Label

Tampilkan postingan dengan label Tips-tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips-tips. Tampilkan semua postingan
Contoh wawancara

Contoh wawancara

View Article


Hasil wawancara tentang media belajar di masa pandemi






IDENTITAS GURU


Nama Lengkap: ERFAN CAHYONO S.Pd.i


Mengajar Di Sekolah: SDN SOTABAR 1


Mengajar Pelajaran: Agama


Alamat: Desa sotabar Dusun Rokem barat kecamatan pasean kabupaten pamekasan


Kedudukan Di Masyarakat: -


-FORMAT WAWANCARA-


Tanggal wawancara: 07 Oktober 2020

Tempat wawancara: Sekolah SDN SOTABAR 1


Isi:


Pertanyaan: komponen sistem pembelajaran itu ada guru, Siswa, tempat, metode pembelajaran, media pembelajaran, materi pembelajaran, evaluasi dan tujuan pembelajaran kan ya Bapak. Dimana semuanya itu penting. Nah, di tengah pandemi ini, model pembelajaran apa yang Bapak gunakan?


Jawaban: untuk kemarin-kemarinnya daring, kemudian semi dan pada tanggal 23 september kemarin di putuskan luring dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Ketika daring, kita harus melaporkan beberapa data pada pihak atasan (kemendikbud), tapi berakhir di September itu, untuk oktober sudah tidak lagi.


Pertanyaan: menurut Bapak, pembelajaran daring dan pembelajaran luring itu seperti apa?


Jawaban: daring itukan online, sedangkan luring offline. Nah, sebenarnya daring dan luring ini pasti mempunyai sisi negative dan sisi positifnya. Kalau daring, sisi positifnya yaitu siswa dituntut agar lebih mandiri, karena guru tidak berada di sampingnya dan lebih paham tentang iptek (ilmu teknologi). Sisi negatifnya, siswa lebih sering akan memandang hp yang berbahaya pada mata dan di tengah pandemi ini yang kemungkinan besar penghasilan orang tua menurun, sehingga kesulitan dalam membeli paket data. Nah, kalau luring, sisi positifnya guru lebih leluasa mengayomi siswa dan siswanya lebih aktif. Sedangkan sisi negatifnya, dengan yang katanya covid 19 semakin parah sehingga membuat para wali murid dan guru menjadi khawatir ketika melakukan pembelajaran luring.


Pertanyaan: media apa yang Bapak gunakan saat pembelajaran daring kemarin? Dan luring saat ini?


Jawaban: kalau daring, menggunakan hp dengan memanfaatkan grup-grup. Jadi semua informasi dan tugas di share disana, sebenarnya ada aplikasi tetapi karena mereka masih sd yang belum sepenuhnya paham dengan teknologi atau aplikasi, maka saya fokus menggunakan hp. Kalau luring, mengajar seperti biasa memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah, seperti papan, kapur atau spidol dan sebagainya.


Pertanyaan: apa kendala dalam menerapkan model daring, Bapak?


Jawaban: kesulitan menggunakan daring tidak bisa mendampingi langsung siswa dalam belajar, sehingga banyak siswa yang kurang paham.


Pertanyaan: lalu langkah apa yang Bapak lakukan? 


Jawaban: tetap berkomunikasi pada orang tua. Komunikasi bagaimana siswa harus tetap bersabar dan di dampingi oleh orang tua. Kadang, ada beberapa wali murid pergi ke rumah dengan siswanya hanya untuk bertanya mengenai materi hari ini. kemarin juga sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan wali murid untuk mengetahui perkembangan siswa dan bagaimana jalannya pembelajaran saat daring. Banyak dari wali murid lebih menginginkan pembelajaran luring. Repot ke orang tua.


Pertanyaan: kalau yang luring Bapak?


Jawaban: sama, tetap harus komunikasi dengan orang tua. 


Pertanyaan: cara efektif agar siswa cepat paham menurut Bapak, menggunakan media apa? entah saat daring atau luring.


Jawaban: kebanyakan guru saat daring hanya memberi tugas lalu di suruh setor. Padahal, yang benar guru mengirim video penjelasan hari ini, setelah paham baru memberi tugas. Jadi, cara efektifnya menggunakan video, dan guru memberi rangkuman materi (seperti PPT) kemudian di print out atau di beri langsung di grup. Sedangkan kalau luring, praktek dan test.


Pertanyaan: Bagaimana cara Bapak memahami karakteristik siswa yang beda-beda? Apakah ada cara khusus?


Jawaban : siswa di nilai itu di bidang sikap, spiritual, pengetahuan dan keterampilan. Nah, hal itu bisa menggunakan test. Sebelum dan setelah. Jadi, setelah siswa di test, kalau menurut saya siswa belum bisa, maka dia di masukkan ke golongan siswa-siswa yang butuh bimbingan. Nah kalau di pelajaran agama, biasanya hari jum’at ada lest atau kelas intesif. Bisa belajar sholat, mengaji dan sebagainya. Dan, biasanya siswa kendalanya dalam memahami bahasa, banyak siswa yang nggak paham dengan soal-soal test, yang kemudian saat di ubah bahasanya kemudian bisa, atau saat di terjemah ke bahasa Madura, langsung bilang, “Oh iya Bapak, paham.”


Pertanyaan: apakah Bapak sudah mempunyai pandangan untuk ujian sesmter ini? bagaimana sistemnya? Menggunakan media apa?


Jawaban: kalau UTS, sudah dilaksanakan senin kemarin, dengan sistem luring. Dan kalau UAS, karena udah kesepakatan menggunakan luring, insyaa Allah luring. Kalau saya, membuat sendiri soal, yang kemudian di kasih sama siswa. Tapi biasanya, beberapa sekolah membentuk semacam kelompok dan membuatt satu soal kemudian di pakai oleh semua. Tapi menurut saya itu tidak bagus, karena tiap sekolah beda-beda, yang paham sama siswanya ya guru yang mengajarnya jadi yang tau bagaimana cara membuat soal dengan karakteristik siswanya guru yang mengajar. Jadi menurut saya lebih bagus kalau buat sendiri.


Pertanyaan: ini lagi bapak, apakah isu, “Minimnya Hp yang di miliki siswa” sehingga SD ini memilih luring?


Jawaban: bisa jadi. Karena kemaren saya dan guru-guru lainnnya mengadakan survey siapa saja siswa yang sudah mempunyai android dan ternyata banyak. Makanya sekolah ini mengajukan menggunakan luring saja.

Pertanyaan: Apakah dari pemerintah, SD ini mendapat bantuan paket data?

Jawaban: terlambat, itu pun hanya cair sebagian, jadi tidak semua sekolah mendapatkan. Nah, karena SD ini sejak September udah menerapkan sistem luring, jadi tidak dapat. 





Jangan takut menjadi Jomblo!

Jangan takut menjadi Jomblo!

View Article

Jangan takut menjadi jomblo, beginilah cara menikmati jomblo yang elegan.


Photo by pixabay











Hayo siapa yang tidak mau di sebut jomblo? Banyak sekali pastinya. Sepertinya lable jomblo paling di takuti oleh sebagian orang, apalagi bagi remaja. Jomblo katanya ketinggalan zaman, “hari gini masih jomblo, apa kata dunia?” begitu kata milenialnya. Makanya, banyak sekali orang pacaran yang pacaran yang hanya ingin menghanguskan kejombloan-nya, astaghfirullah. Padahal, menjadi jomblo adalah hal yang mengasyikkan, dimana ketika orang pacaran di sakiti pacarnya, si jomblo mah fine fine aja tetap bahagia, iya tidak? Nih cara menikmati jomblo yang elegan


Menjadi diri sendiri, tidak perlu berlagak menjadi orang lain untuk menyenangkan hati dia


Ketika kita berpacaran, pastinya kita ingin terlihat sempurna untuk pasangan kita. Mengubah diri kita agar sesuai dengan apa yang pasangan kita mau. Right? Banyak sekali aku menemukan hal demikian.


Nah, dengan kita menjadi jomblo, maka tak perlu menggunakan topeng. Kita harus bangga dengan diri kita sendiri, Tak perlu memikirkan bagaimana kita harus berlagak agar di sukai, yang padahal kita tidak suka hal demikian, menjadi beban pada kita akhirnya.


Jika memang ada sifat yang tidak baik melekat pada diri kita, maka harusnya kita berusaha untuk menghilangkannya dengan cara intropeksi diri, bukan karena paksaan dari orang lain. Makanya, ketika kita menjadi jomblo, kita pasti punya banyak waktu untuk intropeksi diri yang kemudian akan meningkatkan kualitas diri kita, selagi tanpa paksaan dari orang lain.


Tidak perlu khawatir dengan kekangan, kita bisa bebas melakukan apa saja


Yah, mempunyai pasangan, cenderung ada kekangan. Entah tidak boleh dekat-dekat dengan cowok lain, tidak boleh nongkrong lama-lama dengan teman, tidak boleh pergi tanpa dia dan sebagainya, seolah—olah kita hidup hanya untuk dia.


Enak tidak di kekang? Tidak kan? nah beruntunglah jika kita menjadi jomblo. Kita bisa bebas ngapain aja sesuka hati kita (selagi tidak melebihi batas), tidak ada yang marah ketika kita mengerjakan tugas kelompok bersama teman-teman, tidak ada yang marah ketika kita pulang lama saat sekolah.


Apalagi jika punya pasangan yang tempramen, sedikit-sedikit marah. jika tidak sesuai dengan maunya dia, marah. iya kalau hanya sekedar marah, kalau sampai mukul? Ih mending tidak usah punya pasangan dulu aja. 


Baca juga Move on yuk

Jomblo itu mematikan?


Perluas lingkungan sosial


Yah, tentu agar kita tidak merasa kesepian akibat tidak punya pasangan maka kita harus mencari banyak sekali teman, yang tentunya se frekuensi biar nyambung wkwk.


Kita adalah makhluk sosial, tentu mustahil jika kita tak butuh teman. Maka dari itu, perluas jaringan sosial. Masuk lah ke komunitas-komunitas untuk menambah teman. Agar saat kita melihat pasangan-pasangan yang berduaan, perasaan merasa kesepian itu tidak ada, karena di sampimg kita sudah banyak sekali teman, yang lebih bermanfaat dari punya pasangan. 


Jika dirundung duka, tak perlu memikirkan, “enak ya kalau punya pasangan,” tuh, teman-temannya pada merangkul, kurang apa lagi ya kan?


Saat mereka bersenang-senang dengan pasangan, kita berkarya


Ketika banyak sekali pasangan yang membuang waktunya untuk berduaan, jalan-jalan tidak jelas, kita sebagai jomblo yang banyak mempunyai waktu bisa berkarya. 


Banyak sekali aku menemukan, pasangan-pasangan yang tiap harinya selalu telponan, jalan-jalan, keluar ke sana sini, jarang menemukan yang belajar bareng dan sebagainya, paling kalau ada salah satunya meminta bantuan untuk mengerjakan tugasnya wkwk.


Nah, dengan kita menjomblo, kesempatan waktu yang kita punya jadikan sebagai kesempatan untuk berkarya, melakukan hal yang produktif. Jangan muluk-muluk, membaca buku saja itu  hal yang tetapi produktif menurutku, pasti dengar kan? bagaimana minat baca yang ada di indonesia? Satu banding seribu. Melakukan hobby yang bermanfaat, diasah agar menjadi talenta yang kemudian menjadi prestasi yang membanggakan. Siapa yang nggak bangga? Usia muda sudah banyak mengukir prestasi, bukan menumpuk mantan ups (self reminder)


Baca juga Cara mereview buku

Tips membaca buku yang asyik


Fokus dengan tujuan hidup


Jika kita mempunyai pasangan, maka kadang yang dipikirkan setiap harinya hanya tentang hubungannya dengan pasangan. Apalagi saat ada masalah, uh nangis-nangis mulu, ngga bisa tidur karena takut di putusin dan sebagainya. padahal, hidup bukan hanya soal pasangan, masih banyak hal yang harus ditempuh, di perjuangkan.


Jomblo yang setiap harinya sendirian, mana mau mikir pasangan melulu? Adanya miris karena pasangan halal belum juga datang meminang wkwk. nah, saat itulah, jomblo mengalihkan pemikirannya pada yang lain,contohnya memikirkan tujuan hidupnya, bagaimana dengan kelanjutan sekolahnya, mau belajar apa, mau menjadi apa dan sebagainya. tentunya itu lebih bermanfaat daripada mikirin do’i yang belum tentu jodoh kita.


Bersyukur, tidak akan merasa sakit hati


Jika kita berani jatuh cinta, maka harus siap untuk merasakan sakit. Namanya juga jatuh, ya pasti sakit wkwk. namanya juga lahir dari rahim berbeda, ya pasti punya banyak sekali perbedaan, saudara kembar saja pasti ada perbedaan ya kan? nah, perbedaan inilah yang kadang memicu pertengkaran. Si cowok sukanya makan bakso, si cewek sukanya nasi goreng, karena semuanya pada ngga mau ngalah, ujung-ujung ngga makan dong wkwk, lanjut tengkar, lanjut sakit hati lanjut nangis-nangis lagi.


Di sekitar ku saja, banyak sekali yang begitu, hanya karena masalah sepele bertengkar, si cowok ngga ngerti dengan maunya si cewek, jadinya si cewek merasa si cowok tidak peka. Ngambek lah si cewek, lah  si cowok bodoamat, jadinya? Ya sakit hati! Jomblo apa kabar? Baik-baik saja pastinya, paling hanya tertawa melihat kelakuan mereka berdua wkwk.


Oh iya, dari awal aku menjelaskan pasangan-pasangan yang aku bandingkan adalah pasangan yang bukan mahrom ya, kalau yang halal mah lebih bagus lagi daripada jomblo wkwk.


Jomblo itu bukan berarti tidak laku, melainkan memang sebuah pilihan. Daripada menjalin hubungan yang tidak jelas, mending sendirian sambil menunggu yang pantas. Daripada tiap hari mikirin do’i, mending intropeksi diri. 


Salam santuy dari sulfaini hihi.


Baca juga tips hilangkan badmood

Qoute patah hati

Basmi kejenuhan mu sekarang juga!

Basmi kejenuhan mu sekarang juga!

View Article

Basmi kejenuhan mu sekarang juga














Jenuh, Capek? Masih Pssb? Masih daring? Ada yang jenuh karena banyak sekali pekerjaan sebab covid 19, ada yang jenuh karena tidak punyanya pekerjaan sebab covid 19. Kamu di tim mana nih? Nah, kali ini aku akan bagi tips biar tidak jenuh entah ketika banyak pekerjaan ataupun tidak punya pekerjaan. Cekidot…


Tips jenuh ketika banyak pekerjaan


Ikhlas


Ikhlas adalah hal utama menurut ku, kalau kita tanamkan rasa ikhlas sudah sejak awal, maka pekerjaan se banyak apapun, tercatat biasa aja, bahkan sangat menikmatinya. 


Seperti contoh-contoh, emak-emak yang pekerjaan rumahnya memang terkenal bejibun, mulai dari nyuci baju, nyuci piring, nyapu, ngepel, masak, nyiapin kebutuhan suami, anak sekolah, dan untuk diri nya sendiri. andai saja emak-emak melakukan hal itu sudah tidak ikhlas sejal dari awal, maka pekerjaannya tidak akan sempurna, bahkan terbengkalai. Sudah selesai dua pekerjaan, capek, jenuh, berhenti. Udah, ngga ada lanjutan lagi. 



Beda jika emak-emak itu melakukannya dengan rasa ikhlas, ya sekalipun rasa capek dan jenuh itu pasti ada, tidak berarti ia tidak menikmatinya. Coba bayangkan, ketika si emak-emak ini melakukan semua pekerjaan rumah dengan ikhlas, maka pasti cepat selesai, karena sekalipun di tengah-tengah pekerjaan ia capek, ia tidak mengeluh dan tetap  bekerja dengan hari riang, hati tenang, rasa ikhlas sudah menyebar, hasil pekerjaannya sempurna, dan ketika selesai leganya pun beda. 


Pahami kewajiban


Nah, ini juga penting. Jika kita tidak merasa bahwa ada amanat yang harus dikerjakan, ada hal yang wajib dikerjakan, ada hal yang akan berdosa ketika ditinggalkan, maka mau tak mau kita harus mengerjakan sampai selesai. iya tidak?


Di atas udah mengambil contoh emak-emak, sekarang pakai anak-anak aja wkwk. nah, untuk anak-anak, entah di sekolah ataupun di rumah pasti juga punya amanat. Kalau di rumah, bantu orang tua. Kalau di sekolah, mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas.


Bayangkan saja, kalau anak-anak ketika di rumah paham akan kewajibannya membantu atau menaati perintah orang tua, maka anak tersebut  akan melakukannya, jika dibarengi dengan ikhlas maka hasil sempurna,  sekalipun melakukannya ia tidak akan merasa ikhlas dan berujung pada hasil yang kurang maksimal, (sudah, ini aku pengalaman banget;v) tetapi ia tetap menggugurkan kewajibannya sebagai seorang anak, masalah ikhlas kembali pada point satu ya. Nah, untuk anak-anak yang ngga paham akan kewajibannya sebagai anak, maka ia akan bodoamat pada semua hal, dan berujung anak tersebut tidak melakukan kewajiban yang pastinya akan berdosa. Oh iya, masalah dosa ngganya sih tergantung pada Tuhan ya, tapi kan sudah rumusnya, kalau kita tidak mengerjakan hal yang wajib yang diperintahkan olehNya, maka akan mendapat dosa.


Mencari partner yang baik


Siapa sih yang ngga jenuh kalau melakukan suatu hal sendirian? Kita ini manusia, makhluk sosial, mustahil banget kalau kita tidak butuh manusia lainnya. so, mempunyai teman itu penting, istilah kerennya mempunyai partner. Contoh kita ambil emak-emak dan anak-anak


Pertama, emak-emak, dengan pekerjaan yang bejibun, jika punya partner yang bisa membantunya maka akan terkurangi bebannya, iya tidak? Jika punya suami yang pengertian, maka si suami tidak akan membiarkan istrinya bekerja sendirian. Jika punya anak yang paham akan kewajiban, maka anak juga tidak akan membiarkan ibunya melahap habis semua pekerjaan, pasti  dia akan membantunya (ini masih usaha ku, astaghfirullah wkwk).


Kedua, anak-anak. Kalau kewajiban anak-anak mematuhi perintah dari orang tua, tidak berarti ia harus melakukan semuanya, ya capek juga. Coba, jika si anak dan si emak, membagi pekerjaan rumah, pastinya beban capeknya berkurang dong ya?. Nah, kalau kewajiban anak-anak dalam sekolah, mengerjakan tugas, atau mendengarkan pekerjaan guru, juga butuh teman. Kalau kita tidak paham pada suatu penjelasan guru, teman sebangku mempunyai peran penting, makanya cari teman yang baik jadi nantinya akan membantumu. Pekerjaan individu dengan pekerjaan kelompok juga kebanyakan lebih cepat selesai jika berkelompok, apalagi kelompok dengan orang-orang rajin, uh ketika dapat tugas, langsung dikerjakan. Itu pentingnya pointnya partner.


Cara mengatasi badmood


Tips jenuh karena tidak punya pekerjaan

Untuk tipsnya sama seperti yang diatas juga ya, harus ikhlas, pahami kewajiban dan juga punya partner. Nah, sekalipun kita mempunyai beberapa kewajiban yang harus dikerjakan, tetapi kok tetap jenuh aja ya? Sepertinya harus melakukan hal  lain lagi. Nih, tipsnya, cekidot


Melakukan hal sunnah


Setelah melakukan kewajiban di rasa masih belum puas, maka hal sunnah kita kerjakan juga. Entah emak-emak, ataupun anak-anak. Untuk emak-emak si, bangun lebih pagi untuk melaksanakan sholat tahajud, jadi nantinya lebih seger lagi. Setelah nyapu, ngepel, nyuci dan sebagainya pastinya emak-emak nya kan bersih-bersih juga, mandi nah setelah itu lakukan sholat dhuha, ngaji dan sebagainya, jadi insyaa Allah ngga bakal jenuh. Sama halnya untuk anak-anak.


Produktif



Jika untuk emak-emak, masih bisa kok melakukan hal produktif. Seperti saja kita menulis menceritakan bagaimana rasanya menjadi emak-emak yang pekerjaan bejibun tapi kita harus melakukannya dengan senang hati, yang pastinya akan memotivasi orang lain. Atau jualan saja, aga bisa membantu beban suami, jangan yang berat-berat, jualan online saja, atau kalau mau offline, jual cendol dawet aja wkwk, nggak susah kan? wkwk.


Jika untuk anak-anak, yang pekerjaannya lebih ringan, dari emak-emak, maka pasti bunya waktu yang lebih banyak. Maka pastikan, hal produktif tidak boleh di lewatkan. Apalagi sekarang sekolah daring, pasti banyak sekali waktu santai, dan itu bisa banget untuk di jadikan kesempatan melakukan hal produktif. Seperti Jualan online juga tidak papa, jual cendol dawet pun boleh wkwk. menulis pun tidak masalah, atau bahkan punya ide lain? Bebas. 

Tips Baca Buku


Silahkan berkreasi sesukanya, semaunya dan enaknya kita melakukan hal yang memang sesuai dengan bidang kita, jadi tidak terkesan ribet, dan melakukannya dengan rasa senang dan menikmati. Kalian yang paham dengan bidang kalian, jadi pastinya ide untuk melakukan hal produktif akan muncul sesuai dengan bidang kalian. Oke semangat!


#ODOP

#OneDayOnePost

#ODOPChallange6

Kamu itu cantik!

Kamu itu cantik!

View Article

Cantik nya lukisan di wajahmu. Jangan insecure, kamu cantik.




Hari ini aku dengan teman-teman ku sharing ngga jelas, tapi berfaedah kok wkwk. salah satunya aku mendapat cerita dari temanku yang kebetulan punya banyak sekali jerawat, tapi dia tetap percaya diri. Nah, ada beberapa point yang aku dapat dari cerita itu, sok simak…


Percaya diri


Teman ku yang ini kebetulan sifatnya sama kayak aku, humoris. Periang dan gampang sekali tertawa. ketika dia lagi bercerita, mimik wajahnya tetap ceria, tak ada raut sedih akibat jerawat yang tumbuh di wajahnya.


Dengan pede-nya, dia ceritakan bagaimana alur cerita jerawatnya bisa tumbuh. Tidak buruk, malahan teman-teman ku yang menjadi pendengar termotivasi dengan ceritanya. Ia tak menganggap bahwa kekurangan yang ia punya, bukanlah suatu alasan untuk dia insecure, tidak percaya diri, tidak melakukan hal yang nantinya akan banyak sekali komen pedas dari orang-orang. 


Buat apa insecure? Buat apa tidak percaya diri? Hal demikian hanya akan membuatmu menambah beban hidup, membuatmu semakin banyak pikiran. Toh, sekalipun kamu tetap insecure, tidak percaya diri, emang itu jerawat bisa langsung hilang? Tidak beby, perlu banyak usaha lagi.


Lebih berusaha lagi


Tentunya, se percaya apapun orang yang mempunyai kekurangan, seperti mempunyai jerawat atau cacat tubuh, pasti ingin sembuh, ingin kembali normal. Nah, dari situlah, usaha sungguh-sungguh dibutuhkan sekali. Bukankah perintah Allah begitu? berusaha dulu, baru tawakkal. Nah, jika point pertama tidak kita lakukan, mana bisa kita berusaha? Bangkit aja susah. Iya tidak?


Mempunyai kekurangan membawa kita untuk lebih berusaha, sekuat tenaga agar bisa sembuh. Di cari sampai keluar kota, bahkan. Hal ini membuat kita akan semakin semangat tentunya, dan akan menebar energi positif selain pada diri sendiri, tentu untuk orang lain juga. 


Bagaimana rasanya kita berjuang mencari obat-obatan atau hal yang bisa menyembuhkan merupakan hal yang istimewa yang belum tentu semua orang bisa melakukannya. Jika kita sudah di posisi ‘berusaha’, berbahagialah, tapi jangan dulu merasa bangga, tetapi jika kita masih terpuruk dengan segala kekurangan yang kita punya, maka segeralah bangkit. Please, ayok bangkit, kalau tidak mau sendiri, gandeng tangan aku nih wkwk


Tingkat kesabaran yang tinggi


Punya kekurangan, apalagi yang tampak sekali seperti jerawat, pastinya banyak sekali yang nyinyir, apa dah bahasa gaulnya? Netijen maha benar. Entah yang paling nyelekit, atau yang biasa saja, eh? Btw masalah nyinyir, setiap orang punya kadar baper yang beda-beda, jika menurut si A, ucapan itu biasa aja, bukan berarti si B, juga merasakan hal yang sama. 


Ketika kita mendapat nyinyiran karena kekurangan yang kita punya, tentu di awal-awal akan  sakit hati, namun jika sudah terbiasa, maka nyinyiran tersebut tidak akan berpengaruh lagi. Pointnya apa? tentu kita sudah melewati tahap sulit yang tidak semua orang bisa melewatinya, banyak bukan yang bunuh diri hanya karena dapat nyniyiran yang bikin sakit hati? Nah, hal demikian juga melatih kesabaran kita, bagaimana seharusnya kita bersikap bodoamat pada orang yang nyinyir. Bagaimana seharusnya kita menahan untuk balas dendam kepada orang yang suka nyinyir itu.


Pada tahu kan? yang lebih tinggi ujiannya, derajatnya juga lebih tinggi. Jadi kesabarannya juga pasti lebih tinggi kalau berhasil melewati. Semangat gaes!


Selain aku mendapatkan beberapa point dari cerita temanku, dia juga sharing tentang bagaimana caranya dia percaya diri. Pengen tahu kan? sok lanjut baca sampai selesai.


1. Pilih teman yang baik


Lingkungan yang baik akan memberi energi positif pada kita, maka dari itu, carilah teman yang mendukung dan selalu menyemangati kita, teman yang membawa energi buruk, jangan pernah segan untuk menjauhinya, tapi harus tau adab nya ya, jangan sembarang menjauhi.


Pasti pada paham, lingkungan itu memberi peran penting terhadap hidup kita. Siapa yang sering bersama orang-orang rajin, sholeh sholeha dan sebagainya, maka lama kelamaan pasti kita akan mengikutinya, nah beda halnya jika kita bersama dengan golongan orang yang sering mencuri dan hal jahat lainnya, lama kelamaan akan ikut juga. So, pilih lah lingkungan yang mmeberi dampak baik untuk kita, mereka yang mendukung, dan mereka yang membuat mu bangkit.


2. Bercerita dahulu


Hal yang selalu di lakukan teman ku saat dia ketemu dengan teman lama atau pun teman-teman di sekitar yang baru pertama kali jumpa, dia akan mengajak ngobrol, bercerita panjang kali lebar yang kemudian sampai pada masalah kekurangan. 


Orang lain jangan sampai nanya, “loh kamu kenapa?”, tetapi biarlah kita yang bercerita terlebih dahulu. Kata teman ku, “nggak papa, biar tidak terlalu sakit hati”.


Coba deh pikir, lebih sakit mana, ketika kita meminta pendapat orang lain tentang kekurangan yang kita punya (tentunya rorang itu pasti menyebutkan kekurangan kita), dengan sesseorang yang langsung nyeplos bilang kekurangan kita tanpa di kontrol terlebih dahulu. Lebih sakit opsi yang kedua, bukan? Nah, cara ini boleh ditiru ya teman-teman, siapa tau manjur hihi


Terimakasih untuk temanku yang mau berbagi kisah ini, memberi energi positif bagi teman-teman lainnya. kamu hebat!


Ini dia tips diet ala Islam!

Ini dia tips diet ala Islam!

View Article

 Tips Diet ala Islam


Foto by pixabay



Siapa sih yang ngga suka punya tubuh langsing? Pasti semuanya berebut ingin begitu. Iya tidak? Nah, disini aku kasih cara yang islami dong. Sok simak yuk...


1. Gerakan shalat


Sebelumnya telah kita ketahui bahwa shalat adalah cara ummat muslim berkomunikasi pada sang pencipta (Allah SWT). Gerakan dalam shalat seperti berdiri, ruku', dan sujud memiliki manfaat atau khasiat tersendiri bagi tubuh kita. Contohnya gerakan sujud, ketika posisi jantung di atas kepala (jantung lebih tinggi dari kepala) maka hal tersebut dapat memperlancar peredaran darah. Pada saat posisi duduk maka membantu pencernaan dalam tubuh.



Dan ketika tubuh bergerak sebagaimana gerakan-gerakan dalam sholat (berdiri, rujuk, sujud, dan duduk) maka, lemak yang ada di tubuh kita akan terkikis sedikit demi sedikit.


2. Puasa wajib dan sunnah


Puasa wajib adalah puasa yang dilakukan saat bulan ramadhan. Sedangkan puasa sunnah adalah puasa yang dilakukan ada hari-hari tertentu seperti puasa senin dan kamis. namun jangan jadikan niat ibadah puasa kita hanya untuk menurunkan berat badan kita saja. Tapi niatkanlah hanya karena Allah SWT semata. Puasa disini merupakan cara efektif untuk menurunkan berat badan kita. Karena dengan berpuasa, kita dapat mengatur pola makan. Dengan demikian kita dapat mengistirahatkan pencernaan karena jika organ pencernaan di gunakan terus menerus tidak lah baik.


3. Makanan yang halal


Kebutuhan makan bagi tubuh kita bukan hanya terletak dari jumlah makanan yang kita lahap sehari-hari akan tetapi juga dari nilai gizi yang terkandung di dalamnya.l Lebih daripada itu  makanan-makanan juga sangat penting karena dari makanan yang halal makarizo oleh tubuh kita akan sehat dan bugar meskipun makanan yang dikonsumsi tidak mewah. 


Makanan halal pastinya mengandung bahan-bahan yang baik, sedangkan yang tidak halal, maka pasti mengandung hal yang buruk. Lihat saja pada babi, Islam mengharamkannya tidak serta merta tapi karena ada hal yang berbahaya.


4. Olahraga 


Olahraga menjadi salah satu langkah yang sering dilakukan untuk menurunkan berat badan. aktivitas olahraga tentu akan lebih mudah untuk dijalankan.


Olahraga salah satunya berfungsi untuk menurunkan berat badan, tidur lebih nyenyak dan bisa lebih percaya diri. Pada zaman sekarang, sudah banyak gerakan-gerakan yang mudah kita lakukan, seperti zumba, push up dan lain-lain.


5. Atur pola makan


Salah satu caranya yaitu dengan menambah protein. Makanan  yang berprotein tinggi juga dapat menurunkan berat badan kita. misalkan mengkonsumsi telur, daging tanpa lemak. 


Tentang lemak juga, Asupan lemak sehat yang direkomendasikan yakni 44 sampai 77 gram perhari. Misal kita mengkonsumsi kacang-kacangan, ikan salmon, tahu, dan lain-lain. 


Selain protein dan lemak kompleks, kita juga harus mengkonsumsi karbohidrat, Seperti mengkonsumsi nasi dan lain-lain


6. Tidak tidur setelah makan


Tidur setelah makan sebenarnya tidak berpengaruh jika hanya satu dua kali saja. Akan tetapi kebiasaan tidur setelah makan tersebut ketika dilakukan berulang-ulang, maka hal tersebut dapat menyebabkan resiko peningkatan berat badan sehingga perut menjadi buncit dan tubuh menjadi lebih gendut. 


Setelah makan langsung tidur akan menyebabkan peningkatan tekanan lambung sehingga makanan yang di lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga dapat menyebabkan asam lambung.