Label

Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Strategi memotivasi siswa

Strategi memotivasi siswa

View Article


Strategi memotivasi siswa dalam aktifitas pembelajaran











Salah satu faktor  yang  mempengaruhi  keberhasilan  belajar  siswa  di  sekolah adalah motivasi. Setiap siswa mempunyai tujuan dalam aktivitasnya, sehingga ia akan memiliki motivasi yang kuat untuk mencapainya. 


Motivasi akan membuat anak didik semakin giat dalam belajar dan memperoleh hasil belajar yang tinggi. Sedangkan bagi siswa yang tidak memiliki motivasi belajar akan memberikan hasil belajar yang rendah. Oemar Hamalik mengatakan bahwa motivasi penting dan sangat menentukan dalam kegiatan belajar. 


Guru perlu membangkitkan motivasi dalam diri peserta didik agar mereka semakin aktif belajar sehingga dapat mencapai keberhasilan belajar. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang tinggi sangat mungkin memperoleh hasil belajar yang baik, sebab dia akan berusaha keras dengan segala daya upaya mempelajari mata pelajaran itu. Oleh karena itu, motivasi belajar sangat penting dalam mencapai keberhasilan belajar peserta didik. 


Cara membangkitkan motivasi dalam diri perseta didik, guru haruslah mempunyai strategi-strategi yang harus dilakukannya. Sebelum tahu bagaimana strategi-strategi guru dalam meningkatkan atau membangkitkan motivasi dalam diri siswa, alangkah lebih baiknya kita berkenalan dulu dengan apa itu motivasi.


Pengertian Motivasi


Motivasi berasal dari kata  motif, yang dapat di artikan sebagai daya penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk melalukan aktifitas-aktifitas tertentu untuk tercapainya suatu tujuan. Menurut Thomas L.Good dan jere B bripy berpendapat bahwa motivasi merupakan sebagai suatu penggerak, pengarah dan memperkuat tingkah laku seseorang dalam melakukan perbuatan tertentu.  Sedangkan motivasi dalam kegiatan belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dalam kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang di kehendaki oleh subjek itu tercapai.  


Peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi terhadap sesuatu cenderung menyukai dan akan melakukan apapun untuk hal yang disukainya tersebut. Dengan demikian tanpa permintaan apalagi perintah akan dengan sepenuh hati ia akan melakukan untuk hal yang disukainya.


Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi dalam aktifitas belajar adalah suatu hal yang sangat penting guna mendorong peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar dengan semangat sehingga bisa mencapai tujuannya.


Macam-Macam Motivasi


Motivasi  berdasarkan  sumber  dorongan  terhadap  perilaku, ada dua yaitu motivasi  intrinsik  dan  ekstrinsik.


1. Motivasi intrinsik


Motivasi intrinsic adalah keterlibatan motivasi internal dari individu untuk melakukan sesuatu berdasarkan keinginannya sendiri.  seseorang belajar keras karena dia menyukai pelajarannya dan benar-benar ingin mendapatkan ilmu pengetahuan. Dalam aktivitas belajar, motivasi intrinsic sangat dibutuhkan, karena bergantung pada minatnya siswa saat belajar. jika tidak ada motivasi intrinsic maka tidak bisa di pastikan siswa akan belajar terus menerus. 


2. Motivasi ekstrinsik


Motivasi ekstrinsik adalah dorongan untuk melakukan sesuatu dengan tujuan memperoleh sesuatu yang lain (sebagai alat mencapai tujuan akhir) 


Guru yang baik, nilai yang adil dan obyektif, kesempatan belajar yang luas, suasana kelas yang hangat dan dinamis merupakan sumber-sumber motivasi ekstrinsik yang efektif untuk meningkatkan minat dan perilaku belajar.  


Prinsip-Prinsip Motivasi


Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi harus diperhatikan juga, diantaranya yaitu:


1. Pujian lebih efektif daripada hukuman. Pujian bersifat lebih menghargai, sedangkan hukuman bersifat lebih menjatuhkan.


2. Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih baik dari yang berasal dari luar. Biasanya memang akan lebih kuat dan tahan lama.


3. Pemahaman yang benar terhadap tujuan belajar akan merangsang motivasi


4. Teknik dan metode mengajar guru yang bervariasi akan menumbuh kembangkan minat belajar siswa


5. Motivasi melahirkan prestasi dari belajar


Strategi meningkatkan motivasi


Menurut Sanjaya ada  beberapa  hal  yang  perlu dilakukan  oleh  seorang  guru  untuk meningkatkan  motivasi  belajar  siswa yaitu:  


1. Memperjelas  tujuan  yang ingin  dicapai.


2. Membangkitkan minat siswa.


3. Menciptakan  suasana  yang menyenangkan dalam belajar. 


4. Memberikan  pujian  terhadap keberhasilan  siswa.  


5. Memberikan  penilaian. 


6. Memberikan komentar terhadap hasil  pekerjaan  siswa. 


7. Menciptakan  persaingan  dan kerjasama


Djamarah  mengutip pandangan Gage dan Berliner (1979), French dan Raven (1959) menyarankan sebelas cara dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, antara lain: 


1. Mempergunakan pujian verbal


2. Mempergunakan tes dan nilai secara bijaksana


3. Membangkitkan rasa ingin tahu dan hasrat eksplorasi


4. Melakukan  hal  yang  luar  biasa


5. Merangsang  hasrat  anak  didik


6. Memanfaatkan apersepsi anak didik


7. Menerapkan konsep atau prinsip dalam konteks yang unik dan luar biasa agar anak didik lebih terlibat dalam belajar


8. Meminta anak didik untuk mempergunakan hal-hal yang sudah dipelajari sebelumnya


9. Mempergunakan simulasi dan permainan


10. Memperkecil  daya  tarik  sistem  motivasi  yang  bertentangan


11. Memperkecil  konsekuensi-konsekuensi  yang  tidak  menyenangkan terhadap anak didik dari keterlibatannya dalam belajar. 

 

Selain itu, menurut Mc. Keachie (1986) menyatakan bahwa  kemampuan  guru  menjadikan  dirinya  model  yang  mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan kesanggupan dalam diri peserta didik merupakan aset utama dalam memotivasi. Oleh karena itu Sidjabat menegaskan bahwa guru sudah seharusnya mengembangkan beberapa jenis kualitas berikut agar dapat berperan aktif sebagai motivator, yakni: 


1. Meningkatkan  kemampuan  yang  dapat  menampilkan  penguasaan bahan  atau  pengetahuan


2. Menunjukkan  sikap  memahami  secara mendalam  terhadap  perasaan  dan  pengalaman  peserta  didik


3. Menunjukkan  semangat  mencintai  bidang  studi  yang  digelutinya


4. Memberikan penjelasan terhadap hal-hal yang kurang jelas, dengan bahasa dan sikap yang dapat dimengerti.  


Kesadaran akan manfaat pengetahuan yang didapat dan pertolongan serta janji Tuhan yang merancangkan masa depan yang penuh harapan akan sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Oleh  karena  itu,  guru  perlu  melibatkan  peserta  didik  (di  sekolah)  dan keluarganya (di rumah) dalam proses belajar mengajar secara berkelanjutan. 



Isi Permendikbud dikaitkan dengan pendidikan agama islam

Isi Permendikbud dikaitkan dengan pendidikan agama islam

View Article

 Isi Permendikbud No 20, 21, 22, 23, 24 dan lampiran Permendikbud No 67 dikaitkan dengan pendidikan islam



1. Permendikbud No 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar Dan Menengah


Undang-Undang  Dasar  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  1945  Pasal  31 ayat(3) mengamanatkan  bahwa  pemerintah  mengusahakan  dan menyelenggarakan  satu sistem pendidikan  nasional,  yang  meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Atas dasar amanat tersebut telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  Pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan  kemampuan  dan  membentuk  watak  serta  peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan  untuk mengembangkan  potensi  peserta  didik  agar  menjadi manusia  yang  beriman  dan  bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.


Setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki kompetensi pada  tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 


Di dimensi sikap, lulusan SD, SMP, dan SMA, harus memiliki perilaku yang mencerminkan beriman  dan bertakwa kepada Tuhan YME,  berkarakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab, pembelajar sejati sepanjang hayat, dan sehat jasmani dan rohani. Di isi tersebut masih belum menspesifikkan pada pendidikan agama islam, masih pendidikan secara umum.


Di dimensi pengetahuan, lulusan SD, SMP, dan SMA, harus Memiliki pengetahuan  Memiliki pengetahuan  Memiliki pengetahuan faktual, konseptual,  prosedural, dan  metakognitif pada tingkat dasar  tingkat teknis, spesifik, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan   budaya. Sama seperti dimensi sikap, belum menspesifikkan ke dalam pendidikan agama islam, masih pendidikan umum.


Di dimensi  sikap lulusan SD, SMP, dan SMA, Memiliki keterampilan  Memiliki keterampilan  Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan  komunikatif. Sama halnya seperti di  dimensi lainnya, tidak menspesifikkan pada pendidikan agama islam, masih pendidikan umum.


2. Permendikbud No 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar Dan Menengah


Muatan  Pendidikan  Agama  Islam  pada  SD/MI/SDLB/PAKET  A, SMP/MTs/SMPLB/PAKET  B,  SMA/MA/SMALB/PAKET  C,  dan  SMK/MAK. Tingkat  Kompetensi  dan  ruang  lingkup  materi  diterapkan  untuk  setiap muatan sebagaimana diatur dalam Pasal 77I ayat (1), Pasal 77C ayat (1), dan Pasal  77K  ayat (2),  ayat  (4)  dan  ayat  (5)  Peraturan  Pemerintah Nomor  32 Tahun 2013 Tentang Perubahan atas   Peraturan Pemerintah Nomor  19  Tahun  2005  Tentang  Standar  Nasional  Pendidikan. 


Di muatan pendidikan agama islam, tingkat dasar (kelas I-VI):


Ruang lingkup materi yang sesuai kompetensi terdiri dari al-qur’an, aqidah, fiqih, sejarah peradaban islam, dan akhlak budi pekerti. Salah satunya yang al-qur’an; baca surat dan ayat al-qur’an pilihan seperti al-kautsar, dan al falaq. Yang aqidah; keimanan kepada  malaikat Allah. Yang fiqih; bersuci dari hadas besar dan kecil. Yang sejarah peradaban islam; kisah teladan bagi nabi dan rasul. Dan yang akhlak budi pekerti; perilaku hormat dan patuh pada orang tua, guru dan sesame anggota keluarga. Dalam isi permendikbud itu, sangat lengkap sekali, saya hanya mengambil salah satu pointnya.


Di muatan pendidikan agama islam tingkat dasar (kelas VII-IX):


Ruang lingkup materinya terdiri dari alqur’an dan hadits, aqidah, akhlak dan budi pekerti, fiqih, dan sejarah peradaban islam. Salah satunya yang al qur’an dan hadits; ayat al qur’an dan hadits terpilih (lebih banyak dari tingkat sd). Yang aqidah; beriman kepada qadha dan qadar. Yang akhlak daan budi pekerti; perilaku toleran dan menghargai perbedaan. Yang fiqih; penyembelihan hewan. Sedangkan yang sejarah peradaban islam; tradisi islam di nusantara. Yang pasti nya materi dan kompetensinya lebih tinggi daripada yang tingkat dasar kelas I-VI.


Sedangkan di muatan pendidikan agama islam tingkat menengah (kelas X-XII):


Ruang lingkup materinya terdiri dari al-qur’an dan hadits, aqidah, akhlak budi pekerti, fiqih, sejarah peradaban islam. Salah satunya yang al-qur’an dan hadits; baca ayat al qur’an yang pilihan (lebih tinggi dari tingkat dasar). Yang aqidah; nilai iman kepada qadha dan qadar. Yang akhlak dan budi pekerti; perilaku kreatif, inovatif, dan produktif. Yang fiqih; khotbah, tabligh dan dakwah. Sedangkan yang sejarah peradaban islam; faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam. Materi dan kompetensinya leih tinggi dan lengkap dari tingkat dasar.


Muatan-muatan lainnya juga menjelaskan dari berbagai agama yang ada di indonesia dan juga mata pelajaran lainnya seperti kewarganegaraan, bahasa indonesia, bahasa dan sastra indonesia, matematika, jurusan MIPA, IPA, IPS dan untuk SMK. Semuanya lengkap.

 

3. Permendikbud No 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah


Standar  Proses  adalah  kriteria  mengenai  pelaksanaan  pembelajaran  pada satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Proses  dikembangkan mengacu  pada  Standar  Kompetensi  Lulusan  dan Standar Isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan. 


Ada beberapa prinsip yang sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi tetapi belum menyempitkannya pada pendidikan agama islam, masih umum. Begitu pula di bab-bab selanjutnya, seperti karakteristik pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian proses dan hasil pembelajaran, dan yang terakhir pengawasan proses pembelajaran, belum ada data penting tentang pendidikan agama islam, tidak ada penspisfikkannya.



4. Permendikbud No 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan


Standar  Penilaian  Pendidikan  adalah  kriteria  mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen  penilaian  hasil  belajar  peserta  didik  yang digunakan  sebagai  dasar  dalam  penilaian  hasil  belajar peserta  didik  pada  pendidikan  dasar  dan  pendidikan menengah.


Dalam isi permendikbud No 23 tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan yang mencakup sejauh mana lingkup penilaian, tujuan penilaian, prinsip-prinsip penilaian, bentuk penilaian, mekanisme penilaian, prosedur penilaian, serta instrument penilaian nya masih umum, tidak di spesifikkan dalam pendidikan agama islam. 


5. Permendikbud No 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pada Pelajaran Kurikulum 2013


Kompetensi inti terdiri dari kompetensi  Sikap  Spiritual,  Kompetensi  Sikap  Sosial,  Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan. Dalam isi permendikbud di jabarkan dari kelas satu sampai kelas 6. Untuk smp kelas tujuh sampai Sembilan, untuk sma dari kelas 10 sampai dua belas.


Di kompetensi inti 1 (sikap spiritual): 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang di anutnya.


Di kompetensi inti 2 (sikap sosial): menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama,toleran, damai), santun, responsive, dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.


Di kompetensi inti 3 (kompetensi pengetahuan): memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebabab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan porsedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.


Di kompetensi inti 4 (keterampilan): mengolah, menalar, dan menyaji, dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang di pelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.


Kompetensi inti dari tingkat dasar sampai tingkat menengah sama, hanya saja yang beda adalah kompetensi dasar di setiap tingkat atau pun di setiap kelas.


6. Lampiran Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur  Kurikulum SD/MI.


Di dalam isi lampiran ini terdapat pengertian tentang kurikulum,, rasional pengembangan kurikulum 2013, karateristik kurikulum 2013,tujuan kurikulum 2013, kerangka dasar kurikulum, dan struktur kurikulum 2013. Berarti kurikulum yang di pakai bukan lagi kurikulum KTSP dan yang lainnya tetapi sudah kurikulum 2013.


Masalah kompetensi inti masih sama, tetapi kompetensi dasarnya sudah tidak sama. Daan MI lebih banyak membahas tentang pendidikan agama islam dibadingkan SD.



Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum

Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum

View Article

Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum





Pengertian kurikulum


Menurut Ladji kurikulum merupakan suatu bahan tertulis yang berisi tentang program pendidikan suatu sekolah atau madrasah yang harus di laksanakan dari tahun ke tahun.  Kurikulum di pandang sebagai program pendidikan yang direncakan dan di laksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu.


Menurut Muhaimin kurikulum di pandang memiliki orientasi untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki peranan pada masa yang akan datang. Sedangkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2013 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat 19 di tegaskan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum mengandung cara, metode atau strategi pembelajaran. Jadi, kurikulum adalah program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pendidikan. 


Fungsi kurikulum


1. Fungsi penyesuaian


mengarahkan siswa agar bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang bersifat dinamis dan berubah-ubah.


2. Fungsi integrasi


Pada dasarnya siswa merupakan anggota dan integral masyarakat. oleh karena itu, kurikulum berfungsi untuk mendidik siswa yang intergrasi (pribadi yang utuh) sehingga bisa berkontribusi dan berintegrasi dengan masyarakatnya.

 3.Fungsi iferensiasi


Memberikan pelayanan terhadap perbedaan sifat, sikap dan karakter siswa sehingga nanti terdorong untuk lebih berfikir kritis dan kreatif mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat


4. Fungsi persiapan


Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya (yang lebih tinggi) atau untuk terjun ke masyarakat jika tidak melanjutkan studi.


5. Fungsi pemilihan


Memberikan kesempatan untuk memilih program yang sesuai dengan minat dan kemampuan  siswa. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi yang ketiga; diferensiasi (pelayanan terhadap perbedaan sifat, sikap dan karakteristik siswa)


6. Fungsi diagnotis


Mengarahkan siswa agar dapat memahami potensinya (kelebihan) dan menerima kelemahan yang dimilikinya, sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya dan memperbaiki kelemahannya.


Peran kurikulum


 1. Peran konservatif


Kurikulum berperan mentransfer atau mentransmisikan nilai-nilai budaya masa lalu kepada generasi muda (siswa) yang masih relevan dengan zaman sekarang. Disesuaikan dengan kenyataan bahwa pendidikan pada hakekatnya merupakan proses sosial sehingga salah satu tugas pendidikan (sekolah) adalah menjembatani atau membina perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai sosial yang hidup di lingkungan masyarakat sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat atau terjun ke masyarakat mereka dapat menjunjung tinggi dan berperilaku sesuai dengan norma-norma tersebut.


Di zaman yang semakin pesat kemajuan teknologi ini memungkinkan mudahnya pengaruh budaya asing sehingga bisa menggerogoti atau menghapus budaya lokal yang ada di masyarakat itu maka kurikulum berperan menangkal berbagai macam budaya asing yang merusak nilai-nilai budaya lokal sehingga generasi muda tetap dapat melestarikan budaya lokal tersebut dengan baik tanpa terpengaruh budaya asing.


 2. Peran kreatif


Kurikulum berperan menciptakan dan menyusun suatu hal yang baru sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat pada zaman sekarang dan masa yang akan datang. Sebab pada kenyataannya masyarakat bersifat dinamis dan mengalami perubahan. Kurikulum mengandung hal baru ( pelajaran, pengalaman, cara berpikir dll) guna membantu siswa mengembangkan potensinya agar tidak tertinggal zaman dan tetap bisa berperan aktif dalam kehidupan sosialnya siswa dapat menjadi masyarakat yang kompeten dalam menghadapi zaman yang terus berkembang.


Jika kurikulum tidak berperan kreatif maka otomatis akan tertinggal sehingga pendidikan yang diberikan nantinya tidak akan bermakna karena tidak relevan dan cenderung tertinggal zaman.


3. Peran kritis  dan evaluatif


Sesuai dengan kebudayaan yang mengalami perubahan dan perkembangan maka peran kurikulum tidak hanya sekedar mewariskan budaya yang ada dan menerapkan budaya baru tetapi lebih dari itu yaitu kurikulum berperan menilai, memilih dan menyeleksi nilai atau budaya mana yang perlu dipertahankan dan nilai atau budaya baru mana yang harus dimiliki anak didik yang dianggap bermanfaat untuk kehidupan anak didik.


Kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam kontrol dan filter masyarakat nilai yang tidak sesuai dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan atau disempurnakan.


Penting nya Komunitas

Penting nya Komunitas

View Article

Pentingnya ber komunitas




Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan. Umumnya memiliki ketertarikan yang sama. (Wikipedia)


Halah, di masa modern gini, siapa yang tidak tau komunitas? Pastinya, semua orang berkomunitas. Toh, kita makhluk sosial bukan? Tidak mungkin melakukan segala nya sendirian, kita butuh rangkulan tangan, kita butuh hangatnya pelukan, kita butuh transferan semangat. 


Nah, selama aku sekolah, kuliah dan masa pandemi ini, banyak sekali komunitas yang aku ikuti. Dari offline sampai online. Yah, tidak semua komunitas akan cocok dengan kita, harus memiliki ketertarikan yang sama, pun hubungan erat bersama. Banyak sekali toh komunitas yang vakum?


Komunitas pada dasarnya memang kita butuhkan, emang mau hidup sendirian? Tentunya nggak dong. Sebenarnya tidak penting seberapa banyak komunitas yang kita ikuti, mengapa? Karena jumlah komunitas tidak terlalu berpengaruh. Sebanyak apapun komunitas yang kita ikuti tanpa menggelutinya, tidaklah berarti apa-apa.


Dengan adanya komunitas sering kali kita berharap membangun relasi yang baik dengan setiap orang yang dikenal, bahkan komunitas menjadi tempat kita untuk menggali setiap bakat yang terpendam dalam diri. So, komunitas tidak hanya milik mereka yang sudah profesional, tapi juga milik kita yang ingin belajar dan terus berkembang.


Dalam komunitas, kita tidak hanya menjadi orang yang mendapatkan ilmu, tapi juga orang yang bisa berbagi ilmu, entah itu dari pengalaman yang kita miliki, atau dari cerita teman yang mengesankan, dan itu bermanfaat jika dikisahkan. 


Awal-awal bergabung dalam komunitas mungkin akan sedikit merasakan kecanggungan, namun semua itu akan segera terlewati jika kita dengan teguh mengikuti setiap irama yang berada dalam komunitas tersebut, mau belajar atas hal baru yang bisa dikatakan itu pertama kalinya bagi kalian. Waktu akan mengukir setiap kisah yang kalian rangkai dalam sebuah komunitas, kemudian menjadi memori yang akan sulit untuk dilupakan.

 

Manfaat komunitas


1. Menambah teman baru


Tentu saja, namanya juga komunitas, pasti banyak sekali human disana. Awal-awal memang tidak kenal, atau merasa canggung, tapi lama-lama tidak, malah akan terjalin hubungan yang erat. Aku sudah membuktikan, pastinya kalian juga kan? ini adalah hal yang tidak bisa di sanggah.

2. Melatih kemampuan komunikasi


Yah, banyaknya orang-orang di sekeliling kita, maka kita dituntut agar bisa berinteraksi. Ntah hanya sekedar cerita atau bertukar pengetahuan. Tentunya, ini melatih kemampuan komunikasi kita atau lebih tepatnya public speaking kita.

3. Tempat charge saat pertemanan di tempat lain tidak sehat


Nah, gunanya mempunyai banyak teman, kita bisa berbagi suatu hal dengan mereka, ntah saat sedih, atau bahagia. Jika di tempat lain kita sedang mendapat masalah, maka dengan adanya komunitas masalah tersebut seakan kecil atau bisa jadi hilang. Ada yang memberi semangat, solusi dan sebagainya.
 

4. Menambah wawasan


Nambah teman, nambah wawasan. Ini tidak bisa disanggah, hal yang pasti. Wawasan atau ilmu pengetahuan tidak harus melulu di dapatkan di bangku sekolah, dengan kita berkomunitas, berkumpul dengan orang banyak sedikit tidaknya kita akan mendapat wawasan atau pengetahuan, sekalipun hanya, tips memasang telor mata sapi tanpa gagal. Wkwkw

5. Liburan bareng


Ini paling asyik kala ikut komunitas, liburan yeey. Eh, dalam komunitas bukanlah liburan biasa loh, kita libur sambil belajar. libur sambil menambah wawasan, bahkan bisa menambah teman. 


Kenapa komunitas penting? Di atas sudah dijelaskan, kita adalah makhluk sosial. Dan juga, banyak sekali manfaat berkomunitas, masa mau di lewatkan? 

Pengalaman ku saja, aku bisa berlibur ke beberapa daerah dengan komunitas, banyak sekali mendapat pengetahuan baru, pengalaman baru, teman baru dan tentunya hadiah baru wkwkwk. Beberapa komunitas online di bidang literasi banyak memberi ku perubahan. Entah itu aku lebih semangat, bisa diskusi tentang literasi, dan ada hadiah wkwkw. Aku udah beberapa dapat sertifikat karena mengikuti program komunitas itu, pernah dapat buku gratis, dan yang paling baru ini entah mendapat hadiah apa (eh wkwk) baru di minta alamat rumah kemaren.


Rasakan saja sendiri, pasti nanti kalian akan bergumam, "Benar ya kata sulfa" wkwkwk





Sumber: Kak Florencia Pribandini (Pemateri ODOP)


Aku Adalah Aku

Aku Adalah Aku

View Article

AKU ADALAH AKU, BUKAN, AKU ADALAH KAMU, Walaupun Aku Mengidolakan Mu.


Foto by pixabay


Yang sudah baca judul, timbul pemikiran begini ngga, “Yaiyalah, masa kamu adalah aku? Atau masa aku adalah kamu?


Nah, sudah paham tidak dengan arah pembahasan kali ini?


Atau ada yang masih belum mengerti?


Tenang, pelan saja. mari kita mulai.


Aku Adalah Aku


Aku itu diri sendiri, aku satunya juga diri sendiri. Artinya, kita mengenalkan diri kita sendiri. kita menerima diri kita sendiri. kita sadar akan diri kita sendiri. kita percaya akan diri kita sendiri. kita bangga akan diri kita sendiri.


Aku Adalah Kamu


Aku itu diri sendiri, sedangkan kamu; orang lain. Artinya, kita berlagak menjadi orang lain. Kita bangga menjadi orang lain.


Maksudnya gimana? geser ke sub selanjutnya yuk.


Mengidolakan Seseorang


Nah, pernah dengar tidak, ketika ada orang yang mengidolakan seseorang, maka kebanyakan orang itu akan berlagak menjadi orang yang diidolakan atau dengan bangga bilang, “Ini loh aku  Cristian ronaldo”. “Ini loh aku Rossi”, “Ini loh aku Agnes monica” dan sebagainya.


Lalu apa salahnya? Sebenarnya tidak ada yang salah. Selama seorang yang diidolakan itu benar, baik dan bukan orang jahat. (ya masa mengidolakan orang jahat wkwk). Salahnya itu ketika kita tidak mengakui keberadaan diri kita sendiri, ketika kita tidak percaya akan diri kita sendiri. kita lebih bangga menjadi orang lain atau idola kita, dibanding menjadi diri kita sendiri.


Mengidolakan seseorang memang bisa membuat kita bersemangat menjadi seperti dia. Ini bagus. Tetapi alangkah lebih baiknya kita tetap menjadi kita, bukan merubah kita menjadi dia.


Banyak sekali bukan, orang yang mengidolakan seseorang lalu merubah semuanya menjadi seperti orang yang diidolakan? Dari rambutnya, pakaiannya, sifatnya, cara bicaranya dan sebagainya. sehingga karakteristik  dari kita hilang, karakteristik kita dibuang.


Kita boleh boleh saja mengidolakan seseorang, tapi kita tetap harus mempertahankan ciri khas diri kita sendiri, kita harus mempertahankan karakteristik diri kita sendiri. Lebih bangga mana, kita dikenal menjadi diri kita sendiri dengan dikenal menjadi orang lain? Semua orang akan lantang menjawab, menjadi diri sendiri.


Perumpaan; Aku suka sama penulis Ahmad rifa’I rif’an. Penulis muda yang banyak menghasilkan buku. Penulis muda yang menikah muda. Pemuda yang sukses. Lalu, bagaimana harusnya aku bertindak? Tiru sifatnya, tiru rajinnya, jadikan sebagai arang untuk membakar semangat. Bukan dengan mencontoh semua tulisannya, bukan dengan menjiplak tulisannya, bukan dengan mengubah hidung menjadi seperti mas Rifa’i. mengidolakan seseorang sewajarnya saja.


Kita boleh mengidolakan penulis Tere liye, Ahmad rifa’i rif’an dan penulis lainnya. tapi masa kita mencontoh sampai dengan tulisannya? Setiap penulis mempunya karakteristik dan ciri khas yang beda, begitu pula dengan kamu. Jadi, jangan mengubah karakteristik kita, jangan mengubah ciri khas tulisan kita tapi kita boleh mencontoh bagaimana sih kiat-kiat menulis sukses ala Tere liye? Ala Ahmad rifa’i rif’an? Bagaimana sih caranya menjadi mereka? Apa sih yang mereka lakukan?. Nah itu bagus.


Kembali lagi, lebih bangga mana kita dikenal menjadi diri kita sendiri atau dikenal menjadi orang lain?


Allah adalah pencipta Terbaik


“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.” (Q.S At-Tin; 4)


Nah loh! Lalu buat apa lagi kita harus menjadi orang lain? Wong Allah sudah ciptakan kita menjadi bentuk yang sebaik-baiknya. Sebaik-baiknya.


Kita mempunyai kelebihan di bidang ini, orang lain belum tentu.

Orang lain mempunyai kelebihan ini, kita belum tentu.

Kita mempunyai kekurangan di bidang ini, orang lain belum tentu.

Orang lain mempunyai kelemahan di bidang ini, kita belum tentu.

Pertahankan kelebihan, evaluasi kelemahan lalu kembangkan


Kita pasti mempunyai kelebihan bukan? Nah percaya tidak, kalau pasti ada orang yang juga ingin menjadi kita sebenarnya. Iri pada kelebihan kita. Aku tidak serta merta bilang begini tanpa adanya survey, karena aku sendiri belum menemukan kelebihan dan bakat aku dimana. Tapi, ternyata ada orang yang bilang begini sama aku, “Aku ingin deh jadi kamu, nulis terus. Melakukan hal produktif terus”, “Gimana sih caranya begitu? aku juga pengen”. (bukan mau sombong loh ya). Ternyata ada orang yang teramat sudi ingin menjadi diri kita, masa kita enggan?


Dan ini kebalikannya, aku suka sama orang yang rela melakukan apa saja untuk membantu keuangan orang tua, membantu pekerjaan orang tua, dan sebagainya. aku pernah bilang pada orang yang pernah bilang ingin seperti aku, “Kamu hebat ya, bisa bantu orang tua nanam padi, menjaganya, tanpa ngeluh, tanpa upah. Aku ingin seperti kamu”. Hm? Padahal orang itu tadi ingin menjadi aku.


Nah, alangkah lebih baiknya, kelebihan yang kita punya pertahankan, dan kekurangan itu di kembangkan menjadi kelebihan pula.


Seperti aku yang ingin seperti dia. Aku tetap harus menulis, melakukan hal produktif dan berusaha berbakti pada orang tua, membantu mereka. Kan enak?


Seperti dia. Dia tetap berbakti pada orang tua, membantunya dan berusaha melakukan hal produktif. Kan enak?


Jadi, kalau kamu mengidolakan seseorang yang pastinya juga punya kekurangan, maka pastinya jika kamu juga merubah diri kamu menjadi orang itu, kamu juga akan mempunyai kekurangan seperti orang itu. Padahal nyatanya, kamu memiliki kelebihan di bidang  itu. Contoh seperti perumpaan di atas.


Contoh lain: Kita mengidolakan seorang penyanyi, nah seorang penyanyi itu mempunyai kekurangan tidak bisa menulis atau menggambar. Nah, karena kita ingin menjadi dia, maka kita berusaha menjadi seperti dia; penyanyi, tapi kita akan juga mempunyai kekurangan tidak bisa menggambar atau menulis. Padahal sebenarnya bakat kita adalah menggambar atau menulis, bukan menyanyi. Alangkah baiknya, kita terus mengasah bakat kita, menjadi penulis hebat atau pelukis professional. Disamping kita masih mau menjadi penyanyi maka kita juga berusaha di bidang itu, tanpa menghapus kelebihan kita di bidang menulis atau menggambar, tanpa menggugurkannya. Itulah yang menjadi  karakteristik kita.


Kesimpulan


Tetap banggalah pada diri sendiri, tetap pertahankan karakter dan ciri khas kita, di samping kita mewujudkan keinginan kita (menjadi seperti seseorang yang diidolakan). Silahkan berusaha tanpa menggugurkan kelebihan yang kita punya. Aku adalah aku, bukan aku adalah kamu. Aku tetap menjadi aku dengan karakteristik dan ciri khas ku, sekalipun aku mengidolakan mu.
 
 


Opini aku ya. Kalau tidak setuju sini sharing hihi.


Cara Mudah Review Buku

Cara Mudah Review Buku

View Article

Cara Asyik dan Mudah Mereview Buku





Nah, sebelum membahas bagaimana sih cara asyik review buku alangkah baiknya kita paham apa itu review. 


Review adalah ringkasan dari beberapa sumber seperti buku, dan film. Review merupakan suatu penilaian terhadap sebuah karya. Mereview hanya sekedar memaparkan point penting, sehingga akan membuat orang-orang penasaran yang kemudian timbul rasa ketertarikan untuk ‘membaca’ atau ‘melihat’ sumber tersebut.


Saya mendapat ilmu ini dari dua orang; Buku mas adji (Cara asyik review buku), dan kelas online dengan pemateri kak jihan (pembaca bukan sekedar membaca) dan pengalaman pribadi. Saya memadukan antar keduanya dan yang saya implementasikan. Kuy simak baik-baik ya


1. Niatkan Berbagi Ilmu


Mereview artinya kita membagi secuil isi dari buku tersebut, maka niatkan lah sebagai berbagi ilmu. Dari mereview kita membantu orang ketika ingin mengetahui isi buku tersebut bagus atau tidak. Dengan mereview kita juga membantu buku tersebut ter sebar kemana-mana.


Pengalaman saya, ketika saya mengaploud ke media sosial hasil review saya, ada beberapa tanggapan, “Mbak, baca dimana?," “Wah bagus keknya, jadi list buku selanjutnya nih” dan sebagainya.


Pun, ketika saya membaca hasil review di sosmed, saya mikir, “Wah, bagus nih buku. beli ah”, “Eh ternyata ada humornya juga ya, bagus. Mau cari di ipusnas dulu deh”  dan sebagainya. 


2. Mencatat Point Penting


Untuk memudahkan mereview suatu buku, maka kita perlu catatan kecil atau point-point dari buku tersebut. sekalipun otak kita bisa menyerap semua isi buku, belum tentu kita terus ingat sampai buku tamat. Untuk menimalisir lupa, maka ketika kita membaca buku, catat point yang menurut kita penting. Ketika buku yang dibaca sudah tamat dan ingin mereview kita hanya akan membaca ulang catatan itu, kemudian menambah sedikit opini dari kita dan penilaian kita tentang buku itu. Gampang, bukan? 


Siapkan buku catatan kecil setiap kali membaca, atau lebih gampangnya, catat saja di hp. Entah itu menggunakan Microsoft word, noted di hp atau chat sosmed. Saya lebih sering mencatat di chat sosmed, menggunakan akun ganda wkwkw


3. Jangan Spoiler


Menurut Wikipedia, spoiler yaitu tulisan atau keterangan yang membeberkan cerita dari sebuah buku  atau film. Nah, ini point penting dari mereview.


Loh, kan tujuannya review mau berbagi ilmu, masa bagi separuh-separuh?


Kalau kita mereview lalu isinya semua di beberkan, ya tidak jadi penasaran dong, tidak jadi baca dong, tidak jadi beli dong. Nah, tujuan review untuk apa? salah satunya menarik orang untuk membaca buku itu. Artinya, membuat penasaran. Kalau sudah penasaran, ujung-ujung ya mau membaca, ujung-ujungnya ya mau beli.


Kalau kita juga terlalu spoiler, kasihan penulis nya dong. Kalau sudah tidak jadi baca, tidak jadi beli, tidak jadi dapat rezeki deh wkwk.


Kalau kita membeberkan semua isinya, pasti pembaca berkata, “Oh, jadi isinya gitu. Yauda deh makasih ya. Nggak jadi beli kan udah tau” nah loh?


Kalau kita hanya menulis point pentingnya, maka pembaca berkata, “Eh serius itu romance? Bagus ya endingnya? Alurnya juga bagus pasti ya, uuu aku mau beli ah,” nah loh?


Saya udah pengalaman semuanya mah.


4. Foto Cover


Nah, sebenarnya ini masalah sepele ya kan? tapi menurut kak jihan, jika tampilannya bagus maka akan menarik pembaca juga. 


Ketika kita menulis review, maka yang wajib disertakan adalah cover. Banyak sekali pencinta buku yang dengan hanya melihat covernya langsung jatuh cinta.


Semakin bagus tampilannya, maka rasa ketertarikan dari pembaca juga tinggi. Coba lihat di sosmed, cari dengan tagar bookstagrammer. Mantep-mantep semua tampilannya mah!


Baca:  Review 13 Mantra Menulis Fiksi

Review Buku Enteng Jodoh Enteng Rezeki


5. Kutip Quote


Saya juga banyak menemukan, mereka yang mereview menyertakan beberapa kata-kata bagus dari buku tersebut, atau bisa dikata itu jantung nya buku. Jika kata-kata tersebut indah dan bagus  maka pembaca juga akan semakin tertarik. Kemudian berargumen, “Wah, pandai sastranya, aku mau baca ah,” atau “Penulis pinter bikin kata-kata, aku mau baca ah.” Dan sebagainya. 


Jadi, review kita akan lebih menarik jika mengutip quote dari isi buku.


Baca: Review Buku Terobsesi Bungkus Lupa Akan isi

Review E-book dikatakan atau tidak di katakan itu tetap cinta


6. Menulis Kekurangan


Ketika kita menemukan kekurangan dalam buku tersebut jangan sungkan buat di tuliskan. Bukan kah mereview juga bertujuan menilai kualitas buku?

Tapi, kita harus juga mempunya sopan santun dalam memberi kritik atau saran. Jangan terkesan kita menjatuhkan penulis karena kekurangan buku itu. Hem, manusia memang tidak luput dari salah dan lupa ya.


Seperti Review Buku Bukan Wanita Biasa


7. Untuk Siapa Buku Ini?


Untuk membuat mereka yakin bahwa buku ini benar-benar untuk mereka, maka kita juga harus menuliskan di akhir atau di awal review.


Seperti, buku parenting, “Kalian yang sudah menikah, kalau belum baca buku ini belum lengkap!” nah, nanti si pembaca timbul penasaran dan keinginan membacanya juga.

Buku bisnis “Berbisnis udah jalan ber tahun-tahun, tapi penghasilannya tidak naik-naik? Baca buku ini maka lihat hasilnya." kan tertarik jadinya?


8. Terserah Pengulas


Menurut kak jihan, sebenarnya tidak ada kisi-kisi khusus bagaimana cara mereview, karena setiap orang itu beda. Bisa jadi, saya sangat suka buku itu, tetapi kalian tidak dan sebaliknya. Jadi nilai lah menurut diri sendiri, apa yang dirasa penting menurut diri sendiri tulis, apakah ada kekurangan atau tidak, iya tergantung pengulas.


Jadi, mereview itu terserah pengulasnya. Tapi garis bawahi juga, tetap jaga sopan santun dalam mereview dan pikirkan bagaimana harusnya pembaca tertarik dengan review kalian.


Oke? Silahkan action!


Mereview itu mengasyikkan, sungguh.  Jika kita sudah terbiasa, maka kalau tidak mereview satu buku saja seperti ada yang kurang.


Jika masih mereview satu dua buku, memang masih butuh latihan dan paksaan.


Tapi pengalaman saya, saya sudah terpikat dengan mereview ketika sudah mendapat materi dari kak jihan, membaca bukunya mas adji dan mencoba mereview, ketagihan, iya serius




Sedekah, Manfaat Mu

Sedekah, Manfaat Mu

View Article


Sedekah bermanfaat bagi yang bersedekah, bukan hanya yang di sedekah-i






Kali ini dengan buku beda dong, bukunya berjudul, “Sedekah Gas Poll”, penulisnya Endang koswara. Sebenarnya belum menemukan bab yang cocok sih, tapi karena udah lama ngga nulis OSBB, maunya konsisten (apasih buk curhat wkwk) jadi saya mengambil bab tentang, “Sedekah manfaat mu


Sudah tau belum, kalau sedekah tidak hanya berupa materi atau uang? Pasti tau dong yah? Senyum pada saudaramu itu sedekah, menyingkirkan duri dijalan itu sedekah, menolong teman itu sedekah, apalagi? Banyak kok, teruskan saja sendiri ahaha


Di dalam bukunya, mas endang banyak sekali mencantumkan manfaat sedekah, bukan orang yang disedekahi, tetapi orang yang bersedekah. Tidak ada ruginya orang yang bersedekah, malah banyak manfaat yang akan didapat. 


Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula (Q.S. Ar-Rahman;60 )


Jika kita memberi uang (kebaikan) kepada orang lain, maka jawabannya? Akan terbalas jua. Kapan? Terserah Allah, tapi yang pasti janji Allah tidak akan pernah luput atau teringkari, bukan seperti kita, janji diumbar-umbar tapi tidak pernah ditepati astaghfirullah wkwkw


Bahkan dalam bukunya, ada manfaat yang bermanfaat bagi kesehatan seperti, meningkatkan kekebalan tubuh, memiliki tubuh bugar, menurunkan tekanan darah. Wow ngga si?


Saat kita bersedekah, maka pasti seseorang yang kita sedekahi akan bahagia, akan senang, apa dampaknya bagi kita? Ya pasti ikut senang, ya pasti ikut bahagia, ya pasti ikut senyum. Iya nggak? Sedang siapa yang hidupnya bahagia maka akan sulit terkena penyakit, maka tidak akan stress.


Apalagi hanya dengan memberi senyuman pada teman kita, saudara kita, sudah diklaim itu sedekah. Ngga sulit banget kan? terlanjur gampang malah


Ibu saya pernah bilang sama saya, soalnya saya sering nyatuin alis, “ul, nanti kalau alisnya disatuin terus, dia nikah lalu punya anak, nah nanti anaknya tumbuh di atas dua alis itu, di jidatmu, mau?” ngebayangin aja ngeri kan, apalagi jadi nyata. Nah kedepannya berusaha ngga Lagi lakukan itu deh.


Jadi tiap ketemu orang berusaha senyum, nanti orang itu akan mikir, “wah, ini mbak/mas nya ramah ya”. Punya masalah paksa senyum, nanti orang mikir, “wah, mbak/mas nya kuat ya”. Ketemu musuh pun coba senyum, nanti musuhnya mikir, “wih, musuhku mau damai kayaknya, balik senyum ah” eits, usahakan jangan punya musuh juga atuh, kan ini Cuma contoh hehe.


So, bagaimana?


Senyum, senyum, senyum. Eh, ngga usah senyum sendirian kek gitu juga kali ahaha


Cie yang lagi bahagia karena sudah sedekah wkwkw
Mengenal Budaya Petik Laut

Mengenal Budaya Petik Laut

View Article

Budaya Petik Laut


Foto by pixabay


Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Kebudayaan merupakan sistem nilai yang terkandung dalam sebuah masyarakat. Kebudayaan diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal atau pikiran manusia, sehingga dapat  menunjuk pada pola pikir, perilaku serta karya fisik sekelompok manusia.


Sejarah Petik Laut atau Rokat tasek


Masyarakat pesisir, menganggap bahwa laut merupakan sumber daya untuk kelangsungan, pertumbuhan, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, masyarakat pesisir memiliki persepsi terhadap sumber daya laut dan persepsi kelautan. Melalui hal itu, muncul suatu tradisi untuk menghormati kekuatan sumber daya laut, Tradisi tersebut lazimnya diwujudkan melalui ritual, yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur karena alam melalui sumber daya laut telah memberikan kelimpahan serta rezeki dalam kelangsungan mereka. Oleh karena itu, ritual petik laut atau rokat tasek dapat dikatakan sebagai salah satu wujud kebudayaan.  Rokat sendiri adalah asli bahasa Madura yang berasal dari bahasa jawa dari kata ruwat yang berarti melebur atau membuang. Istilah ruwat identik dengan lukat yang berarti menghapus, membebaskan, dan membersihkan.


Rokat tasek atau petik laut adalah upacara masyarakat nelayan untuk menyelamatkan nelayan dari bencana dan rintangan apapun  yang mungkin akan dihadapi ketika melaut dan dapat memberikan hasil tangkapan ikan yang banyak. Ada warga yang mempercayai bahwa ritual itu harus dilaksanakan supaya tidak terjadi bencana atau semacamnya, ada juga warga yang tidak percaya dan melarang ritual ini, karena sebagai wujud dari syirik. Semua tergantung pada niat masing-masing individu ya teman-teman.


Tahapan petik laut


Setiap daerah  memiliki upacara-upacara yang berbeda, penulis mengambil contoh di sotabar, kecamatan pasean. Di sana, mengadakan ritual ini setiap tahun sebelum bulan romadhon, tetapi biasanya setiap tahun tanggal pelaksanaannya beda-beda, tergantung kesepakatan masyarakat desa tersebut dan saat laut terjadi pasang. 


Acara ritual petik laut ini ada empat tahapan atau acara selama sehari semalam, pagi hari pawai sampan, siang hari khataman Al-Qur’an, sore harinya ojung, dan malam harinya yaitu hiburan atau kalau di sotabar biasanya mengundang atau mempertontonkan ketoprak Madura atau lebih dikenal dengan lodruk.


Jauh-jauh hari sebelum ritual tersebut dilaksanakan, semua juragan (pemilik) sampan mengadakan pertemuan (musyawarah), dengan kepala desa dan agen pengepung ikan  (tempat nelayan menjual hasil tangkapannya), isi musyawarahnya yakni tentang penyelenggaraan ritual rokat tasek atau petik laut dan  jumlah sumbangan perjuragan. Setelah disepakati bersama, juragan sampan akan sibuk menghias sampannya agar terlihat lebih menarik pada saat pawai sampan, biasanya sampan dihias dengan bendera-bendera dan lampu warna-warni, dan peralatan lainnya.


Setelah sampai pada waktu acara, pagi-pagi sekali masyarakat sudah berkumpul di laut untuk menyaksikan pawai sampan, dan sesajen yang telah disiapkan dihanyutkan ke laut (seiring berkembangnya zaman, sesajen tidak dihanyutkan, melainkan di bagi-bagi pada masyarakat). setelah itu, semua sampan di berangkatkan mengelilingi laut dengan batas yang sudah ditentukan.


Siang hari, khataman Al-Qur’an di selenggarakan (biasanya) di tempat agen pengepung ikan, dihadiri oleh juraghan-juraghan sampan dan kepala desa. Sore harinya, biasanya ada ojhung (ada dua laki-laki yang berkelahi menggunakan alat manjhelin). Dan alat-alat untuk ketoprak yang akan diadakan nanti malam dirancang.


Ba’dha maghrib, banyak masyarakat yang sudah memenuhi tempat acara, seperti pedangan kaki lima dan pedagang keliling, masyarakat dari beberapa desa yang mencari tempat duduk untuk menonton acara ketoprak dan sebagainya. ketoprak di mulai pada jam 10 dan selesai pada jam 4 subuh. Walau acara ini sangat panjang, tapi banyak masyarakat yang menantikan acara ini sampai-sampai mereka membawa alas agar nyaman untuk duduk sampai pagi buta. Karena, ketoprak di kenal dengan lawak yang lucu sehingga duduk berlama-lama di laut tidak ada masalah bagi sebagian orang.


Budaya ini ada karena turun temurun, dan tetap di lestarikan oleh masyarakat pesisir. Budaya petik laut dari tahun ke tahun mengalami perubahan, misal penghanyutan sesajen ke laut diganti dengan memberikan pada masyarakat sekitar. Budaya ini pun, menurut penulis tergantung bagaimana dari niat individu sendiri. Jika niatnya percaya pada selain Allah, yakni laut maka perbuatan tersebut berujung syirik, dan jika hanya sebagai rasa syukur karena terlimpah nya rezeki melalui perantara laut, maka insyaa Allah tidak apa-apa.


Wallahu ‘a’lam bisshowab.


Pentingnya Berpikir Positif terhadap Masalah

Pentingnya Berpikir Positif terhadap Masalah

View Article

Berpikir positif, berperilaku santuy, dan tangkas dalam bertindak, Masalah selesai!

Picture by pixabay




Sekolah kalian tetap dilakukan secara daring atau sudah tatap muka dengan mematuhi protokol yang ada? Kalau saya mah jangan ditanya, kuliah daring bikin pusing! Sebenarnya tidak terlalu memusingkan, tapi karena kuliah semester ini menggunakan e-learning, yah bikin pening! Paket data harus banyak biar ngga mati mendadak, diskusi kurang efektif dan terkesan kaku, harus refresh tiap waktu dan sebagainya.


Seperti kuliah sore kemarin, udah dari sononya pusing, malah tambah pusing dengan e-learning yang tiba-tiba eror, mana Cuma sebagian yang eror, yang lain nggak, malah asyik berdiskusi!


Dan kalian tahu? Baru kali ini saya dapat ‘secuil’ masalah, tapi tidak berlarut-larut, biasanya aku paling baper, masalah dikit, di besar-besarin. Pusing dikit, ngeluhnya panjang! Tugas dikit, ngeluhnya banyak! Ya pokok lebay deh ahaha


Dan ini point pentingnya; berpikir positif, berperilaku santuy, dan tangkas dalam bertindak.


Gimana gimana? Bentar aku jabarkan..


Masalah…


Aku yang tiba-tiba pusing ditambah E-learning lemot, tapi hanya sebagian saja, membuat aku nggak bisa nyimak ‘diskusi’, nyuruh teman-teman buat bilang ke dosen, nggak ada yang ngerespon! Heum.


Baca juga, 



Solusi…


Berpikir positif


Karena sudah absen, aku agak tenang memang, tapi setiap dosen penilaian absen beda-beda, sekalipun absen tapi status e-learning online bisa jadi dianggap tidak hadir, dan kebetulan dosen ini misteri tidak memberi tau penilaian absensi.


Karena juga ada beberapa teman yang nggak bisa mengakses, jadi aku pikir aku masih punya teman.


Berusaha berpikir positif, "dosen itu baik, dosen itu pasti mengerti, dosen itu tidak akan tiap saat cek online offline nya mahasiswa"


Berperilaku Santuy


Yang tau sama aku, pasti akan hapal kalau aku lagi ada masalah atau tidak. Karena ya itu, aku yang lebay akan ketara banget jika lagi punya masalah (walaupun dikit), apalagi mesti aku akan melampiaskan sama beberapa teman dan orang-orang di sekitarku ahaha. Dan untuk masalah kali ini, aku coba berperilaku santai, tetap enjoy dengan masalah e-learning yang eror, tetap tertawa riang sambil ‘ngeluh’ masalah e-learning pada teman-teman, dan bersikap baik-baik saja di rumah (kan daring), yang sebenarnya agak gelisah ahaha.


Terus salah satu temanku bilang, “tumben sul masih ceria, padahal dari tadi nggak bisa ngakses, biasanya udah ‘marah-marah’ nggak jelas.” Nah loh? Ahaha kelihatan banget


Sambil baca sholawat dong wkwk


Bertindak Cepat atau Tangkas


Kalau kalian mikir, aku yang santuy tidak melakukan apa-apa itu salah besar. Aku nyari hp lain, siapa tau e-learning eror gara-gara hp (nggak bisa), niat sudah nggak mau ngerepotin teman-teman yang lain, jadi aku nge japri dosen itu sendiri, menjelaskan masalah yang aku alami, detail. Tidak dibales, sampai waktu kuliah habis. 

Kemudian, Alhamdulillah dosennya terketuk hatinya buat membalas, “coba lagi”, padahal kata temanku, kuliah udah kelar. Aku jelaskan kembali bagaimana usahaku keluar masuk link tetap tidak bisa. Terus jawaban si dosen, “iya nggak papa kalau begitu, toh kuliahnya udah selesai.” seketika lega!


Apa sih manfaatnya berpikir positif, berperilaku santuy dan bertindak cepat?


1. Hati tenang


Memang pasti ada gelisahnya, ya siapa sih yang nggak gelisah, lagi kuliah, e-learning eror? Tapi tergantung bagaimana respon orang itu. Kalau merespon jelek, “huh, eror, gimana kalau bapak ngabsen aku alpa?” keadaan hati? Makin gelisah tak karuan. Coba berpikir positif, “gapapa, toh bukan Cuma aku yang ngalami ini, aku juga udah absen dan bapak insyaa Allah paham” keadaan hati? Tenang cuy!


2. Keadaan seperti membaik


Coba kalau kita mikirnya jelek, yang ada kita makin gelisah, marah sana sini, ngeluh sana sini, tidak nerima nasihat, tidak nerima saran, yang ada tuh keadaan makin buruk!


Nah, di ceritaku, keadaannya membaik kan? ya karena pikiran positifku, perilaku santuy ku, tapi juga tindakan siagaku wkwk. 


3. Lekas menemukan jalan


Kalau pikiran positif, hati tenang, maka akan cepat menemukan solusi. Kalau pikiran jelek, hati gelisah, mana ada waktu untuk mikir solusinya bagaimana? Paling bisanya ngoceh nggak jelas, ngeluh sepanjang waktu! Padahal, sia-sia kan? makin ngoceh, makin ribet, makin ngeluh, makin nambah masalah.


coba chat di grup” duh, nggak banget di grup, nggak berani. Tapi akunya nangkap dengan pikiran tenang, hati tenang, lalu ting! Kalau nggak berani di grup, yaudah japri saja.


coba link ini,” nggak bisa. “coba yang ini,” nggak bisa juga. “kalau yang ini?” udah coba dari tadi nggak bisa. Kalau kita merespon hal begitu dengan negatif, yang ada mau marah-marah sama yang ngasih bantuan, “udah dibilang nggak bisa masih ngeyel”, padahal itu teman niat bantu loh. Iya tidak? Kalau responnya positif, “teman-teman pada baik, saling bantu. Aku coba sekali lagi deh. Ting! Memang tetap nggak bisa, tapi ya hati masih tenang dong!


4. Dampak ke lingkungan lebih baik


Sudah baca ceritaku yang temanku bilang, “tumben sul masih ceria, padahal dari tadi nggak bisa ngakses, biasanya udah ‘marah-marah’ nggak jelas.” Nah loh? 


Coba saja aku respon negatif, ngeluh sana sini, marah sana sini, yang ada mereka ogah yang mau bantu, yang ada kita hanya dianggap angin berlalu bahkan bisa jadi kita akan disumpah serapahin nggak bisa sampai akhir (walaupun emanh itu kenyataanya ahaha)


Tapi terbukti kan dengan ceritaku?


5. Janji Allah


sesungguhnya Allah berfirman: “Aku sebagaimana prasangka hamba Ku kepada Ku, Aku bersamanya jika ia berdoa kepada Ku(HR. Muslim 4832, 4852; Tirmidzi 3527; Ahmad 7115” (sumber internet)


Karena aku mikirnya positif, “Bapak insyaa Allah paham, ngga bakal dikasih alpa kan udah absen” yang terjadi? “iya gapapa” loh kan beneran tidak kenapa-kenapa.


Kebayang kalau sejak awal mikirnya jelek, “gimana kalau aku alpa, gimana kalau bapak nggak mau nerima kenyataan ini dan blaa blaa” uh tidak terbayang jika Allah akan bilang ‘kun’ sesuai prasangka kita. Tapi jangan dibayangkan, nggak baik ahaha


Jadi, berpikir positif itu adalah penting dalam hal apapun, bertindak santuy dengan tetap bersikap tenang walau sebenarnya hati gelisah, maka pasti akan sedikit gugur rasa gelisahnya dan tak lupa juga, jangan hanya menneng, tetapi usaha dengan tindakan, bukan Cuma mikir positif tapi tidak usaha, ya sia-sia. Bukankah kita diperintahkan untuk berusaha terlebih dahulu baru ikhtiar?


Belajar dari produktifitas emak-emak

Belajar dari produktifitas emak-emak

View Article



The power of emak-emak


Siapa sih yang ngga tahu kehebatan emak-emak jaman sekarang? Anak muda? Kalah sama emak-emak!


Sampek di stasiun TV, ada tayangan khusus emak-emak, apa dah lupa namanya wkwk.


Usut punya usut, emak-emak berani ngelabrak polisi saat ditilang (film tilik), berani terobos lampu merah (berita-berita), dan paling viral, belok kanan, liting kiri ahaha


Tapi konten kali ini bukan meneladani yang nggak baik, tapi yang baik-baik, yakali hal buruk dicontoh? Sebaiknya kan dinasehati, tapi hati-hati saja kalau nasehati ema-emak, disembur kalau salah praktek ahaha.


Kewajiban ibu rumah tangga – bejibun


Ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang ringan, berat. Tapi emak nggak pernah ngeluh. Bangun pagi-pagi, langsung nyapu, ngepel, nyapu halaman, masak, nyuci baju, nyuci piring dan masih banyak yang lainnnya. Apalagi kalau punya anak kecil atau yang masih sekolah SD. Bangunin dia, nyuapin dia, pasangin bajunya, kemudian nganterin. Apalagi punya suami yang kerja kantoran, harus berangkat pagi, nyiapin bajunya, nyetrika, siapin bekal. Ah udah aku saja yang nulis ngga kuat, apalagi si emak itu. Tapi, ah sungguh ciptaan Tuhan satu ini amatlah istimewa, ia tak pernah mengeluh, bahkan terlanjur senang. Kebayang kan banyak anak muda yang ingin nikah? Padahal udah tau pekerjaan ibu rumah tangga itu bagaimana, masih aja mau nikah, otomatis akan mengalami hal serupa. Mantap pull lah buat emak-emak dan kalian yang tetap ingin menikah.


Bekerja


Heum apalagi yang punya pekerjaan, entah itu kerja jadi pegawai, guru dan sebagainya. harus benar-benar bisa memanage waktu. Entah di kewajiban melayani suami, anak, plus pekerjaan rumah yang benar-benar bejibun.


Kalau seandainya ngga bisa manage waktu dan kewajiban sebagai ibu rumah tangga terbengkalai, pikir ulang, pikir kembali buat bekerja  ya:) karena, menjadi ibu rumah tangga itu sudah pekerjaan yang paling mulia di sisi Tuhan.


Sekarang jaman canggih, teknologi makin wow, bisa lah memanfaatkan teknologi untuk bekerja (kalau mau bekerja), seperti jual online atau bekerja di rumah yang Cuma andelin data dan laptop.


Melakukan hal produktif


Nah, hal ini yang paling bikin aku kagum sama emak-emak jaman sekarang. Udah berat dengan pekerjaan rumah malah masih bisa melakukan hal produktif (aku sebagai anak muda malu).


Di masa pandemi ini dengan peraturan lebih baik dirumah saja, aku masuk ke grup-grup kepenulisan, yang dimana salah satunya isinya dominan emak-emak. Mereka yang ngatur grup, ngasih materi, ngasih saran, main game dan menghasilkan karya atau buku. benar-benar wow!


Ada lagi, aku baru tau istilah bookstagrammer ketika ada materi di sebuah grup kepenulisan. Setelah aku cari-cari di instagram, banyak sekali emak-emak yang berkontribusi disana! Wah nggak si? Baca buku, mereview, ikut challenge, bahkan aku baru menemukan hal unik di dunia bookstagrammer (berdandan sesuai cover buku) wow! Seriusan. Next time, bakal jelasin bagaimana itu bookstagrammer deh, keknya masih pada bingung, wkwk.


Satu lagi, menulis. Yah, aku menemukan grup tentang bagaimana harusnya kita istiqomah menulis setiap hari, dan you know? Masih di dominasi emak-emak! Yang udah punya anak tidak satu dua, tapi masih saja bisa  istiqomah menulis tiap hari minimal 300 kata, bahkan tak jarang aku lihat tulisan-tulisannya sangat indah, bermanfaat, panjang, dan aku insecure melihatnya, masa aku anak muda, tapi tulisannya lebih bagus emak-emak sih? Benar- benar harus dicontoh!


Bayangkan saja, kapan waktunya buat nulis? Nyari ide? Bekerja? Nyapu? Nyuci? Masak? Melayani suami? Merawat anak lebih dari dua? Tak lupa merawat diri? Oh! Alhamdulillah emak-emak bisa membuktikan dengan kesibukan yang bejibun, ia masih bisa melakukan hal produktif.


Pekerjaan yang bejibun tidak menghalangi ia melakukan hal produktif yang bukan hanya bermanfaat pada dirinya sendiri tetapi bagi keluarga dan khalayak ramai. The best!


Tangguh dan berani


Sudah beberapa aku sebut di atas, bagaimana beraninya emak-emak melabrak polisi, berani belok kanan, liting kiri dan sebagainya. tapi please, contoh hal yang baik-baik saja ya.


Emak-emak memang sangat tangguh dan berani, polisi saja ia berani labrak apalagi Cuma anak muda kayak kita? Aku pernah melihat tayangan bagaimana emak-emak menyiram air comberan pada anak yang main drak-drakan. Mantep dah tuh?


Aku pernah melihat tayangan emak-emak yang nggak ada takutnya sama sekali, mencelupkan tangannya pada minyak yang panas di kompor yang menyala. Hau! Aku juga sering dibilang gini sama emak, “cewek-cewek nggak boleh takut sama panas”. Uwah! Itu minyak yang meletup pas kita goreng ikan saja, kita lebay pakai helm dan pengaman, lah si emak? Malah nantang! Mencelupkan tangannya sendiri. benar-benar tangguh! Eh btw jangan ditiru, kasian tanganmu:v


Sering tidak kalian lihat emak-emak nangis? Ngeluh? Nggak, tapi bukan tidak ada sih, jarang saja, ya kan? emak itu tangguh, tidak akan menangis di khalayak ramai, tidak akan menangis di depan kita, paling ya kalau nangis, di tempat sepi.


Ia tidak mau terlihat lemah, ia tidak mau terlihat lelah, ia tidak mau terlihat tidak baik-baik saja. benar-benar tangguh! Benar-benar wow! Benar-benar manusia istimewa! 


Ingat ya, ambil sisi positifnya, contoh hal baiknya. Hal yang tidak baik jangan dicontoh, nasehati dengan cara yang hati-hati wkwk.


Salam api (kobar semangat) dari anak muda untuk emak-emak tangguh diluar sana. Kalian hebat!


Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan dan Kekurangan Buku

View Article


Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Buku






Apa itu Buku?


Menurut Wikipedia, buku adalah kumpulan atau himpunan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya, dan berisi tulisan, gambar, atau tempelan. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman.

 

Buku merupakan jendela dunia, dimana kita bisa mengetahui seluk beluk dunia dari buku. hanya dengan duduk tenang di temani secangkir kopi dan cemilan kita bisa menjelajah ke sebuah Negara dengan buku, mendapat banyak sekali pengetahuan hanya dengan selembar kertas yang berisi tulisan, bisa membuat seseorang berprestasi dan tak pernah dilupakan.


Betapa banyak mereka yang dikenal banyak orang dengan menghasilkan sebuah buku, betapa banyak mereka yang sudah meninggal tapi namanya tetap abadi hanya karena menulis sebuah buku. tapi bukan ini point yang akan aku bahas, melainkan kelebihan buku tersebut.


Lalu apa sih keuntungan mempunyai buku?


Melihat dari survey, mempunyai buku itu banyak sekali keuntungannya, mau tahu? Simak yaa


1. Bisa mencium baunya (harum katanya)


“kenapa suka sama buku daripada ebook? bisa mencium baunya kak, aroma khasnya buku”


Paling banyak jawaban yang aku dapatkan kala melempar pertanyaan di snap WA. Aku tidak hanya mengambil dari naluri kenapa aku suka buku, tapi aku juga mensurvey beberapa teman-teman onlinenya aku. Jadi, ini bukan hanya pendapatku, okey.


Yah, buku mempunyai bau yang khas, tidak dimiliki oleh barang apapun. Yang menurut aku, sebenarnya tidak ada wanginya sih, tapi ya gimana gitu ngga bisa mendeskripsikan intinya enak kalau dicium, eh wkwk.


Hal istimewa ketika membeli buku baru, membuka bungkusnya, lalu menciumnya berulang kali, iya tidak?


2. Sebagai hiasan, pemandangan yang indah dan bisa punya perpus sendiri


Hal menarik lainnya, jika kita selalu beli buku, maka akan banyak buku dirumah kita dan tentunya kita pasti membuat sebuah rak khusus untuk buku ‘kesayangan’ kita. Coba lihat di ig bookstagrammer, wuih tiap orang punya perpus sendiri, rak dengan beberapa hiasan yang didesain dengan sangat indah, hingga menurutku bagus banget sebagai penghias kamar wkwk.


Yang nggak pernah hitung-hitungan kalau mau beli buku, aku acungin empat jempol he. Aku aja masih perhitungan, kalau kalian nggak, berarti kalian hebat, cinta banget sama buku.


3. Gampang bolak balik halaman dan menadai-nya


Dibanding dengan ebook, buku yang berupa kertas yang bisa kita pegang akan mudah sekali membolak-balik halaman, atau menandai sampai mana kita membacanya. bayangkan kalau ebook? harus dihapal wkwk.


4. Fokus


“Ah, kalau baca ebook apalagi di hp, pasti keganggu sama notif kak, nggak notif sosmed, notif SMS” weh punya doi nih wkwkw


Tapi memang benar, daripada kita membaca buku melalui hp, kita akan lebih fokus baca buku menggunakan buku, tapi perlu garis bawahi, hp nya dijauhkan. Ya kalau hpnya ada di sampingnya, data internetnya di hidupkan, alamat nggak fokus juga, aku pengalaman banget ahaha. 


5. Tidak panas kemata


Menatap hp tidak boleh lama-lama dikarenakan sinar dari hp tersebut bisa membahayakan mata, sedangkan untuk buku tidak, tapi tetap berikan jeda mata agar tidak lelah menatap tulisan yang bejibun wkwk.


Namanya juga ciptaan manusia, ya pasti ada kekurangan-nya kan. setelah tahu akan kelebihannya maka juga harus tau kekurangannya, bukan untuk merendahkan buku, tapi agar kita paham dan bisa menerima kekurangannya, tidak akan berkurang cintanya untuk buku hanya karena buku punya celah, layaknya kita mencintai do’I wkwk.


1. Ribet dibawa kemana-mana


Untuk yang suka sekali membaca dan istiqomah, maka pastinya kemana-mana menenteng buku, dan untuk kita yang melihatnya, akan terkesan ribet, yang sebenarnya si pencinta buku itu juga ribet, tapi karena sudah terbiasa dan sayang, maka tetap dilakukan.


Apalagi buku yang tebalnya 300 halaman lebih dengan bentuk buku yang agak besar dan tebal, sering kali dengan alasan begini mereka lebih membaca menggunakan ebook yang terkesan ringan, siapa sih yang sekarang kalau pergi kemana-mana nggak bawa hp?


2. Nguras kantong


Buku original, apalagi yang baru terbit kisaran harganya pasti 50 keatas, bahkan sampai ratusan. Pencinta buku mau tidak mau harus menabung berhari-hari untuk bisa membelinya, yang jika dipikir, “enakan beli bakso daripada buku” eh iya nggak usah demo kalau yang nggak setuju. Bakso mah habis tanpa sisa, kalau buku sudah habis dibaca tetap ada yakan?


3. Harus ke gramedia dan toko buku


Untuk mendapatkan dan membeli sebuah buku, maka kita harus mendatangi toko buku atau gramedia, yang membutuhkan tenaga dan uang untuk ongkos. 


Eh, tapi sekarang zaman canggih ya, cukup duduk dikamar buka marketplace pilih buku yang mau dibeli, transfer udah deh tunggu pak kurir. 


Tapi menurutku lebih enak beli ke toko langsung, bisa melihat tumpukan buku berjajar dengan indah, si penjaga toko yang ramah, bisa memilih buku, dan tau mana yang sedang trend atau tidak.



Baca juga kenapa banyak yang suka ebook?



Opini ku.


Setelah beberapa minggu aku nulis tentang ebook, biar adil aku juga menulis tentang buku. dan menurutku, entah buku atau ebook sama-sama kita butuhkan. Kita bisa melihat situasi dan kondisi, jika tidak memungkinkan kita menenteng buku ke mana-mana, maka pilihan akhirnya adalah ebook. daripada tidak membaca? Yakan. 


Juga, pintar-pintarlah memilih buku atau membeli buku. sekarang banyak penipuan kan? pun buku bajakan sudah banyak tersebar luas. Jadi, sebisa mungkin jangan beli buku bajakan, karena itu merugikan banyak pihak.


Kalau kalian ingin membaca buku tapi tidak mampu untuk membeli, maka baca ebook yang legal, banyak perpus yang menyediakan, atau kalau tidak silahkan pinjam ke teman-temanmu, jangan pernah membeli buku bajakan, tidak berkah (dawuh bang tere liye dan mas ahmad rifa’I rif’an; aku pernah membacanya di status beliau-beliau)


3F (Food, Fashion, and Fun)

3F (Food, Fashion, and Fun)

View Article




Virus: Food, fashion dan fun


Aku sudah lama nggak OSBB (Opini Sesuai Bab Buku), maklum banyak tugas dan sok sibuk. Sekarang update lagi dong, siapa yang nunggu?—ngarep ahaha. Dikutip dari buku mas rifai dengan judul ketika tuhan tak lagi dibutuhkan, di bab, fun, food and fashion. Oke cekidot.


Pasti sudah tau kan artinya? Mau ku artikan lagi? Oke bahas satu-satu ya


Buku yang berjudul MEGATRENDS 2000, ditulis oleh john naisbit dan patricia aburdene (futurology kelas dunia), mengungkapkan bahwa pada abad 21 dunia ketiga akan menjadi santapan Negara-negara maju. Dalam bukunya, mereka memaparkan  bahwa senjata yang digunakan oleh Negara maju untuk melumat penghuni dunia ketiga bukanlah rudal berkepala nuklir atau rudal yang dilengkapi senjata biologis tetapi menggunakan senjata yang sangat lunak, namun berakibat dahsyat. Wow! Apa sih itu? John dan patricia merumuskan dalam formula 3F alias food, fashion dan fun. Tiga virus inilah yang bakal merusak dunia dengan sangat halus. (dikutip dari buku Ketika Tuhan Tak Lagi di Butuhkan, karya: Ahmad rifa’i rifan)


Kalian sadar tidak? Kalau sekarang virus itu sudah tersebar ke mana-mana? Sudah banyak orang yang terjangkit? Atau kita sendiri juga sudah? Astaghfirullah, semoga saja kita dijauhkan dari hal itu.

Ayo bahas satu-satu.


1. Food




Food, bahasa indonesianya adalah makanan. 

Coba lihat sekitar, daripada warung-warung yang ada di jalanan; makanan dengan harga yang paling mahal hanya sepuluh ribu, minumannya harga paling mahal tiga ribu atau lima ribu, lebih rame mana dengan kafe atau restoran? Makanan yang paling murah sepuluh ribu, dan minumannya paling murah lima ribu. Hayo? Padahal udah tau mana yang nguras kantong banget? Tapi tetap saja yang dipilih pasti restoran atau kafe, warung mah lewat. Iya kagak? Nah inilah virus.


Kenpa pilih restoran? “gengsi lah kak, ada tempat yang mewah dan wow kok pilih tempat kecil begitu” kalian begitu juga kah?


Gengsi yang diandelin sama orang banyak sekarang mah, bisa jadi termasuk si penulis dan si pembaca nih. Kenapa nggak pilih minuman yang harga tiga ribu daripada yang lima ribu? Gengsi, padahal mah di dompetnya udah tinggal goceng, yang penting selamat dulu dari rasa gengsi , iya tidak? Entah itu makanan, atau hal lain. 

Apalagi kalau dia selebgram atau orang terpandang, yang mana aktifitasnya selalu diupload ke sosial media. Ngaploud makanan harga sepuluh ribu? Malu lah, gengsi lah, masa selebgram makanannya murah si?


Saat menikmati makanan, standar yang dicari bukan lagi standar gizi, tapi yang terpenting adalah prestise yang diperoleh. Akhirnya, sekalipun sama-sama nasi goreng, mereka akan lebih pede, menikmati nasi goreng restoran yang harganya lima belas ribu, daripada nasi goreng keliling yang harganya delapan ribu. Mereka akan lebih pede, menikmati sushi daripada ikan laut yang di goreng. Right?


2. Fashion




Lebih rame mana mall sama pasar lokal? Lebih rame mana toko-toko swalayan sama pasar di desa-desa terpencil? Jawabannya mall, jawabannya toko swalayan. Kenapa? Gengsi.

“Nggak banget deh, aku masuk pasar, murahan kek nya. lebih mending masuk mall, wow! Bisa foto-foto di beberapa tempat yang bagus juga, lah kalau pasar?” iya tidak?


Ini lagi, kalau beli-beli di pasar. Mau baju, kerudung, daster, gamis dan sebagainya, di tawar serendah-rendahnya! Sampai si penjual bingung, mau di jual apa tidak? Dijual rugi, tidak dijual tidak punya pendapatan sama sekali! Coba di mall, barang se mahal apapun tidak akan ditawar, ditanya, kenapa?


  "Gengsi lah, malu lah, masa nawar di mall, masa nawar di swalayan, masa nawar di toko yang mewah, nggak banget." 


Lah kalau nawar di pasar kenapa nggak gengsi?


"Ya karena penjualnya orang biasa aja. Kalau di swalayan? Wow lah, penjualnya cantik-cantik, dandan rapi, baju rapi."


Astaghfirullah semoga kita cepat berhenti begini, kalau aku ya, suruh nawar mah nggak  mau wkwk, malu. Tapi  pernah kok nawar, jarang wkwk, akhir-akhir ini nggak pernah sama sekali wkwk.


Sekarang mah paling viral fashion barat, celana ketat, baju oblong, bikini wkwk (maaf loh ya) fashion lainnya mah lewat, iya nggak? Nggak kok kak, gamis-gamis juga banyak. Iya, tapi lebih banyak lagi yang fashion barat. Jawabannya? Iya tetap gengsi.


"Idih, masa aku yang notabenenya masih muda, mau pakai kerudung? Harus ikut trend dong."


"Ngga jaman pakai baju begitu, kek ibu-ibu, aku masih muda patutnya pakai celana ketat."


Apa sih enaknya? Aku kok nggak enak banget pakai yang ketat-ketat itu. Udah di badan nggak enak, yang pas mau ganti juga nggak enak, apalagi si cewek kalau mau ke kamar mandi ribet. Heum maaf, maaf.


3. Fun




Kalau ini aku masih belum maksimal banget, jadi maaf ya, ini sebagai renungan bersama, bukan khusus untuk yang baca, yang terkhususkan bagi si penulis.


Hiburan anak muda sekarang mah, pergi ke diskotik, pergi ke bioskop nonton film, nonton konser korea. Iya tidak? Yang dinyanyikan mah lagu-lagu barat, yang jadi viral, kata-kata kasar. Apa tuh yang lagi viral? Anj--, di belok lagi jadi a—ir, a—juy, kilah mereka, “wonk  itu bukan arti kotor” iya paham, tapi kek gimana gitu kedengarannya, nggak enak ke telinga. Eh maaf ini Cuma opini aku, yang nggak setuju nggak usah demo.


Aku belum nonton drakor sih, tapi katanya pasti ada tayangan yang tidak cocok untuk anak kecil? Betul? Kalau iya, coba dari sekarang kalau memang tetep suka, pilah pilih mana yang baik ya. Nonton india juga, aku suka banget, tapi kalau ada tayangan yang tidak baik, aku tutup mata, sungguh.


Lalu, bagaimana cara mengatasinya?


1. Puasa (dikutip dari buku Ketika Tuhan Tak Lagi di Butuhkan)

Kenapa puasa? Puasa berfungsi untuk mengendalikan hawa nafsu. Sangat membantu jika ada teman yang mau mengajak makan di restoran, mau nolak tidak enak, tapi kalau alasannya adalah puasa, pasti mereka mengerti? Daripada bilang nggak, disana mahal.


Sangat membantu jika ada teman yang mengajak belanja, kita tolak dengan puasa. Loh? Nanti kalau kita sudah lelah keliling mall, pasti kalian beli makanan, aku gimana? Lagipula mall jauh, lagipula yang mau dibeli kurang berfaedah dan tidak terlalu penting. Right? Kalau nggak setuju dimohon jangan demo gaes, japri aku wkwk


Sangat membantu jika ada teman mengajak kita pergi ke suatu tempat, atau menonton film yang banyak adegan itu nya, kita jawab dengan puasa. Hm? Kalau aku nonton itu, ada adegan begitunya, puasaku batal, kalau aku kesana terus lihat banyak orang yang berduaan bukan muhrim melakukan hal begituan, nanti puasaku batal. Aku ngaji saja deh, lumayan lagi puasa, iya nggak? 


2. Menabung


Nah, ini hal yang paling sulit untuk anak muda yang gaul, apalagi buat nabung, uang buat makan dan jalan-jalan saja masih kurang! Kata siapa? Kalau kalian pintar-pintar memanage nggak bakal kurang, insyaa Allah.


Dengan menabung, maka niat yang mau beli makanan enak, diurungkan. Dengan menabung, niat yang mau beli fashion model sekarang, tidak jadi. Dengan menabung, niat yang mau pergi ke bioskop, ditiadakan, iya tidak?


3. Pahami antara Kebutuhan, Keinginan dan Keuangan.


Aku tekankan, jangan pelit jadi orang. Kalau memang kamu ingin sekali beli makanan ‘pizza’ dan alhamdulillahnya, uangnya ada, ya beli, jangan ditunda dengan alasan sayang, dengan alasan mau nabung. Boleh alasan begitu, tapi boleh juga sesekali kamu beli yang kamu ingin. Apalagi nunggu orang yang mau membelikan, jangan. Nggak papa beli, tapi sesekali. 


Loh katanya bedakan kebutuhan dan keinginan?

iya paham sayang, aku kan bilang sesekali, pun juga jangan sembarangan, harus tau makanan itu baik atau tidak, halal atau tidak, bergizi atau tidak, bermanfaat atau tidak.


Sebenarnya cara ini aku belum menemukan sih, Cuma menurutku saja, karena jujur, predikat pelit ke diri sendiri tuh nggak enak banget, apalagi nggak punya alasan. Aku selalu dibilang begini karena kalau aku beli-beli harus benar pilah pilih, kalau memang aku nggak ingin, aku nggak suka, dan terpentingnya aku sayang, aku nggak bakal beli. Kalau aku butuh, ya pasti langsung dikantongi. Kalau aku juga lagi ingin-ingin banget, ya pasti aku beli. Tubuh kita juga butuh hiburan wkwk biar tidak stress


Paham nggak ? kalau punya uang, terus kamu butuh barang itu, ya beli. Kalau kamu punya uang, terus kamu memang butuh hiburan, ya dateng ke tempat—yang baik loh ya. Kalau kamu punya uang, terus kamu lapar, ya beli. Kalau sakit, rasa makanan seenak apapun pahit, kalau sakit hiburan se wow apapun, biasa aja. Sesekali, jangan se banyak banyaknya.


Maaf ya kalau di antara pembaca tidak setuju, boleh kritik dan saran.


Ig: sulfainilf



Profil, Hal menarik, Kontribusi dalam Pengembangan Pendidikan Islam Maftuh Basyuni

Profil, Hal menarik, Kontribusi dalam Pengembangan Pendidikan Islam Maftuh Basyuni

View Article



Menteri Agama periode (21 Oktober 2004-20 Oktober 2009)




MAFTUH BASYUNI


Profil Dan Kontribusinya Dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam


Oleh :

SULFAINI



Profil Maftuh Basyuni


Muhammad Maftuh Basyuni  lahir di Rambang, Jawa tengah, pada tanggal 4 november 1939. Beliau merupakan anak dari Bapak bernama KH, Basyuni Maskyur dan Hj. Siti Mardiyah. Setelah lulus dari SMP 1 Rembang, ia melanjutkan pendidikan pondok modern Gontor, Ponorogo, kemudian ke ponpes Al-Munawir, Krapyak, Yogyakarta. Usai dari pesantren, beliau melanjutkan kuliahnya di Madinah, Saudi Arabia.


Sebelum berangkat ke Arab Saudi, ia pernah bekerja sebagai guru di Departemen Agama sejak 1960. Setelah dua tahun mengajar beliau mendapat beasiswa di Universitas Madinah, Arab Saudi. Setelah lulus, ia menjadi staf kedutaan besar republik indonesia (KBRI)  Arab Saudi. Beliau juga bekerja di KBRI Jordania dan KBRI Maroko. 


Maftuh Basyuni dipercaya menjadi wakil komandan garuda VIII pada 1969. Kemudian beliau juga ditunjuk menjadi penerjemah bahasa arab dan bahasa inggris oleh wakil presiden irak; Saddam Husein. Abdurrahman Wahid mengangkatnya menjadi menjadi menteri sekretaris  Negara karena karier Maftuh cukup cemerlang pada saat itu. Saat Megawati menggantikan Gusdur, Maftuh diberi tugas sebagai duta besar di Arab Saudi. Barulah, pada tahun 2004, maftuh diangkat sebagai Menteri Agama oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono.


Setelah tidak menjabat sebagai menteri, bukan berarti kontribusi Maftuh berhenti, beliau aktif mengurus umat di masjid agung At-Tin, Jakarta timur dan mengurus pondok pesantrennya di desa Cigelis, Pandeglang, Banten. Kemudian beliau juga menjabat sebagai ketua dewan Pembinaan IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia).


Tahun 2011, Maftuh kembali dipercaya oleh presiden SBY untuk menjadi ketua Satuan Tugas (satgas) perlindungan WNI di luar negeri. Dan beliau juga pernah bertugas menjadi anggota pasukan PBB (Garuda VI) yang dikirim ke Sinpai, Mesir.


Maftuh basyuni adalah orang yang jujur, baik, tegas, disiplin, berintegritas, terbuka dan amanah.


Kesehatannya mulai terganggu sejak ramadhan 1437 dan sempat menjalani perawatan di RS Dharmais Jakarta, Prince Court Medical Centre Kuala Lumpur Malaysia dan di RSPAD Gatot Subroto. Dalam persiapannya melanjutkan pengobatan ke jepang, hari selasa petang tanggal 20 september 2016 M/ 18 zuhijjah1437 H dalam usia 76 tahun, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. 


Hal menarik dari Maftuh Basyuni


Setelah membaca beberapa artikel, saya menemukan banyak sekali hal menarik dari maftuh basyuni, diantaranya:

1. Sangat terbuka pada awak media; namun jika hal privasi tidak.

2. Rutin mengajak penulis berdiskusi diruang kerja membahas isu-isu menarik.

3. Meminta padangan wartawan.

4. Mengambil semua pendapat tanpa pandang bulu.

5. Tidak menyimpan uang di brankas; urusan jajan dan jalan sudah ada yang mengatur.

6. Sosok sensitif; isu-isu kecil jika dianggap penting langsung mendapat perhatiannya.

7. Tidak akan berhenti bekerja sebelum tuntas.

8. Saat sekarat pun, beliau masih memikirkan Indonesia.

9. Meminjamkan gedung departemen agama dijalan kebon sirih no 57 Jakarta pusat untuk kator baznaz.


Kontribusi maftuh basyuni dalam pengembangan pendidikan islam:


1. Tahun 2004 sampai 2009 ketika ia menjabat sebagai Departemen Agama, mencatat banyak perubahan yang dipimpin beliau.


2. Mengembangkan Perguruan Tinggi Islam di tanah air (melahirkan enam universitas; UIN Syarif Hidayatullah (Jakarta), UIN Sunan Kalijaga (Yogyakarta), UIN Sunan Gunung Jati (Bandung), UIN Malang, UIN Alauddin (Makassar), dan UIN Sultan Syarif Kasim (Riau)


3. STAIN ditingkatkan statusnya menjadi IAIN, terutama di provinsi yang baru dibentuk.


4. Membangun gedung kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di atas tanah mulik kemenag


5. Memberikan perhatian secara proporsional terhadap pembangunan pendidikan islam


6. Membangun kembali gedung Departemen Agama di jalan MH Thamrin No 6 Jakarta (berlantai 39 dan 3 lantai basement)


7. Membangun lembaga percetakan Al-qru’an (Unit Percetakan Al-qur’an) di area Komplek Yayasan Pembangunan (YPI) di Ciawi Bogor 


8. Mengintruksikan untuk mendata, menyelamatkan dan menarik kembali aset-aset Departemen Agama sesuai aturan.


9. Mengurusi umat di masjid agung At-Tin Jakarta timur dan memperhatikan sangat santri di desa Cigelis.


Ini sebagai tugas kuliah hehe🙏 tapi boleh sebagai referensi untuk mengenang kembali tokoh Muftah Basyuni sebagai Menteri Agama.

Saya juga mengambil informasi ini dari beberapa artikel yang sudah saya rangkum.