Label

Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Curhat tentang My Big Why, kenapa ngeblog?

Curhat tentang My Big Why, kenapa ngeblog?

View Article



Hm, sebenarnya ini tugas sih, bukan dari hati banget. Maksudnya, aku nggak pernah dapat ide buat nulis big why, kenapa ngeblog di sini (hayo pada suuzon), tapi karena memang aku adalah pribadi yang jarang sekali nulis masalah mimpi, paling sering dan bahkan setiap hari adalah curhat pasal hati wkwk.


Kata orang, menulis mimpi di kertas atau di mana saja itu akan lebih mudah digapai, tapi kalau aku pribadi, memang iya ada pengaruhnya, tapi sedikit. Aku lebih semangat lagi, bangkit lagi kalau ada banyak orang yang mendukung, ada banyak kata semangat yang aku dengar. Aneh ya? Terkadang juga, tanpa dorongan orang lain aku bangkit, tapi itu pasti tidak bertahan lama.


Jadi curhat kan? karena aku memang suka curhat, bahkan kalau balas chat teman-teman, aku jarang balas singkat. Alhamdulillah, akhirnya aku di nobatkan jadi seorang yang suka spam ahaha.


Baiklah, kembali ke laptop.


Big why, kenapa ngeblog.




Kalau ditulis disini semua sih, banyak ya. Sudah paham kan kalau aku suka curhat? Nanti kalian bosan kalau isinya curhat mulu. Cekidoot.. kalau kebablasan curhat lagi, maafkan saya ya wkwk


Hobi dan cita-cita


Yeah, pastinya alasan awal kenapa aku ngeblog ya karena aku suka nulis dan suka sekali curhat (sudah bilang berulang kali loh hm). Aku sudah punya diary sejak aku sekolah dasar, Bapak yang mungkin paham dengan hobi ku, membelikan ku buku diary yang lucu. Isinya mah ya curhat nggak jelas gitu pastinya wkwk. sampai hari  ini pun, aku masih curhat, kadang ditulis di buku, kadang di WhatsApp (sengaja punya dua WhatsApp biar bisa ngirim curhat tanpa dilirik orang).


Aku telat menyadari jika “aku suka nulis maka aku bisa jadi penulis”. Hal itu terlintas baru-baru ini ketika aku sudah berumur 20an, di usia dimana banyak manusia stress mencari jati diri, mikir kapan sukses, mikir bagaimana dapat uang sendiri. galau cuy. Hati-hati saja.


Menyadari itu, aku langsung nanya ini itu ke teman, dosen dan cari tau sendiri. Alhamdullah, respon mereka membuat ku semangat untuk menulis cita-cita baru, penulis bermanfaat. Iya benar, baru-baru ini.


Dosen yang menjadi tempat curhat dadakan ku memberi saran untuk terus mengasah tulisanku, beliau juga menyarankan untuk memulai nulis di blog. Yah, inilah awal mula kenapa menulis di blog, Jazakillah khair Ibu.


Oh iya, di blog juga kita bisa bebas nulis sampai beribu² kata yakan? Beda kalau kita nulis di sosmed-sosmed, nggak boleh banyak-banyak, ada batasannya ahaha. Namun, aku nggak mengenyampingkan sosmed loh, aku juga nge-share tulisan yang sudah aku post di blog ini, tapi cuma separoo, biar mereka yang baca penasaran apa lanjutannya, jadilah buka linknya ahaha


Baca juga

Curhat saat blog berumur sebulan 

Kebiasaan baru di bidang literasi 

 

 

2.   Tidak punya teman tetap curhat


Miris  ya? Ahaha. Suka curhat tapi tidak punya teman buat curhat. Eits, bukan berarti aku tidak punya teman, banyak noh. Tapi memang hanya segelintir orang yang sungguh-sungguh menjadi teman. Sejak kuliah, aku berhenti menulis diary di samping kesibukan  menjadi mahasiswi yang harus lebih banyak menulis materi dan mengerjakan tugas, aku juga punya tempat curhat, beberapa teman.


Lama kelamaan, aku merasa, aku membebani mereka. Aku bisa spam sampai 60 pesan, voice not 6-10 menitan. Kalau kalian jadi tempat curhat ku, bosan kan yah? Jenuh apalagi. Sebenarnya ini cuma perasaanku saja, tapi yah apa salahnya aku berhenti curhat untuk mengurangi beban mereka? Online pula, paketnya dikuras. Aku bukan berhenti total sih, hanya saja jika aku masih bisa menampung sendiri, aku tampung, jika tidak ya aku curhat, tapi pastinya tidak banyak.


Nah, dari itu aku mulai menulis lagi, mulai menuangkan segala resah menjadi tulisan. Alhamdulillah, resah dan sakit hati bukan lagi menjadi curhatan alay tetapi bisa dikemas menjadi puisi, quote dan tetap menjadi curhatan namun yang bisa di ambil manfaat. Impianku bukan hanya sekedar menjadi penulis, tetapi penulis bermanfaat. Utamanya untuk aku dan umumnya untuk yang lain.


3.   Lari dari publik speaking


Aku jadi mikir, “Aku phobia panggung nggak sih?”. Kecil dulu, aku anaknya berprestasi (sombong ciee), menjadi siswa sekolah dasar yang juara satu dari kelas 1 sampai kelas 6. Menjadi siswa sekolah madrasah yang juara satu jika ada imtihan. Tapi herannya, publik speaking ku nol. Padahal, cerdas cermat juara, lomba bergilir juara. Aneh?

 

Aku orangnya memang pemalu hehe, tapi ya tetap aja heran, kenapa begitu wkwk.

 

Jangan berfikir macam-macam dulu deh. Aku sudah pernah menjadi moderator pas kuliah, aku pernah jadi MC saat acara (sekalipun acara kecil), aku juga pernah menjadi pemimpin rapat divisi ku (kecil juga sih ahaha). Tapi tetap saja, aku masih merasa demam panggung, nggak bisa publik speaking. “kurang usaha sih”, hoh iya kali ya, abisnya kalau aku benar-benar gemeteran bukan cuma badan, tapi suara. Nampak banget gitu, kan malu cuy ahaha.  Nah, jadi aku kabur deh, mau jadi penulis aja lah. Toh, penulis juga  bisa sukses kan? jadilah aku lari ke ngeblog.


Banyak juga persepsi, “kalau nggak bisa bicara depan kamera, mana bisa dikatakan sukses”. Eh iya tunggu, aku pernah loh ikut event baca cerpen dengan kurun waktu 19 menit, nggak grogi tuh. Groginya aku tuh ya Cuma pas matanya berpapasan gitu. Ah ya gitulah pokoknya.


Kembali ke persepsi, aku cuma ingin menyampaikan hasil kerja otakku wkwk. Yah, bidang sukses untuk semua orang itu berbeda dan siapapun tidak boleh menuntutnya dan menghakiminya. Bukan berarti orang yang tidak jago publik speaking tidak akan pernah mencicipi kesuksesan. Memang sukses di ukur dengan pandai bicara depan orang?


Aku pernah  menerima cerita dari seseorang yang sangat pemalu, ia hanya bisa menyampaikan aspirasinya lewat tulisan-tulisan. Dan endingnya ia sukses menjadi penulis dan ujung-ujungnya ia bisa berbicara depan kamera. Bisa jadi kan endingnya aku begitu juga, toh aku bukan benar-benar tidak bisa publik speaking, aku pernah punya pengalaman seperti yang disebut diatas. Bisa jadi kan? ayolah jangan mematahkan semangat wkwk.


4.     Personal branding


Seorang penulis itu sukses jika sudah menulis buku dan diburu pembaca, begitu persepsi orang-orang. Aku ulangi, sejak kapan sukses itu diukur dengan hal demikian? Lagi pula, proses juga kali, sampai di tahap sini sudah Alhamdulillah, daripada tetep dengan kebiasaan curhat nggak jelas. Eh, curhat juga itu salah satu dari sebagain proses buat jadi penulis hebat juga deh.


Analogi ku, jika aku seorang penulis pemula yang sok-sok an menulis buku kemudian lolos cetak, siapa yang akan mau membeli penulis yang tak dikenal? Ada sih, tapi sedikit. Beda dengan jika mas rifa’i yang menulis buku kemudian terpajang di gramedia, orang-orang berebutan, karena apa? ya karena mereka sudah tau dan tidak akan merasa menyesal membelinya, wonk mas rifa’i sudah terkenal dengan seorang penulis best seller ya kan!


Begitulah, maka aku sebagai penulis pemula tidak langsung menulis dan menyetak nya (meski sudah punya beberapa pandangan mau nulis apa). banyak sekali contoh-contoh orang-orang yang menulis buku tapi hanya segilintir orang yang membeli. Itu karena mereka masih menyimpan keraguan lanjut beli atau tidak.  Namun, bukan berarti kita tidak mau nulis buku, proses toh, bangun personal branding nyambi nulis. Biar kalau udah banyak yang percaya, bukunya langsung tercetak? Eh, ini buat ku juga sih ahaha.


Menulis di blog sebagai bentuk untuk membangun personal branding ku. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit orang-orang tau sama aku, contoh kecil, “Weh iya, sulfa yang punya web sendiri; ww.penasulfa.com”, atau bahkan secara langsung memuji, “Wah kakak tulisannya bagus, saya suka. Tetap semangat jadi penulis ya”. Yah, Alhamdulillah beberapa orang sudah percaya, bahkan juga ada beberapa yang bertanya-tanya soal menulis dan blog. Jadi seolah-seolah aku tau dan pengalaman di bidang itu, padahal nyatanya belum nyelam begitu dalam hm. Tapi nggak papa kan yah? Ini mah usaha bangun personal branding.


5.    Merekam jejak peristiwa


Katanya sih, ini juga di sebut journaling. Peristiwa-peristiwa yang dialami ditulis dan diabadikan. Tapi benar loh, curhat yang ditulis itu bisa mengenang masa lalu di masa sekarang dan seolah-seolah kita bisa kembali ke masa itu. mengingat jelas betapa alay nya aku dulu, lebay nya aku dulu dan paling mengesankan peristiwa penting-penting tidak akan terlupakan begitu saja. Makanya, aku tulis di blog.


Bukan hanya peristiwa, tapi ilmu dan pengalaman tetap abadi. Aku terkadang menscroll sosmed-sosmed dan blog ini untuk melihat dan membaca kembali apa yang sudah aku tulis. Bisa juga sebagai perbandingan, antara tulisan yang dulu dengan yang sekarang, sudah ada perubahan belum?


Baca juga

cerita miris ku dengan sepeda ontel

 

6.    Bertemu banyak teman se visi


Sudah pernah kukatakan tadi bukan, aku adalah pribadi yang semangatnya berkobar-kobar jika di semangati orang lain? Nah, untuk tetap menunjang semangat menulis, aku harus masuk ke berbagai komunitas yang se visi tentunya bermodal ingin menjadi penulis. Salah satunya masuk di ODOP (one day one post) ini. Alhamdulillah semangat terus, apalagi kalau diberi tugas ahaha.


Bertemu dengan teman se visi juga bukan tidak mungkin kita bisa dapat ilmu secara percuma. Bisa saling sharing, bisa minta saran, bisa minta bantuan kan nggak akan ribet sendiri?


Baca juga

Salah satu komunitas yang aku ikuti

Pentingnya berkomunitas

Hari blogger


7.    Mendapat uang


Ahaha aku kalau sudah bicara uang, mata langsung melek. Bukan berarti mata duitan atau apalah, tapi karena sejak dulu aku memang suka menabung, jadi suka banget gitu kalau tabungan diisi setiap hari ahaha. Lagipula manusia mana yang nggak mau dapat uang?


Yah, sekalipun sampai saat ini belum dapat uang (ini lagi proses broo sabar nape), aku nggak mau nyerah wkwk, sayang aja gitu udah nyelam tapi nggak dapat ikan wkwk. apalagi menjadi blogger ada budget yang harus dikeluarin, meski itu tentang hanya penghabisan paket data ahaha, itu juga uang loh.


Big why, kenapa ngeblog juga paling awal-awal aku pikirkan, ya biar dapat duit. Tapi setelah masuk lebih dalam ke dunia blog, ternyata bukan jalan mudah untuk mendapatkan cuan pun sadar tulisan yang bermanfaat bagi orang lain itu sangat membahagiakan. So, belum dapat duit pun tak apalah, bermanfaat ke orang lain dulu, baru uang ngejar ahaha.


Nggak kerasa ya, ini adalah tulisan panjang ku yang selesai hanya sejam dua jam (baterai laptop emang cepet abis juga wkwk) Nggak dibayar loh, tapi tetap senang mah. Big why, kenapa ngeblog versi sulfa nih, versi mu mana? Curhat sini yuk.

 

 

 

 

Curhatan hati

Curhatan hati

View Article

Mengeluh tidak papa, nyerah jangan


Berawal dari bapak dosen yang memberikan tugas ke kelas ku, aku mulai mencari jawabannya, membaca modul yang ada dan sambil bertanya kepada teman-teman. Memang dua hari sebelumnya aku merasa sangat banyak sekali pikiran, dari tugas makalah yang kelompoknya tidak mau bekerja sama, dua tugas yang tadinya gampang menjadi ruwet ketika di teliti, dari acara organisasi yang megharuskan mikir sana sini, tugas di luar kampus yang harus dirampungkan setiap hari, dan lingkungan yang tak memadai.

Aku memiliki sifat, yang apa-apa akan di ambil ruwet, yang apa-apa harus dipikirkan, bahkan beberap hal yang menurut kalian mudah, akan bisa menjadi sulit menurutku, meyulitkan yang gampang, meruwetkan yang sulit. Ah ntah bagaimana harus kutinggalkan sifat itu.

Setelah banyak sekali hal yang harus di pikiri, aku pusing, sangat pusing. Kepala terus-terus an berdenyut, tapi ini bukan sakit. Selama dua  hari itu, aku harus mengikat kepalaku dengan kerudung dan memakai koyo sambil lalu mengerjakan tugas. Apa boleh buat? Mau ngandelin siapa lagi kalau bukan diri sendiri. udah dewasa kan ya.

Hari itu puncak ruwet nya aku, hari pertama aku pms dimana emosi sedang tidak stabil ditambah tugas yang belum kelar-kelar. Awalnya sudah kelar, tapi setelah di teliti ulang dan di kaji bersama teman-teman agak sedikit kurang benar, jadi jawaban yang sudah selesai itu menjadi sia-sia dan beberapa pihak menyalahkan diriku, alasannya karena sebelum mereka mengerjakan mereka bertanya padaku.


Tepat saat itu itu sebenarnya aku ada sakit hatinya, Tapi nggak papa aku tetap bawa bercanda dengan teman-temanku. Setelah siang harinya aku aku nggak tidur hanya karena diskusi tentang tugas yang belum kelar-kelar dan belum ada titik terangnya sorenya aku diharuskan menambah beban pikiran lagi masalah acara yang akan diselenggarakan hari Ahad, belum kelar tugas itu tu memikirkan dan tukar pendapat dengan teman se organisasi si tentang yang bagaimana caranya acara yang akan diselenggarakan berjalan dengan sukses. Sampai malam tiba dua hal tersebut belum rampung bahkan aku tidak jadi makan dari tadi siang.


Setelah itu sudah rampung satu tugas namun salah satu temanku kembali memberi informasi si tentang tugas tersebut yang mana konsepnya agak berubah sedikit, namun kenyataannya menjadi puncak masalah. Ketika aku pikir informasi yang diberikan temanku itu benar maka aku juga mengikuti informasi tersebut, dan aku ada niatan ingin memberitahukan pada teman ku yang yang sebenarnya tugasnya sudah rampung tapi aku kecocokan dengan memberi informasi tersebut sehingga dia fikir jawaban yang diberikan salah dan harus diperbaiki lagi.


Sebenarnya aku tidak menyalahkan siapa-siapa semuanya di sini salah menurutku, namun wajarkah hal seperti ini masih dibahas panjang lebar sampai menimbulkan emosi dari berbagai pihak. Pihak satunya yang sudah yakin akan jawabannya dan udah rampung tidak terima ketika aku menyampaikan informasi baru terkait jawaban tugas tersebut yang mana akan merubah jawaban yang telah rampung itu, namun dipihak satunya yang memberikan informasi berniat untuk mengajak mereka atau kau memberi informasi yang benar-benar kepada  mereka tentang tugas tersebut. 


Karena semuanya sudah emosi dan capek dengan tugas tersebut maka responnya negatif semua, pihak satu tidak terima pihak satunya kenapa hal yang benar yang harus disalahkan. Kenapa pihak yang yang diberi informasi oleh pihak satunya masih menyalakan pihak tersebut padahal niat pihak yang memberi informasi itu itu hanya ingin mengajak ke arah yang benar, Kenapa mesti disalahkan dengan alasan capek? Bukankah lebih capek mikir otak harus bekerja keras mencari jawaban yang benar daripada ada hanya gagal atau bolak balik dalam mengerjakan tugas.


Semuanya pada emosi, aku aku juga emosi tapi masih bisa aku pendam. Namun entah kenapa ketika aku Aku bercerita kepada teman-temanku yang sepihak denganku Aku menangis, ah kalau mengingat ini ngakak ya, kenapa harus nangis wkwk. Namun sebenarnya kita tidak apa-apa menangis wajar menangis pun bikin hati lega dan nantinya akan kembali berpikir dengan cerah tanpa harus ada emosi karena emosi tersebut sudah tersalurkan atau terbuang melalui air mata.


Intisari dari cerita tersebut yaitu Jangan pernah menyalahkan siapa-siapa, jangan langsung menjudge orang lain salah, coba posisikan kalau kalian ada di posisi itu, bagaimana perasaan kalian jika disalahkan juga padahal sebenarnya niat kita baik.

Pujian itu bisa Menerbangkan, bisa juga Menjatuhkan

Pujian itu bisa Menerbangkan, bisa juga Menjatuhkan

View Article





Pujian itu Menerbangkan apa Menjatuhkan?


ketemu lagi dong sama saya, ahaha. Lagi semangat nulis nih, meski tulisan abal-abal. Jadi, saya membuat tantangan untuk menulis opini tentang buku yang saya  baca, lebih tepatnya hanya satu bab ya wkwk.


jadi, tetap dengan buku yang sama, “Man Shabara Zhafira”, karya dari mas rifa’i. saya sampai di bab “pujian”. Sepertinya menarik untuk dibahas, dan dari sudut pandang saya ya.


Pujian, apa sih yang ada di benak kalian tentang hal ini? sesuatu yang menerbangkan? Apa yang menjatuhkan? Menurut saya sih tergantung ya, bisa jadi kedua-duanya. Mari saya bahas lebih lanjut. Eh, kalau kek gini, kek sok banget gitu, merasa pinter banget gitu, merasa wow banget pendapatnya gitu ahaha. Ini opini saya saja ya, dan biar semakin semangat nulis, saya ikuti kata hati ahaaha, saya itu orangnya humoris, jadi tulisannya juga harus ikut humoris meski harus dilebih-lebihkan sedikit wkwkw. Kembali ke laptop!


Bahas satu-satu ya. Pertama, pujian yang menerbangkan. Menurut mas rifa’i nih, pujian itu penting, “Jangan enggan mengapresiasi kerja keras manusia. Karena apresiasi sering kali memancing potensi dan mengundang prestasi”, ada banyak kisah yang mas rifa’i tulis disana, tak luput kisahnya beliau sendiri.


Saya setuju juga sih, pujian itu bikin semangat ya kan? Yang asalnya lembek, di puji dikit oleh teman, uh langsung berkobar deh semangatnya, langsung ngerjain deh. Misal nih, ini pengalaman saya sendiri ya. Jadi, saya kan baru jadi penulis nih, eh belum pantes dikatakan penulis sih, tapi ada salah satu teman saya yang bilang begini sama saya,


“Saya bangga sama kamu Sul, tak kira kamu nggak berprestasi, ternyata kamu bisa nulis, jadi seorang penulis, bangun blog dengan real tulisan sendiri”. 


Padahal nih padahal, saya belum percaya diri dikatakan seperti itu, banyak malah yang lebih baik dari saya itu, tapi karena pujian itu dikhususkan untuk saya, ya saya yang terbang dong, sekalipun banyak yang lebih tinggi dari saya, al-hasil, saya lebih semangat dong, ada semangat yang terbakar dalam jiwa bahwa saya bisa menjadi apa yang teman saya ucapkan, bahkan lebih. Ini bukan sombong ya, lebih ke menyatakan bagaimana semangat saya, meski beberapa kali saya lembek, lesu dan nggak semangat, tapi saya masih bisa kembali bangun dengan pujian dari teman saya. Coba lihat, bagaimana sangat pengaruhnya pujian itu? Dan masih banyak lagi pengalaman saya sendiri tentang pujian, next time saya cerita tentang pengalaman saya itu deh, kalau ada yang penasaran sih ahaha.


Oke, setelah pujian yang menerbangkan, kita beralih ke pujian yang menjatuhkan. Pernah nggak kalian ngalamin sendiri? kita di puji-puji, hingga kita bersikap sombong, berbangga diri, dan enggan mengembangkannya karena sudah puas dengan pujian yang diberikan? Pernah? Saya pernah! Bahkan sering. Saya cerita lagi ya.


Wah siswa berprestasi kayak sulfaini nih, kelas satu, dua semester peringkat satu terus”, iya, itu kenyataan ahaha. Ada yang muji saya begitu, al hasil, ada kebanggan dari diri saya, saya merasa puas, saya merasa banyak orang yang merasa bahwa saya ini hebat. Dan apa yang terjadi, naik kelas dua, bukan malah tambah rajin! Tapi malas, udah di kuasai dengan rasa sombong, terlalu percaya diri dan mengentengkan. Yang biasanya saya selalu bangun jam satu pagi untuk belajar kalau ada ulangan, tekun menghafal, tidak ada rasa ngantuk. Next class, pas ada ulangan, iya bangun memang, tapi tidak untuk belajar, bangun untuk tidur lagi! Pindah tempat Cuma. Hanya karena apa, “Ah, nanti juga pasti hafal!”, “Ah, nanti juga pasti bisa jawab soal!”. Dan akhirnya, peringkat saya menurun, jadi peringkat dua. Karena apa? hanya karena dipuji, jadi sombong, dan begini lah hasilnya! Terlihat bukan, bagaimana pengaruhnya?


Banyak teori yang menjelaskan hal itu juga, kalau kalian kuliah dan sudah dapat mata kuliah psikologi belajar, kalian juga akan paham dan dapat banyak pengetahuan tentang bagaimana pujian mempengaruhi seseorang! 


Jadi, menurut saya, opini saya, pendapat saya. Pujian itu bisa menerbangkan dan menjatuhkan. Tergantung, bagaimana kita meresponnya yakan? Kalau saja dulu saya respon baik pujian tentang prestasi saya, pastinya saya lebih semangat untuk lebih mengukir prestasi yang lebih baik lagi, bukan malah sombong dan meras puas! Right? Jadikan pelajaran ya gaes! Sebenarnya nggak enak hati saya ini menceritakan pengaalaman buruk saya sendiri, tapi nggak papa, semoga dijadikan bahan kehati-hatian bagi kalian.


Udah paham? Pandai-pandailah merespon ya. Jangan terlalu bangga dengan pujian yang didapatkan, karena itu sungguh mematikan, membunuh perlahan, membenamkan prestasi malah. Respon yang baik, lalu kembangkan! Jangan puas, jadikan bahan bakar semangat untuk bisa menjadi yang lebih baik lagi, bisa berprestasi lebih timggi lagi, bisa menjadi orang yang lebih hebat lagi dari sekarang. Oke? Semangat untuk kita semua.



Salam santuy dari saya.


Setuju tidak, kalau Tuhan kita Maha Hebat?

Setuju tidak, kalau Tuhan kita Maha Hebat?

View Article



Karena Tuhanku Maha Hebat


Halo… apa kabar nih? Ahaha baik pastinya kan. Sekalipun hati lagi tak karuan, jiwa ambyar dan raga sakit-sakit an, tetap optimis dan yakin akan kuasa Tuhan, Karena Tuhanku, Tuhanmu, Tuhan kita semua Maha Hebat, Dia Allah yang mempunyai scenario terbaik terhadap kita semua. Semangat menjalani  hidup gaes! Jangan lama-lama merasa terpuruk dan lelah, jangan sampai menyesal seperti saya ahaha.


Jadi ceritanya, saya lagi nantang diri saya sendiri untuk membuat secuil opini tentang buku yang sedang saya baca, lebih tepatnya satu bab saja. saya lagi baca buku karya Mas Ahmad Rifa’i rif’an, penulis terkenal dengan karya yang banyak sekali telah best seller, salah satunya, yaitu “Man Shabara Zhafira” yang sedang saya baca. Karena saya lagi males-malesnya nulis fiksi, bukan males juga sih, tapi keknya ngga bakat, eh tapi nggak boleh tanam mindset begitu, karena Tuhan Maha hebat, jadi kita harus punya mimpi hebat juga, yakan? Ahaha semangat buat kita semua.


Jadi, saya baru baca ini buku, dan sampai di bab, “Karena Tuhanku maha hebat”, seperti judul diatas, kan ini tantangan gaes wkwk jadi maaf nih maaf kalau isinya nggak bisa nyeimbangi isi dari buku yang ditulis mas Rifa’i. tapi nggak boleh nyerah dong wkwk. eh by the way, cara ini boleh dicoba gaes! Sugguh. Bikin kita semakin semangat nulis, ehehe.


Karena Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan kita semua Maha hebat, maka jangan pernah menyepelekanNya. Apalagi berfikir yang tidak-tidak, Jangan! Kita semua hidup dalam kuasaNya, kita semua hidup dengan fasilitas yang ada itu karena kasih sayangNya, kita sakitpun, atas kehendakNya. Cukup Dia berkata “Kun” maka terjadilah. Jadi jangan takut bermimpi gaes, sekalipun saya juga masih belum muluk-muluk banget mimpinya, apa salahnya saling kasih semangat dan jalan beriringan? Bukankah itu lebih mudah dan menyenangkan? Mari rangkul tangan saya ahaha.


Saya suka sekali kalimat yang ada di buku itu, “Dia tak pernah kehabisan stok kekayaan hanya untuk mengayakan anda. Dia tak akan pernah miskin meskipun seluruh manusia di muka bumi kaya raya. KaruniaNya tertebar diseluruh jagat, kekayaannya tak terbatas” jadi wow banget ngga si? Pernah nggak kalian bilang, “Hebat ya, orang itu bisa membangun waterpark!”, atau “Hebat ya orang itu punya banyak uang” dan saudara sepupunya itu dah. Tapi coba deh bayangkan, dia yang kau bilang hebat bisa membangun waterpark, lebih hebat mana sama Tuhan yang bisa menciptakan bumi ini? kalau dia yang kau bilang hebat mempunyai banyak uang, lebih hebat mana sama Allah yang yang mempunyai segalanya? Bumi, langit, gunung, lautan dan sebagainya.  kalau dia saja sudah hebat, berarti Allah maha hebat dong? Right?!


Ya itu tadi, kalau Allah tidak akan pernah kehabisan stok kekayaan, maka sangat boleh dong kita meminta kaya? Sama dalam semua bidang. Seperti Nulis nih. Sudah baca Al-Qur’an kan? Itu kalam Allah, dan tidak ada yang bisa menandingi bahasa di dalamnya. Tapi boleh dong, kalau kita meminta sukses dalam dunia menulis? Membuat banyak-banyak tulisan yang bagus dan bermanfaat! Eh ingat juga ya, seorang penulis bukan hanya dia yang sudah menghasilkan buku, seperti ini pun sudah dikatakan penulis, blogger, conten writer, penulis majalah, Koran dan sebagainya, jadi jangan berpacu  sama buku saja, ini bukan hanya opini saya, tapi sudah banyak saya  dengar dari orang-orang ahaha. Balik lagi ke topik weeh wkwk


Jadi, jangan pernah takut meminta hal-hal yang menurut kita hebat, karena Tuhan? (jawab sendiri) Right! Maha hebat. Nggak akan berkurang Maha hebatnya, hanya karena memberi kita kehebatan menurut pengertian kita masing-masing.


Dan, saya mohon maaf sebanyak-banyaknya, jika ada kata yang salah kata, atau salah sebut, ataupun menyinggung hati kalian-kalian. Ini opini saya, kalian boleh tidak setuju, tapi tolong saling hargai, jika saya salah, boleh kritik sini, DM saja ya ahaha, IG: sulfainilf. Saya ramah kok, pasti nggak ada kacang diantara kita ahaha.


Salam santuy dari saya.


Kebiasaan baru di bidang literasi

Kebiasaan baru di bidang literasi

View Article


Kebiasaan baru di bidang literasi

Adaptasi kebiasaan baru dibidang literasi


Kuliah yang belum aktif, menciptakan banyak sekali waktu luang yang banyak sekali tidak saya manfaatkan, apalagi diawal-awal pandemi yang mengharuskan kita belajar dirumah saja, hanya membuat saya guling-guling tidak jelas dikamar dengan hp yang tak pernah lepas dari genggaman. Hingga ketika saya mulai bosan, muncullah sekelibet pertanyaan “masa hidup gini-gini terus sih?, “kapan suksesnya aku ya?” atau sekelibet perasaan iri, “enak ya si A udah sukses dengan jualannya.”, “si B keknya udah banyak hasilnya dari jualan.” Dan kalimat-kalimat lainnya yang sungguh sangat menyesakkan ke hati, sumpah ini loh.


Hingga aku berpikir keras, tanya kesana sini bagaimana cara aku sukses? Ada banyak orang yang menyarankan saya menulis, karena memang sejak dulu saya hobby baca dan nulis, hobby banget curhat dan nulis diary di buku atau lembaran. Lalu, saya tekadkan niat untuk menjadi penulis hebat bermanfaat yang semoga tergapai secepatnya. Menjadi penulis tentu tidak segampang yang kita kira bukan? Jadi saya banyak bergabung dengan grup-grup kepenulisan yang ada di wa maupun di fb. Mengikuti banyak seminar tentang kepenulisan, berharap mendapat ilmu dan teman seliterasi.


Aktifitas dulu yang sangat monoton tidak melakukan apa-apa, perlahan saya isi dengan membaca buku, bukankah menulis sangat berkaitan erat dengan membaca? Saya megikuti beberapa challenge membaca, biar lebih berkomitmen dan istiqomah wkwk. Selain membaca, saya juga coba-coba ikut beberapa event, dari yang dibukukan, atau hanya mendapat sertifikat. Tidak cukup dengan itu, saya coba juga membangun blog. Jika dihitung sampai sekarang, umurnya sudah lebih dari satu bulan. Lalu saya juga mengikuti beberapa kelas menulis, selain mendapat ilmu, saya juga mendapat kekuatan untuk mencoba menulis novel, yang saat ini masih sampai 16 lembar wkwk. melalukan hal itu tidak langsung istiqomah, saya perlu menemukan kejelasan kenapa harus melakukan itu, perlu banyak dorongan dari teman sevisi, dan juga perlu banyak ilmu agar hari ke hari tulisan saya lebih berkualitas dan segera menjadi penulis hebat bermanfaat.

#Odop
#Bismillah
Apa Manfaat Menjingling Blog Orang Lain?

Apa Manfaat Menjingling Blog Orang Lain?

View Article

Apa Manfaat Menjingling Blog Orang Lain?


Apa manfaatnya menjingling blog orang lain?


Kali pertama saya membangun blog, saya banyak mencari informasi dengan bergabung di grup-grup facebook yang berhubungan dengan blogger.


Ada beberapa kali pertanyaan yang saya utarakan disana, jawaban yang mendukung dan meremehkan berkesinambungan meramaikan pertanyaan saya. Saya kira tidak ada pertanyaan remeh, atau pertanyaan yang kecil sekali. Semua pertanyaan itu bagus. Seperti contoh, saya pernah bertanya, bagaimana cara membuat blog? Dan lebih bagus mana antara yang A dengan yang B? untuk orang yang sudah sangat sangat berpengalaman pertanyaan ini adalah kecil, seperti ujung kuku kelingking hingga bukan malah mendapat jawaban tetapi malah mengkucilkan atau meremehkan, tapi bukan berarti semua blogger begini hanya segilintir tapi semoga semakin kecil dan punah. Untuk yang berpengalaman tetapi tetap rendah hati dan bilang bahwa beliau masih juga belajar, akan menjawab tuntas pertanyaan remeh tersebut.


Setelah beberapa minggu saya bangun blog dan rajin mengunggah link di story WA dan grup-grup FB (biar banyak view, eh wkwk) beberapa kali saya mendapat pertanyaan yang dulu menurut saya sulit, “kak, bagaimana cara membuat blog”, “kak, ajarin buat blog dong” dan ya, sekarang saya mengakui bahwa pertanyaaan itu remeh atau gampang (eh, mohon maaf) tapi tidak diutarakan bahwa itu hal yang remeh apalagi menjawab dengan remeh juga, tidak tidak. Saya ingin berusaha tidak seperti itu. Semoga.


Suatu hari, saya membaca postingan dari rekan blog di grup bahwa blog nya kena jingling. Saya yang pemula ini baru mendengar apa itu jingling tidak paham, dengan sabar saya membaca koment di bawah-bawah postingan itu. Dan ada kalimat yang bikin saya berhenti mengirim link di grup itu lagi, “di sini banyak orang jahil gan, jangan kirim link sembarangan”, nah loh, saya yang ngga tau apa itu jingling tapi tetap takut dong.


Pernah beberapa kali juga saya browsing apa itu jingling, point besarnya memang agak paham tapi tetap belum paham sebenar-benarnya apa manfaat menjingling blog orang lain? Mendatangkan banyak pengunjung sekali klik, lalu beberapa hari bisa turun drastic (apa manfaatnya si?)


Katanya sih katanya, untuk blog yang mendaftar AD, bisa berakibat fatal, bahkan katanya sih katanya juga bisa dianggap spam oleh google dan lebih parahnya di hapus dari google (hasil browsing). Oke, ini kerugian dari blog yang dijingling, lalu manfaat nya buat yang menjingling itu apa sih? Mau lihat saudara sesama bloggernya tidak sukses? Ah pemikiran apa ini, ayolah bersikap dewasa sedikit.


Dan, ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM, blog saya yang baru sebulan ini kenak jingling juga dong! Apa lah yang ada dipikiran anda menjingling blog yang baru berumur sebiji jagung? Awalnya sih saya senang kan ya, pengunjung nambah drastis, apa lagi hari itu saya tidak mengshare link blog saya, tapi tetap banyak pengunjung. Kebetulan hari itu juga saya lagi bahas blog sama temen saya lalu ngarah pada tema jingling, saya curiga, apa blog saya kenak jingling ya? Setelah saya cek  dan saya tanyakan sama teman saya, ternyata iya!. Tapi sampai sekarang saya tidak merasa ada dampak apa-apa sebab jingling itu sih, atau memang saya kurang pengetahuan atau kurang peka (?)


Bukan maksud saya menentang atau menantang rekan-rekan blog yang pernah menjingling blog orang lain. Saya tidak paham apa-apa, saya pemula hehe. Saya berani begini karena yang kena jingling itu blog saya dong hiks. Jadi begini, sebenarnya ini tulisan tidak mengandung ilmu tentang jingling apalagi bagaimana cara  mengatasi jingling, sudah saya bilang saya pemula hehe. Hanya saja, ini tulisan sebagai sharing saja dari saya sesuai pengalaman dan beberapa keluhan dari rekan-rekan blog yang lain.


Qoute patah hati

Qoute patah hati

View Article


Halo... Bagaimana kabarnya nih? Sudah pada qurban kan? Sapi, kambing, atau mantan nih? Wkwk jangan kejam-kejam ya sama mantan, ingat dulu, bahagiamu karenanya hihi. Sudah sudah, lupakan mantan, karena sekarang masih dalam lingkup hari raya idul adha, saya pribadi mohon maaf ya kalau ada salah kata hehe.
Ah iya, jangan lupa minta maaf sesama mantan wkwk.

Sekarang, saya ingin share qoute tentang cinta yang pasti ada bumbu-bumbu mantan hehe... Jangan dulu beranjak, siapkan secangkir kopi, kertas dan bolpoin (siapa tau cocok buat tambahan koleksi qoute wkwk) dan terpenting siapkan hati yaaa...


"Hai... Apa kabar?"
Yah, mungkin menurut mereka, itu kata biasa, tapi bagiku itu adalah kata teristimewa jika terlontar dari bibir indah mu. Iya sayang, kamu. Tapi, sepertinya itu mustahil iya kan? Haha mana mau kamu nanya kabar aku, ngasih kabar saja sudah nggak ya kan? Haha miris.
_

Aku tahu, aku bukan lagi prioritas mu. Aku tahu, aku bukan lagi teman ceritamu. Aku pun tahu, rasa sayangmu sudah pudar. Tapi, salahkah aku jika masih mengharap semuanya kembali ke semula? Aku terlanjur sayang kamu, dan untuk menghentikannya, aku tidak punya cara.
_

Kamu tau apa yang terlintas difikiran ku saat kamu menceritakan semua masalahmu? Kamu nyaman sama aku. Tapi nyatanya, aku bukan satu-satunya orang yang mendengar kisah perih mu, bahkan aku dalam urut terbelakang setelah mereka. Hanya mau cerita, tidak lebih, begitu kan sayang? Sayangnya aku salah mengartikan.
_

Aku pergi, Bukan tak mau peduli. Aku pergi karena sadar diri. Aku sudah kau campakkan bersama kenangan. Tapi, jangan khawatir, ini aku yang tak akan pernah berhenti mencintaimu.
_

Boleh malam ini kamu hadir dalam mimpi ku? Aku sangat rindu, serius. Tidak, aku tak perlu lama, cukup 5 menit saja, aku janji. Setelah itu kamu boleh pergi.
_

Kamu boleh berkelana kemana saja, kamu juga boleh pulang kapan saja. Apakah kebebasan begini belum cukup untuk membuatmu sadar? Itu hanya kiasan, iya benar kiasan. Tak paham kah dengan niat terselipku? Ah, ternyata aku salah cara. Kamu semakin hilang entah kemana.
_

Hehem... Sekarang lagi dekat dengan siapa? Aku terlupakan kah? Padahal kopi mu sudah kubuatkan, sesuai seleramu. Tapi, nyatanya kopi di warung sana lebih menarik mu untuk pergi dari rumah ini.


Hehee gimana gimana? Bacanya sambil ngebayangin mantan gak? Perlu di garis bawahi ya teman-teman, saya buat ini hanya iseng saja dan di mohon dengan sangat jangan pakai kata-kata ini untuk hal yang tidak baik, ups. 
Semoga bermanfaat ehehe, berikan hanya pada kekasih halal ya gaes:)
Puisi Anak

Puisi Anak

View Article




Hai... Kali ini saya pengen ber puisi wkwk. Diperentukkan buat kalian yang sedang down karena orang tua tak mengerti kalian. Diperuntukkan buat kalian yang sedang sedih karena orang tua pilih kasih. Di peruntukkan buat kalian yang membenci orang tua hanya karena sering marah dan kasar. Pun, diperentukkan buat orang tua yang sering kasar dalam mendidik anak-anaknya. 

Percayalah, tidak ada orang tua yang membenci anak kandungnya. Hanya saja, mereka belum tau cara baik untuk mengasihi kalian, atau bisa jadi, kalian yang tidak mengerti mereka. Dan juga, percayalah didikan kasar pada anak, bentakan kasar pada anak bukan solusi yang baik untuk menanamkan sifat baik pada anak. berlemah lembut lah, perbanyak sabar jika anak bandel hehe Baiklah, puisinya cuma sedikit saja ya...     


  Caramu tetap ku sayang 

Bentakan yang kerap kali ku dengar 
Tak pernah ku anggap mereka kasar 
Cacian yang berebut keluar 
Ku gantikan dengan perbanyak istighfar

Menahan sesak di dada 
Aku menangis tanpa suara
Tak pernah terlintas untuk membencinya
Apalagi memalingkan muka untuk tidak mempedulikannya 

Peluh yang menetes setiap hari 
Aku jadikan bukti bahwa mereka peduli 
Semua fasilitas yang ada
Itu tanda sayang dari mereka 

Mereka pasti cinta 
Hanya cara baiknya belum terbaca 
Mereka pasti sayang 
Namun kasihnya masih menjadi bayang 

Tak apa, aku baik-baik saja 
Tak apa, aku tetap cinta 
Tak apa, aku tak kan benci mereka 



Madura, 24 Juli 2020
Cinta Itu Buta dan Tuli

Cinta Itu Buta dan Tuli

View Article




Hai... Aku tidak tau ini puisi atau hanya sekedar ilusi. Yang pasti, aku hanya ingin berbagi pengalamanku sendiri. Yah, cinta itu buta dan tuli. 
Ayo mulai!

Cinta Buta dan Tuli

Menghubungi kembali dia, bukanlah jalan yang terbaik
Tak perlu ikuti hayalan tinggi untuk kembali komunikasi
Lukamu akan kembali menganga saat hayalmu tak jadi nyata
Dia yang sekarang, bukan lagi dia yang dulu
Hangat berubah dingin
Manis berubah pahit.
Lalu apa yang masih membuatmu bertahan mengharapkan dia terus-terusan?
Lukamu belum sembuh, sayang!
Jangan lagi bermain agar tak ada luka baru lagi.
Tak sayangkah kau pada dirimu sendiri?

Nyatanya, kau tetap dengan egomu
Memilih luka kembali, daripada berdiam diri
Perlahan berjalan menghampiri dia lagi.
Hanya karena alasan nyaman, tidak mau pindah haluan
Alasan klasik, kau masih mencintainya.

Iya, kali ini aku setuju denganmu

Pemain Smack down tak peduli akan luka di hari kemarin dan hari ini
Ia akan tetap bersemangat berlatih diri untuk bertanding di keesokan hari
Hanya karena alasan nyaman, ia mencintai pekerjaannya.

Tenggorokan panas dan diare tak menjadi alasan pencinta pedas berhenti mengkonsumsi
Ia akan terus mengulangi lagi
Sangat suka, ia beralasan nyaman.

Dan... Ini yang terakhir
Pencinta rokok tak akan pernah peduli
Ia akan tetap mengkonsumsi
Meski tau bahwa itu membahayakan diri 
Sekali lagi, hanya karena nyaman, ia menyukai.

Yah, cinta itu buta dan tuli
Ia tak peduli
Kamu tak peduli
Mereka tak peduli
Akan terus mengejar seseorang yang menjadi mimpi
Tanpa peduli bahaya yang menimpa diri.