Label

Tampilkan postingan dengan label Riview. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riview. Tampilkan semua postingan
Review buku The alpha girl's guide oleh penasulfa – penulis om piring

Review buku The alpha girl's guide oleh penasulfa – penulis om piring

View Article


 Judul buku: The alpha girl's giude, menjadi cewek smart, independen dan anti galau

Penulis: Henry manampiring

Penerbit: gagas media

Tahun  terbit: cetakan ketiga, 2015

Jumlah halaman: 253

Pengulas: Sulfaini


Ebook ini pemberian dari mbak ifa cantik nan baik, seorang yang boleh di bilang sang motivator ku, berperan banyak sampai aku bisa di tahap ini, meski sampai di tahap ini masih terkesan remeh dan nggak ada artinya, aku sangat bersyukur karena dia aku agak lebih sedikit produktif meski lebih banyak melakukan hal yang sia-sia, ahaha. Tepuk tangan buat mbak ifa.


Buku ini adalah buku yang paling lama aku selesaikan bacanya, meski dengan hanya jumlah halaman 200an. Bukan maksud tidak suka atau lebih di kata nggak menghargai pemberian, tetapi karena aku merasa nggak pantes sama sekali membaca buku ini, istilah kerennya, ‘bukan gue banget’. Isinya sangat bagus sekali mendorong aku terus-terus an ingin membacanya, namun masih ada rasa ‘insecure’ terhadap buku ini, rasanya tuh sedang berhadapan langsung dengan para alpha female yang sekalipun raut wajahnya ramah sekali, namun tetap saja pikiran buruk nggak pernah enyah; nggak pantes, malu dan sebagainya.


Sempat kaget juga dengan sang penulis, yang ternyata dia adalah seorang laki-laki, yang dimana biasanya sedikit sekali akan meluangkan waktunya hanya untuk menulis kelebihan dan membangkitkan semangat perempuan; lawan jenisnya. Logikanya, ngapain aku nulis buat makhluk yang paling cerewet dan akan berkata dia selalu benar ahaha. Tetapi mas henry; yang kerap dipanggil om itu sangat memberantas kata demikian, seolah juga beliau adalah seorang perempuan yang tersulap menjadi  seorang lelaki, ah iya jangan salah, beliau juga termasuk alpha male yang muantep pisan euy.


Penyampaian nya juga terkesan santai dan mengandung banyak humor, apalagi dibubuhi dengan ilustrasi-ilustrasi yang seperti komik, bukan hanya gambar gitu, tapi ada bacaan yang singkat juga. baguslah.


Baiklah, lapangkan lah dada wahai pembaca sekalian jika ada kalimat yang aku tulis terkesan ‘sok-sok an’ padahal aslinya ngga banget, mohon maap nggeh, ini Cuma sebagai review dari aku pun juga semoga dengan ini semangat untuk meraih bintang berkobar lebih besar lagi.


Buku alpha girls bukan semata menyulap semua wanita menjadi alpha girls





Alpha female awalnya sebuah justifikasi terhadap seekor hewan, hewan yang terpandang dan menjadi pemimpin itu disebut sebagai alpha male (jantan) dan alpha female (betina), lalu kemudian beralih pada sekelompok manusia.


Alpha female adalah perempuan-perempuan yang berada di puncak karena prestasi dan attitude nya, mereka dihormati dan disegani, baik oleh perempuan maupun pria. Mereka percaya diri mengoptimalkan potensinya. Menjadi seorang alpha female dewasa bisa dimulai sejak dini dengan menjadi alpha girl (hal 52)


Mas henry memaparkan, menjadi alpha girl bukanlah suatu hal yang bisa dimiliki semua wanita. Jika semua wanita menjadi seorang alpha gilrs atau female, maka serasa semua wanita sama, tidak ada kelebihan yang dipunya, karena toh, semua wanita mempunyai kelebihan seperti itu, terkesan nggak ada yang menakjubkan. 


Alpha itu identik sebagai seorang pemimpin, seorang yang disegani, seorang yang berani menegur dan memerintah dalam suatu kelompok dan bisa dipastikan dalam kelompok hanya akan ada satu atau dua orang saja yang menjadi demikian, tentu berarti memang benar, tidak semua wanita menjadi alpha female.


Namun dengan tidaknya semua wanita menjadi alpha female bukan berarti membawa rasa ‘down’ membaca buku ini, apalagi berpikiran seperti aku, ‘bukan gue banget’. Mas henry berkata dengan membaca buku ini pembaca akan lebih bisa membuka pikiran terlebih untuk seorang wanita mengenai apa yang bisa dilakukannya di masa remaja ini. Aku nangkepnya, jika wanita tidak menjadi seorang alpha female yang kegiatannya sangat produktif sekali, minimal seorang wanita tidak menyia-nyiakannya waktunya untuk suatu hal yang mubah; boleh dilakukan tapi tidak mendapatkan apa-apa. Minimal seorang wanita tetap melakukan hal produktif meski belum diakui di kelompok atau masyarakat itu, siapa tau bukan dewasa nanti bisa menjadi seorang alpha female?


Kalau kamu berusaha meraih bintang, kamu mungkin tidak akan mendapat satu bintang pun. Namun, minimal kamu juga tidak akan berakhir dengan hanya lumpur di tangan. (Mendiang Lo Burnett)


Buku alpha girl's mengupas tuntas segala hal tentang perempuan




Yah, menurutku tuntas. Mas henry membahas tentang perempuan dari menjadi siswa sekolah sampai mejadi seorang pekerja. Bahkan nilai pointnya, mas henry memasukkan isi wawancara yang ia lakukan dengan sang alpha female yang wow; Alanda kariza dan najwa shihab. Setiap kalimat yang mereka paparkan sangat sangat istimewa sekali. Yang paling menyentuh, dibalik kesuksesan mereka ada keluarga yang sangat mendukung. Ini sangat menyentuh sekali, sangat.


Pernah suatu ketika saat aku membaca buku ini yang kebetulan sampai di pembahasan alpha love, ada teman yang curhat tentang kisah cintanya yang kandas; dia habis menangis semaleman, suaranya serak. Cintanya kandas sebab cowok menikah dengan orang lain tanpa kabar. Sambil lalu aku nasehati, aku mengutip paparan yang mas henry tulis tentang bagaimana seharunya alpha girl menyikapi percintaan. Kemudian, dia bilang, ‘yeah, kok bener banget sih buku ini’.


Segi penampilan juga salah satu pembahasan yang menampar. Bagaimana aku yang bodoamat akan baju yang dipakai, membersihkan wajah agar tidak kusam dan sebagainya adalah sebuah tamparan. Seorang yang penampilannya baik itu akan indah dilihat, meski tidak cantik, aura yang keluar memancarkan suatu cahaya. Seorang alpha female saja dituntut untuk menjaga penampilan supaya menarik, apalagi aku yang nggak di cap sebagai seorang alpha! Sudah nggak ada prestasi, masa penampilan juga kumel, apa yang mau dilihat lagi!


Ah, padahal sejak kemarin nggak berfikir akan menulis review sebanyak ini, sampai mau spoiler ahaha. Buku alpha girl ini wajib menjadi bacaan semua perempuan, baik dia seorang alpha atau bukan. Seorang perempuan yang baik akan juga mengangkat dan menolong perempuan lainnya untuk juga maju.

Ingin jadi istri dan ibu shalehah? Buku calon umi shalehah cocok untuk dibaca

Ingin jadi istri dan ibu shalehah? Buku calon umi shalehah cocok untuk dibaca

View Article







Penulis: La ode munafar & dwi suci apriani  (sepasang suami istri)

Penerbit: Gaul fresh

Penyunting: Andhika dwijayanto

Desain sampul:     Heni pratiwi

Tahun cetak: 2016

Jumlah halaman: 168 hal

Pengulas: Sulfaini


Aku dapat tantangan dari #RCO untuk membaca buku fisik yang berada di  rak kamar genre bebas. Bingung, mau baca apa padahal buku yang belum tersentuh dan terbaca sekitar 7 buku. awalnya pilih sebuah novel biar cepet selesai bacanya, eh kok bahasanya njelimet ya? Udah baca 40 halaman auto ganti buku lain dong hm. Takdir lah, buku calon umi shalehah menjadi pilihan selanjutnya.


Buku itu aku dapat dari hadiah #rmtmchallenge bulan September lalu, tapi emang nggak aku baca karena merasa belum saatnya dong ahaha. Setelah baca di bab pertama, ternyata oh ternyata aku suka sekali, bahasanya  ringan, enak dibaca, nggak seperti menggurui malah lebih berasa aku berhadapan langsung dengan kedua penulis tersebut.


Dalam bukunya juga ada sebuah kisah yang dikemas seperti cerpen, sehingga tidak membuat pembaca jenuh ketika hanya membaca nasihat-nasihat belaka. Oh iya, kurangnya buku ini ada beberapa kata yang masih typo.


Buku calon umi shalehah dibaca sebelum menjadi istri dan ibu




(Namanya juga calon yek, ya pasti sebelum lah), iya iya, tapi kan mana tau punya pikiran kek aku kemaren, nggak mau dibaca karena merasa belum saatnya wkwk.


Buku calon umi shalehah bukan juga hanya dibaca sebulan sebelum menikah, atau setelah tunangan baru baca, bukan ya. Buku ini cocoknya dibaca saat usia udah remaja atau boleh sangat ketika udah punya perasaan ingin menikah ahaha.


Menjadi umi shalehah bukanlah pekerjaan instan yang akan bisa dilakukan hanya dengan kursus sejam dua jam. Menjadi umi shaleha tidaklah mudah seperti film-film yang ketika ditimpa musibah, langsung berubah menjadi sosok wanita yang sangat baik dan shaleha, tidak. Tetapi, menjadi umi shaleha haruslah dicoba dan belajar dari sekarang.


Apalagi kalau kejadian mendadak terjadi, tiba-tiba saja ada kejadian yang mengharuskan kamu menikah, padahal sebelumnya nggak pernah terlintas untuk menikah, nah ini gunanya belajar menjad umi shaleha. Kak Ode dalam bukunya menyampaikan beberapa kisah mendadak yang mengharuskan seorang wanita menjadi istri walaupun sebelumnya nggak ada niatan sama sekali.


Setiap wanita haruslah menjadi umi yang shaleha 




“Wanita dalam islam sangat berharga, tidak murahan dengan dinilai hanya fisik saja. wanita punya potensi besar luar-dalam, yang jika digunakan untuk melaksanakan tugas sebagai umi shalehah, Allah akan menganggkat derajatnya dan memberi pahala berkali-kali lipat.” (hal 42)


Yah, membaca buku ini membuat aku menjadi lebih paham bahwa Allah tidak sembarang menjadikan wanita sebagai ibu dan istri; umi shaleha. Perbedaaan mendasar antara wanita dan laki-laki sangat gamblang dijelaskan di bukunya. Bukan maksud merendahkan laki-laki, tapi memberikan pengertian bahwa rencana Allah tidaklah salah. Wanita menjadi umi shaleha memang sudah di ranah yang tepat. Salah satu perbedaan mendasarnya dalam penjelasan buku tersebut adalah menurut survey, rata-rata wanita membutuhkan berbicara sebanyak 16-20 ribu kata perhari, sedangkan laki-laki hanya 6-7 ribu perhari. Kalau saja kebalik, bagaimana seorang ibu akan menjawab pertanyaan-pertanyaan konyol dari anak? Mengajari anak? Dan sebagainya.


Tugas wanita pula bukanlah hanya menjadi sekedar ‘ibu rumah tangga’ yang hanya memasak, menyapu, mencuci, memandikan anak dan sebagainya, tetapi juga harus menjadi ibu rumah tangga yang shalehah wkwk. bagaimana harusnya melayani suami dengan baik, bagaimana harusnya mengajari anak dengan baik dan bagaimana seharusnya tetap bisa menjadi hamba dengan baik, bukankah begitu?


Persamaan wanita dan laki-laki salah satunya, sama-sama diperintah untuk berdakwah, iya berdakwah. Tentu jika kita; wanita sudah membaca dan mempelajari menjadi umi shaleha sudah pasti paham harus berdakwah bagaimana, ya kalau tidak bisa diluar, di dalam rumah juga bisa, mendakwahi keluarga misal.


Seperti kak Ode dan istrinya kak Dwi, mereka adalah sepasang suami istri yang menurutku jalan dakwahnya sangat baik. Kak ode pun menyeret cerita bagaimana kak ode dan istrinya bertemu; di tempat dakwah. Setelah menjadi suami istri pun keduanya tidak berhenti berdakwah, bahkan gerakan besar yang ada di indonesia #Indonesiatanpapacaran penggagasnya adalah kak Ode, dan kak Dwi juga mempunyai tugas di gerakan itu. sungguh, aku begitu kagum.


“Dunia ini adalah perhiasan. Dan sebaik-baiknya perhiasan ialah istri shalehah”


Teruntuk calon-calon umi yang shaleha, kurang rasanya jika belum membaca buku calon umi shaleha ini sebelum benar-benar menjadi umi shaleha. Ingat, menjadi umi shaleha bukanlah pekerjaan instan, mari baca buku calon umi shaleha sekarang juga, biar tidak menyesal kemudian.

 

 

Novel recomended, sabtu bersama bapak

Novel recomended, sabtu bersama bapak

View Article


Identitas buku


Judul buku: Sabtu bersama bapak

Penulis: Adhitya mulya

Penerbit:gagas media

Tahun terbit: cetakan pertama, 2014

                     Cetakan kedua belas: 2015

Jumlah halaman: 277

Nomor ISBN: 979-780-721-5

Pengulas: Sulfaini


Novel sabtu bersama bapak menceritakan tentang seseorang pemuda yang belajar mencari cinta (Saka), tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik (Satya), tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih (Ibu itje) dan tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka (Alm. Pak gunawan)


Novel ini menceritakan sebuah keluarga yang tentram dan harmonis sekali. Bapak yang sangat bertanggung jawab akan tugasnya menjadi kepala keluarga, Ibu yang sangat tidak ingin menjadi beban bagi anak-anaknya dan kedua putranya yang Alhamdulillah sukses dengan karirnya namun tetap dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya.


Aku jatuh cinta pada ibu itje, aku jatuh cinta dengan satya dan aku jatuh cinta pada saka/cakra dan aku sangat jatuh cinta pada pak gunawan.


Novel yang sangat sangat recommended




“Hai satya! Hai cakra!”

Ini bapak.

Iya, benar kok, ini bapak.

Mungkin bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.

Tapi bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan bapak di samping kalian.

Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.

Ingi tetap dapat mengajarkan kalian.

Bapak sudah siapkan.

Ketika kalian punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung kemana harus mencari jawaban.

I don’t let death take these, away from us.

I don’t give death, a chance.

Mari kita belajar

Mari kita bermain

Bapak ada disini

Di samping kalian (hal 5)


Baru baca di awal, aku sudah jatuh cinta sama novelnya, dialog dan narasinya pas. Semakin masuk ke dalam semakin jatuh cinta dengan alurnya, dengan segala tokohnya dan dengan ide penulisnya apalagi dengan ending nya.


Penulis sangat pintar mengemas cerita yang sebenarnya akan sangat tebal mengingat sudut pandang yang dipakai, tetapi hanya dengan 277 halaman, cerita ini selesai dan tidak ada penjelasan menggantung apalagi ending yang di ambang-ambang.


Sumpah ini novel recommended banget.


Humorisnya dapat, pelajarannya dapat, seriusnya dapat, sedihnya dapat, bahagianya dapat, romantisnya dapat, ah apalagi? Nggak tau lah pokoknya novel ini bagus sekali. Aku kasih rating yang tinggi sekali, sangat tinggi.


Bahkan sampai berfikiran nggak mau namatin, sayang soalnya.


Baca novel ini juga adalah rekor membaca yang paling cepat, meskipun niatnya nggak mau cepat-cepat tamat. Tapi saking asiknya nya membaca ceritanya, jadi nggak mau lepas. sehari tamat dong.


Penulis juga benar-benar pandai memainkan emosi pembaca, bab sebelumnya ceritanya sedih, bab selanjutnya sangat lucu sampai aku harus guling-guling, berhenti membaca sebab ngakak nya nggak bisa dihentikan padahal udah istighfar banyak, kadang tak ulang-ulang dialog yang lucu, sayang banget ey. Kayak gini loh, bab sebelumnya, cerita ibu Itjeh, berikutnya si saka, berikutnya satya, ulang lagi, acak lagi. Paham nggak sih? Baca sendiri deh, nggak banyak nyesel deh.


Ah iya, katanya novelnya sudah di film kan yah? Ah otw lihat dong aku. Pengen liat acting segala tokohnya. Novelnya bagus banget soalnya.


Memberi pelajaran dari semua sudut pandang




Novel sabtu bersama bapak ini adalah salah satu novel yang benar-benar recommended, serius. dari sekian novel yang aku baca, ini novel yang paling mantap, bagus dan sepertinya kata itu juga kurang untuk mendekskrispsikan novel ini. benar-benar ketceh badai…


Ah iya, lihat saja. cetakan pertama tahun 2014, cetakan dua belas 2015. Wow banget nggak sih! Berarti memang bukan Cuma aku yang sadar kalau novel ini manteup bener dah.


Aduh, sudah berapa kali aku bilang novel ini sangat bagus dan recommended banget? Tapi memang begitu deh, suer.


Sebenarnya di sinopsis sudah terpampang jelas bagaimana jalan ceritanya, tapi karena memang sangat ingin tau, aku tidak sempat membaca sinopsisnya (bahkan pembatas bukunya aku hilangkan saking fokusnya baca)


Alm. Bapak gunawan memberikan pelajaran yang sangat mantap tentang bagaimana tugasnya menjadi seorang kepala keluarga, tak peduli sudah beda alam.


Ibu itjeh memberikan pelajaran tentang bagaimana hebatnya sosok ibu, yang ditinggal suami dan anaknya (merantau kerja), ia ta pernah merepotkannya dan bahkan usahanya benar-benar sukses (mempunyai delapan warung)


Cakra/saka memberikan pelajaran menjadi anak yang tak pernah lupa pada petuah Bapak, berbakti pada ibu dan tentang penggapaian cinta.


Satya memberikan pelajaran tentang bagaimana menjadi seorang bapak yang hebat, suami yang romantis, anak yang tak pernah lupa jalan pulang.


Dengan alur yang pas, per bab menggunakan POV berbeda dan ringkasnya cerita sangat membuat novel ini hidup, feelnya juga sangat dapat.


Kalo kalian sudah baca novel Sabtu bersama bapak ini dan tau perannya mereka, saking bagusnya, kalian nggak bakal bisa bicara apa-apa lagi. Percaya deh.

Review | Surat cinta untuk kekasih sejatiku

Review | Surat cinta untuk kekasih sejatiku

View Article

Surat cinta untuk kekasih sejati ku, siapa ya?




Surat cinta untuk kekasih sejati ku ini adalah karya Ahmad rifa’i rif'an, salah satu penulis favoritku. Awal tahu buku ini, sebenarnya aku sudah menaruh rasa yang sangat penasaran akan seperti apa isinya, karena setelah membaca beberapa buku mas rifa’i yang aku baca, beliau pasti menyelipkan kisah dan kata-kata romantis untuk istrinya; mbak Mita. Namun, sepertinya isi buku ini lebih untuk kita semua, tidak ada kalimat yang bermakna kepemilikan.


Dalam bukunya, penulis tidak hanya membahas masalah perasaan semata, tetapi lebih ke bagaimana arti cinta yang sebenarnya, bagaimana seharusnya menyikapi cinta yang belum masanya bersama, bagaimana respon baik saat dijodohkan dan penulis juga menggambarkan betapa indahnya dan hebatnya seseorang yang begitu taat kepada Tuhannya, begitu produktif dalam kegiatannya sehingga tidak ada kata galau dalam kesehariannya bahkan penulis merasa iri terhadap mereka. Kenapa aku ingat betul pada masalah ini? tamparan banget si! Jadi rasanya membekas:( semoga bisa menjadi pribadi yang lebih lagi, Aamiin


Buku ini cocok sekali dijadikan hadiah, apalagi buat doi. Itung-itung biar dia peka dan paham harus berbuat apa. buat kamu yang terlanjur pacaran tapi mau putus, boleh banget buku ini dijadikan hadiah terakhir, semoga juga bisa membawa doi ke ketaatan. Buat yang mau kode doi biar cepat meminang, juga boleh. Lebih baiknya juga sih dibaca sendiri yah, biar paham juga.


Oh iya, menurut ku, masalah yang paling di sepelekan dalam cinta itu, memaksa si dia untuk jadi jodoh kita dan kita rada buta membedakan cinta dengan nafsu. Nah, jawaban plus solusi dari masalah itu ada di buku ini loh. Simak penjelasan lengkapnya yuk..


Masalah sepele di dunia cinta; memaksa dia menjadi jodoh kita dan tidak dapat membedakan antara cinta dan nafsu.




 

“Memaksa Tuhan untuk mempertemukan kita dengan seseorang yang kita cinta. Tentu saja bukan akhlak yang bijak. Bukankah kita hanyalah  makhluk yang tak tahu apa yang terjadi di masa depan. Kita tak tahu, bisa jadi ketika kita menikah dengan yang kita cinta, justru kelak menimbulkan petaka” (hal 24)


Kalian kalau berdoa masalah jodoh biasanya gimana? Nyebut namanya dia supaya menjadi jodoh kita? Atau bahkan benar-benar maksa? Seperti kalimat yang viral bertebaran ntah di postingan teman, video-video kata-kata bijak dan yang lain (Ya Allah kalau dia jodohku maka satukanlah, jika dia bukan jodohku, jodohkanlah, jika dia benar-benar bukan jodohku, maka jangan beri dia jodoh selain aku dan jika dia jodoh orang lain jadikanlah aku orang lain tersebut) ini mah maksa banget ya?


Memang nya sudah tau dia benar-benar terbaik buatmu? Tahu dari mana hayo? Meramal ya? Wkwk. kalau boleh ngasih saran nih, baiknya berdoa itu minta yang terbaik saja, kalau pun mau nyebut nama menurutku nggak papa sih, yang penting isinya nggak maksa. “Ya Allah jika dia “sebut nama” adalah yang terbaik buat hamba maka dekatkanlah, jika tidak, maka hilangkan lah perasaan hamba padanya, pertemukan lah dengan dia yang Terbaik menurut Engkau Dan hamba mohon jomblo kan lah dia yang akan menjadi jodohku kelak sampai Engkau pertemukan kami”. Boleh ditiru ya kan? Wkwk


Sudah menerima teman-teman?


Next pembahasan selanjutnya


“Rasanya kita harus belajar untuk membedakan antara cinta dan hawa nafsu. Sering kali segala ketertarikan kita pada seseorang kita sebut cinta. Padahal bisa jadi, ketertarikan dari rasa suka itu hanyalah getaran sesaat yang mudah sirna dan menjerumuskan” (halaman 62)


Sebenarnya nih, aku sendiri juga belum benar-benar paham cara membedakan kedua itu, benar-benar tipis ehehe. Tapi, memang ini haruslah menjadi kehati-hati an buat kalian yang katanya lagi jatuh hati, di mabuk asmara tanpa mikir untuk makan sesuap nasi, yang hanya ada di benaknya adalah dia yang sedang tersenyum manis sekali.


Hayo, lebih teliti lagi, pikir-pikir lagi. Katanya, kalau cinta itu lebih tulus, bisa mengikhlaskan, masih bisa berfikir akan apa yang akan ia dapat setelah melakukan sesuatu. Namun, kalau nafsu hanya ada perasaan menggebu-gebu untuk memiliki dia seutuhnya tanpa mikir lingkungannya, mikir dampaknya bahkan tanpa mikir, dia juga suka ngga sih sama ellu? Sok-sok an maksa-maksa dan menindas banyak orang hanya untuk mendapatkan dia, lah dia malah ilfil sama situ! Et dah, Naudzubillah jangan bersikap seperti itu lagi nggeh. Perbaiki niat dulu, pikir mateng-mateng dulu, jangan langsung sok main garap-garapan.


Bacaan sekali duduk




Surat cinta untuk kekasih ini mungkin jika ada buku fisiknya sangat tipis, karena jumlah halamannya tidak sampai 100 halaman. Bahkan, surat cintanya hanya berakhir di halaman 77, setelah itu hanya berisi beberapa buku best seller dari penulis. Alhamdulillah, beberapa sudah membaca, sekalipun hanya baca di ipusnas ehe


Membaca buku ini juga tidak membutuhkan waktu yang lama, sekitar 10 sampai 15 menitan sudah selesai, bahkan bisa jadi kurang dari 5 menit buat orang yang sudah benar-benar bisa baca cepat (aku belum sih:v). Apalagi jika kalian tau isinya, Astaghfirullah, aku kaget wkwk. per lembar nya hanya berisi kurang lebih 50 kata dong! Memang benar-benar bacaan hanya sekali kedip keknya wkwk


Faktor lain buku ini selesai di baca cepat karena kertasnya berwarna (sayang sekali, aku baca buku digitalnya:”) dan pastinya banyak terselip diksi-diksi indah yang nyaman dibaca, tidak bikin bosan deh.


Identitas buku


Judul buku: Surat cinta untuk kekasih sejati ku

Penulis: Ahmad rifa’i rif’an

Penerbit: PT Elex media komputindo

Tahun terbit: 2014

Jumlah halaman: 89

Nomor ISBN: 978-602-02-393-1

Pengulas: Sulfaini

Mencari cinta yang diridhai Allah-review

Mencari cinta yang diridhai Allah-review

View Article

Mencari cinta yang diridhai Allah, bagaimana caranya?





Identitas buku


Judul buku: mencari cinta yang diridhai Allah

Penulis: Fadli usman

Penerbit: PT Elex komputindo

Tahun terbit: 2015

Jumlah halaman: 180

Nomor ISBN: 978-602-02-7407-2

Pengulas: Sulfaini


Mencari cinta yang diridhai Allah menurutku gampang sih, tinggal ikuti perintah Allah tentang bagaimana cara mencari jodoh dan menjauhi semua laranganNya. Done, sudah diridhai dah. Wkwk setuju? Yang jadi masalah adalah siapa jodoh kita? Kapan dia akan datang untuk meminang kita? Right?


Aku sudah bersabar nih kak, udah menjauhi laranganNya, udah juga memantaskan diri tapi kenapa jodohnya nggak kunjung datang?” (aduh sama nih, jodohku belum menampakkan dirinya juga, jadi khawatir dia sedang baik-baik saja atau tidak ya? Ehehe) ayo coba lihat dulu, apa yang masih kurang dari perjuangannya? Oh iya jangan lupa shalih shalihah, jodoh Allah akan datang di waktu yang tepat. Mungkin saja, waktu nya belum tepat untuk kamu bertemu dengan jodohnya? Allah masih ingin lihat kegigihan perjuanganmu sampai dimana ehe.


Buku mencari cinta yang diridhai Allah ini menjelaskan secara rinci tentang cinta, apa itu cinta, bagaimana seharusnya menyikapi cinta, tentang menikah, menikah dengan yang sederajat, se suku, se agama, hiruk pikuk pernikahan, cintai pasangan apa adanya, pelakor dan sebagainya. aku kira permasalahan tentang cinta lengkap penjelasannya di buku ini.


“Jatuh cinta adalah salah satu anugerah Tuhan yang paling indah. Oleh karena itu, bawalah perasaan cinta itu ke tempat yang indah pula, yaitu surga. Baik surga di dunia maupun surga di akhirat kelak.”

 

Pembahasan yang paling menarik dalam buku mencari cinta yang diridhai Allah





Aku sangat tertarik dengan pembahasan, “menggoda atau mencintai suami orang”. Bukan tidak banyak di zaman sekarang yang seperti itu, ada yang bisa memendam namun ada yang diam-diam ‘menghalalkan’ contoh berselingkuh. Selama-lamanya kita menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga. Begitu pula dengan perbuatan buruk yang disembunyikan.


Cinta itu memang tak bisa dikehendaki (bahkan ke orang yang sudah bersuami istri), namun masih bisa di akali. Artinya, sekalipun perasaan udah tertambat pada dia, kita masih bisa menggunakan pikiran apakah mencintai dia wajar? Seberapa banyak hal negatif yang akan diterima jika ia tetap mempertahankan cintanya? Lagipula, tolong bedakan antara cinta yang benar-benar cinta dengan yang hanya nafsu belaka. Bahkan, di dalam penjelasannya penulis memberikan contoh seseorang yang menjadi pelakor sehingga mereka berdua bisa menikah. Namun, endingnya ia tidak bahagia, bahkan menyesal. “Bagaimana kita bisa hidup bahagia di atas penderitaan orang lain?”


Kelebihan dan kekurangan buku mencari cinta yang diridhai Allah





Kelebihan buku ini adalah di setiap sub bab pembahasan, penulis tidak pernah luput memberi sebuah gambar yang nyambung dengan isinya. Di beberapa pembahasan juga penulis langsung mencotohkan kisah nyata yang pernah penulis lihat atau dengar sehingga benar-benar tergambar penjelasan penulis seperti apa.


Dalam beberapa sub bab, penulis juga menjelaskan dengan melihat tidak hanya pada satu sudut pandang saja.


Kekurangannya menurutku adalah, ada beberapa penjelasan yang jika dibaca orang awam (termasuk aku) dengan lugunya akan melaksanakan. Salah satu penjelasannya tentang bagaimana saat berkomunikasi dengan doi (entah hubungan pacaran ataupun hanya sebagai teman). Di dalam penjelasannya, 'sepemahamanku' penulis menjelaskan komunikasi itu penting, dalam berkomunikasi, kita haruslah melihat setiap inci yang ia lakukan, apa yang ia pakai dan bahkan ia harus melihat bagaimana responnya ketika kita bercerita banyak hal pada dia. Namun, jika pembaca yang tidak mencerna dengan baik apa yang penulis sampaikan tentu akan salah paham, seperti mengharuskan pembaca untuk selalu dekat dengan doi agar ia paham kepribadian doi seperti apa. padahal dalam islam ada jalur ta’aruf dan yang lainnya. dimana jika kita ingin tau seluk beluknya doi harus ada orang ketiga yang mendampinginya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan (setan akan sangat gencar menggoda laki-laki dan perempuan yang sedang berduaan).


Bukankah dalam judul buku ini, menekankan cinta yang diridhai Allah? Tentu caranya adalah dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya apapun yang berhubungan dengan jodoh.


Memang di beberapa penjelasan, penulis menjelaskan bagaimana seharusnya kita mengenali doi dengan didampingi oleh orang ketiga, namun itu tidak keseluruhan. Dikhawatirkan pembaca yang kurang teliti dan menelaah kembali apa yang di baca akan salah paham. (ada sebuah kalimat yang aku lupa isinya gimana, tapi intinya begini, membaca buku itu tanpa guru kadang-kadang bisa menyesatkan.) so, untuk para pembaca teliti dan telaah jika membaca buku nggeh:)