Cari Apa?

Review Buku, "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta"

Review Buku, "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta"

Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta


Identitas buku;

Judul Buku: Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

Penulis: Alvi Syahrin

Penerbit: Gagas media

Tahun terbit: 2018

Jumlah halaman: 222

ISBN: 978-979-780-934-8

Blurb Buku

Jika kita tak pernah jatuh cinta, kita tak akan banyak belajar dari masa lalu. Bagaimana ia mengajari kita untuk tetap kuat ketika hari terserak. Kita tak akan menjadi tangguh

Jika kita tak pernah jatuh cinta, mungkinkah kita bisa lebih menghargai diri sendiri dengan melepaskan dia yang menyakiti?

Jika kita tak pernah jatuh cinta, akankah kita pernah merasa berharganya waktu bersama dengan seseorang yang kita cinta?

Terkadang, cinta memang sakit dan rumit. Namun, bisa pula membuat bahagia dan senyum tidak ada habisnya. Keduanya bersimpangan, tetapi pasti kita rasakan.

Buku ini ditulis untukmu yang pernah merasa terpuruk karena cinta, lalu bangkit lagi dikarenakan hal yang sama.

Itu blurb dari buku gaes, masih seperempatnya aja udah bikin kamu ingin segera melahap bukunya kan? Penasaran tingkat dewa. Segitu saja udah sedikit bikin kamu tenang kan ya? Uh, apalagi kalau udah baca daftar isinya makin pengen ngebut segera sampai di sub pertama. Sampai di sub pertama pun tak akan membuat kamu ingin berhenti membaca, ketagihan pastinya.

Lengkap banget pembahasan masalah virus merah jambu nih wkwk. Mau minta yang apa? Friendzone? Ada. Yang pacaran tapi ga 'sehat'? Ada.  Cinta dalam diam? Ada. Janji manis cowok? Ada. Cowok modus? Ada. Cinta yang tak direstui? Ada. Cinta beda agama? Ada juga, oh paling penting, cara lupain mantan? Ada dong!. Apalagi? Masih banyak banget, asli. Sebelum menginjaki usia remaja yang sering banget terserang virus merah muda yang menjadi buta segalanya wajibun baca buku ini, biar ketika jatuh cinta, sakitnya nggak seberapa. Kan jatuh? Tentunya pasti ada sakit kan haha

Kesan membaca buku, "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta"

Mencintai terasa seperti bermain judi. Semakin banyak yang kau beri, semakin banyak kerugian yang mungkin akan kau dapatkan (Bab Hakikat mencintai)

Bagus banget paraaaah! Kalimat yang ditulis itu ngena semua, bukan seperti membaca tulisan tapi seperti langsung berhadapan gitu. Bener-bener seperti di hipnotis asli. Kalimatnya tuh pas banget gituu. Haish, suka banget aku.

Banyak banget part favoritku, kalo ditulis disini semua nanti spoiler doongg wkwkwk

Rangkaian sub babnya sangat rancu sekali, berkaitan dan tersusun rapi. Dari kita yang mulai merasakan jatuh cinta, gagal cinta, ingin jatuh cinta lagi, belajar dari kehidupan yang sebelumnya dan kemudian mulai mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. 

Buku ini menggunakan sudut pandang 'aku yang sedang menulis ini' semakin membuat para pembaca tenggelam dan benar-benar merasakan setiap coretan kalimatnya. Part ini paling aku suka juga karena bahasa yang dipakai itu gimana ya, rasanya tuh penulis ini udah lama banget jadi temen aku terus dia lagi nenangin aku gitu. Paham nggak sih? Kalimat nya tuh nggak bisa dijelasin, tapi suka banget huhu.

Nasehat-nasehat yang tertuang menggunakan diksi indah nan halus tidak membuat aku yang membaca merasa digurui, sok dinasehati malah rasanya aku sedang dipeluk sambil dibisikkan kalimat penenang dekat telingaku, benar-benar membuat tenang.

Tebakan penulis tentang bagaimana orang-orang yang jatuh cinta, bagaimana perasaannya ketika bersama orang-orang yang dicinta dan bagaimana ketakutan orang-orang ini di suatu saat akan ditinggal oleh orang-orang yang dicinta bagaikan sang peramal yang sudah pro dalam membaca kisah kasih masa lalu atau masa depan pasal percintaan.

Sering banget aku menganggukkan kepala, menggelengkan kepala bahkan tertawa ketika terdapat tebakan yang sama persis dengan kisah percintaan ku. Timbul pikiran, "Haha iya ya, kok bodoh sekali aku kemarin"

Ini buku favorit banget sih, apalagi di umur yang emang lagi di mabuk-mabuknya cinta pas banget ketemu sama buku ini. Cocok juga untuk yang ingin belajar baca-baca buku non fiksi. Ringan banget, mudah dicerna tidak akan dibuat bingung deh. Bahasa yang digunakan sudah pakai bahasa sehari-hari. 

Kelebihan dan kekurangan buku

Kelebihannya bagus bangeeett! Bacaan yang ringan untuk siapa saja. Kamu akan merasa terhipnotis membaca diksi indah yang dituangkan dalam buku ini. Selain itu, penjelasannya lengkap banget. Pembawaannya santai dan tidak ngebosenin. 

Tidak berpihak pada laki-laki ataupun perempuan. Semuanya kenal tumbas! Wkwkwk

Laki-laki yang bijaksana tidak akan membuatmu bertanya-tanya, "Dia serius atau main-main?". 

Dan, perempuan bijaksana tak akan terjebak dalam kegalauan seperti ini.

Laki-laki bijaksana tahu apa yang akan dilakukannya

Perempuan bijaksana tahu cara melindungi dirinya.

Laki-laki bijaksana

Perempuan bijaksana

Mudah-mudahan, mereka bertemu di sebuah persimpangan.

Mudah-mudahan kau termasuk di antaranya. (hal 77)

Yang paling penting, penulis selalu memberi ending bahwa tempat pulang kita yaitu Allah, Yang Maha Pemilik Cinta. Tempat bersandarnya kita sebenarnya yaitu Allah, tempat kita berharap yaitu Allah. Tentu, jika kepada manusia maka akan kecewa yang di dapat. 

Lain dari kalimat penenang yang mengarah pada Allah, ayat-ayat suci Kalam Allah pun tak luput penulis cantumkan, tidak hanya satu dua saja tetapi lumayan banyak. Masuk agamis juga nih genre buku!

Selain dari segi bacaan, dari segi playout kertasnya juga nggak kalah menarik. Pinky-pinky khas warna virus cinta. Note-note yang bertebaran, bunga-bunga yang menghiasi setiap sub bab pembahasan. Sudah pembahasan menarik, mata yang membaca pun akan betah dengan pemandangan buku ini.

Kekurangan? Pernah nemuin kalimat yang agak membingungkan, karena dari penulis yang menggunakan kata 'aku' dan menyebut pembaca juga dengan kata 'aku' (ketika lagi membatin biasanya).

Oh ya, ada beberapa lembar yang tidak berhalaman. Entah karena aku baca versi e-booknya atau memang seperti itu.  Selebihnya bagus menurutku.

Buku jika kita tak pernah jatuh cinta cocok sekali dibaca untuk semua kalangan, apalagi yang lagi dimabuk cinta atau yang lagi jatuh (sakit) sebab cinta. Buku ini akan memberikan ketenangan padamu dan membuatmu tidak akan terbodohi lagi oleh virus merah muda. Kamu akan lebih bijak lagi menyikapi cinta dan tahu kapan saatnya harus jatuh cinta dan harus berapa persen saja hidupmu kau persembahkan untuk cinta. Aku sudah membaca dan merasakannya, kamu kapan? Bagi-bagi pengalaman mu ketika di serang virus merah muda di komentar yak!

Aku spill satu lagi kalimat dari buku ini yaa! Semoga menambah penasaran dan berending kamu ikut membaca buku ini hihi

Aku berharap, di baris ini kau bisa bernafas lebih lega. Jantungmu berdetak tanpa tergesa, dan kau berucap pada dirimu sendiri, "Aku harus cari makna hidup yang sesungguhnya"

Hayo hayo gimana? Wkwkw


Baca juga
Review buku biarkan jodoh yang Menjemput
Review buku calon umi sholehah


{{ x.judul }}