggap bahwa ia sedikit menyukai deris, sahabat cowoknya. Ia tidak ingin kehilangan deris dan dimana pun arsyila berada, rasanya deris yang selalu memenuhi pikirannya.

Belum bisa menebak sepenuhnya perasannya pada deris, arsyila pun juga merasa suka dengan Difan, sahabat nya deris. Ia tau difan ketika deris sakit dan difan menyapanya, sejak itu arsyila terpana dengan pesonanya. Lagi, ia menganggap bahwa ia suka Difan.

Datang lagi seorang yang asing, Dhani. Dia baik, arsyila dihampiri Dhani saat arsyila menangis, Dhani juga pernah memberikan kado boneka beruang besar dan juga pernah mengajak arsyila pacaran. Arsyila pun merasa bahwa sepertinya dia suka Dhani.

Arsyila dilema, sebenarnya ia suka kepada siapa, deris kah, difan kah atau Dhani kah. Apalagi ini adalah pengalaman pertamanya mengenal cinta, ia bingung apa yang sebenarnya ia rasakan terhadap tiga orang tersebut.

Di tengah dilemanya, ia terus-menerus memikirkan kepada siapa ia labuhkan perasannya, sambil lalu melihat bagaimana efek ketika berhadapan dengan tiga orang ini. Semakin jauh, arsyila semakin bimbang, namun tak lama kemudian ia menyakinkan hatinya bahwa difan lah tempat pelabuhan hatinya.

Memilih difan ternyata membuat Arsyila harus merasakan sedih, nangis di cinta pertamanya ini. Difan yang tidak bisa ditebak sifatnya tapi tetap selalu perhatian kepada arsyila. Dengan menetapkan perasaan tersebut, hubungan arsyila dengan deris sering putus nyambung. Dan hubungannya dengan Dhani terkena masalah yang berhubungan dengan keluarga arsyila, papanya yang sering mabuk dan memarahi bunda dan arsyila sendiri.

Lalu... Eh, nggak boleh spoiler. Jadi kalau penasaran, baca sendiri lanjutannya yaaa wkwk

Kelebihan dan kekurangan buku Vacillate

Kelebihannya alurnya lumayan bagus, apalagi endingnya dibikin seperti itu. Menjadi buku yang Recommended dengan ending yang menurutku nggak bisa ditebak tapi bikin terpesona. Dari awal tidak ada bubuhan agama sedikit pun, namun pas ending benar-benar Daebak!

Kisah remaja banget ini memberi banyak pelajaran terhadap pembaca, apalagi bagaimana seharusnya kita menyikapi hal berbau cinta ketika belum tiba saatnya dan perasaan yang belum jelas kepastiannya. Ada humornya, jangan lupa, jadi nggak bakal seserius itu menjalani proses pencarian cinta.

Pokonya yang paling bikin aku meng uwu kan buku ini, adalah endingnya!

Kekurangannya ada beberapa kalimat yang menurut ku kurang sinkron atau kurang masuk di beberapa paragraf nya. Ada beberapa kalimat yang susah dicerna dan menurut ku juga, paragraf per paragraf masih kurang memberikan feel sempurna sehingga pembaca benar-benar terhanyut.

Nih aku ada bonus part

Spill kisah cinta seperti yang di alami Arsyila

Wah, ini kalau sudah membahas perasaan, aku paling suka haha. Jadi, aku dikasih tantangan untuk menceritakan kisah cinta yang hampir sama dengan cerita novel. Yah, pasti setiap orang mempunyai kisah cinta masing-masing, aku pun demikian dan Alhamdulillah nya masih ada kemiripan dengan novel yang aku baca, jadi aku bisa mengerjakan tantangan ini haha!

Baik, mari kita mulai gaes

Aku sampai sekarang pun belum sepenuhnya paham, apasih cinta, apasih suka, apasih sayang, apasih kagum. Beneran, susah untuk membedakan. Meskipun ada lah sedikit-sedikit tau ciri-ciri nya masing-masing. Tapi untuk menerapkan ke kehidupan sendiri, aku belum paham.

Yah, aku seperti Arsyila, belum pernah mengalami pacaran, eh pernah sih pas SD haha tapi aku rasa itu hanyalah cinta monyet dan hubungan yang tidak jelas, tidak ada tujuan kedepan, Cuma sekedar ikut-ikutan teman. Tapi herannya, sampai sekarang pun aku tidak bisa melupakan dia sepenuhnya, masih timbul sedikit ‘jleb’ ketika dia sedang dengan yang lain, meskipun sesudah itu aku tertawa dan menganggapnya iklan saja.

Arsyila adalah orang periang dan mudah dekat dengan cowok, apalagi ia mempunyai sahabat cowok bernama deris. Beda dengan aku yang susah akrab dengan cowok, apalagi untuk yang baru kenal, nggak akan ada bunyi-bunyi menyapa duluan atau mengajak ngobrol duluan atau bahkan merespon panjang apa yang cowok itu bicarakan. Beda kalau sudah akrab, aku akan biasa aja tapi tetap tidak akan banyak-banyak bicara.

Persamaan ku dengan arsyila yaitu nggak tau siapa persisinya orang yang kita cintai. Seriusan, sampai sekarang aja belum sepenuhnya yakin. Arsyila ada tiga pilihan, aku juga haha. Setelah arsyila meyakinkan diri bahwa Dhani (salah satu orang yang arsyila suka) bukan orang yang dicintainya, aku pun demikian. Aku menggugurkan satu orang. Tinggal dua, bedanya salah satu dari orang yang Arsyila suka adalah sahabatnya, sedangkan aku adalah orang asing semua. 

Lanjut, ketika arsyila menetapkan cinta nya ke difan daripada deris yang sahabatnya, aku pun sebenarnya juga demikian, meskipun belum sepenuhnya yakin bahwa apa yang aku rasakan itu adalah cinta. Berinteraksi biasa walaupun hati meronta-ronta dengan gembira. Arsyila tidak menyatakan, aku pun demikian. 

Namun, dipertengahan, arsyila diliputi emosi dan gegabah, sehingga ia menyatakan perasannya melalui liveflying yang dikirimkan ke difan. Aku? Tidak, tapi sempet ngekode dan aku yakin dia paham. Sama seperti arsyila, dia tidak mendapatkan cintanya, difan tidak menanggapi namun malah merasa semuanya adalah bercanda. Aku pun demikian. Aku menjalani hubungan tanpa kepastian yang bahkan, bukan saja hubungannya yang tidak pasti, perasaan lawannya pun tidak diketahui. Lucu memang.

Hingga akhirnya, setelah sekian lama menunggu difan, dari sekolah sampai lulus kuliah tapi difan belum menyatakan perasaannya, arsyila menyerah, bukan nyerah sih lebih ke pasrah dan dia memutuskan untuk tidak menaruh harap lagi. Di masa kuliahnya ia berhijrah dan merasa bahwa hal yang dilakukan arsyila ini salah. Dan penantiannya pun terjawab, tapi bukan didatangkan difan, namun orang lain. Dia sangat mencintai arsyila dan sabar menghadapi arsyila yang masih belum sepenuhnya mencintainya, tapi ya begitulah lucu nya takdir, arsyila dan mas (tidak mau aku sebut, biar penasaran buat baca wkwk) menikah dan menyebar undangan. Tentu, difan diundang. Dan dengan tidak gentle nya dia menyatakan perasaannya melalui liveflying ketika arsyila memberikan undangan tersebut, sayangnya arsyila tidak membukanya.

Bagaimana dengan aku? Yeah, aku juga memutuskan untuk tidak mengharapkan dia kembali, apalagi yang aku tau, dia sudah dengan orang lain. Beda dengan Difan yang sebenarnya juga menyukai arsyila. Hingga akhirnya? Ya sendiri an lah! Bentar, belum saatnya seperti arsyila yang baru memutus harap malah didatangkan. Nanti juga tiba saatnya yakan. Yakin aja sama Allah. Eh atau jangan-jangan jodohku adalah salah satu dari pembaca ini wkwk. 

Yang paling bikin aku seneng membaca novel ini, karena endingnya arsyila yang hijrah dan bertemu dengan orang yang tidak membuatnya ia menunggu. Ini mengajarkan bahwa dekat dengan Allah akan semakin membuat mudah tercapai nya segala keinginan kita. See, arsyila kini sudah menyebar undangan. Semoga secepatnya aku pun juga demikian hehe 

Sekian! Haha

Novel Vacillate ini mengandung unsur remaja banget yang cocok sekali untuk menemani masa gabut para remaja di luaran sana yang sering terbodohi dengan rasa suka terhadap lawan jenis. Bagaimana kalian harus mengontrol atau mengungkapkan nya. Jadilah pembaca yang bijak. Yuk baca langsung, tidak bisa membeli buku fisiknya kalian bisa dapatkan di aplikasi ipusnas seperti aku.



{{ x.judul }}