Label

Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Ini dia 8 cara mengatasi badmood!

Ini dia 8 cara mengatasi badmood!

View Article



Kamu lagi badmood? Lakukan hal ini


Bentar, mau cerita dulu

Tau nggak, beberapa menit yang lalu aku badmood, sangat. Tadi malam, aku merasa pusing, lengkap dengan pengen muntah, (eh maaf) setelah bangun tidur, agak mendingan memang tapi kok perasaanku nggak enak ya. Jam tujuh pas, aku kuliah, menggunakan link—eror, ada rasa kesal, sebal dan sebangsanya, perasaan udah makin tak karuan. Baru selesai kuliah, dipanggil sama emmak, suruh jaga rumah—ayam, bebek, berkeliaran di teras rumah. Daripada nggak ada kerjaan, aku mulai baca buku, awal halamannya menarik, testinya menarik, tapi kok isinya ngga menarik? Ya karena aku baca genre yang agak tidak aku suka, jadinya nangkepnya begitu (jadi, bacalah buku yang sesuai dengan genre yang kamu sukai ya) makin badmood jadinya! Kesel, pengen baca buku, tapi isinya begitu, mau ngambil lagi males, buka aplikasi perpustakaan eror!! Oke, lengkap.


Eh, ternyata belum lengkap. Setelah jam sepuluh lewat, aku mulai kuliah lagi—pakai link. Bapaknya lama yang mau mulai—ada acara katanya. Makin nambah badmood. Sudah itu, bapaknya meminta semua mahasiswa absen tapi harus diurut, dengan mempunyai absen 35 dari 39 mahasiswa, tentu membuat jengkel! Apalagi banyak yang lemot ngabsennya, ada yang ngilang—kek dia, di grup kelas ribut. Ah, makin jengkel, sebel, dan nambah lagi badmood!. Lagi ribut-ributnya di grup, ada muncul suara, “gimana sih, suruh jaga rumah nggak becus, tu ayam tetap berak di teras” hoam, ngga tau apa dari tadi ribet sama absen dan link? Kesel banget aku! Belum selesai kuliah, masih tahap absen, malah suruh ngelipat cucian yang bejibun. Astaghfirullah gini amat si hari ini. demi tidaknya durhaka, mata liat hp, tangan ngelipat baju. Tau bagaimana perasaanku saat itu? Hampir nangis! Sesak ke dada, seperti lagi nanggung beban berat, benci sama semua orang, dan benci sama diri sendiri. Ah!


Hem, sabar. Elus dada. badmood yang sempurna sekali. Lalu, ada muncul bisikan, “ini buat artikel bagus kayaknya—menurutku saja ahaha. Selesai kuliah, ngelipat baju, dengan muncul ide begitu badmoodnya sudah nggak sempurna, beberapa sudah luntur. Dan ketika aku mulai mengetik ini, badmood itu hilang, tak membekas.


Loh, kok bisa? Gimana caranya? Heum serius mau tahu? Kamu yang sedang baca ini lagi badmood nggak? Ahaha jangan kelamaan badmood nya, kasihan hatimu dan orang di sekitarmu. 


Ini cara menghilangkan badmood—versi sulfa.


1. Elus dada, tarik napas pelan.

Ketika lagi ngelipat baju dengan perasaan kesal dan air mata yang sudah tergenang di pelupuk mata, aku mengelus pelan dadaku, lalu menarik napas dalam-dalam hembuskan perlahan. Ku Lakukan berulang kali, sampai agak mendingan keadaan hati.


2. Membaca istighfar

Yah, sebenarnya sih, point ini aku tidak melaksanakannya, ahaha lebih kuat setannya, sampek lupa mau istighfar. Astaghfirullah. Tapi, saya pernah mendengar kalau lagi sedih, kesal maka silahkan istighfar, lakukan berulang, insyaa Allah hilang. Kalau mau makin sempurna, baca ta’awudz, sama sholawat kolaborasikan dah tuh.


3. Wudhu, Sholat, dan Ngaji


Nah, ini terampuh nih! Aku kuliah kan jam 10 selesai dzuhur. Lepas selesai langsung ke kamar mandi, cuci muka, wudhu. Tersenyum, itu yang pertama kali aku lakukan. Ini nggak ada niat seriusan, kek spontan gitu. Padahal logikanya lagi dikamar mandi, mau senyum ke siapa?! Ku menangis mengingat ini ahaha, tapi sungguh ampuh sekali.


Pernah dengar kan, kalau kamu lagi marah, atau kesal, maka ambil wudhu. 

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air.”


Badmood juga sebenarnya dari setan ya ahaha.


Setelah wudhu, sholat, ngaji. Alhamdulillah! Makin luntur…


4. Intropeksi diri dan positif thinking


Yah, ini hal yang penting. Kenapa sih, aku badmood? Pasti karena ada suatu hal yang bikin badmood. Ada asap jika ada api; hukum sebab akibat. 


Sebenarnya sebelum melakukan langkah-langkah diatas, aku melakukan hal ini lebih dulu. Ketika serasa banyak sekali beban yang menimpa hari ini, kuliah ambyar, ibu gawat, tiap lirikan mata mematikan. Kenapa ya? Kok bisa sih? Aku melakukan hal fatal apa? sederet pertanyaanku kala itu.


Ternyata yang aku dapati, pertama karena hari ini aku bolos tahajjud, bukan hanya hari ini, hari kemaren juga—bukan mau sombong loh ya ahaha. Jadi, seperti gimana gitu kalau diawali tidak dengan tahajud dulu. Kedua, aku kurang sabar. Kuliah dengan memakai link yang selalu eror itu bukan hanya terjadi pada aku, tetapi teman-teman lainnya. mereka aja bisa sabar tanpa ngeluh, kenapa aku tidak? Kenapa aku harus kesal? Kenapa harus sebal? Kenapa menyalahkan dosen? Kenapa menyalahkan pak rektor? Kenapa menyalahkan keadaan? Tidak bisakah aku mengambil pelajaran dari ini, tidak bisakah sabar, tidak bisakah berhenti menyalahkan pihak yang padahal mempunyai niat memudahkan proses ini! Alhamdulillah masih diberi kesempatan kuliah ditengah pandemi ini, Alhamdulillah dosen sabar menyalurkan ilmu dengan media seperti ini dan sebagainya.


Selesai intropeksi dan menghapus segala pikiran negatif diganti hal positif, ya agak tenang, mulai paham bahwa ini memang yang terbaik. Mulai paham, mungkin inilah cara tuhan menguji kesabaran mahasiswa dan dosennya, jika lulus, maka akan naik ketingkat selanjutnya, yang ;lebih tinggi, bukan begitu? Jadi jangan lupa intropeksi diri ya, jangan nunggu badmood juga sih ahaha


5. Mendengarkan musik


cara ini terbesit ketika membuka aplikasi al qur’an, ada sponsor aplikasi edit video yang ada musiknya. Mendengar hanya sekian detik saja, membuat hati agak tenang sedikit. Mendengar music menurut saya tidak salah, asalkan music yang diputar mengandung hal positif, liriknya memotivasi, membangkitkan semangat. Bukan music galau, lirik ambyar, lah semangat makin mlempem!


6. Nyemil atau makan


Setelah melakukan 5 langkah diatas, yang lumayan sekali membuat perasaan lebih tenang, mungkin hanya tinggal secuil; ujung kelingking. Kemudian, saya ambil nasi secukupnya, lauk ayam—ahaha, makan diteras rumah. MANTAP! Memang lapar sih wkwk


7. Keluar rumah atau jalan-jalan


Tadi aku bilang apa? makan diteras rumah. Berarti diluar rumah kan ya. Nah kebetulan diluar rumah itu banyak sekali tumbuhan-tumbuhan hijau yang menyejukkan mata, langit dengan warna biru cerah semakin indah dengan tambahan awan putih yang segar. Angin bersepoi-sepoi mengelus lembut tubuh berbalut pakaian dengan tangan memegang nampan. Sungguh! Hilang sudah rasa kesal, sebal, jengkel, benci orang dan segalanya. Luar biasa! Alhamdulillah!


8. Menulis


Terakhir, tulislah apa yang kau rasa. Sering mendengar nggak? Kalau orang yang kesal, marah, benci lalu menumpahkan segalanya di status sosial media, akan kembali tenang? Bahkan tanpa ada yang menggubrisnya. Pernah? Kamu? Aku sering, bahkan ini cara ku ahaha. Jadi, terkadang kalau aku lagi rindu, aku pasang status rindu—alay banget si mbak ahaha. Tapi ya mau gimana lagi? Wonk itu obat menurutku ahaha. Tapi, setelah aku pikir ulang, nggak guna sih curhat di sosial media, mending curhat ke diary; buku pribadi. Aku juga sering kek gini ahaha.


Plong kan rasanya? Iya. Karena menulis juga berfungsi sebagai writing for healing; menulis untuk menyembuhkan. Pun perlu digaris bawahi yang dikatakan menulis bisa menyembuhkan jika kamu menemukan setitik jalan keluar dari permasalahan mu, se tetes solusi dari kesedihanmu, kamu mampu mengambil hikmah atas kejadian yang menimpamu, begono sayang…


Ah, sepertinya kalian lelah membaca tulisan ini, maaf ya ahaha. Jangan lupa bersyukur hari ini agar hidupmu lebih bahagia dan berwarna cerah. Jangan lupa membaca buku dan menulis yaaa


salam sayang, sulfaini.



Sekali Mencuri 4 juta? Makhluk Ghaib bro!

Sekali Mencuri 4 juta? Makhluk Ghaib bro!

View Article


Pencurian ghaib-Jin


Korupsi mah sudah biasa ya di Negara ini, numpuk! Sampai tidak bisa dihitung dan ditemukan ahahaa. Tapi, ini bukan mau bahas korupsi dan pencurian wajar lainnya. basi! Ahaha ini adalah pencurian tanpa jejak, tak perlu repot jalan kesana kemari biar bisa dapat uang, bahkan lebih pada “kok bisa gitu?” ya! Kaget dan tak percaya. Lalu apa? scroll kebawah sampai selesai oke, tapi mau ngingetin nih, bacanya jangan pas malem-malem dan sendirian ya.. entar ada yang nemenin ahaha. Saya cerita dulu yaa

Ceritanya…


Akhir-akhir ini di tempat tinggal saya sedang booming-boomingnya penggandaan uang, pernah dengar istilah ini? ya, layaknya kita menaruh selembar uang 50an dibawah bantal kemaren, lalu hari ini uang itu tergandakan, menjadi dua uang 50an. Berarti yang awalnya kita punya uang 50 sekarang kita punya uang 100. wah enak dong, ngga perlu kerja siang malam, cukup banyak-banyak nyimpen uang dibawah  bantal, nanti jadi kaya sendiri!


Tapi pernah mikir ngga? Kalau hal itu aneh bin mustahil? Ya sekalipun tidak ada yang mustahil jika Allah berkehendak, nggak gitu juga bambang! Harus tau tempat ya.

Eh, ini kan mau cerita. Oke lanjut.

“Itu ada orang yang bisa gandakan uang sama emas, loh” kalimat itu menjadi buah bibir dari ujung barat hingga timur, ujung selatan hingga utara. Di pasar bahas itu, dirumah bahas itu, disekolah bahas itu, lagi ngumpul yang dibahas cuma itu. Muak saya dengarnya! (eh, katanya jangan nyebut nama, nanti kedengaran orangnya wkwk)


Makin hari sepertinya semakin banyak yang datang sama orang itu, memberi sebagian hartanya, mengambil sebagian emasnya agar terlipat ganda dikemudian hari. Katanya, ada yang sukses, berhasil. Tapi, sebelum mendapat hal begitu, ada syarat yang wajib dilakukan. Yang saya dengar dari perbincangan orang-orang, benda yang diberikan orang itu; plastik  berisi bunga, disimpan ditempat yang aman dan jangan pernah dibuka sebelum waktunya-nanti bisa gagal. Setiap hari benda itu harus dibacakan mantra-katanya, baca sholawat dan beberapa surat Al-qur’an. Lepas itu jika sudah sampai waktunya, maka buka lalu wah! Jadi banyak uangnyaaa yeay—et dah mau kaya ngga mau usaha!


Opini Orang


Cerita orang tentang hal itu, “Aku kan kesana dapat panggilan dari beliau, biasanya kalau begitu aku akan diberi uang—ternyata, disuruh kasih ke amal. Pas beliau lagi ngambil uang ditempat khususnya, aku masuk mengintip, dan wuih! Uangnya banyak sekali, berserakan diatas kasurnya, nggak ada uang cepek, receh, goceng yang ada uang warna merah dan beberapa biru. Beliau mengambil nya dengan dua tangan, lalu dikasih ke aku, tapi buat amal sama anak yatim katanya (weh sedekah gaes) lalu aku kasih deh.”


Ada lagi, “Aku lagi disana cuma namu, lalu beliau nyuruh saya melihat kamar khusus itu. Yang aku lihat, ada banyak uang dua ribuan. Beberapa hari kemudian, aku kesana lagi namu dan masuk kembali ke kamarnya, dan uwah! Uangnya berubah menjadi seratusan dan lima puluhan!”


Percaya? Saya sih nggak ahaha. Kalau saja saya buktikan sendiri, boleh la jadi pertimbangan ahaha.


Nafas sejenak, toleh kanan kiri, lalu baca do’a. Lanjut!


Berapa hari kemudian, ceritanya beda lagi. Yang kemarinnya uang digandakan, sekarang uangnya hilang! 


Bukan abal-abal uang yang hilang, ada yang sejuta, empat juta, tiga juta setengah, dan ada emas. Aba, kakek saya kebagian hilang uang sejuta, ustadz ibu saya empat juta dan yang lainnya. ngeri! Kata ustadz itu mah bukan orang, tapi jin!


Lalu apa kata orang? 


“oh, pasti kerjaan orang yang katanya bisa gandakan uang”, “bukan siapa lagi, pasti orang itu (pengganda uang)” dan sebagainya.

Nah loh! Jadinyaa suuzon! 


Apa pesan moralnya?

Bapak-bapak, ibu-ibu, teman-teman sekalian, jika kita mau kaya, jika kita mau punya banyak uang ya kerja atuh, usaha, berdo’a. bukan malah menyuruh jin mengambil uang tetangganya, mengambil uang temannya! Coba sesekali suruh jin itu tobat, sholat dan bilang kalau mencuri itu tidak boleh! Malah ditemani dan berkolaborasi. Gila! Si jin ngambil uang, si orang ngasih tumbal. Et dah!


Mengambil hak orang lain tidak diperbolehkan, saya kira semua agama mempunyai hukum begitu. Iya kalau mereka masih ada uang, kalau Cuma itu yang mereka punya lalu kamu mengambilnya, bagaimana nasib mereka? Oh ayola mikir sedikit, hatinya dibuka, otaknya dipakai. Kalau tidak bisa memberi (sedekah) diusahakan jangan meminta! Lah ini apalagi, mengambil paksa, nggak berkah. Lagi pula, harta nggak dibawa mati, malah amal yang dibawa. Uang yang kamu curi nggak dibawa mati, malah perbuatan mencuri mu yang tetap mengikuti mu! Nah, nanti berat di penghisaban, dimintai pertanggung jawaban, terundur lagi yang mau masuk syurga. Astaghfirullah, semoga yang baca ini tidak ya.


Cerita diatas juga menimbulkan ke suuzon-an. Padahal suuzon itu tidak boleh kan ya? Jadi berhenti lah. Semuanya salah! Yang menggandakan uang salah, yang cerita sana sini juga salah (ghibah). Iya kalau tebakannya benar, kalau salah? Kan makin panjang urusan. Kalau nggak mau di gibah-in yang jelek-jelek, jangan berlaku jelek. Kasihan kan kalau salah sasaran, yang berlaku jelek si A, eh orang-orang pada nge gibah-in se B. Cuma karena si B punya banyak uang, padahal ia bekerja keras banting tulang, bukan meminta bantuan si jin. Malah di gibah-in yang ngga baik-baik. Hatinya dipakek mas mbak, jangan hanya dijadikan pajangan;) 


Perbuatan seperti itu pun jangan pernah dipercaya, sekalipun terbukti. Saya pernah dengar opini dari rekan saya tentang hal yang demikian, “sebenarnya hal itu memang ada, tergandakan memang, tapi nanti ilang sendiri”. ada juga yang bilang begini, “yang kamu kasih ke aku itu uang apa sih? Kok hilang terus, uang hasil ngepet ya?” nah loh kan! 


Ikhtiar, do’a, lalu yakini kalau kalian semua bisa punya banyak uang, harta,  emas tanpa menggunakan cara salah yang jelas tidak berkah, oke?


Kelebihan dan Kekurangan Ebook

Kelebihan dan Kekurangan Ebook

View Article


Mengapa banyak orang menyukai ebook?


Untuk zaman yang serba canggih ini, bohong rasanya kalau tidak tau apa itu ebook. apalagi anak muda, anak pelajar, orang tua pun pasti banyak yang tau apa itu ebook. virus corona yang menyerang banyak sekali Negara terutama Negara indonesia mengharuskan kita beraktivitas dirumah saja untuk menimalisir tertularnya virus  tersebut. agar tidak tertinggal informasi, salah satu cara yang efektif adalah memanfaatkan teknologi canggih ini; HP, Laptop, iPad dan sebagainya. begitu pula untuk pencinta buku, banyak sekali yang sudah pindah tempat, dari buku ke ebook karena terkesan lebih mudah dan praktis. 


Lalu apa itu ebook?

Menurut Wikipedia, ebook (elektronik buku) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku. ebook adalah jenis buku eletronik yang berbentuk teks, gambar, audio atau video yang bisa dibuka melalui HP, laptop, komputer dan lainnya.

 

Setelah saya melontarkan pertanyaan di snap WhatsApp tentang ebook, beberapa dari pengunjung snap saya menjawab dan menyebutkan kelebihan dan kekurangan dari ebook yang saya setujui juga. Lalu apa saja? cekidot kebawah


Kelebihan Ebook

  • Praktis, ringan dan mudah dibawa kemana-mana. Dibandingkan dengan buku yang tebal, berat dan ribet saat membawanya, tentu beda dengan ebook. ebook yang sudah tersimpan rapi di HP; dikantongi setiap saat sangat mudah dan tidak ribet membawanya, apalagi berat. lihatlah, HP sangat ringan dibawa, tipis, kecil, beda sekali dengan buku yang bisa berukuran besar dan tebal. Kita bisa membaca buku dimana saja, dan kapan saja, tanpa khawatir kita lupa membawa buku sehingga tidak jadi membaca dikala ada kesempatan membaca.
  • Bisa diakses secara gratis. Jika untuk memiliki buku kita harus mengeluarkan beberapa lembar uang dari kantong agar bisa memeluknya, maka ebook tidak demikian. Banyak sekali aplikasi atau platform gratis yang menyediakan banyak sekali buku yang bisa kita baca tanpa mengeluarkan uang sepeserpun; mungkin hanya berkurang pada paket data:v tapi ngga banyak kan? Karena mudahnya diakses begini, banyak oknum-oknum yang tak sopan mengcopast lengkap isi buku lalu diupload lah dipaltfrom pribadinya, atau bisa jadi di cetak lalu dijual dengan harga murah. Ini tentu sangat menyalahi undang-udang dan tidak punya etika. Hindari membaca pdf atau buku-buku ilegal dan bajakan ya. Belajarlah menghargai penulis, jika tidak bisa membeli, maka silahkan membaca gratis di aplikasi perpustakaan.
  • Mempermudah pencarian. Jika kita baca menggunakan ebook seperti pdf, maka cukup ketikkan kata yang ingin dicari seperkian detik kemudian akan muncul. Beda halnya dengan buku yang harus berulang kali membolak-balik balikkan halaman untuk mencari kata atau kalimat yang lupa.
  • Mempermudah atau mempercepat mendapat informasi. Banyak sekali pdf yang berserakan di google yang bisa diakses secara gratis. Kita hanya harus mendownloadnya maka akan muncul informasi lengkap, beda dengan buku. kita masih harus mencari toko yang menyediakan informasi yang kita cari, masih proses membayarnya, apalagi kalau belanja menggunakan online, harus menunggu dua atau tiga hari untuk bisa memeluknya. Tapi ingat, pintar-pintarlah memilih ebook atau pdf.

Nah, karena ebook ini adalah ciptaan manusia, yang mustahil jika sempurna, maka ebook juga mempunya kekurangan. Apa saja? scroll lagi kebawah ya, tapi jangan lupa istirahatkan sebentar matamu, pandanglah pemandangan bagus yang ada di depanmu sekarang, seruput kopi di sampingmu yang sudah hampir dingin, jangan lupa nyemil juga ya! Sudah? Mari kita lanjut ahaha


Kekurangan Ebook

  • Ya, dengan kita membaca buku melalui hp atau laptop, maka mata kita akan lebih dekat dengan masalah. Computer visiom syndrome (CVS) adalah kumpulan masalah mata disebabkan HP, laptop atau komputer. Seperti mata kita akan terasa panas, berair, perih, gatal lantaran menatap layar yang terlalu lama, apalagi pencahayaan yang disetel terlalu tinggi. Mata lelah dan  bisa stress lantaran jarang berkedip, konon katanya dalam satu menit, mata haruslah berkedip lebih dari 15 kali, jika kita terus memandang layar dengan fokus dan konsentrasi maka bisa jadi dalam satu menit kita tidak berkedip 15 kali atau lebih.
  • Tidak bisa mencium bau buku, tidak bisa melihat secara nyata ilustrasi buku dan tidak bisa ditandai. saat saya melontarkan pertanyaan, ada beberapa menjawab kalau mereka sangat suka dengan bau buku, nah jika membaca buku melalui digital maka tidak akan bau yang bisa diendus; eh wkwk. ilustrasi yang indah pun masih kurang sempurna jika hanya dinikmati dari layar, bukan kenyataan. Apalagi halaman yang tebal yang tidak bisa dibaca sekali duduk, ketika kita memilih membaca di hp maka tidak bisa ditandai sampai mana kita membacanya, harus pintar-pintar mengingat halaman terakhir, bahkan kadang pengalaman saya sendiri, saat keluar dari aplikasi maka akan kembali ke halaman awal yang mau tidak mau harus sabar-sabar menscroll dari awal.
  • Tidak benar-benar fokus membaca, secara saat kita membaca melalui hp dengan keadaan data hidup, maka pastinya banyak sekali notif yang berkejaran berbunyi. Dari notif wa, ig, fb dan sosial media lainnya, bahkan sekalipun data sudah dimatikan, tidak menutup kemungkinan, ada beberapa sms yang akan bermunculan, apalagi yang punya do’i. off sebentar sudah dicari, sudah dikhawatari, tidak dibales di ig, pindah ke wa, ternyata di wa centang lalu pindah ke sms, sms belum dibales, di spam. Astaghfirullah benar-benar tidak konsemtrasi ahaha
  • Butuh baterai full. Ya, ketika menggunakan elektronik harus ada penyambungan dengan listrik nah kalau hp atau laptop maka harus ada daya baterainya. Apalagi kalau niat membaca lebih dari dua jam agar tetap nyaman membaca tanpa gangguan kabel, daya baterai haruslah berisi penuh. Sekalipun membaca di hp hanya sedikit menghabiskan daya, tapi kita tetap harus menjaganya demi kenyamanan.
  • Untuk yang mempunyai keinginan mempunyai perpustakaan pribadi dikamar, tidak akan terwujud jika kita terus-terusan membaca buku melalui ebook.


Cukup sekian terimakasih, jika masih ada hal yang terkesan kurang atau kesalahan, silahkan tinggalkan dikolom komentar ya. Salam persahabatan




Cinta Itu Buta dan Tuli

Cinta Itu Buta dan Tuli

View Article




Hai... Aku tidak tau ini puisi atau hanya sekedar ilusi. Yang pasti, aku hanya ingin berbagi pengalamanku sendiri. Yah, cinta itu buta dan tuli. 
Ayo mulai!

Cinta Buta dan Tuli

Menghubungi kembali dia, bukanlah jalan yang terbaik
Tak perlu ikuti hayalan tinggi untuk kembali komunikasi
Lukamu akan kembali menganga saat hayalmu tak jadi nyata
Dia yang sekarang, bukan lagi dia yang dulu
Hangat berubah dingin
Manis berubah pahit.
Lalu apa yang masih membuatmu bertahan mengharapkan dia terus-terusan?
Lukamu belum sembuh, sayang!
Jangan lagi bermain agar tak ada luka baru lagi.
Tak sayangkah kau pada dirimu sendiri?

Nyatanya, kau tetap dengan egomu
Memilih luka kembali, daripada berdiam diri
Perlahan berjalan menghampiri dia lagi.
Hanya karena alasan nyaman, tidak mau pindah haluan
Alasan klasik, kau masih mencintainya.

Iya, kali ini aku setuju denganmu

Pemain Smack down tak peduli akan luka di hari kemarin dan hari ini
Ia akan tetap bersemangat berlatih diri untuk bertanding di keesokan hari
Hanya karena alasan nyaman, ia mencintai pekerjaannya.

Tenggorokan panas dan diare tak menjadi alasan pencinta pedas berhenti mengkonsumsi
Ia akan terus mengulangi lagi
Sangat suka, ia beralasan nyaman.

Dan... Ini yang terakhir
Pencinta rokok tak akan pernah peduli
Ia akan tetap mengkonsumsi
Meski tau bahwa itu membahayakan diri 
Sekali lagi, hanya karena nyaman, ia menyukai.

Yah, cinta itu buta dan tuli
Ia tak peduli
Kamu tak peduli
Mereka tak peduli
Akan terus mengejar seseorang yang menjadi mimpi
Tanpa peduli bahaya yang menimpa diri.

Move On yuk

Move On yuk

View Article



Apa susahnya move on si?

Gampang cinta, gampang baper, eh malah tiba-tiba saatnya move on, sulitnya kayak minum obat (khusus yang nggak suka obat, sama kayak aku) Mau tidak mau harus di minum ya kan?

Move on adalah serapan dari bahasa inggris yang bermakna “pindah”, tetapi banyak orang yang mengasumsikan kata move disini dengan arti yang beda, seeperti pindah ke lain hati, pindah ke lingkungan lain ataupun melupakan kenangan yang buruk dari masa lalunya. (said mbah google)

Menurut pengalaman pribadi saya nih. Move on adalah hal tersulit, lebih sulit daripada ibu sulastri memberi tugas matematika waktu SD. Mohon maaf, nama ibu dibawa-bawa.

Mau makan teringat padamu, mau tidur teringat padamu, mau apapun teringat padamu, oh kasihku… (umi elvi lagi lewat guys:D)

Perjalanan panjang dilewatkan dengan bayang-bayang dia. apalagi akhwat nih, paling semangat kalau stalking doi. mau 5 jam tidak akan berhenti kalau belum tau seluk beluk tentang doi. Ikhwan juga kok, hehe

Yah, kalau tiap hari stalking in doi mana bisa move on atuh, paling makin tebel tuh cinta. Apalagi snap doi bijak-bijak, pinter agama, bukan lagi makin gila pasti. Teriak-teriak histeris di kamar sendirian. Kayak orang gila yang kesurupan. Udah gila masih kesurupan:v 

Eits, tapi jangan keseringan atuh, kalau bisa dihentikan. Oke ya? Kurangin stalking in doi dari sekarang. Lakukan hal yang berfaedah yang menyibukkan mu sampai lupa pada si dia. Baca buku misal, atau apalah hobby kalian.

Kemudian, belajar ikhlaskan dia. Lepas dia tanpa lagi menaruh harap. pulang pada yang maha peng kabul harap. simpan harapanmu hanya padaNya. Percayakan bahwa se baik-baik berharap hanya padaNya. Dia akan memberimu yang terbaik dari segala hal baik yang telah kau harap sebelumnya.

Kalau belum ikhlas, dari musim duren hingga musim rambutan (wali song:v) ya gabakal bisa move on! Ga percaya? Sini saya kasih contoh. Ibarat kita mau beli-beli, “Bang, cabe se kilo berapa?” “10 ribu neng” abang sayur menjawab. “Mahal kali” batin kita. Tapi karena sudah tidak ada lagi tukang cabe, terpaksa kita membelinya. Belum sampai dirumah, ketemu orang di jalan, “Mbak, kalau beli ke abang itu, harga cabenya mahal” kita pasang muka masam. Pulang kerumah, kita ngaduh sama orang tua “Buk, cabe mahal kalau beli ke abang itu”. Esoknya, kita mau beli cabe lagi, kebetulan abangnya bukan yang kemarin, “Cabe sekilo berapa bang?” “5 ribu mbak”, “Wah murah ya bang, ngga kayak abang-abang kemaren jual mahal” ungkit kita lagi. Bagaimana mau move on? Kalau setiap ada orang atau suatu hal dia selalu dibawa-bawa. Betul apa betul?:D

Jadi, selain berhenti stalking, kita harus belajar mengikhlaskan. Dan jangan diulangi. Sudah move on, kenal sama orang baru lagi, karena hanya sekedar dekat tidak sampai akad, lagi-lagi patah hati. Kemudian Berhenti stalking, belajar ikhlas, dan kembali dekat dengan orang lain lagi. Sampek monyet jadi nenek-nenek, itu hati ngga bakal luput dari patah hati. Paham kan akhy ukhty?

Istirahatkan hati. Jangan dekat dengan orang lain lagi, apalagi kejadian pahit terulang kembali. Sudah ya, hati mu lelah. Cukup belajar pantas kan diri, menjadi seorang muslim muslimah sejati agar yang datang tak pergi-pergi lagi, menjadi jodoh yang di dambakan hati, bergandeng tangan dengan dia yang kita cintai, menuju kebahagiaan dunia dan masuk surgaNya ilahi. Aamiin ya mujib

Tulisan ini di khususkan untuk menampar diri sendiri. Menjadi pengingat diri. Pun semoga menjadi pelajaran buat kalian saudara saudari.