Label

Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Strategi memotivasi siswa

Strategi memotivasi siswa

View Article


Strategi memotivasi siswa dalam aktifitas pembelajaran











Salah satu faktor  yang  mempengaruhi  keberhasilan  belajar  siswa  di  sekolah adalah motivasi. Setiap siswa mempunyai tujuan dalam aktivitasnya, sehingga ia akan memiliki motivasi yang kuat untuk mencapainya. 


Motivasi akan membuat anak didik semakin giat dalam belajar dan memperoleh hasil belajar yang tinggi. Sedangkan bagi siswa yang tidak memiliki motivasi belajar akan memberikan hasil belajar yang rendah. Oemar Hamalik mengatakan bahwa motivasi penting dan sangat menentukan dalam kegiatan belajar. 


Guru perlu membangkitkan motivasi dalam diri peserta didik agar mereka semakin aktif belajar sehingga dapat mencapai keberhasilan belajar. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang tinggi sangat mungkin memperoleh hasil belajar yang baik, sebab dia akan berusaha keras dengan segala daya upaya mempelajari mata pelajaran itu. Oleh karena itu, motivasi belajar sangat penting dalam mencapai keberhasilan belajar peserta didik. 


Cara membangkitkan motivasi dalam diri perseta didik, guru haruslah mempunyai strategi-strategi yang harus dilakukannya. Sebelum tahu bagaimana strategi-strategi guru dalam meningkatkan atau membangkitkan motivasi dalam diri siswa, alangkah lebih baiknya kita berkenalan dulu dengan apa itu motivasi.


Pengertian Motivasi


Motivasi berasal dari kata  motif, yang dapat di artikan sebagai daya penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk melalukan aktifitas-aktifitas tertentu untuk tercapainya suatu tujuan. Menurut Thomas L.Good dan jere B bripy berpendapat bahwa motivasi merupakan sebagai suatu penggerak, pengarah dan memperkuat tingkah laku seseorang dalam melakukan perbuatan tertentu.  Sedangkan motivasi dalam kegiatan belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dalam kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang di kehendaki oleh subjek itu tercapai.  


Peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi terhadap sesuatu cenderung menyukai dan akan melakukan apapun untuk hal yang disukainya tersebut. Dengan demikian tanpa permintaan apalagi perintah akan dengan sepenuh hati ia akan melakukan untuk hal yang disukainya.


Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi dalam aktifitas belajar adalah suatu hal yang sangat penting guna mendorong peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar dengan semangat sehingga bisa mencapai tujuannya.


Macam-Macam Motivasi


Motivasi  berdasarkan  sumber  dorongan  terhadap  perilaku, ada dua yaitu motivasi  intrinsik  dan  ekstrinsik.


1. Motivasi intrinsik


Motivasi intrinsic adalah keterlibatan motivasi internal dari individu untuk melakukan sesuatu berdasarkan keinginannya sendiri.  seseorang belajar keras karena dia menyukai pelajarannya dan benar-benar ingin mendapatkan ilmu pengetahuan. Dalam aktivitas belajar, motivasi intrinsic sangat dibutuhkan, karena bergantung pada minatnya siswa saat belajar. jika tidak ada motivasi intrinsic maka tidak bisa di pastikan siswa akan belajar terus menerus. 


2. Motivasi ekstrinsik


Motivasi ekstrinsik adalah dorongan untuk melakukan sesuatu dengan tujuan memperoleh sesuatu yang lain (sebagai alat mencapai tujuan akhir) 


Guru yang baik, nilai yang adil dan obyektif, kesempatan belajar yang luas, suasana kelas yang hangat dan dinamis merupakan sumber-sumber motivasi ekstrinsik yang efektif untuk meningkatkan minat dan perilaku belajar.  


Prinsip-Prinsip Motivasi


Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi harus diperhatikan juga, diantaranya yaitu:


1. Pujian lebih efektif daripada hukuman. Pujian bersifat lebih menghargai, sedangkan hukuman bersifat lebih menjatuhkan.


2. Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih baik dari yang berasal dari luar. Biasanya memang akan lebih kuat dan tahan lama.


3. Pemahaman yang benar terhadap tujuan belajar akan merangsang motivasi


4. Teknik dan metode mengajar guru yang bervariasi akan menumbuh kembangkan minat belajar siswa


5. Motivasi melahirkan prestasi dari belajar


Strategi meningkatkan motivasi


Menurut Sanjaya ada  beberapa  hal  yang  perlu dilakukan  oleh  seorang  guru  untuk meningkatkan  motivasi  belajar  siswa yaitu:  


1. Memperjelas  tujuan  yang ingin  dicapai.


2. Membangkitkan minat siswa.


3. Menciptakan  suasana  yang menyenangkan dalam belajar. 


4. Memberikan  pujian  terhadap keberhasilan  siswa.  


5. Memberikan  penilaian. 


6. Memberikan komentar terhadap hasil  pekerjaan  siswa. 


7. Menciptakan  persaingan  dan kerjasama


Djamarah  mengutip pandangan Gage dan Berliner (1979), French dan Raven (1959) menyarankan sebelas cara dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, antara lain: 


1. Mempergunakan pujian verbal


2. Mempergunakan tes dan nilai secara bijaksana


3. Membangkitkan rasa ingin tahu dan hasrat eksplorasi


4. Melakukan  hal  yang  luar  biasa


5. Merangsang  hasrat  anak  didik


6. Memanfaatkan apersepsi anak didik


7. Menerapkan konsep atau prinsip dalam konteks yang unik dan luar biasa agar anak didik lebih terlibat dalam belajar


8. Meminta anak didik untuk mempergunakan hal-hal yang sudah dipelajari sebelumnya


9. Mempergunakan simulasi dan permainan


10. Memperkecil  daya  tarik  sistem  motivasi  yang  bertentangan


11. Memperkecil  konsekuensi-konsekuensi  yang  tidak  menyenangkan terhadap anak didik dari keterlibatannya dalam belajar. 

 

Selain itu, menurut Mc. Keachie (1986) menyatakan bahwa  kemampuan  guru  menjadikan  dirinya  model  yang  mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan kesanggupan dalam diri peserta didik merupakan aset utama dalam memotivasi. Oleh karena itu Sidjabat menegaskan bahwa guru sudah seharusnya mengembangkan beberapa jenis kualitas berikut agar dapat berperan aktif sebagai motivator, yakni: 


1. Meningkatkan  kemampuan  yang  dapat  menampilkan  penguasaan bahan  atau  pengetahuan


2. Menunjukkan  sikap  memahami  secara mendalam  terhadap  perasaan  dan  pengalaman  peserta  didik


3. Menunjukkan  semangat  mencintai  bidang  studi  yang  digelutinya


4. Memberikan penjelasan terhadap hal-hal yang kurang jelas, dengan bahasa dan sikap yang dapat dimengerti.  


Kesadaran akan manfaat pengetahuan yang didapat dan pertolongan serta janji Tuhan yang merancangkan masa depan yang penuh harapan akan sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Oleh  karena  itu,  guru  perlu  melibatkan  peserta  didik  (di  sekolah)  dan keluarganya (di rumah) dalam proses belajar mengajar secara berkelanjutan. 



Isi Permendikbud dikaitkan dengan pendidikan agama islam

Isi Permendikbud dikaitkan dengan pendidikan agama islam

View Article

 Isi Permendikbud No 20, 21, 22, 23, 24 dan lampiran Permendikbud No 67 dikaitkan dengan pendidikan islam



1. Permendikbud No 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar Dan Menengah


Undang-Undang  Dasar  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  1945  Pasal  31 ayat(3) mengamanatkan  bahwa  pemerintah  mengusahakan  dan menyelenggarakan  satu sistem pendidikan  nasional,  yang  meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Atas dasar amanat tersebut telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  Pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan  kemampuan  dan  membentuk  watak  serta  peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan  untuk mengembangkan  potensi  peserta  didik  agar  menjadi manusia  yang  beriman  dan  bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.


Setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki kompetensi pada  tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 


Di dimensi sikap, lulusan SD, SMP, dan SMA, harus memiliki perilaku yang mencerminkan beriman  dan bertakwa kepada Tuhan YME,  berkarakter, jujur, dan peduli, bertanggungjawab, pembelajar sejati sepanjang hayat, dan sehat jasmani dan rohani. Di isi tersebut masih belum menspesifikkan pada pendidikan agama islam, masih pendidikan secara umum.


Di dimensi pengetahuan, lulusan SD, SMP, dan SMA, harus Memiliki pengetahuan  Memiliki pengetahuan  Memiliki pengetahuan faktual, konseptual,  prosedural, dan  metakognitif pada tingkat dasar  tingkat teknis, spesifik, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan   budaya. Sama seperti dimensi sikap, belum menspesifikkan ke dalam pendidikan agama islam, masih pendidikan umum.


Di dimensi  sikap lulusan SD, SMP, dan SMA, Memiliki keterampilan  Memiliki keterampilan  Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak: kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan  komunikatif. Sama halnya seperti di  dimensi lainnya, tidak menspesifikkan pada pendidikan agama islam, masih pendidikan umum.


2. Permendikbud No 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar Dan Menengah


Muatan  Pendidikan  Agama  Islam  pada  SD/MI/SDLB/PAKET  A, SMP/MTs/SMPLB/PAKET  B,  SMA/MA/SMALB/PAKET  C,  dan  SMK/MAK. Tingkat  Kompetensi  dan  ruang  lingkup  materi  diterapkan  untuk  setiap muatan sebagaimana diatur dalam Pasal 77I ayat (1), Pasal 77C ayat (1), dan Pasal  77K  ayat (2),  ayat  (4)  dan  ayat  (5)  Peraturan  Pemerintah Nomor  32 Tahun 2013 Tentang Perubahan atas   Peraturan Pemerintah Nomor  19  Tahun  2005  Tentang  Standar  Nasional  Pendidikan. 


Di muatan pendidikan agama islam, tingkat dasar (kelas I-VI):


Ruang lingkup materi yang sesuai kompetensi terdiri dari al-qur’an, aqidah, fiqih, sejarah peradaban islam, dan akhlak budi pekerti. Salah satunya yang al-qur’an; baca surat dan ayat al-qur’an pilihan seperti al-kautsar, dan al falaq. Yang aqidah; keimanan kepada  malaikat Allah. Yang fiqih; bersuci dari hadas besar dan kecil. Yang sejarah peradaban islam; kisah teladan bagi nabi dan rasul. Dan yang akhlak budi pekerti; perilaku hormat dan patuh pada orang tua, guru dan sesame anggota keluarga. Dalam isi permendikbud itu, sangat lengkap sekali, saya hanya mengambil salah satu pointnya.


Di muatan pendidikan agama islam tingkat dasar (kelas VII-IX):


Ruang lingkup materinya terdiri dari alqur’an dan hadits, aqidah, akhlak dan budi pekerti, fiqih, dan sejarah peradaban islam. Salah satunya yang al qur’an dan hadits; ayat al qur’an dan hadits terpilih (lebih banyak dari tingkat sd). Yang aqidah; beriman kepada qadha dan qadar. Yang akhlak daan budi pekerti; perilaku toleran dan menghargai perbedaan. Yang fiqih; penyembelihan hewan. Sedangkan yang sejarah peradaban islam; tradisi islam di nusantara. Yang pasti nya materi dan kompetensinya lebih tinggi daripada yang tingkat dasar kelas I-VI.


Sedangkan di muatan pendidikan agama islam tingkat menengah (kelas X-XII):


Ruang lingkup materinya terdiri dari al-qur’an dan hadits, aqidah, akhlak budi pekerti, fiqih, sejarah peradaban islam. Salah satunya yang al-qur’an dan hadits; baca ayat al qur’an yang pilihan (lebih tinggi dari tingkat dasar). Yang aqidah; nilai iman kepada qadha dan qadar. Yang akhlak dan budi pekerti; perilaku kreatif, inovatif, dan produktif. Yang fiqih; khotbah, tabligh dan dakwah. Sedangkan yang sejarah peradaban islam; faktor-faktor kemajuan dan kemunduran peradaban islam. Materi dan kompetensinya leih tinggi dan lengkap dari tingkat dasar.


Muatan-muatan lainnya juga menjelaskan dari berbagai agama yang ada di indonesia dan juga mata pelajaran lainnya seperti kewarganegaraan, bahasa indonesia, bahasa dan sastra indonesia, matematika, jurusan MIPA, IPA, IPS dan untuk SMK. Semuanya lengkap.

 

3. Permendikbud No 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah


Standar  Proses  adalah  kriteria  mengenai  pelaksanaan  pembelajaran  pada satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Proses  dikembangkan mengacu  pada  Standar  Kompetensi  Lulusan  dan Standar Isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan. 


Ada beberapa prinsip yang sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi tetapi belum menyempitkannya pada pendidikan agama islam, masih umum. Begitu pula di bab-bab selanjutnya, seperti karakteristik pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian proses dan hasil pembelajaran, dan yang terakhir pengawasan proses pembelajaran, belum ada data penting tentang pendidikan agama islam, tidak ada penspisfikkannya.



4. Permendikbud No 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan


Standar  Penilaian  Pendidikan  adalah  kriteria  mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen  penilaian  hasil  belajar  peserta  didik  yang digunakan  sebagai  dasar  dalam  penilaian  hasil  belajar peserta  didik  pada  pendidikan  dasar  dan  pendidikan menengah.


Dalam isi permendikbud No 23 tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan yang mencakup sejauh mana lingkup penilaian, tujuan penilaian, prinsip-prinsip penilaian, bentuk penilaian, mekanisme penilaian, prosedur penilaian, serta instrument penilaian nya masih umum, tidak di spesifikkan dalam pendidikan agama islam. 


5. Permendikbud No 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pada Pelajaran Kurikulum 2013


Kompetensi inti terdiri dari kompetensi  Sikap  Spiritual,  Kompetensi  Sikap  Sosial,  Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan. Dalam isi permendikbud di jabarkan dari kelas satu sampai kelas 6. Untuk smp kelas tujuh sampai Sembilan, untuk sma dari kelas 10 sampai dua belas.


Di kompetensi inti 1 (sikap spiritual): 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang di anutnya.


Di kompetensi inti 2 (sikap sosial): menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama,toleran, damai), santun, responsive, dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.


Di kompetensi inti 3 (kompetensi pengetahuan): memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebabab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan porsedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.


Di kompetensi inti 4 (keterampilan): mengolah, menalar, dan menyaji, dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang di pelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.


Kompetensi inti dari tingkat dasar sampai tingkat menengah sama, hanya saja yang beda adalah kompetensi dasar di setiap tingkat atau pun di setiap kelas.


6. Lampiran Permendikbud Nomor 67 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur  Kurikulum SD/MI.


Di dalam isi lampiran ini terdapat pengertian tentang kurikulum,, rasional pengembangan kurikulum 2013, karateristik kurikulum 2013,tujuan kurikulum 2013, kerangka dasar kurikulum, dan struktur kurikulum 2013. Berarti kurikulum yang di pakai bukan lagi kurikulum KTSP dan yang lainnya tetapi sudah kurikulum 2013.


Masalah kompetensi inti masih sama, tetapi kompetensi dasarnya sudah tidak sama. Daan MI lebih banyak membahas tentang pendidikan agama islam dibadingkan SD.



Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum

Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum

View Article

Pengertian, Fungsi dan Peran kurikulum





Pengertian kurikulum


Menurut Ladji kurikulum merupakan suatu bahan tertulis yang berisi tentang program pendidikan suatu sekolah atau madrasah yang harus di laksanakan dari tahun ke tahun.  Kurikulum di pandang sebagai program pendidikan yang direncakan dan di laksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu.


Menurut Muhaimin kurikulum di pandang memiliki orientasi untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki peranan pada masa yang akan datang. Sedangkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2013 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat 19 di tegaskan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum mengandung cara, metode atau strategi pembelajaran. Jadi, kurikulum adalah program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan pendidikan. 


Fungsi kurikulum


1. Fungsi penyesuaian


mengarahkan siswa agar bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang bersifat dinamis dan berubah-ubah.


2. Fungsi integrasi


Pada dasarnya siswa merupakan anggota dan integral masyarakat. oleh karena itu, kurikulum berfungsi untuk mendidik siswa yang intergrasi (pribadi yang utuh) sehingga bisa berkontribusi dan berintegrasi dengan masyarakatnya.

 3.Fungsi iferensiasi


Memberikan pelayanan terhadap perbedaan sifat, sikap dan karakter siswa sehingga nanti terdorong untuk lebih berfikir kritis dan kreatif mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat


4. Fungsi persiapan


Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya (yang lebih tinggi) atau untuk terjun ke masyarakat jika tidak melanjutkan studi.


5. Fungsi pemilihan


Memberikan kesempatan untuk memilih program yang sesuai dengan minat dan kemampuan  siswa. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi yang ketiga; diferensiasi (pelayanan terhadap perbedaan sifat, sikap dan karakteristik siswa)


6. Fungsi diagnotis


Mengarahkan siswa agar dapat memahami potensinya (kelebihan) dan menerima kelemahan yang dimilikinya, sehingga siswa dapat mengembangkan potensinya dan memperbaiki kelemahannya.


Peran kurikulum


 1. Peran konservatif


Kurikulum berperan mentransfer atau mentransmisikan nilai-nilai budaya masa lalu kepada generasi muda (siswa) yang masih relevan dengan zaman sekarang. Disesuaikan dengan kenyataan bahwa pendidikan pada hakekatnya merupakan proses sosial sehingga salah satu tugas pendidikan (sekolah) adalah menjembatani atau membina perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai sosial yang hidup di lingkungan masyarakat sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat atau terjun ke masyarakat mereka dapat menjunjung tinggi dan berperilaku sesuai dengan norma-norma tersebut.


Di zaman yang semakin pesat kemajuan teknologi ini memungkinkan mudahnya pengaruh budaya asing sehingga bisa menggerogoti atau menghapus budaya lokal yang ada di masyarakat itu maka kurikulum berperan menangkal berbagai macam budaya asing yang merusak nilai-nilai budaya lokal sehingga generasi muda tetap dapat melestarikan budaya lokal tersebut dengan baik tanpa terpengaruh budaya asing.


 2. Peran kreatif


Kurikulum berperan menciptakan dan menyusun suatu hal yang baru sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat pada zaman sekarang dan masa yang akan datang. Sebab pada kenyataannya masyarakat bersifat dinamis dan mengalami perubahan. Kurikulum mengandung hal baru ( pelajaran, pengalaman, cara berpikir dll) guna membantu siswa mengembangkan potensinya agar tidak tertinggal zaman dan tetap bisa berperan aktif dalam kehidupan sosialnya siswa dapat menjadi masyarakat yang kompeten dalam menghadapi zaman yang terus berkembang.


Jika kurikulum tidak berperan kreatif maka otomatis akan tertinggal sehingga pendidikan yang diberikan nantinya tidak akan bermakna karena tidak relevan dan cenderung tertinggal zaman.


3. Peran kritis  dan evaluatif


Sesuai dengan kebudayaan yang mengalami perubahan dan perkembangan maka peran kurikulum tidak hanya sekedar mewariskan budaya yang ada dan menerapkan budaya baru tetapi lebih dari itu yaitu kurikulum berperan menilai, memilih dan menyeleksi nilai atau budaya mana yang perlu dipertahankan dan nilai atau budaya baru mana yang harus dimiliki anak didik yang dianggap bermanfaat untuk kehidupan anak didik.


Kurikulum harus turut aktif berpartisipasi dalam kontrol dan filter masyarakat nilai yang tidak sesuai dihilangkan dan diadakan modifikasi atau penyempurnaan atau disempurnakan.


Penting nya Komunitas

Penting nya Komunitas

View Article

Pentingnya ber komunitas




Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan. Umumnya memiliki ketertarikan yang sama. (Wikipedia)


Halah, di masa modern gini, siapa yang tidak tau komunitas? Pastinya, semua orang berkomunitas. Toh, kita makhluk sosial bukan? Tidak mungkin melakukan segala nya sendirian, kita butuh rangkulan tangan, kita butuh hangatnya pelukan, kita butuh transferan semangat. 


Nah, selama aku sekolah, kuliah dan masa pandemi ini, banyak sekali komunitas yang aku ikuti. Dari offline sampai online. Yah, tidak semua komunitas akan cocok dengan kita, harus memiliki ketertarikan yang sama, pun hubungan erat bersama. Banyak sekali toh komunitas yang vakum?


Komunitas pada dasarnya memang kita butuhkan, emang mau hidup sendirian? Tentunya nggak dong. Sebenarnya tidak penting seberapa banyak komunitas yang kita ikuti, mengapa? Karena jumlah komunitas tidak terlalu berpengaruh. Sebanyak apapun komunitas yang kita ikuti tanpa menggelutinya, tidaklah berarti apa-apa.


Dengan adanya komunitas sering kali kita berharap membangun relasi yang baik dengan setiap orang yang dikenal, bahkan komunitas menjadi tempat kita untuk menggali setiap bakat yang terpendam dalam diri. So, komunitas tidak hanya milik mereka yang sudah profesional, tapi juga milik kita yang ingin belajar dan terus berkembang.


Dalam komunitas, kita tidak hanya menjadi orang yang mendapatkan ilmu, tapi juga orang yang bisa berbagi ilmu, entah itu dari pengalaman yang kita miliki, atau dari cerita teman yang mengesankan, dan itu bermanfaat jika dikisahkan. 


Awal-awal bergabung dalam komunitas mungkin akan sedikit merasakan kecanggungan, namun semua itu akan segera terlewati jika kita dengan teguh mengikuti setiap irama yang berada dalam komunitas tersebut, mau belajar atas hal baru yang bisa dikatakan itu pertama kalinya bagi kalian. Waktu akan mengukir setiap kisah yang kalian rangkai dalam sebuah komunitas, kemudian menjadi memori yang akan sulit untuk dilupakan.

 

Manfaat komunitas


1. Menambah teman baru


Tentu saja, namanya juga komunitas, pasti banyak sekali human disana. Awal-awal memang tidak kenal, atau merasa canggung, tapi lama-lama tidak, malah akan terjalin hubungan yang erat. Aku sudah membuktikan, pastinya kalian juga kan? ini adalah hal yang tidak bisa di sanggah.

2. Melatih kemampuan komunikasi


Yah, banyaknya orang-orang di sekeliling kita, maka kita dituntut agar bisa berinteraksi. Ntah hanya sekedar cerita atau bertukar pengetahuan. Tentunya, ini melatih kemampuan komunikasi kita atau lebih tepatnya public speaking kita.

3. Tempat charge saat pertemanan di tempat lain tidak sehat


Nah, gunanya mempunyai banyak teman, kita bisa berbagi suatu hal dengan mereka, ntah saat sedih, atau bahagia. Jika di tempat lain kita sedang mendapat masalah, maka dengan adanya komunitas masalah tersebut seakan kecil atau bisa jadi hilang. Ada yang memberi semangat, solusi dan sebagainya.
 

4. Menambah wawasan


Nambah teman, nambah wawasan. Ini tidak bisa disanggah, hal yang pasti. Wawasan atau ilmu pengetahuan tidak harus melulu di dapatkan di bangku sekolah, dengan kita berkomunitas, berkumpul dengan orang banyak sedikit tidaknya kita akan mendapat wawasan atau pengetahuan, sekalipun hanya, tips memasang telor mata sapi tanpa gagal. Wkwkw

5. Liburan bareng


Ini paling asyik kala ikut komunitas, liburan yeey. Eh, dalam komunitas bukanlah liburan biasa loh, kita libur sambil belajar. libur sambil menambah wawasan, bahkan bisa menambah teman. 


Kenapa komunitas penting? Di atas sudah dijelaskan, kita adalah makhluk sosial. Dan juga, banyak sekali manfaat berkomunitas, masa mau di lewatkan? 

Pengalaman ku saja, aku bisa berlibur ke beberapa daerah dengan komunitas, banyak sekali mendapat pengetahuan baru, pengalaman baru, teman baru dan tentunya hadiah baru wkwkwk. Beberapa komunitas online di bidang literasi banyak memberi ku perubahan. Entah itu aku lebih semangat, bisa diskusi tentang literasi, dan ada hadiah wkwkw. Aku udah beberapa dapat sertifikat karena mengikuti program komunitas itu, pernah dapat buku gratis, dan yang paling baru ini entah mendapat hadiah apa (eh wkwk) baru di minta alamat rumah kemaren.


Rasakan saja sendiri, pasti nanti kalian akan bergumam, "Benar ya kata sulfa" wkwkwk





Sumber: Kak Florencia Pribandini (Pemateri ODOP)


Aku Adalah Aku

Aku Adalah Aku

View Article

AKU ADALAH AKU, BUKAN, AKU ADALAH KAMU, Walaupun Aku Mengidolakan Mu.


Foto by pixabay


Yang sudah baca judul, timbul pemikiran begini ngga, “Yaiyalah, masa kamu adalah aku? Atau masa aku adalah kamu?


Nah, sudah paham tidak dengan arah pembahasan kali ini?


Atau ada yang masih belum mengerti?


Tenang, pelan saja. mari kita mulai.


Aku Adalah Aku


Aku itu diri sendiri, aku satunya juga diri sendiri. Artinya, kita mengenalkan diri kita sendiri. kita menerima diri kita sendiri. kita sadar akan diri kita sendiri. kita percaya akan diri kita sendiri. kita bangga akan diri kita sendiri.


Aku Adalah Kamu


Aku itu diri sendiri, sedangkan kamu; orang lain. Artinya, kita berlagak menjadi orang lain. Kita bangga menjadi orang lain.


Maksudnya gimana? geser ke sub selanjutnya yuk.


Mengidolakan Seseorang


Nah, pernah dengar tidak, ketika ada orang yang mengidolakan seseorang, maka kebanyakan orang itu akan berlagak menjadi orang yang diidolakan atau dengan bangga bilang, “Ini loh aku  Cristian ronaldo”. “Ini loh aku Rossi”, “Ini loh aku Agnes monica” dan sebagainya.


Lalu apa salahnya? Sebenarnya tidak ada yang salah. Selama seorang yang diidolakan itu benar, baik dan bukan orang jahat. (ya masa mengidolakan orang jahat wkwk). Salahnya itu ketika kita tidak mengakui keberadaan diri kita sendiri, ketika kita tidak percaya akan diri kita sendiri. kita lebih bangga menjadi orang lain atau idola kita, dibanding menjadi diri kita sendiri.


Mengidolakan seseorang memang bisa membuat kita bersemangat menjadi seperti dia. Ini bagus. Tetapi alangkah lebih baiknya kita tetap menjadi kita, bukan merubah kita menjadi dia.


Banyak sekali bukan, orang yang mengidolakan seseorang lalu merubah semuanya menjadi seperti orang yang diidolakan? Dari rambutnya, pakaiannya, sifatnya, cara bicaranya dan sebagainya. sehingga karakteristik  dari kita hilang, karakteristik kita dibuang.


Kita boleh boleh saja mengidolakan seseorang, tapi kita tetap harus mempertahankan ciri khas diri kita sendiri, kita harus mempertahankan karakteristik diri kita sendiri. Lebih bangga mana, kita dikenal menjadi diri kita sendiri dengan dikenal menjadi orang lain? Semua orang akan lantang menjawab, menjadi diri sendiri.


Perumpaan; Aku suka sama penulis Ahmad rifa’I rif’an. Penulis muda yang banyak menghasilkan buku. Penulis muda yang menikah muda. Pemuda yang sukses. Lalu, bagaimana harusnya aku bertindak? Tiru sifatnya, tiru rajinnya, jadikan sebagai arang untuk membakar semangat. Bukan dengan mencontoh semua tulisannya, bukan dengan menjiplak tulisannya, bukan dengan mengubah hidung menjadi seperti mas Rifa’i. mengidolakan seseorang sewajarnya saja.


Kita boleh mengidolakan penulis Tere liye, Ahmad rifa’i rif’an dan penulis lainnya. tapi masa kita mencontoh sampai dengan tulisannya? Setiap penulis mempunya karakteristik dan ciri khas yang beda, begitu pula dengan kamu. Jadi, jangan mengubah karakteristik kita, jangan mengubah ciri khas tulisan kita tapi kita boleh mencontoh bagaimana sih kiat-kiat menulis sukses ala Tere liye? Ala Ahmad rifa’i rif’an? Bagaimana sih caranya menjadi mereka? Apa sih yang mereka lakukan?. Nah itu bagus.


Kembali lagi, lebih bangga mana kita dikenal menjadi diri kita sendiri atau dikenal menjadi orang lain?


Allah adalah pencipta Terbaik


“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.” (Q.S At-Tin; 4)


Nah loh! Lalu buat apa lagi kita harus menjadi orang lain? Wong Allah sudah ciptakan kita menjadi bentuk yang sebaik-baiknya. Sebaik-baiknya.


Kita mempunyai kelebihan di bidang ini, orang lain belum tentu.

Orang lain mempunyai kelebihan ini, kita belum tentu.

Kita mempunyai kekurangan di bidang ini, orang lain belum tentu.

Orang lain mempunyai kelemahan di bidang ini, kita belum tentu.

Pertahankan kelebihan, evaluasi kelemahan lalu kembangkan


Kita pasti mempunyai kelebihan bukan? Nah percaya tidak, kalau pasti ada orang yang juga ingin menjadi kita sebenarnya. Iri pada kelebihan kita. Aku tidak serta merta bilang begini tanpa adanya survey, karena aku sendiri belum menemukan kelebihan dan bakat aku dimana. Tapi, ternyata ada orang yang bilang begini sama aku, “Aku ingin deh jadi kamu, nulis terus. Melakukan hal produktif terus”, “Gimana sih caranya begitu? aku juga pengen”. (bukan mau sombong loh ya). Ternyata ada orang yang teramat sudi ingin menjadi diri kita, masa kita enggan?


Dan ini kebalikannya, aku suka sama orang yang rela melakukan apa saja untuk membantu keuangan orang tua, membantu pekerjaan orang tua, dan sebagainya. aku pernah bilang pada orang yang pernah bilang ingin seperti aku, “Kamu hebat ya, bisa bantu orang tua nanam padi, menjaganya, tanpa ngeluh, tanpa upah. Aku ingin seperti kamu”. Hm? Padahal orang itu tadi ingin menjadi aku.


Nah, alangkah lebih baiknya, kelebihan yang kita punya pertahankan, dan kekurangan itu di kembangkan menjadi kelebihan pula.


Seperti aku yang ingin seperti dia. Aku tetap harus menulis, melakukan hal produktif dan berusaha berbakti pada orang tua, membantu mereka. Kan enak?


Seperti dia. Dia tetap berbakti pada orang tua, membantunya dan berusaha melakukan hal produktif. Kan enak?


Jadi, kalau kamu mengidolakan seseorang yang pastinya juga punya kekurangan, maka pastinya jika kamu juga merubah diri kamu menjadi orang itu, kamu juga akan mempunyai kekurangan seperti orang itu. Padahal nyatanya, kamu memiliki kelebihan di bidang  itu. Contoh seperti perumpaan di atas.


Contoh lain: Kita mengidolakan seorang penyanyi, nah seorang penyanyi itu mempunyai kekurangan tidak bisa menulis atau menggambar. Nah, karena kita ingin menjadi dia, maka kita berusaha menjadi seperti dia; penyanyi, tapi kita akan juga mempunyai kekurangan tidak bisa menggambar atau menulis. Padahal sebenarnya bakat kita adalah menggambar atau menulis, bukan menyanyi. Alangkah baiknya, kita terus mengasah bakat kita, menjadi penulis hebat atau pelukis professional. Disamping kita masih mau menjadi penyanyi maka kita juga berusaha di bidang itu, tanpa menghapus kelebihan kita di bidang menulis atau menggambar, tanpa menggugurkannya. Itulah yang menjadi  karakteristik kita.


Kesimpulan


Tetap banggalah pada diri sendiri, tetap pertahankan karakter dan ciri khas kita, di samping kita mewujudkan keinginan kita (menjadi seperti seseorang yang diidolakan). Silahkan berusaha tanpa menggugurkan kelebihan yang kita punya. Aku adalah aku, bukan aku adalah kamu. Aku tetap menjadi aku dengan karakteristik dan ciri khas ku, sekalipun aku mengidolakan mu.
 
 


Opini aku ya. Kalau tidak setuju sini sharing hihi.


Cara Mudah Review Buku

Cara Mudah Review Buku

View Article

Cara Asyik dan Mudah Mereview Buku





Nah, sebelum membahas bagaimana sih cara asyik review buku alangkah baiknya kita paham apa itu review. 


Review adalah ringkasan dari beberapa sumber seperti buku, dan film. Review merupakan suatu penilaian terhadap sebuah karya. Mereview hanya sekedar memaparkan point penting, sehingga akan membuat orang-orang penasaran yang kemudian timbul rasa ketertarikan untuk ‘membaca’ atau ‘melihat’ sumber tersebut.


Saya mendapat ilmu ini dari dua orang; Buku mas adji (Cara asyik review buku), dan kelas online dengan pemateri kak jihan (pembaca bukan sekedar membaca) dan pengalaman pribadi. Saya memadukan antar keduanya dan yang saya implementasikan. Kuy simak baik-baik ya


1. Niatkan Berbagi Ilmu


Mereview artinya kita membagi secuil isi dari buku tersebut, maka niatkan lah sebagai berbagi ilmu. Dari mereview kita membantu orang ketika ingin mengetahui isi buku tersebut bagus atau tidak. Dengan mereview kita juga membantu buku tersebut ter sebar kemana-mana.


Pengalaman saya, ketika saya mengaploud ke media sosial hasil review saya, ada beberapa tanggapan, “Mbak, baca dimana?," “Wah bagus keknya, jadi list buku selanjutnya nih” dan sebagainya.


Pun, ketika saya membaca hasil review di sosmed, saya mikir, “Wah, bagus nih buku. beli ah”, “Eh ternyata ada humornya juga ya, bagus. Mau cari di ipusnas dulu deh”  dan sebagainya. 


2. Mencatat Point Penting


Untuk memudahkan mereview suatu buku, maka kita perlu catatan kecil atau point-point dari buku tersebut. sekalipun otak kita bisa menyerap semua isi buku, belum tentu kita terus ingat sampai buku tamat. Untuk menimalisir lupa, maka ketika kita membaca buku, catat point yang menurut kita penting. Ketika buku yang dibaca sudah tamat dan ingin mereview kita hanya akan membaca ulang catatan itu, kemudian menambah sedikit opini dari kita dan penilaian kita tentang buku itu. Gampang, bukan? 


Siapkan buku catatan kecil setiap kali membaca, atau lebih gampangnya, catat saja di hp. Entah itu menggunakan Microsoft word, noted di hp atau chat sosmed. Saya lebih sering mencatat di chat sosmed, menggunakan akun ganda wkwkw


3. Jangan Spoiler


Menurut Wikipedia, spoiler yaitu tulisan atau keterangan yang membeberkan cerita dari sebuah buku  atau film. Nah, ini point penting dari mereview.


Loh, kan tujuannya review mau berbagi ilmu, masa bagi separuh-separuh?


Kalau kita mereview lalu isinya semua di beberkan, ya tidak jadi penasaran dong, tidak jadi baca dong, tidak jadi beli dong. Nah, tujuan review untuk apa? salah satunya menarik orang untuk membaca buku itu. Artinya, membuat penasaran. Kalau sudah penasaran, ujung-ujung ya mau membaca, ujung-ujungnya ya mau beli.


Kalau kita juga terlalu spoiler, kasihan penulis nya dong. Kalau sudah tidak jadi baca, tidak jadi beli, tidak jadi dapat rezeki deh wkwk.


Kalau kita membeberkan semua isinya, pasti pembaca berkata, “Oh, jadi isinya gitu. Yauda deh makasih ya. Nggak jadi beli kan udah tau” nah loh?


Kalau kita hanya menulis point pentingnya, maka pembaca berkata, “Eh serius itu romance? Bagus ya endingnya? Alurnya juga bagus pasti ya, uuu aku mau beli ah,” nah loh?


Saya udah pengalaman semuanya mah.


4. Foto Cover


Nah, sebenarnya ini masalah sepele ya kan? tapi menurut kak jihan, jika tampilannya bagus maka akan menarik pembaca juga. 


Ketika kita menulis review, maka yang wajib disertakan adalah cover. Banyak sekali pencinta buku yang dengan hanya melihat covernya langsung jatuh cinta.


Semakin bagus tampilannya, maka rasa ketertarikan dari pembaca juga tinggi. Coba lihat di sosmed, cari dengan tagar bookstagrammer. Mantep-mantep semua tampilannya mah!


Baca:  Review 13 Mantra Menulis Fiksi

Review Buku Enteng Jodoh Enteng Rezeki


5. Kutip Quote


Saya juga banyak menemukan, mereka yang mereview menyertakan beberapa kata-kata bagus dari buku tersebut, atau bisa dikata itu jantung nya buku. Jika kata-kata tersebut indah dan bagus  maka pembaca juga akan semakin tertarik. Kemudian berargumen, “Wah, pandai sastranya, aku mau baca ah,” atau “Penulis pinter bikin kata-kata, aku mau baca ah.” Dan sebagainya. 


Jadi, review kita akan lebih menarik jika mengutip quote dari isi buku.


Baca: Review Buku Terobsesi Bungkus Lupa Akan isi

Review E-book dikatakan atau tidak di katakan itu tetap cinta


6. Menulis Kekurangan


Ketika kita menemukan kekurangan dalam buku tersebut jangan sungkan buat di tuliskan. Bukan kah mereview juga bertujuan menilai kualitas buku?

Tapi, kita harus juga mempunya sopan santun dalam memberi kritik atau saran. Jangan terkesan kita menjatuhkan penulis karena kekurangan buku itu. Hem, manusia memang tidak luput dari salah dan lupa ya.


Seperti Review Buku Bukan Wanita Biasa


7. Untuk Siapa Buku Ini?


Untuk membuat mereka yakin bahwa buku ini benar-benar untuk mereka, maka kita juga harus menuliskan di akhir atau di awal review.


Seperti, buku parenting, “Kalian yang sudah menikah, kalau belum baca buku ini belum lengkap!” nah, nanti si pembaca timbul penasaran dan keinginan membacanya juga.

Buku bisnis “Berbisnis udah jalan ber tahun-tahun, tapi penghasilannya tidak naik-naik? Baca buku ini maka lihat hasilnya." kan tertarik jadinya?


8. Terserah Pengulas


Menurut kak jihan, sebenarnya tidak ada kisi-kisi khusus bagaimana cara mereview, karena setiap orang itu beda. Bisa jadi, saya sangat suka buku itu, tetapi kalian tidak dan sebaliknya. Jadi nilai lah menurut diri sendiri, apa yang dirasa penting menurut diri sendiri tulis, apakah ada kekurangan atau tidak, iya tergantung pengulas.


Jadi, mereview itu terserah pengulasnya. Tapi garis bawahi juga, tetap jaga sopan santun dalam mereview dan pikirkan bagaimana harusnya pembaca tertarik dengan review kalian.


Oke? Silahkan action!


Mereview itu mengasyikkan, sungguh.  Jika kita sudah terbiasa, maka kalau tidak mereview satu buku saja seperti ada yang kurang.


Jika masih mereview satu dua buku, memang masih butuh latihan dan paksaan.


Tapi pengalaman saya, saya sudah terpikat dengan mereview ketika sudah mendapat materi dari kak jihan, membaca bukunya mas adji dan mencoba mereview, ketagihan, iya serius




Sedekah, Manfaat Mu

Sedekah, Manfaat Mu

View Article


Sedekah bermanfaat bagi yang bersedekah, bukan hanya yang di sedekah-i






Kali ini dengan buku beda dong, bukunya berjudul, “Sedekah Gas Poll”, penulisnya Endang koswara. Sebenarnya belum menemukan bab yang cocok sih, tapi karena udah lama ngga nulis OSBB, maunya konsisten (apasih buk curhat wkwk) jadi saya mengambil bab tentang, “Sedekah manfaat mu


Sudah tau belum, kalau sedekah tidak hanya berupa materi atau uang? Pasti tau dong yah? Senyum pada saudaramu itu sedekah, menyingkirkan duri dijalan itu sedekah, menolong teman itu sedekah, apalagi? Banyak kok, teruskan saja sendiri ahaha


Di dalam bukunya, mas endang banyak sekali mencantumkan manfaat sedekah, bukan orang yang disedekahi, tetapi orang yang bersedekah. Tidak ada ruginya orang yang bersedekah, malah banyak manfaat yang akan didapat. 


Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula (Q.S. Ar-Rahman;60 )


Jika kita memberi uang (kebaikan) kepada orang lain, maka jawabannya? Akan terbalas jua. Kapan? Terserah Allah, tapi yang pasti janji Allah tidak akan pernah luput atau teringkari, bukan seperti kita, janji diumbar-umbar tapi tidak pernah ditepati astaghfirullah wkwkw


Bahkan dalam bukunya, ada manfaat yang bermanfaat bagi kesehatan seperti, meningkatkan kekebalan tubuh, memiliki tubuh bugar, menurunkan tekanan darah. Wow ngga si?


Saat kita bersedekah, maka pasti seseorang yang kita sedekahi akan bahagia, akan senang, apa dampaknya bagi kita? Ya pasti ikut senang, ya pasti ikut bahagia, ya pasti ikut senyum. Iya nggak? Sedang siapa yang hidupnya bahagia maka akan sulit terkena penyakit, maka tidak akan stress.


Apalagi hanya dengan memberi senyuman pada teman kita, saudara kita, sudah diklaim itu sedekah. Ngga sulit banget kan? terlanjur gampang malah


Ibu saya pernah bilang sama saya, soalnya saya sering nyatuin alis, “ul, nanti kalau alisnya disatuin terus, dia nikah lalu punya anak, nah nanti anaknya tumbuh di atas dua alis itu, di jidatmu, mau?” ngebayangin aja ngeri kan, apalagi jadi nyata. Nah kedepannya berusaha ngga Lagi lakukan itu deh.


Jadi tiap ketemu orang berusaha senyum, nanti orang itu akan mikir, “wah, ini mbak/mas nya ramah ya”. Punya masalah paksa senyum, nanti orang mikir, “wah, mbak/mas nya kuat ya”. Ketemu musuh pun coba senyum, nanti musuhnya mikir, “wih, musuhku mau damai kayaknya, balik senyum ah” eits, usahakan jangan punya musuh juga atuh, kan ini Cuma contoh hehe.


So, bagaimana?


Senyum, senyum, senyum. Eh, ngga usah senyum sendirian kek gitu juga kali ahaha


Cie yang lagi bahagia karena sudah sedekah wkwkw
Mengenal Budaya Petik Laut

Mengenal Budaya Petik Laut

View Article

Budaya Petik Laut


Foto by pixabay


Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Kebudayaan merupakan sistem nilai yang terkandung dalam sebuah masyarakat. Kebudayaan diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal atau pikiran manusia, sehingga dapat  menunjuk pada pola pikir, perilaku serta karya fisik sekelompok manusia.


Sejarah Petik Laut atau Rokat tasek


Masyarakat pesisir, menganggap bahwa laut merupakan sumber daya untuk kelangsungan, pertumbuhan, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, masyarakat pesisir memiliki persepsi terhadap sumber daya laut dan persepsi kelautan. Melalui hal itu, muncul suatu tradisi untuk menghormati kekuatan sumber daya laut, Tradisi tersebut lazimnya diwujudkan melalui ritual, yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur karena alam melalui sumber daya laut telah memberikan kelimpahan serta rezeki dalam kelangsungan mereka. Oleh karena itu, ritual petik laut atau rokat tasek dapat dikatakan sebagai salah satu wujud kebudayaan.  Rokat sendiri adalah asli bahasa Madura yang berasal dari bahasa jawa dari kata ruwat yang berarti melebur atau membuang. Istilah ruwat identik dengan lukat yang berarti menghapus, membebaskan, dan membersihkan.


Rokat tasek atau petik laut adalah upacara masyarakat nelayan untuk menyelamatkan nelayan dari bencana dan rintangan apapun  yang mungkin akan dihadapi ketika melaut dan dapat memberikan hasil tangkapan ikan yang banyak. Ada warga yang mempercayai bahwa ritual itu harus dilaksanakan supaya tidak terjadi bencana atau semacamnya, ada juga warga yang tidak percaya dan melarang ritual ini, karena sebagai wujud dari syirik. Semua tergantung pada niat masing-masing individu ya teman-teman.


Tahapan petik laut


Setiap daerah  memiliki upacara-upacara yang berbeda, penulis mengambil contoh di sotabar, kecamatan pasean. Di sana, mengadakan ritual ini setiap tahun sebelum bulan romadhon, tetapi biasanya setiap tahun tanggal pelaksanaannya beda-beda, tergantung kesepakatan masyarakat desa tersebut dan saat laut terjadi pasang. 


Acara ritual petik laut ini ada empat tahapan atau acara selama sehari semalam, pagi hari pawai sampan, siang hari khataman Al-Qur’an, sore harinya ojung, dan malam harinya yaitu hiburan atau kalau di sotabar biasanya mengundang atau mempertontonkan ketoprak Madura atau lebih dikenal dengan lodruk.


Jauh-jauh hari sebelum ritual tersebut dilaksanakan, semua juragan (pemilik) sampan mengadakan pertemuan (musyawarah), dengan kepala desa dan agen pengepung ikan  (tempat nelayan menjual hasil tangkapannya), isi musyawarahnya yakni tentang penyelenggaraan ritual rokat tasek atau petik laut dan  jumlah sumbangan perjuragan. Setelah disepakati bersama, juragan sampan akan sibuk menghias sampannya agar terlihat lebih menarik pada saat pawai sampan, biasanya sampan dihias dengan bendera-bendera dan lampu warna-warni, dan peralatan lainnya.


Setelah sampai pada waktu acara, pagi-pagi sekali masyarakat sudah berkumpul di laut untuk menyaksikan pawai sampan, dan sesajen yang telah disiapkan dihanyutkan ke laut (seiring berkembangnya zaman, sesajen tidak dihanyutkan, melainkan di bagi-bagi pada masyarakat). setelah itu, semua sampan di berangkatkan mengelilingi laut dengan batas yang sudah ditentukan.


Siang hari, khataman Al-Qur’an di selenggarakan (biasanya) di tempat agen pengepung ikan, dihadiri oleh juraghan-juraghan sampan dan kepala desa. Sore harinya, biasanya ada ojhung (ada dua laki-laki yang berkelahi menggunakan alat manjhelin). Dan alat-alat untuk ketoprak yang akan diadakan nanti malam dirancang.


Ba’dha maghrib, banyak masyarakat yang sudah memenuhi tempat acara, seperti pedangan kaki lima dan pedagang keliling, masyarakat dari beberapa desa yang mencari tempat duduk untuk menonton acara ketoprak dan sebagainya. ketoprak di mulai pada jam 10 dan selesai pada jam 4 subuh. Walau acara ini sangat panjang, tapi banyak masyarakat yang menantikan acara ini sampai-sampai mereka membawa alas agar nyaman untuk duduk sampai pagi buta. Karena, ketoprak di kenal dengan lawak yang lucu sehingga duduk berlama-lama di laut tidak ada masalah bagi sebagian orang.


Budaya ini ada karena turun temurun, dan tetap di lestarikan oleh masyarakat pesisir. Budaya petik laut dari tahun ke tahun mengalami perubahan, misal penghanyutan sesajen ke laut diganti dengan memberikan pada masyarakat sekitar. Budaya ini pun, menurut penulis tergantung bagaimana dari niat individu sendiri. Jika niatnya percaya pada selain Allah, yakni laut maka perbuatan tersebut berujung syirik, dan jika hanya sebagai rasa syukur karena terlimpah nya rezeki melalui perantara laut, maka insyaa Allah tidak apa-apa.


Wallahu ‘a’lam bisshowab.